
*** Selalu saja kau bisa membuat aku terpana saat melihat diri mu
Aku ingin kau menjadi bidadari di dunia dan akhirat ku ***
••• Alfianda Rahman •••
💞 💞 💞 💞 💞
-
Setelah menyapa beberapa karyawan yang bekerja di sana khaira masuk kedalam ruangan nya dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum sempat di selesai kan nya.
Disisi lain Alfi baru saja sampai di tempat kerja nya, ia melangkah masuk kedalam ruangan nya dengan senyum yang mengembang zaki yang melihat kedatangan Alfi dengan senyum nya yang tak pernah hilang merasa aneh dengan sikap nya itu.
" Loe kenapa senyam senyum ngak jelas seperti itu ? " Tanya zaki saat Alfi baru saja duduk di meja kerja nya.
" Lagi bahagia gue " Jawab Alfi masih dengan senyum yang mengembang sambil membuka komputer yang ada di meja kerja nya.
" Hahh.... Bahagia kenapa ? Habis dapat duit miliaran atau loe habis menang undian...?? " Tanya zaki, ia menatap bingung ke arah Alfi.
" Hubungan gue sama khaira udah semakin membaik, gue juga udah putus sama Elisa dan Elisa bisa ngertiin itu " Ucap Alfi masih dengan menampilkan senyuman nya.
" Bagus dong... Kalau gitu gue juga ikut bahagia dengar nya, tapi Ngomong-ngomong si Elisa gimana tanggapan nya " Tanya zaki lagi, pandangan nya tetap terabaikan pada Alfi.
" Ya seperti yang gue bilang tadi, dia bisa ngertiin itu semua dan dia bilang sebentar lagi dia akan tunangan " Ucap Alfi ia mengalihkan pandangan nya ke arah komputer, membuka file dan melanjutkan pekerjaan nya.
" Tu-na-gan... ? Kenapa bisa secepat itu dia mencari pengganti loe, setau gue diakan cinta banget sama loe? Memang nya dia tunangan sama siapa? "
Alfi jadi bingung menanggapi berbagai pertanyaan dari zaki.
" Loe kasih pertanyaan udah kaya wartawan aja, kalau mau nanya tuh satu-satu gue pasti jawab semua pertanyaan loe "
Ucap Alfi kesal, zaki hanya cengengesan mendengar ucapan Alfi.
" Oke gue mau tanya memang nya dia tunangan sama siapa? Kok bisa secepat itu dia cari pengganti loe ? "
Tanya zaki sambil menatap ke arah Alfi.
" Sama rizwan orang yang pernah di cintai oleh khaira "
Ucap Alfi santai ia melirik sekilas ke arah zaki lalu kembali memfokuskan pandangan nya pada komputer di depan nya.
" Hahhh.... Kok bisa si Elisa bisa tunangan sama laki-laki itu ? " Zaki masih menatap Alfi dengan tatapan yang sama.
" Ngak tau juga , Kata nya sih dia di jodohin sama si rizwan oleh orang tua mereka, heumm.... Ngak tau lah ngapain juga gue mikirin soal mereka kenapa bisa bersama, yang terpenting sekarang kan hubungan gue sama khaira udah semakin membaik "
Ucap Alfi acuh, ia sama sekali tak menatap ke arah zaki yang sejak tadi memperhatikan nya.
" Ya juga sih yang terpenting hubungan loe sama khaira semakin membaik dan hubungan loe sama Elisa juga baik-baik saja " Ucap zaki sambil mengamati Alfi yang masih sibuk sama komputer nya.
" Oh ya, loe gimana sama Azkia ? " Tanya Alfi ia melirik sekilas ke arah zaki lalu kembali mengalihkan pandangan nya pada komputer nya.
" Ya gitu deh... Bunda masih terus membujuk gue buat dekat sama Azkia, ya tapi gue udah berulang kali menolak nya, bunda masih tetap aja memaksa gue ".
Zaki menampakkan wajah kesal nya saat mendengar Alfi menanyakan soalnya dengan azkia.
