Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Menghadiri Pernikahan Elisa Dan Rizwan


__ADS_3

*** Masa lalu biar lah berlalu anggap lah ia bagaikan angin yang telah berlaluโ€ขโ€ขโ€ข


Namun jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk masa depan, menata hati untuk memaafkan satu sama lain apa yang telah terjadi di masa lalu merupakan salah satu jalan terbaik yang meski kita lalui ***


๐ŸŒช Alfi & Khaira ๐ŸŒช


-


Setelah minuman mereka habis Alfi pun membayar minuman nya dan khaira setelah itu mereka segera pulang untuk beristirahat.


Sesampai nya di rumah mereka membersihkan diri lalu segera menuju ke tempat tidur.


" Bang.... besok hari pernikahan Elisa kamu mau datang ngak....? " tanya khaira, ia menyenderkan kepala nya di bahu Alfi.


Alfi yang mendengar ucapan khaira sejenak ia terdiam memikirkan jawaban atas pertanyaan Khaira. Saat ini mereka sedang duduk di atas ranjang sambil menyenderkan kepala nya di kepala ranjang.


" Aku terserah sama kamu, kamu mau nya gimana? " Jawab Alfi yang diakhiri dengan pertanyaan nya.


Khaira masih menyenderkan kepala nya di bahu Alfi menegakkan tubuh nya. lalu ia menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.


" Kalau menurut aku lebih baik kita hadiri saja pernikahan nya, lagi pula menghadiri undangan hukum nya wajib apabila tidak ada mudharat " Jawab Khaira


" Ya udah kalau gitu aku ikuti apa kata kamu besok kita akan menghadiri pesta pernikahan Elisa dan Rizwan, sekarang kita tidur ingat kamu harus jaga kesehatan kamu dan calon anak kita "


Ucap Alfi kemudian ia ingin membaringkan tubuh nya di atas ranjang gerakan nya terhenti saat ia mendengar ucapan khaira.


" Tapi kalau besok kita datang ke Nikahan Elisa dan Rizwan kamu jangan nangis ya...!!! " Alfi menaikkan sebelah alis nya tak mengerti dengan maksud ucapan khaira.


" Kenapa aku harus nangis...? " tanya Alfi polos pandangan nya ia arahkan ke arah khaira.


Khaira memutar matanya malas saat mendengar pertanyaan Alfi.


" Elisa kan mantan kamu bisa aja kan kamu nangis saat melihat Elisa bersama laki-laki lain di atas pelaminan ". Ucap khaira ia menatap datar ke arah Alfi.


Alfi Melongo dan membulat kan matanya saat mendengar ucapan khaira. dari mana khaira memiliki pemikiran sejauh itu, mana mungkin ia menangis hanya karna melihat mantan nya menikah d2ngan orang lain.


" Pletaakk.... "


Alfi memukul pelan jidad khaira saat mendengar ucapan ngaur istrinya itu.


" Astagfirullah hal' azim... Sakit tau..., Sayang kamu lihatkan papa kamu jahat banget mukulin mama ?.... " Ucap khaira dengan nada manja sambil mengelus perut datar nya.


Alfi memutar mata nya malas saat melihat apa yang dikatakan dan dilakukan khaira.


" Kalau ngomong tuh dipikir-pikir dulu jangan asal mencelos aja, Mana mungkin aku nangis hanya karna Elisa mantanku terus aku melihat dia di atas pelaminan dengan laki-laki lain, gimana pun juga aku ini laki-laki gengsi dong masa hanya karna melihat mantan nikah terus nangis saat menghadiri pesta pernikahan nya, kesan nya terlalu berlebihan. "


Ucap Alfi panjang lebar yang membuat khaira jengah mendengar semua ocehan nya.


" Mana tau kan kalau kamu masih cinta sama dia terus kamu ngak bisa menerima dia nikah sama Rizwan "


Ucap khaira tanpa menolehkan pandangan nya kearah Alfi.


" Kamu apa-apaan sih masih membahas masalah itu...?; jangan-jangan kamu lagi yang masih cinta sama rizwan, kenapa kamu ngak suka kalau ternyata orang yang kamu suka menikah dengan mantan ku....? "


Tanya Alfi dengan nada mengejek dan melirik sinis ke arah khaira.


" heum..... mungkin... " jawab khaira santai dengan tersenyum miring. Alfi menatap tajam ke arah khaira saat mendengar ucapan khaira.


" Jadi kamu beneran masih suka sama si cowok tengil itu....? " tanya Alfi dengan tatapan tajam.


