
Alfi kembali menjalankan mobil nya setelah ia puas menertawa kan khaira, dan melihat khaira yang sudah masuk kedalam butik, Senyuman nya masih terus mengembang sampai ia tiba di depan rumah mama nya.
◾ ◾ ◾ ◾ ◾
Setelah memarkirkan mobil nya Alfi langsung melangkah masuk kedalam rumah. Dan Saking senang nya salam pun sampai lupa ia ucapkan ketika kaki nya melangkah ke dalam rumah.
Mama Alfi yang sedang berada di ruang tamu, melihat Alfi masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam menggeleng - gelengkan kepala nya.
ia merasa ada yang aneh dengan sikap Alfi, karna Sejak tadi ia memperhatikan Alfi yang senyuman nya itu tidak pernah luntur. ia melangkah kan kaki nya mendekati Alfi.
" ekheum...... Assalamu'alaikum.... " Ucap mama Alfi seraya melangkah kan kaki nya mendekati Alfi, ia sengaja menekankan suara nya pada saat mengucapkan salam agar Alfi menyadari kesalahan nya.
Alfi yang melihat mama nya melangkah kearah nya langsung menghentikan langkah nya.
" Waalaikum salam ma, maaf Alfi lupa ngucap salam nya, ...." Alfi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sambil cengengesan karna menyadari kesalahan nya.
" Kamu bukan anak kecil lagi yang mesti selalu di ingatin, sebelum masuk dalam rumah harus ngucapin salam dulu, jangan menyelonong aja udah kaya ayam masuk ke rumah orang tanpa permisi " ucap mama Alfi tegas, sambil menatap ke arah Alfi.
" iya ma.... maaf, orang udah lupa mau gimana lagi " ucap Alfi sambil menampakkan wajah bersalah nya.
" itu kenapa sejak masuk ke rumah kamu senyam - senyum ngak jelas udah kaya orang gila? sampai lupa ngucapin salam lagi. "
Alfi yang mendapat pertanyaan seperti itu dari mama nya, malah semakin mengembangkan senyum nya, karna kembali mengingat kejadian saat tadi ia di mobil bersama khaira.
"hehehe... ngak kenapa-napa, cuma lagi bahagia aja " ucap Alfi senyum nya masih mengembang di bibir nya.
" bahagia kenapa ? " tanya mama Alfi lagi dengan tatapan menyelidik.
" ya bahagia... memang nya kenapa mam ngak suka lihat Alfi bahagia ? "
mama Alfi mengernyitkan dahi nya, saat Alfi malah menanyakan pertanyaan yang tanpa di jawab pun sudah pasti tau jawaban nya.
" kamu kalau mau nanya pertanyaan yang sedikit masuk akal, jangan menanyakan hal-hal yang tanpa mama jawab kamu pasti sudah tau jawaban nya, Siapa yang tidak ingin hidup bahagia? semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, hanya saja terkadang Allah menguji seberapa kuat keimanan seorang hamba dengan mendatangkan berbagai cobaan dan penderitaan "
ucap mama Alfi, Alfi hanya diam mendengar celotehan mama nya yang sudah terbiasa ia dengar.
" ya udah ma, Alfi mau istirahat bentar ya, soal nya dari semalam Alfi belum istirahat.. " ucap Alfi pada mama nya, memang saat ini ia tampak begitu lelah karna kurang istirahat.
" ya udah sana gih kamu ke kamar tapi sebelum tidur shalat Dzuhur dulu, ini sudah waktu nya shalat dzuhur " ucap mama Alfi pandangan nya masih mengarahkan kepada Alfi.
" iya ma, " jawab Alfi singkat ia lalu melangkah kan kaki nya di setiap anak tangga menuju ke kamar nya yang ada dilantai dua.
Sesampai nya di dalam kamar Alfi langsung membersihkan diri nya di kamar mandi. setelah selesai mandi ia langsung melaksanakan shalat dzuhur.
Setelah selesai shalat dan membereskan perlengkapan shalat, Alfi langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Kenyamanan itu semakin terasa saat tubuh nya menyentuh kasur yang begitu empuk, seolah tubuh nya yang terasa remuk menemukan kenyamanan nya tersendiri.
Alfi memandang langit-langit kamar nya, Bibir nya kembali menampakkan senyum kebahagiaan saat ia lagi-lagi teringat pada khaira.
ia meraih alarm yang ada di atas nakas lalu menyetel nya pada pukul 16: 30, Alfi sengaja menyetel alarm agar ia tidak terlambat bangun untuk menjemput khaira di tempat kerja.
Setelah menyetel alarm nya Alfi kembali memejamkan mata nya, dengan senyuman yang masih menghiasi bibir tipis nya, walau Alfi seorang laki-laki tapi bibir nya cukup tipis.