" Udah mending loe coba aja buat dekat sama Azkia siapa tau dia memang jodoh loe "
Zaki memutar mata nya malas saat mendengar ucapan Alfi.
" Loe tuh sama aja sama bunda ujung-ujungnya pasti maksa gue sama Elisa ".
Ucap zaki ia membuang pandangan nya kearah lain.
" Lah bukan gitu maksud gue, tapi menurut loe Azkia orang nya gimana? " Alfi menghentikan kegiatan nya menatap serius ke arah zaki.
" Ya menurut gue sih orang nya baik, pendiam, dan yang gue suka dari dia itu dia juga menutupi diri nya dengan pakaian Islami sama seperti istri loe khaira "
Jawab zaki ia juga mengalihkan pandangan nya menatap ke arah Alfi.
" Nah... Kalau loe suka sama dia kenapa loe ngak coba deketin dia, loe harus mencoba membuka kembali hati loe "
Ucap Alfi ia sebenar nya juga sangat setuju dengan rencana bunda Annisa untuk menikahi zaki dengan azkia.
" Susah Al gue udah coba membuka hati gue tapi nyata nya Tetap tak bisa gue terlalu kecewa dengan kejadian 5 tahun lalu ".
Ucap zaki ia menunduk kan kepala nya, mencoba menutup luka hati nya yang seolah kembali terbuka, saat ia mengingat penghiatan mantan pacar nya.
" Gue tau itu tak mudah tapi gue berdoa semoga loe dan azkia bisa berjodoh karna menurut gue dia wanita yang baik dan pantas untuk mendampingi loe ".
Zaki hanya diam tidak menanggapi ucapan Alfi.
" Ya udah mending loe balik ke meja kerja loe, gue harap loe mau mempertimbangkan permintaan bunda agar loe menikahi azkia "
Ucap Alfi sambil mengalihkan pandangan nya kembali ke arah komputer.
Hufff...
Zaki menghembus nafas nya kasar, lalu melangkah kan kaki nya menuju kemeja kerja nya untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Setelah itu hanya keheningan yang terjadi dalam ruangan tersebut, karna semua yang ada di sana sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
◾◾◾◾◾
__ADS_1
Tanpa terasa matahari mulai tenggelam di arah barat. Alfi segera menyelesaikan pekerjaan nya, setelah selesai bekerja Alfi langsung memacukan kendaraan nya menuju ke tempat kerja khaira untuk menjemput nya.
Setelah menempuh waktu sekitar 45 menit akhir nya Alfi sampai di tempat kerja khaira. Alfi memarkirkan kendaraan nya di tempat parkir, sambil menunggu khaira keluar dari dalam butik.
Tak lama kemudian terlihat seorang wanita dengan balutan pakaian islami nya keluar dari dalam butik, siapa lagi kalau bukan khaira. Alfi langsung berjalan menghampiri khaira.
" Assalamualaikum... Bidadari tak bersayap ku " Ucap Alfi sambil tersenyum Ke arah khaira, khaira yang melihat kedatangan Alfi langsung menghentikan langkah nya.
" Waalaikumsalam.... Malaikat pelindung ku " Khaira menjawab salam Alfi juga dengan menampilkan senyuman nya.
Khaira menyalami tangan suami nya itu, yang kini berdiri di hadapan nya.
" Abang kenapa ada di sini ? " Tanya khaira sambil melihat ke arah Alfi.
" Mau jemput kamu lah yang.... Pak sabbri belum datang buat jemput kamu kan? " Alfi kembali bertanya pada khaira tanpa mengalihkan pandangan nya dari khaira.
" Belum... " Khaira hanya menjawab singkat pertanyaan Alfi.
" Ya udah kalau gitu ayo kita pulang bareng aja " Ucap Alfi sambil meraih tangan khaira dan menggandeng kan nya.
Khaira hanya menganggukkan kepala nya dan mengikuti langkah Alfi menuju ke area parkir.