" Jangan mengatai orang seperti itu.... ingat aku lagi hamil... ucapan dan perbuatan harus sama-sama kita jaga karna itu akan berpengaruh pada anak kita nanti nya.... "


Ucap khaira sambil menatap datar ke arah Alfi. sejenak Alfi terdiam mendengar ucapan khaira.


" Ya habis nya ucapan kamu bikin aku kesal, memang nya kamu beneran masih punya rasa apa sama si rizwan....? "


Khaira malah tersenyum saat mendengar pertanyaan Alfi . tanpa menjawab pertanyaan Alfi khaira membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur. ia berusaha menahan tawa saat melihat raut wajah Alfi yang terlihat begitu kesal .


Khaira memejamkan mata nya tanpa memperdulikan Alfi yang terus mengoceh. tak perlu waktu lama untuk ia terlelap dalam tidur nya karna rasa kantuk sudah menyerang nya.

__ADS_1


Alfi menghentikan ocehan nya saat ia melihat tak ada respon dari khaira. ia mengernyitkan dahi nya saat mendengar dengkuran halus khaira.


" Khaira..... " Alfi memanggil nama khaira Namun tak ada reaksi apapun dari khaira.


" Sayang.... kamu udah tidur ya... " ucap Alfi lagi namun lagi-lagi khaira sama sekali tak merespon nya.


Secara perlahan-lahan Alfi mendekatkan diri nya pada khaira yang tidur dengan memunggungi diri nya. ia mendengus kesal saat mendapati khaira yang telah memejamkan matanya rapat-rapat dan dengkuran halus yang menandakan jika istrinya sudah berkelana ke alam mimpi.


Dengan kesal Alfi membaringkan tubuh nya di atas ranjang. dengan posisi tidur membelakangi khaira.


" Sudah ngoceh panjang lebar eh dia malah enak-enak nya tidur, ngak tau orang lagi kesal apa...? " gumam Alfi dalam hati lalu ia pun memejamkan matanya hingga ia juga menyusul khaira menuju ke alam mimpi.


โ—พ โ—พ โ—พ โ—พ โ—พ


Keesokan hari nya khaira dan Alfi segera bersiap-siap datang ke pernikahan Elisa dan rizwan setelah shalat dan sarapan pagi.


" Sayang..... kamu udah siap belum....? " tanya Alfi sambil memakai sepatu hitam nya.


" Udah ayoo..... " ucap khaira ia meraih tas dan kado yang ada di atas meja.


Mereka pun keluar dari dalam kamar dan memulai perjalanan ke tempat di adakan nya acara pernikahan Elisa dan rizwan.


Setelah menempuh waktu perjalanan selama 1 jam lebih mereka pun tiba di tempat tujuan.


Khaira dan Alfi melangkahkan kaki nya masuk kedalam gedung yang sudah di dekor dengan begitu indah. Saat ini mereka menggunakan pakaian couple.


Alfi yang menggunakan pakaian batik berwarna coklat dan celana hitam, begitu pun dengan khaira yang menggunakan gaun panjang berwarna coklat dengan sedikit motif batik seperti yang di gunakan Alfi. tak lupa hijab yang di bentuk dengan modis menambah kecantikan nya.


Khaira mengaitkan tangan nya di lengan Alfi, mereka pun melangkahkan kaki nya ke arah pelaminan yang sudah di tempati oleh Azkia dan Rizwan.


Sesampainya di atas pelaminan khaira langsung menyapa kedua mempelai yang kini tersenyum di atas pelaminan.


Saat Khaira berada tepat di depan rizwan yang berdiri di samping kanan Elisa sejenak tatapan mata mereka bertemu, Namun khaira segera memutuskan kontak matanya dengan rizwan karna ia berfikir jika itu sangat tidak pantas dilakukan oleh nya yang sudah menjadi seorang istri.


" Selamat ya atas pernikahan nya.... semoga kamu dan Elisa selalu bahagia dan aku harap kita akan tetap sama seperti dulu saat kita masih duduk di bangku sekolah.... " Ucap khaira pada rizwan dengan mengatup kan kedua tangan nya di depan dada nya.


Rizwan terdiam dan memperlihatkan wajah terkejut nya saat mendengar ucapan khaira ia mencoba memahami kata-kata terakhir yang di ucapkan khaira.


" ia makasih sudah datang dan mendoa kan kami " Ucap rizwan sambil mengatupkan tangan nya di depan dada sama seperti yang di lakukan khaira padanya, walau dengan senyum yang di paksakan sejujur nya masih tersimpan rasa di hati rizwan untuk khaira.


