Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Dia Kembali Lagi


__ADS_3

*"*"* Apakah Ada Yang Lain Di Hatimu Hingga Kau Abaikan Diriku ?


Kau Berikan Senyum Mu Pada Yang Lain Senyum Yang Tak Pernah Kau Berikan Untuk ku *"*"*


••• Khaira Najwa Safira •••


🍂 🍂 🍂 🍂 🍂 🍂


Sesampai nya dirumah khaira menceritakan hal yang di alami nya hari ini, mama Alfi begitu bahagia saat mengetahui menantu nya itu sudah mendapatkan pekerjaan.


Meski pun pekerjaan yang di dapat khaira hanya lah pekerjaan sederhana namun ia tetap bahagia karna ia tahu jika menjadi seorang desainer adalah impian khaira. Mungkin inilah awal dari kesuksesan yang akan di capai nya.


Khaira berjalan memasuki kamar nya sesampai nya disana ia segera membersihkan diri nya dan kemudian melaksanakan shalat zuhur.


Setelah selesai melaksanakan shalat zuhur khaira turun ke lantai bawah untuk makan siang. saat di meja makan mama Alfi kembali bertanya soal keberadaan Alfi, khaira masih tak tahu di mana keberadaan suami nya itu, sampai saat ini Alfi tak memberi kabar apa pun pada nya.


Hari terasa begitu cepat berlalu saat ini waktu menunjukan pukul 08 : 25 malam khaira baru saja selesai melaksanakan shalat 'isya. Khaira berjalan duduk di atas ranjang menyenderkan tubuh nya pada kepala ranjang, mata nya belum terasa mengantuk, karna merasa bosan tidak memiliki kegiatan apapun akhir nya ia memutuskan untuk membuka sosial media nya.


Di ambil nya HP yang ada di atas nakas lalu membuka aplikasi sosmed nya. saat sedang melihat - lihat di laman sosmed mata nya tak sengaja melihat sebuah foto yang di posting oleh Alfi di sosmed.


Foto nya bersama seorang wanita, wanita itu adalah Elisa.


" bang Alfi foto sama wanita, siapa wanita ini? mereka terlihat begitu dekat layak nya sepasang ke kasih " Khaira merasa nyeri pada hati nya saat ia melihat suami nya berfoto dengan wanita lain apa lagi terlihat begitu dekat.


" Ah....mungkin ini hanya perasaanku saja, siapa tau wanita ini hanya teman kerja nya " gumam khaira dalam hati. ia meletakkan kembali HP nya di atas tempat tidur hingga ia terlelap dalam tidur nya.


🌤 🌤 🌤 🌤 🌤


Matahari mulai menampakkan diri nya, sinar surya yang bersinar terang menggambarkan hari yang akan di awali dengan penuh semangat.


setelah bangun tidur dan membersihkan diri nya serta melaksanakan shalat subuh. khaira segera bersiap-siap untuk menyambut hari pertama nya bekerja.


Khaira segera menuju ke ruang makan saat ia sudah selesai menyiapkan diri nya.


" Assalamualaikum....Selamat pagi semua nya " ucap khaira pada semua orang yang ada di meja makan saat ia sudah sampai di sana.


" Waalaikum salam.... Selamat pagi juga sayang, wah kaya nya semangat benget menyambut hari pertama kerja " goda mama Alfi ia tersenyum saat melihat khaira yang begitu bersemangat untuk bekerja.


" Harus dong ma sesuatu yang di awali dengan bismillah dan semangat itu akan menghasilkan hasil yang baik " ujar khaira seraya duduk di kursi meja makan.


" Kerja? kakak mau kerja? memang nya kakak kerja dimana? " tanya zuhdi, khaira terkekeh saat mendengar zuhdi menanyakan pertanyaan yang membuat nya bingung untuk menjawab pertanyaan nya itu.


" kakak kerja di Riska fashion sebagai penjahit, karna disana menggunakan jasa jahit untuk membuat pakaian yang akan dii jual. " ujar khaira sambil tersenyum.


" Riska Fashion? itu kan salah satu butik yang terkenal, pakaian yang di jual di sana kan di produksi langsung oleh butik tersebut.


Khaira menganggukkan kepala nya saat mendengar penuturan zuhdi.


