
*** Hancur Sudah Semua Harapan Ku Untuk Hidup Bersama Mu •••
saat Ku Tau Ternyata Telah Ada Yang Memiliki Mu •••
' KECEWA '
Itulah Yang Aku Rasakan, Karna Hati Yang Selama Ini Ku Jaga Untuk Mu Sudah Tak Ada Lagi Arti Nya ***
~ ~ Rizwan ~ ~
r💘 i💘z 💘 w💘 a💘n
" Rizwan Aku..... "
Rizwan menatap lekat ke arah khaira menantikan wanita yang telah bertahun-tahun mengisi hati nya itu melanjutkan ucapan nya.
" Rizwan ak.... aku..... "
" Katakan Khaira ! , apa pun itu aku akan menerima nya, aku butuh jawaban yang jujur, jawaban yang berasal dari hati kamu " Ucap Rizwan ia masih menatap lekat wajah cantik khaira.
" Rizwan Maaf Ak...aku tidak bisa menerima kamu lebih dari sekedar teman " ucap khaira dengan gugup ada rasa sakit di hati nya saat ia mengungkapkan kata-kata nya itu.
Rizwan terdiam mendengar apa yang di ucapkan khaira, ia memalingkan wajah nya ke arah lain,
ia juga merasakan rasa sakit di dada nya, untuk pertama kali nya ia harus menelan rasa sakit dan kekecewaan di saat orang yang di cintai nya selama bertahun-tahun ternyata tak bisa menerima perasaan nya.
Memang ini pertama kali nya bagi Rizwan mengungkapkan perasaan nya kepada seorang wanita.
selama ia kuliah di kota besar, Rizwan memang dekat dengan beberapa wanita namun, ia tak pernah menjalin hubungan lebih dari sekedar teman biasa.
Rizwan yang juga memiliki sikap yang hampir sama dengan Alfi, sama-sama humoris dan ramah dengan semua orang, selalu menebarkan senyum nya sebagai bentuk kesopanan, membuat ia mempunyai banyak teman baik laki-laki maupun wanita.
Di antara banyak nya wanita yang ada di sekeliling nya, namun tak satupun yang di lirik oleh Rizwan.
Alasan nya hanya lah karna ia telah memiliki seseorang yang telah lama mengisi relung hati nya dan orang itu adalah KHAIRA.
banyak wanita yang berusaha lebih dekat dengan Rizwan meski pun hanya sekedar teman biasa dan salah satu nya adalah Riska pemilik butik tempat khaira bekerja.
Riska merasa sedikit kesal pada khaira pasal nya hampir tiap hari rizwan datang ke butik nya, Namun bukan untuk menemui nya melainkan khaira yang menjadi tujuan utama rizwan, itulah yang menyebabkan Riska tak suka jika rizwan datang ke butik nya.
Setelah lama terdiam akhir nya rizwan kembali membuka suara nya. dan menatap kembali ke arah khaira
" Kenapa kamu menolak ku ?, apakah aku tak ada lagi di hati mu ?, apakah perasaan itu telang hilang di telan waktu ?. "
ia menanyakan banyak pertanyaan membuat khaira tidak tahu, pertanyaan apa yang mesti di jawab nya terlebih dahulu.
" khaira kenapa kamu hanya diam saja ?,ayo jawab katakan yang sejujur nya apa yang membuat kamu menolak ku !!! "
ucap Alfi lagi setelah ia menatap khaira yang hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan dari nya.
Setelah mengumpulkan segenap keberanian nya akhir nya khaira mulai membuka suara nya.
" Rizwan sebenar nya ak... aku.... " khaira meras ragu untuk melanjutkan kata-kata nya.
" Sebenar nya aku masih meiliki sedikit rasa untuk mu meski pun tak sebesar perasaan ku yang dulu "
Rizwan tersenyum mendengar apa yang di ucapkan khaira. Ternyata ia masih ada di hati khaira meski pun cinta khaira pada nya tak sebesar cinta nya yang dulu.
__ADS_1
ia yakin jika khaira mau menerima cinta nya, perasaan khaira yang mulai menghilang itu suatu saat pasti akan kembali seperti dulu.