Namun ia tahu sekarang ke adaan nya sudah berubah, kini dia sudah memiliki Elisa wanita cantik yang juga membalutkan diri nya dengan pakaian islami, sama seperti khaira.


Sejenak Rizwan mengalihkan pandangan nya ke arah Elisa yang memperhatikan dirinya dan khaira, ia melihat Elisa yang tersenyum manis ke arah nya ada sebuah desiran halus yang mengenai relung hatinya saat melihat senyuman Elisa padanya.


Rizwan pun ikut tersenyum ke arah Elisa, Lalu ia kembali mengalihkan pandangan nya ke arah khaira, entah mengapa ia merasa jika Elisa memiliki kemiripan dengan khaira, Mungkin inilah salah satu alasan mengapa rizwan yakin untuk memilih Elisa sebagai istri nya meski pun tanpa ada rasa cinta, itu karna ada sedikit kemiripan antara Elisa dan khaira.


Sama-sama menjaga diri dan menghiasi diri dengan akhlak yang baik serta dengan pakaian islami. ia yakin jika Elisa merupakan wanita yang baik yang mampu menjaga dirinya dan mau menerima dirinya sebagai seorang suami meski pun mereka belum saling mencintai.


Setelah itu khaira menggserkan tubuh nya ke samping kiri rizwan untuk mengucapkan selamat pada Elisa.


" Happy wedding.....ya buat kalian semoga jadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, bahagia selalu kalau ada masalah selesaikan secara baik-baik... "


Ucap khaira ia memeluk Elisa dengan senyum yang mengembang , meski dulu karna hubungan Elisa dan Alfi sempat membuat hatinya terluka namun ia mencoba memaafkan semuanya.


Ia tau jika itu bukan lah kesalahan Elisa jadi tidak sepantas nya ia memusuhi Elisa. Elisa juga membalas pelukan khaira dan ikut tersenyum.


" Terima kasih karna sudah memenuhi undangan kami, aku juga mendoa kan semoga kamu dan Alfi juga selalu bahagia.... " Ucap Elisa ia sejenak melirik ke arah Alfi yang juga melirik ke arah mereka.


Elisa melepaskan pelukan nya pada khaira, setelah itu Alfi juga ikut mengucapkan selamat kepada rizwan.


" Selamat ya broe.....Semoga loe dan Elisa hidup bahagia jaga dia baik-baik karna dia wanita yang baik dan kamu beruntung bisa memilikinya...." Khaira langsung melirik ke arah Alfi saat mendengar ucapan Alfi pada rizwan.


Ada rasa dongkol saat ia mendengar ucapan Alfi, bagaimana pun juga Elisa kan mantan nya Alfi apalagi kata-rata Alfi yang menyuruh rizwan menjaga elisa membuat dia merasa tak bisa menerima ucapan Alfi.


( hehehe.... makhlum lah...bumil kan sifat nya memang sedikit sensi ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ )


" Ia makasih.... gue juga minta sama loe tolong jaga khaira dia juga wanita yang baik, dan kamu juga sangat beruntung bisa memiliki dia... " Alfi tersenyum kecut saat mendengar ucapan rizwan padanya namun sebisa mungkin ia mencoba menahan kekesalan nya saat mendengar ucapan rizwan.


Alfi seolah tidak bisa menerima jika ada laki-laki lain yang mengucapkan kata-kata seperti itu padanya, apalagi itu rizwan laki-laki yang ia yakini sampai detik ini masih mencintai istrinya.

__ADS_1


Setalah mengucapkan selamat pada rizwan kemudian Alfi menggegerkan tubuhnya ke arah Elisa.


" Selamat ya El.... semoga kamu bisa menjadi istri yang baik buat rizwan aku doakan moga kalian selalu bahagia..... " Ucap rizwan dengan tersenyum ke arah Elisa.


Sedang kan khaira yang berdiri di samping Alfi hanya mampu memperhatikan apa yang di lakukan Alfi dan Elisa begitupun dengan rizwan yang berdiri di sebelah Elisa.


" Makasih Al atas doa nya, aku berharap kita juga tetap menjalin hubungan pertemanan yang baik sama seperti dulu..... " Ucap Elisa dengan menatap ke arah Alfi.


Matanya berkaca-kaca entah apa yang dirasakan nya saat ini, haruskah ia bahagia di hari pernikahan nya dengan rizwan atau ia bersedih karna tak bisa hidup bersama Alfi.