Alfi segera melajukan motor nya saat khaira sudah duduk di jok belakang motor nya. Alfi mengemudi motor nya dengan kecepatan sedang, di perjalanan pulang mereka berbincang-bincang ringan, dan kadang kala di isi dengan canda tawa.
" Yang... kaya nya bentar lagi bakalan hujan deras deh soal nya ini mendung banget terus ini malah mulai gerimis, gimana kalau kita mampir dulu "
Ucap Alfi pada khaira yang kini memeluk nya dari belakang.
" Ngak usah kita pulang aja lagian ini kan baru gerimis, lagi pula akan lebih seru kalau kita basah-basahan karna aku udah lama banget ngak main hujan-hujanan " Ucap khaira sambil menampilkan senyuman nya.
Khaira masih melingkarkan tangan nya di perut Alfi ia bagitu menikmati saat-saat seperti ini bersama Alfi.Dan benar saja tak lama kemudian hujan turun dengan begitu deras, mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka sesuai dengan permintaan khaira.
Khaira semakin mengeratkan pelukan nya, ia menyenderkan kepala nya di punggung Alfi, menikmati setiap tetesan air hujan dan kehangatan dari pelukan nya.
" Kamu tuh ya udah kaya anak kecil aja main hujan-hujanan, nanti kalau kamu sakit gimana, aku juga yang repot kan? "
Ucap Alfi ia melirik sekilas ke arah belakang lalu kembali memfokuskan pandangan nya pada arah jalanan.
" Bia-rin.... Terserah kamu mau bilang apa aku ngak perduli, yang terpenting aku bisa menikmati saat-saat seperti ini, ini akan jadi hal yang romantis loh yang... Seperti yang di film-film gitu..."
Ucap khaira, ia semakin memeluk erat Alfi saat ia mulai merasa kedinginan karna baju nya yang basah akibat air hujan.
" Kamu tuh ya kebanyakan nonton drama jadi nya gini kan, dengar yah yang....ngak semua yang kita lihat di TV itu bisa kita contohin, kita harus bisa memilah-milah mana yang dapat di tiru mana yang tidak dapat kita tirukan "
Ucap Alfi panjang lebar seperti guru yang sedang mengajari murid nya, khaira yang mendengar ucapan Alfi memutar mata nya malas.
" Iya bapak pilot yang terhormat.... Bisa ngak jangan banyak ceramah mending fokus aja sama jalanan nanti kalau nabrak gimana ? "
Alfi malah terkekeh mendengar ucapan khaira. Ia tidak tahu saja, jika khaira saking kesal nya sudah ingin memakan suami nya itu hidup-hidup.
" SIAP... Laksanakan, ibu mau bapak pilot antarkan kemana ? ke sabang, jakarta , Malaysia , Singapura atau ke Korea untuk melihat keindahan bungan sakura?, katakan saja kemana pun itu saya siap buat anterin ".
Ucap Alfi sambil tersenyum dan menaik turunkan alis nya seolah khaira ada di depan nya. Khaira memutar mata nya malas saat mendengar ucapan Alfi.
" Udah deh ngak usah kebanyakan ngayal, mending fokus aja sama jalanan ".
Ucap khaira ia malas menanggapi gombalan Alfi yang tidak habis-habis nya.
"Aku serius yang, aku kan cuma pengen ngajak kamu jalan-jalan siapa tau kamu mau, sekalian aja kita honeymoon di sana ".
Ucap Alfi ia menampakkan wajah serius nya, khaira hanya diam mendengar ucapan Alfi. Ia memikirkan soal hubungan nya dengan Alfi seperti nya malam ini ia harus menyerahkan apa yang sudah menjadi hak suami nya itu.
Tak ada lagi perbincangan di antara mereka sehingga hanya terciptakan keheningan di dalam perjalanan.
Setelah menempuh waktu perjalanan selama 20 menit dengan hujan-hujanan akhir nya mereka sampai di rumah.
Khaira dan Alfi langsung melangkah masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri mereka .