" iya, itulah kenapa kakak memilih bekerja di sana, " ujar khaira ia menyendok kan nasi kedalam piring nya.


" aku baru tahu kalau kakak ternyata bisa jahit, pasti jahitan kakak bagus deh maka nya sampai bisa keterima kerja di Riska Fashion " ucap zuhdi sambil tersenyum lalu ia kembali melanjutkan sarapan nya.


" hehehe..... kamu bisa aja " khaira kembali melanjutkan sarapan nya.


Sebelah selesai sarapan khaira berpamitan kepada mama alfi, zuhdi dan ayah nya sudah lebih dulu pergi di bandingkan khaira. 30 menit waktu yang harus di tempuh khaira untuk bisa sampai di butik Riska.


Seperti biasa khaira menggunakan taksi untuk bisa sampai di tempat kerja nya itu. setelah taksi berhenti di depan toko yang terlihat lumayan besar itu dan membayar taksi, khaira segera melangkah kan kaki nya menuju ke arah toko.


" Selamat pagi " sapa khaira pada semua rekan kerja nya.


" pagi, duh kaya nya semangat banget untuk mulai bekerja " ucap Zifa salah satu karyawan butik tersebut.


" ya iya lah harus semangat, karna setiap pekerjaan yang di awali dengan bismillah dan penuh semangat akan mendapat kan hasil yang baik.


ya udah kalau gitu aku kerja dulu ya, kalian juga selamat bekerja..." ucap khaira sambil tersenyum lalu ia berjalan masuk ke dalam menuju ruangan khusus menjahit.


Sesampai nya di ruang khusus menjahit khaira segera duduk di salah satu meja yang terdapat mesin jahit.


" Khaira " ucap Siska seraya melangkah mendekati khaira.


" iya bu " jawab khaira, ia bangkit berdiri saat melihat Siska datang menghampiri nya.


" saya mau kasih rancangan baju ini sama kamu, tolong kamu jahit sesuai dengan rancangan ini " ujar Riska sambil memperlihatkan sebuah gambar hasil ranvmcangan nya.


" Baik bu akan saya usahakan " jawab khaira sambil tersenyum ke arah Riska.


" saya harap kamu tidak akan mengecewa kan saya, dan kalau bisa saya minta baju ini besok harus sudah selesai " ucap Riska lagi.


khaira menganggukkan kepala nya saat mendengar ucapan Siska, Siska kemudian pergi meninggalkan ruangan itu. khaira menatap rancangan baju yang ada di atas meja nya. Lalu ia menyiapkan bahan-bahan untuk menjahit pakaian tersebut.


Hampir seharian khaira menjahit rancangan gaun itu akhir nya ia pun berhasil menyelesaikan nya.


ia menyimpan pakaian yang sudah selesai di jahit nya itu ke dalam lemari pakaian yang ada di ruangan itu.


setelah menyelesaikan pekerjaan nya khaira segera keluar ruangan untuk kembali pulang, karna waktu sudah menunjukan pukul 17: 30 sore dan sudah waktu nya pulang kerja.


Sesampai nya di rumah khaira langsung berjalan ke kamar nya untuk membersihkan dirinya.


Khaira keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi selutut dengan melilitkan handuk di kepala nya.


" Ceklekkk.... "


Khaira melangkah kan kaki nya ke luar dari kamar mandi. secara bersamaan Alfi yang baru pulang pun membuka pintu kamar.

__ADS_1


" Ceklekkk.... "


Alfi melangkah masuk ke dalam kamar, saat ia melihat ke arah kamar mandi.....


DEG


DEG


DEG


Alfi terdiam di depan pintu kamar saat melihat khaira yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandi selutut, dan lilitan handuk di kepala nya.


Untuk pertama kali nya Alfi melihat istri nya tanpa menggunakan jilbab dan balutan pakain muslimah di tubuh nya. Karna sampai sekarang khaira tak pernah melepas hijab nya di depan Alfi.


Begitu pun dengan khaira ia terdiam di depan pintu kamar mandi saat melihat Alfi yang berdiri di depan pintu kamar sambil menatap ke arah nya.


Sesaat kemudian khaira baru menyadari saat ini diri nya hanya menggunakan jubah mandi dan lilitan handuk di kepala nya.