Alfi memejamkan mata nya namun ia masih belum bisa tidur, ia meletakkan tangan kanan nya di atas dada menikmati dentuman jantung nya yang tak beraturan.
Entah mengapa membayang kan senyuman khaira saja, jantung nya sudah seperti ingin melompat pada tempat nya. Setelah hampir setengah jam Alfi ber susah payah mencoba untuk tidur, akhir nya Alfi bisa tertidur dengan pulas, dengan posisi telentang dan tangan kanan nya masih berada di atas dada.
◾ ◾ ◾ ◾ ◾
Kriiigggg.... Kriiiiingg.....
Alfi terbangun saat mendengar suara alarm... ia menggerakkan tangan nya ke atas nakas yang ada di samping tempat tidur nya dengan mata yang masih terpejam.
Setelah menemukan alarm yang masih berbunyi itu, Alfi langsung mematikan nya. Kemudian ia merubah posisi nya menjadi duduk, mengerjap kan mata nya berulang kali agar kesadaran nya kembali terkumpul. ia melihat jam yang terpajang di dinding kamar nya sudah menunjukkan pukul 16: 30.
Diletakkan nya kembali alarm itu di tempat semula, lalu ia bangkit dari tempat tidur dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Setelah selesai mandi Alfi, melaksanakan shalat 'ashar terlebih dahulu sebelum ia menjemput khaira di tempat kerja. Usai shalat Alfi langsung bersiap-siap untuk menjemput khaira.
Alfi melangkah kan kaki nya menuruni setiap anak tangga menuju ke arah dapur, ingin menemui mama nya terlebih dahulu sebelum ia pergi. Sesampai nya di dapur ia hanya melihat bi siti yang sedang memasak, karna tak menemukan keberadaan mama nya Alfi lantas bertanya pada bi siti.
" bi mama mana ya kok ngak ada ? " tanya Alfi pada bi siti sambil melangkah kan kaki nya ke arah lemari untuk mengambil gelas dan menuangkan air putih ke dalam nya.
__ADS_1
bi siti dan Alfi memang cukup dekat karna bi siti sudah lama bekerja di sana sejak umur Alfi 10 tahun.
" nyonya ada di kamar, ada perlu apa nak nanti biar bibi siap kan " ujar bisa siti, ia menatap sekilas ke arah Alfi lalu kembali melanjutkan yang sedang memotong beberapa bahan masakan.
" ngak perlu bi, aku ada keperluan sama mama, ya udah kalau gitu Alfi mau ke kamar mama dulu " ucap alfi ia meletakkan kembali gelas yang sudah kosong di atas meja.
Bi siti hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban, Alfi lalu melangkah kan kaki nya ke arah kamar mama nya.
Sesampai nya di depan kamar mama nya Alfi mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok... tokk...
Tak lama mama Alfi membuka pintu kamar, ia mengerutkan kening nya saat melihat ternyata Alfi yang berdiri di depan pintu kamar nya.
" Ma Alfi sama khaira mau pamit pulang ke rumah ya ma " ucap Alfi saat ia melihat mama nya yang sudah membuka pintu kamar.
" loh kok pulang ? " tanya mama Alfi ia menatap bingung ke arah putra nya itu yang tiba-tiba ingin kembali ke rumah mereka.
" ya ngak kenapa-napa ma, Alfi sama khaira nanti malam rencana nya mau pergi jalan-jalan karna kami jarang memiliki waktu untuk bersama, jadi nya nanti mau langsung pulang ke rumah kami, karna kalau pulang kesini kan jarak nya terlalu jauh " ucap Alfi sambil memperlihatkan senyum nya pada mama nya.
Mama Alfi menghembus nafas nya kasar, sejujur nya ia sangat senang jika Alfi dan khaira mau tinggal lebih lama dirumah nya, tapi ia tau Alfi sudah berkeluarga dan memiliki tanggung jawab nya sendiri, jadi nya ia tak bisa menahan Alfi untuk tetap tinggal bersama nya.
" ya udah, kalian hati-hati ya dan mama harap kalian sering-sering datang ke sini untuk mengunjungi mama " ucap mama Alfi memperlihatkan wajah sedih nya.
" iya ma, kami pasti akan sering datang kesini " ucap Alfi lalu ia menyalami tangan mama nya.
" Assalamualaikum... " ucap Alfi ia menatap ke arah mama nya.
" Waalaikumsalam...... " jawab mama Alfi, sambil menatap ke arah Alfi. Alfi lalu melangkah kan kaki nya keluar rumah ia mengendarai mobil nya untuk menjemput khaira di tempat kerja.
▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪
Butuh waktu setengah jam untuk bisa sampai ke tempat khaira bekerja, Alfi memarkirkan mobil nya di tempat parkir sambil menunggu khaira keluar dari butik.
Setelah menunggu selama 15 menit akhirnya Alfi melihat khaira yang keluar dari dalam butik. Alfi segera turun dari mobil dan menghampiri khaira.
" Assalamualaikum sayang...... " ucap Alfi saat ia sudah berada di dekat khaira, khaira menghentikan langkah nya saat mendengar salam dari Alfi.
" Waalaikumsalam...... "
" abang kapan datang ? " tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi.
" Masa kamu ngak tau kapan aku datang melamar kamu " ucap Alfi sambil tersenyum menggoda ke arah khaira.
" Hah....? . Apaan sih ngak nyambung banget jadi orang, ditanya apa jawab nya apa ? " ucap khaira sambil memperlihatkan wajah kesal nya.
" hehehe... kamu kalau ngambek gitu aku makin suka loh.... menggemaskan, pengen nya........ "
Khaira langsung melototkan mata nya ke arah Alfi, membuat Alfi tak melanjutkan ucapan nya lagi.
" Apa.....? pengen nya apa ? " tanya khaira dengan ketus sambil melototkan mata nya ke arah Alfi, membuat Alfi malah tertawa melihat nya.
" Aduhhhh..... istriku sekarang kenapa malah makin galak ya ? bikin aku tambah gemas melihat nya, kamu tau ngak yang? , aku suka loh sikap kamu yang jutek + galak begini, bikin aku tertantang untuk bisa miliki kamu "
Ucap Alfi sambil mengedipkan mata nya dan terkekeh karna melihat muka khaira yang memerah karna menahan rasa kesal nya.
" aba....eum...eum.... " Alfi langsung menutup mulut khaira saat khaira ingin meneriaki nya.
" shuttt..... kamu jangan teriak emang nya kamu mau semua orang datang kesini karna mendengar teriakan kamu ? "
Ucap Alfi sambil menatap ke arah khaira, jarak pandang mereka begitu dekat, Khaira menggeleng kan kepala nya saat mendengar pertanyaan Alfi.
" Diam...!!! " seru Alfi pada khaira, pandangan nya tak pernah lepas dari wajah cantik khaira. Alfi baru melepaskan tangan nya yang menutupi mulut khaira setelah mendapatkan anggukan kepala dari khaira.
Mereka sama-sama mengatur nafas nya, Alfi yang mengatur nafas nya karna degupan jantung nya yang kembali tidak normal, saat ia berada dalam posisi yang sedekat itu dengan khaira.
Kalau tidak ingat mereka sedang berada ditempat umum, bisa saja Alfi lepas kendali, jika berada dalam waktu yang lebih lama dan posisi nya yang sedekat itu dengan khaira.
Sedangkan khaira ia berusaha mengatur nafas nya yang memburu karna berusaha menahan kekesalan nya pada Alfi.
" Kamu tuh ya selalu saja bikin aku kesal, ngak tau apa orang lagi cepe, habis pulang kerja ? belum juga sampai rumah udah bikin aku jengkel "
Ucap khaira saat ia sudah berhasil sedikit mengatur nafas nya yang memburu. Khaira memalingkan wajah nya ke arah lain dengan menampakkan wajah kesal nya.
__ADS_1
" ya maaf deh yang...janji deh, aku ngak akan bikin kamu kesal lagi " ucap Alfi sambil mengamati khaira yang masih membuang pandangan nya ke arah lain.
" ya udah....mending sekarang kita pulang udah mau magrib nih, nanti kan kita ada rencana buat jalan-jalan, jadi nya lebih baik kita cepat pulang terus istirahat "
Ucap Alfi ia tak ingin lagi menggoda khaira karna takut istri nya itu makin kesal pada nya dan pada akhir nya ia akan membatalkan rencana mereka untuk Jalan-jalan.
Khaira langsung berjalan ke arah mobil Alfi yang berada di parkiran, meninggalkan Alfi yang masih berada di tempat nya. Alfi yang melihat khaira meninggalkan nya mendengus kasar dan menggaruk kan kepala nya yang tidak gatal.
Alfi melangkah kan kaki nya menuju ke arah mobil nya dan masuk kedalam nya. di samping nya sudah ada khaira yang masih memperlihatkan wajah yang sama. ia menjalankan mobil nya keluar dari area parkir lalu membelokkan setir nya kearah kanan.
Khaira yang melihat Alfi mengarahkan mobil ke arah yang berlawanan dengan arah rumah mama Alfi, menatap bingung ke arah nya.