" Kamu mandi duluan deh kaya nya kamu udah kedinginan banget " Ucap Alfi setelah mereka sampai di dalam kamar.
Khaira hanya menganggukkan kepala nya lalu ia melangkah kan kaki nya menuju ke dalam kamar mandi.
Setelah 15 menit berada di dalam kamar mandi khaira akhir nya keluar dengan handuk yang panjang nya hanya selutut, hingga memperlihatkan kaki putih nya yang selama ini selalu ia tutupi dengan pakaian nya yang selalu tertutup hingga mata kaki.
Begitu pun dengan bagian atas nya yang terlihat begitu mulus. Dan juga lilitan handuk di kepala nya semakin memperjelas leher jenjang nya yang putih mulus.
Alfi yang lagi duduk di atas sofa hanya bisa terdiam menatap pemandangan yang baru kali ini di lihat nya. Khaira berjalan ke arah lemari dengan menundukkan kepala nya saat ia berjalan melewati Alfi yang ada di sana. Setelah ia selesai mengambil baju nya ia segera masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk memakai pakain nya.
Setelah selesai mengganti pakaian nya ia pun berjalan keluar kamar mandi. Alfi langsung melangkah cepat masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Alfi keluar dari kamar mandi, ia melihat khaira yang sudah menanti nya untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah.
Selesai shalat mereka turun ke lantai bawah untuk makan malam, jika makan malam bi Hanum yang selalu memasak nya karna khaira tak sempat jika harus memasak setelah pulang kerja.
Sesampai nya di meja makan mereka melihat ada beberapa hidangan makanan yang sudah tersedia kan di sana.
Seperti biasa khaira mengisi piring Alfi dengan nasi dan berbagai lauk pauk dan baru setelah itu ia mengambil makanan untuk diri nya sendiri.
Tak ada perbincangan selama mereka menyantap makanan mereka, yang terjadi hanyalah keheningan dan suara sendok yang beradu dengan piring sebagai pengisi kesunyian di antara mereka.
Setelah selesai makan khaira membersihkan semua peralatan makan, yang mereka gunakan saat makan tadi. Sedangkan Alfi ia sudah kembali ke dalam kamar.
Di dalam kamar Alfi tak henti-hentinya memikirkan saat khaira keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk seperti itu.
__ADS_1
" Arrrggghhh...... "
Alfi mengacak rambut nya frustasi, ia bangkit dari tempat tidur untuk mencuci wajah nya di kamar mandi.
Tak lama setelah Alfi masuk kedalam kamar mandi, khaira juga masuk ke dalam kamar mereka.
Khaira yang baru saja masuk ke dalam kamar, menolehkan pandangan nya ke seluruh kamar saat ia tak mendapati Alfi di sana.
Namun saat ia mendengar suara air dari dalam kamar mandi ia memutuskan untuk melangkah kan kaki nya menuju ke arah tempat tidur.
Ceklekkk....
Alfi keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah nya yang masih basah dan rambut nya yang juga terlihat sedikit basah.
Alfi yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi melihat khaira yang duduk di atas tempat tidur, ia berusaha menetralkan detak jantung nya yang berpacu cepat.
" Kamu ambil wudhu sana kita shalat ' isya, nanti biar aku yang siap kan segala keperluan shalat " Ucap Alfi ia hanya menatap sekilas ke arah khaira lalu melangkah kan kaki nya menuju ke arah lemari untuk mengambil berbagai peralatan shalat mereka.
Lagi-lagi khaira hanya menjawab dengan anggukan kepala nya. Khaira segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah selesai ia segera keluar dari sana, khaira baru saja sampai di ambang pintu kamar mandi, ia melihat Alfi yang sudah menyiapkan keperluan shalat untuk nya.
Seulas senyum keluar dari Bibir manis nya saat ia melihat Alfi yang terlihat begitu tampan dengan menggunakan sarung, baju koko berwana putih dan juga peci yang berwarna putih.