Namun senyuman Rizwan mulai menghilang saat khaira mengucapkan kata selanjut nya.
" Tapi.... "
Rizwan mengernyitkan dahi nya saat khaira mengucapkan kata ' tapi ' di akhir ucapan nya. itu berarti ada sesuatu yang membuat khaira menolak nya.
" Tapi apa? " tanya rizwan pandangan nya masih menatap lekat wajah khaira.
Khaira menundukkan kepala nya dan menghembus nafas nya pelan, masih terasa berat untuk mengatakan semua nya pada rizwan karna ia takut laki-laki itu akan kecewa pada nya.
" Khaira " panggil rizwan dengan suara lembut ia masih menanti khaira melanjutkan kata-kata nya.
" Tapi Aku tidak bisa menerima perasaan kamu karna... karna.... " khaira kembali menghentikan ucapan nya ia mengangkat wajah nya menatap ke arah rizwan yang kini menatap nya dengan menaikkan sebelah alis nya.
" Karna Ak.... " ucapan khaira terhenti saat ia mendengar suara seorang lelaki yang sangat Familiar bagi nya.
" KHAIRA....."
Khaira dan rizwan mengalihkan pandangan nya ke arah asal suara, saat mendengar seseorang memanggil nama khaira.
DEG
Jantung khaira seolah berhenti berdetak saat ia melihat seorang laki-laki yang sangat di kenal nya kini berada di samping nya dan menatap tajam ke arah diri nya dan rizwan.
" Bang Alfi " gumam Khaira dengan suara sepertu berbisik, namun masih di dengar Oleh rizwan yang kini berada tepat di samping nya.
Rizwan menoleh ke arah khaira dan mengernyitkan dahi nya, saat mendengar khaira menyebut nama Alfi , khaira menatap ngeri ke arah Alfi karna mendapat tatapan membunuh dari nya.
Rizwan merasa bingung saat melihat kedatangan Alfi yang tiba-tiba menghampiri mereka, dan juga rawut wajah khaira yang berubah menjadi pucat seperti merasa ketakutan saat melihat Alfi yang datang menghampiri mereka.
Khaira merasa gugup saat Alfi mengetahui jika ia kembali bertemu dengan rizwan, padahal waktu itu ia sudah berjanji tidak akan bertemu lagi dengan rizwan.
tapi kini ia malah mengingkari nya, kalau bukan rizwan yang meminta nya dengan tatapan memohon ia takkan mau bertemu di tempat seperti ini dengan laki-laki itu.
ia hanya takut jika Alfi kembali salah paham pada nya seperti beberapa bulan lalu saat mereka bertemu di kafe.
Khaira hanya tak ingin jika hal ini akan menambah masalah dalam keluarga nya. masalah hubungan Alfi dan Elisa saja belum selesai, ia tak sanggup jika kali ini Alfi kembali salah paham pada nya.
Dan, jika hal itu terjadi mungkin ia akan lebih memilih mundur dari pada hidup dalam rumah tangga, yang tak berhenti mendapatkan banyak masalah.
Bukannya khaira ingin menyerah, tapi jika memang perpisahan jalan terbaik bagi mereka mungkin ia akan melakukan nya, walau terasa berat bagi nya.
lagi pula jika ia berpisah dengan Alfi. Alfi bisa menjalin hubungan nya dengan Elisa tanpa ada diri nya sebagai penghalang diantara mereka. itu lah yang terlintas di kepala khaira.
" Apa yang kamu lakukan disini ? " Alfi kembali mengulangi pertanyaan nya, saat melihat khaira yang hanya diam tanpa menjawab pertanyaan nya itu.
Khaira baru saja ingin membuka mulut nya untuk menjelaskan mengapa ia kembali bertemu dengan rizwan.
Namun, Belum sempat khaira menjawab pertanyaan Alfi, Alfi sudah lebih dulu menarik kasar tangan khaira hingga khaira spontan bangkit dari duduk nya dan jatuh ke dalam pelukan Alfi.
Rizwan juga ikut berdiri saat melihat khaira yang di tarik oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal nya, terlebih lagi ia kaget saat melihat laki-laki itu memeluk khaira di depan nya dan bahkan khaira sama Sekali tidak menolak pelukan laki-laki tersebut.