Khaira segera melangkah kan kaki nya menuju ke arah lemari pakaian dengan melewati Alfi yang masih berdiri di depan pintu kamar. wangi sabun dan shampo yang di pakai khaira merasuk ke dalam rongga hidung Alfi saat ia melewati tempat Alfi berdiri.


Setelah mengambil pakain nya khaira segera kembali ke kamar mandi untuk memakai pakaian nya. setelah menutup pintu kamar mandi, khaira bersandar di pintu berusaha menetralkan jantung nya yang masih berdegup kencang karna kaget ketika melihat Alfi yang tiba-tiba ada di kamar nya.


Alfi yang melihat khaira menutup pintu kamar mandi ia segera melangkah ke kamar dengan menarik koper yang ada di tangan nya. Setelah menutup pintu kamar Alfi berjalan mendekati ranjang dan duduk di pinggir ranjang serta meletakkan koper di atas ranjang.


Alfi melepaskan seragam pilot nya dan kini hanya menyisakan baju dalam berwarna putih. tak lama kemudian khaira keluar dari kamar mandi dengan memakai gaun panjang hingga menutupi mata kaki nya. Namun handuk yang melilit kepalanya tadi tidak di lepas nya.


Khaira melangkah kan kaki nya menuju ke arah meja rias nya, yang terletak di samping tempat tidur dimana kini Alfi menempati nya.


kemudian ia duduk di atas kursi yang ada di sana.


" Kok ngak pake jilbab ? " tanya Alfi, setelah lama terdiam mengamati khaira yang duduk di depan meja rias.


" Memang nya ada larangan, jika seorang istri tidak memakai jilbab di depan suami nya? " ucap khaira tanpa menoleh ke arah Alfi.


Khaira melepas kan lilitan handuk di kepala nya hingga kini menampakkan rambut hitam yang sepanjang punggung nya.


" Gleeb "


Alfi menelan ludah nya kasar saat melihat istri nya tanpa memakai hijab ia terlihat sangat cantik apalagi rambut nya yang masih sedikit basah membuat diri nya semakin mempesona.


Khaira yang sedang mengeringkan rambut nya, mengernyit kan dahi nya saat melihat Alfi dari pantulan kaca, yang hanya terdiam melihat ke arah nya.


" Kenapa? kok diam aja? " tanya khaira sambil menatap pantulan wajah Alfi yang ada di kaca.


" ngak kenapa - napa aku mau mandi dulu" ucap Alfi lalu bangkit dari duduk nya meraih handuk yang ada di koper dan berlalu ke kamar mandi.


khaira yang masih mengeringkan rambut nya yang basah mengedikkan bahu nya saat melihat Alfi yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Tak lama kemudian Alfi keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan celana pendek selutut. berjalan santai ke arah lemari tanpa memperdulikan khaira yang terdiam menatap ke arah nya.


setelah mengambil baju di lemari ia segera memakai nya di sana tanpa masuk ke dalam kamar mandi. khaira hanya tersenyum melihat ke arah Alfi, jujur saja ia memang kagum dengan suami nya yang tampan itu.


" eheum.... " Alfi sengaja berdehem untuk menyadarkan khaira yang melihat ke arah nya sambil senyum-senyum tidak jelas. khaira yang mendengar deheman Alfi pun mengerjap kan mata nya. ia tersenyum kikuk ke arah Alfi saat ia ketahuan sedang memandang laki-laki itu.


" loe ngak shalat? " tanya Alfi sambil menatap ke arah khaira yang kini juga menatap nya.


" ya sholat lah " jawab khaira sambil membuang pandangan nya ke arah lain.


" kalau shalat ngapain masih di situ? buruan ambil wudhu, ngak dengar udah adzan? " ucap Alfi pandangan nya masih terarahkan pada khaira.


" heum..." khaira hanya bergumam mendengar ucapan Alfi, ia segera melangkah kan kaki nya ke kamar mandi dan melaksanakan shalat magrib berjamaah.


Setelah selesai melaksanakan shalat magrib dan membereskan perlengkapan nya khaira berjalan mendekati Alfi yang duduk di tempat tidur dengan menyenderkan tubuh nya di kepala ranjang sambil memainkan HP nya.


Khaira duduk di samping kiri Alfi, dimana biasa nya ia tidur. ia ikut menyenderkan tubuh nya di kepala ranjang sambil mengamati Alfi yang masih sibuk dengan HP nya itu.