Dulu ia berharap jika yang berdiri di samping nya saat ini adalah Alfi bukan rizwan, tapi semua nya kini telah berlalu, waktu terlalu cepat berubah meski rasa luka yang ada di hati Elisa belum juga sembuh sepenuhnya.


" ia insya Allah..... " Ucap Alfi ia juga tersenyum ke arah Elisa, meski Alfi bisa melihat luka dari tatapan mata Elisa, ia hanya berharap jika seiring waktu rizwan bisa menyembuhkan lukanya di hati Elisa hingga Elisa bisa hidup bahagia bersama nya.


" Kalian silahkan menikmati hidangan nya yang sudah tersedia..... " Ucap Elisa berusaha memecahkan keheningan yang ada di sana.


" Kalau begitu kami permisi dulu..... "Ucap Alfi ia tersenyum ke arah Elisa dan rizwan setelah itu ia mengenggam tangan Elisa untuk turun dari pelaminan.


Rasa sakit menyelinap di hati Elisa saat melihat Alfi mengenggam tangan khaira. ia terdiam menatap punggung pasangan itu. Rizwan yang melihat wajah Elisa yang terlihat sedih membisikkan sesuatu padanya.


" Ikhlaskan apa yang bukan milik kita....lebih baik sekarang kita mencoba menyembuhkan luka satu sama lain," Elisa menolehkan pandangan nya ke arah rizwan saat mendengar bisikan rizwan padanya.


Hingga wajah mereka kini saling berdekatan. Elisa menatap bola mata hitam rizwan, begitu pun dengan rizwan ia juga menatap ke arah Elisa hingga mereka saling bertatapan.


" Aku harap kamu mau membantuku untuk menyembuhkan luka ini dan aku janji aku juga akan membantu untuk menyembuhkan luka mu.. " Ucap rizwan dengan menatap lekat ke arah Elisa yang kini berada di hadapan nya.


Elisa tersenyum lalu menganggukkan kepala nya, rizwan juga ikut tersenyum saat melihat Elisa yang tersenyum padanya.


" CUP.... "


" Deg... deg... deg..... "


Jantung Elisa berpacu dengan cepat dan matanya membulat sempurna saat merasakan sesuatu yang begitu lembut mengenai kening nya.


Entah memiliki keberanian dari mana hingga rizwan memberanikan dirinya untuk mencium kening Elisa.


Rizwan segera menjauhkan wajahnya dari Elisa saat merasakan jantung nya yang kini berdetak tak karuan. wajah mereka sama-sama memerah hingga tercipta kecanggungan di antara mereka.


Untuk yang kedua kali nya rizwan mengecup kening Elisa. ya.....


ini memang yang kedua kali bagi mereka untuk melakukan kontak fisik seeksrim itu, karna untuk pertama kali nya rizwan mengecup kening Elisa saat mereka baru saja selesai melaksanakan ijab kabul.


kemudian mereka mencoba untuk kembali memfokuskan diri menyambut para tamu undangan. walau rasa canggung masih menyelimuti satu sama lain.


Sedangkan dua orang yang kini sedang menikmati makanan nya, tersenyum bahagia saat melihat orang yang dulu pernah menjadi masa lalu bagi mereka kini mulai membuka diri untuk pasangan nya masing-masing.


Khaira menatap ke arah Alfi, begitu pun Alfi juga menatap ke arah khaira, mereka masih sama-sama tersenyum setelah melihat adegan romantis yang baru saja terjadi pada pengantin baru yang masih berada di atas pelaminan itu.


" Aku harap mereka bisa saling mencintai dan hidup dengan bahagia.... "


Ucap khaira sambil tersenyum menatap ke arah Alfi, sesekali ia melihat ke arah Elisa dan rizwan yang berada di atas pelaminan masih sibuk menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan.


" Aku juga mengharapkan hal itu.... " Ucap Alfi ia juga menatap ke arah khaira yang kini menatap ke arah nya.


Mereka kemudian kembali menyantap makanan nya sesekali melihat pemandangan yang indah di atas pelaminan. setelah selesai makan khaira dan Alfi berpamitan kepada Elisa dan rizwan kemudian mereka segera kembali ke rumah.


๐Ÿ’• ๐Ÿ’• ๐Ÿ’• ๐Ÿ’• ๐Ÿ’•


Happy Reading......


Semoga readers suka dengan episode kali ini.


Berikan kike dan komentar nya uang banyak dan vote nya juga.


Terima Kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


-


Salam Author

__ADS_1


-


Ety Salmila


__ADS_2