" Ekhem "
Khaira melepas kan pelukan nya saat mendengar deheman dari rizwan, ia menatap sekilas ke arah rizwan, lalu ia menundukkan kepala nya, tak berani menatap tatapan mata rizwan yang menatap nya dengan tatapan bingung.
__ADS_1
Sejenak terjadi keheningan di antara ke tiga manusia itu, sampai akhir nya suara rizwan memecahkan keheningan di antara mereka.
" Khaira Jelaskan Apa maksud dari semua ini " khaira yang mendengar pertanyaan rizwan hanya menundukkan kepala nya.
" Penjelasan apa yang ingin loe dengar dari khaira ? " timpa Alfi saat melihat rizwan menatap diri nya dan khaira dengan tatapan menyelidik.
" Apa sebenar nya hubungan kalian ? " tanya rizwan lagi ia menatap tajam ke arah Alfi.
Alfi terkekeh saat mendapatkan tatapan menyelidik dari rizwan, sedang kan khaira ia hanya menundukkan kepala nya tanpa menatap ke arah rizwan.
" Apa hak loe untuk mengetahui hubungan kami berdua ? " Alfi bukan menjawab pertanyaan rizwan, ia malah balik bertanya pada rizwan sambil tersenyum menyeringai.
Rizwan hanya diam mendengar pertanyaan dari Alfi. ia sadar jika diri nya tak punya hak apa pun pada khaira apalagi mereka yang tidak memiliki hubungan lebih dari sekedar teman.
" harus nya gue yang bertanya seperti itu pada kalian, ada hubungan apa diantara kalian sampai kalian bisa sedekat ini, terlebih khaira bisa bertemu dengan loe, pada waktu jam makan siang yang hanya beberapa menit saja "
Alfi menatap khaira dan rizwan secara bergantian, seperti menuntut jawaban dari sorot mata nya itu.
" Kami hanya berteman " jawab rizwan ia juga menatap ke arah alfi. Alfi tersenyum miring saat mendengar jawaban dari rizwan.
" Hanya berteman ? tapi kenapa bisa sedekat ini ? apa jangan - jangan selama ini kalian juga sering bertemu " Alfi menatap rizwan dan khaira secara bergantian dengan tatapan menyelidik nya .
" Apa hak loe untuk mengetahui hubungan kami berdua ? " Rizwan meniru gaya bicara Alfi saat tadi ia bertanya pada nya. Sambil tersenyum miring mentap ke arah Alfi.
Alfi menyeringai saat rizwan bertanya seperti itu pada nya, apalagi saat ia melihat rizwan yang tersenyum miring ke arah nya, membuat ia berfikir jika kata-kata yang ia ucapkan selanjutnya akan membuat senyuman itu menghilang dan berubah menjadi sendu.
" loe nanya apa hubungan gue sama khaira " Rizwan hanya menatap datar ke arah Alfi tanpa menjawab pertanyaan dari nya.
Alfi yang melihat rizwan hanya terdiam akhir nya ia kembali melanjutkan ucapan nya.
" Tanya aja sama khaira dia pasti tau jawaban nya !! " ucap Alfi santai sambil melirik ke arah khaira.
Alfi kembali menyeringai saat melihat raut kebingungan yang terpancar di wajah Rizwan.
" ira " Rizwan mengalihkan pandangan nya ke arah khaira yang masih menunduk berusaha meminta penjelasan dari nya.
" Jangan pernah loe memanggil istri gue dengan panggilan sok akrab, apalagi dengan tatapan yang seperti itu ".
ucap Alfi dengan sedikit meninggikan suara nya, ia tak suka saat rizwan memanggil khaira dengan panggilan yang membuat nya terlihat begitu dekat dengan khaira. apalagi saat melihat tatapan penuh cinta rizwan kepada khaira.
" ISTRI ??? "
💔 💔 💔 💔 💔
-
-
-
Hy readers gimana ni pendapat nya episode kali ini ?
Baca episode selanjut nya ya !! 😊
Hari ini saya up nya 2 episode dan episode selanjut nya pasti lebih membuat hati terasa ngilu....hehehe😇😇
Salam Author
__ADS_1
Ety Salmila