" Lohh.....Kita mau kemana rumah mama kan ke arah sana ? " tanya khaira, khaira menoleh ke belakang lalu menatap ke arah Alfi yang fokus menyetir. Alfi menolehkan pandangan nya ke arah khaira dan tersenyum pada nya.
" Kita mau pulang ke rumah lah " jawab Alfi ia kembali memfokuskan pandangan nya menatap ke arah jalanan.
" Pulang kemana rumah? tapi rumqh mama kan...... " Alfi langsung menyela ucapan khaira, sebelum khaira menyelesaikan ucapan nya.
" Pulang kerumah kita sayang " ucapan Alfi membuat khaira mengerutkan dahi nya, ia kembali berbicara mengutarakan apa yang ia fikirkan.
" Pulang kerumah kita ? " Alfi hanya menganggukkan kepala nya saat mendapat pertanyaan dari khaira.
" Tapi aku kan belum pamit sama mama dan barang-barang ku juga masih ada di sana " ucap khaira pandangan nya masih terarahkan ke arah Alfi.
" tadi aku udah bilang sama mama kalau kita akan pulang ke rumah kita malam ini, dan untuk barang-barang kamu biarkan saja di sana nanti kalau kita nginap di rumah mama, kamu ngak perlu bawa banyak barang-barang kamu".
Khaira hanya diam mendengar ucapan Alfi, selanjutnya nya hanya keheningan di antara mereka, sampai akhir nya Alfi menghentikan mobil nya saat ia sudah sampai di depan gerbang rumah mereka.
Pak Sabbri langsung membuka pintu gerbang saat melihat mobil Alfi. setelah gerbang terbuka Alfi langsung menjalankan mobil nya dan memarkirkan nya di halaman rumah.
Khaira keluar dari dalam mobil saat mobil sudah berhenti, ia langsung melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar nya.
Begitu pun dengan Alfi ia juga masuk ke dalam v rumah setelah memarkirkan mobil nya. kaki nya melangkah dengan cepat menaiki setiap anak tangga, sesampainya di lantai dua ia melihat khaira yang hendak masuk kedalam kamar nya.
" Sayang......"
khaira langsung menghentikan langkah nya saat mendengar suara Alfi yang memanggil nya. dan membalikkan badan nya menghadap ke arah Alfi.
Alfi melangkahkan kaki nya lebih cepat mendekati khaira. setelah sampai di depan khaira ia kembali berbicara.
" Sayang....kamu kok masuk ke kamar itu lagi sih ?... mulai malam ini kita sekamar aja ya, nanti aku yang akan membantu kamu memindahkan barang-barang kamu " .
Alfi berusaha membujuk khaira agar mau tidur sekamar dengan nya, ia begitu merindukan pelukan khaira saat ia tidur, karna sudah hampir tiga bulan mereka pindah ke rumah baru mereka tapi khaira masih belum mau sekamar dengan nya.
" Kamu lupa ya apa yang pernah aku bilang? aku ngak mau sekamar dengan kamu sebelum kamu putusin tubuh si Elisa "
Ucap khaira dengan ketus, baru saja ia bisa menghilangkan kekesalan nya pada Alfi, sekarang Alfi malah mengajak nya untuk satu kamar dengan nya, membuat khaira kembali kesal karna ia mengingat hubungan Alfi dan Elisa yang belum juga berakhir.
" Yang aku udah mau putus sama Elisa, tadi nya aku mau ngomong sama dia siap hubungan kami tapi ngak tau nya tiba-tiba handphone Elisa ngak di angkat sama dia, terus pas aku kirim pesan kata nya dia lagi ada acara keluarga, tolong lah yang kamu kasih aku waktu, aku pasti akan segera putusin Elisa kok janji deh ".
Ucap Alfi ia berusaha menjelaskan nya pada khaira dan meminta pengertian khaira. Khaira yang mendengar janji yang di ucap kan Alfi memutar mata nya malas sungguh ia merasa jengah mendengar janji-janji Alfi pada nya.
" Apa pun alasan nya aku ngak akan mau sekamar sebelum hubungan kamu sama Elisa berakhir " ucap Khaira dengan begitu tegas.
Lalu ia membuka pintu dan masuk ke kamar nya, meninggalkan Alfi yang kini berdecak kesal. lalu Alfi juga memilih masuk ke kamar nya yang ada di samping kamar khaira.
🍁 🍁 🍁 🍁 🍁
-
Happy Reading....
Terima Kasih bagi yang sudah memberikan like dan komentar pada episode lalu.
Author berharap readers mau memberikan komentar dan like yang lebih banyak pada episode kali ini . 🙏😊
-
Salam Author
-
Ety Salmila
__ADS_1