Khaira kembali melanjutkan langkah nya menuju ke arah Alfi, ia menggunakan mukena yang sudah di siapkan alfi untuk nya.
" Udah...?? " Tanya Alfi saat ia melihat khaira yang sudah memakaikan mukena nya.
" Udah "
Jawab khaira singkat, lalu mereka memulai shalat nya dengan khusyuk, suara merdu Alfi yang meng alun-alun saat membaca kan bacaan shalat membuat kita terhanyut saat mendengar nya.
" Assalamu'alaikum warahmatullah.... " Ucap Alfi mengakhiri shalat nya. Sambil menolehkan kepala nya ke kanan dan ke kiri. Di ikuti oleh khaira di belakang nya sebagain makmum.
Setelah berdoa dan mengakhiri dengan bacaan surah Al-Fatihah, Alfi membalikkan badan nya menghadap ke arah khaira. Khaira langsung menyalami tangan Alfi saat Alfi sudah duduk menghadap ke arah nya.
" CUP "
Cukup lama Alfi mengecup dahi khaira, sampai khaira memejamkan mata nya saat mendapatkan sentuhan lembut suami nya itu.
Alfi tersenyum melihat wajah cantik khaira setelah ia kembali menatap ke arah khaira.
Alfi bangkit dari duduk nya, ia berjalan ke arah kamar mandi untuk menggantikan pakaian yang ia gunakan saat ini dengan baju tidur.
Sedangkan khaira ia membereskan semua perlengkapan shalat dan menaruh pada tempat semula.
Setelah Alfi selesai menggantikan pakaian nya khaira juga berjalan ke dalam kamar mandi untuk menggantikan baju nya.
Sesampai nya di kamar mandi khaira tak langsung menggantikan pakaian nya, ia malah berdiri di cermin sambil mencocokkan baju yang dia bawa pada tubuh nya.
Khaira merasa ragu untuk memakai kan pakaian tersebut, baju itu adalah kado yang di bawa oleh Silvia saat hari pernikahan nya.
Baju berwarna biru muda dan agak sedikit transparan membuat ia merasa malu untuk mengenakan nya meski pun hanya di depan Alfi yang berstatus sebagai suami nya .
Setelah berfikir cukup lama akhirnya khaira memutuskan untuk memakai nya ia tak perduli bagaimana tanggapan Alfi saat melihat diri nya yang berpakaian seperti itu.
Alfi tak henti-hentinya menatap ke arah pintu kamar mandi karna sudah hampir 20 menit khaira masuk kedalam kamar mandi, ia belum juga keluar dari sana.
Alfi takut terjadi sesuatu dengan khaira di dalam sana sampai khaira belum juga keluar, padahal ia hanya sekedar mengganti pakaian nya saja.
Alfi akhir nya memutuskan untuk melangkah kan kaki nya menuju ke pintu kamar mandi untuk memastikan apakah khaira baik-baik saja di sana.
" Tok...tok...toktok..... "
Alfi mengetuk pintu kamar mandi agak sedikit keras, membuat khaira yang baru saja selesai menggantikan pakaian nya, menoleh ke arah pintu saat mendengar Ketukan pintu yang diketuk dari luar.
" Sayang...kamu ngak apa-apa di sanakan kenapa lama banget ? " Tanya Alfi berusaha memastikan keadaan khaira.
" I... Iya ini juga mau keluar kok " Terdengar suara khaira dari dalam kamar mandi. Alfi bernafas lega saat mendengar suara khaira itu arti nya istri nya itu baik-baik saja.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka.
" Ceklekk...... "
Alfi yang ingin beranjak pergi dari Sana kembali menghentikan langkah nya dan menatap ke arah pintu kamar mandi yang terbuka.
DEG
-
💕 💕 💕 💕 💕
Happy Reading
Terima kasih buat readers yang sudah menantikan kelanjutan episode novel ini.
berikan like dan komentar nya agar author makin semangat untuk meng up episode selanjut nya. 🙏😊
-
Salam Author
Ety Salmila
__ADS_1