" abang pergi kenapa ngak bilang-bilang? " tanya khaira sambil masih mengamati Alfi.


" loe juga ngak bilang sama gue saat loe ingin bertemu sama dia " Jawab Alfi, tanpa menoleh dari benda pipih di tangan nya.


" hufff.... " khaira menghembus nafas nya kasar, ternyata Alfi masih marah pada nya soal ia bertemu dengan rizwan, fikir nya.


" masalah itu aku kan udah minta maaf, lagian ngak ada apa-apa di antara kami " Alfi hanya diam mendengar ucapan khaira, ia masih fokus dengan HP nya itu.


" kalau marah ya boleh aja aku ngak masalah karna kalau kamu marah aku dekat sama cowo lain itu artinya kamu CEMBURU " ucap khaira dengan menekan kan kata tersebut dan di akhiri dengan kekehan nya.


Alfi yang mendengar ucapan khaira langsung menoleh ke arah nya dan menatap datar ke arah khaira.


" Siapa yang cemburu ngak usah GR ya jadi orang " ucap Alfi ketus.


" heum...... ngak cemburu tapi marah nya sampai berhari-hari, ngak bilang-bilang lagi kalau ternyata melakukan penerbangan, sampai bikin orang rumah khawatir karna ngak pulang " ucap khaira ia mengarah kan pandangan nya ke arah lain sambil melipat kan tangan di depan dadanya.


" loe tau dari mana kalau gue melakukan penerbangan, padahal kan gue ngak kasi tau siapa pun " ucap Alfi sambil menatap ke arah khaira dengan menaikkan sebelah alis nya.


" aku lihat koper sama beberapa baju mu ngak ada di dalam lemari " ucap khaira tanpa menoleh ke arah Alfi.


" loe buka lemari baju gue lancang banget sih jadi orang " ucap Alfi dengan sedikit meninggikan suara nya.


" Aku bukan nya lancang hanya ingin memastikan karna zuhdi bilang jika koper sama beberapa baju mu tidak ada itu artinya kamu melakukan penerbangan.


lagian aku kan khawatir karna kamu ngak pulang-pulang terus ngak ada kabar lagi, lagian HP nya kenapa di matiin coba? "


ucap khaira panjang lebar Alfi Hanya diam mendengar penuturan khaira.

__ADS_1


" segitu khawatir nya kah loe sama gue sampai bela-belain memeriksa koper dan pakaian gue di lemari ? " ucap Alfi dalam hati.


Khaira yang merasa tak mendapat respon dari Alfi akhir nya menoleh kan pandangan nya ke arah Alfi. ia bingung ketika melihat Alfi menatap diam ke arah nya. Khaira yang melihat Alfi hanya diam akhirnya menyentuh lengan nya. Alfi yang mendapat sentuhan dari khaira akhirnya tersadar dari lamunan nya.


" Kenapa ? " tanya khaira sambil menaikkan sebelah alis nya.


" eh ngak gue ngak kenapa-kenapa ? " ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.


" Maksud aku kenapa HP nya bisa ngak aktif dan susah untuk di hubungi " ucap khaira menahan kegeraman nya terhadap Alfi.


" ya maaf HP gue kemarin mati karna gue ngak sengaja jatuhin nya " jawab alfi ia masih menoleh ke arah khaira.


" kalau HP nya rusak kan bisa pinjam HP teman kamu atau beli yang baru, situ punya uang kan untuk beli HP baru " tanya khaira suara nya sedikit ketus karna saking kesal nya sama alfi.


" gue ngak hafal nomor loe " ucap Alfi ia mengalihkan kan pandangan nya ke arah HP nya saat menerima notifikasi pesan masuk.


" Kan bisa hubungi nomor rumah atau siapa pun yang bisa di hubungi " ucap khaira ia menatap Alfi yang kini kembali fokus pada handphone nya.


" Lagian kemarin aku lihat saat kamu memposting foto mu dengan seorang wanita di sosmed " ucapan khaira membuat Alfi kembali menoleh ke arah nya.


" loe lihat postingan gue kemarin ? " tanya Alfi. khaira hanya menganggukkan kepala nya.


" siapa wanita itu ? "


" DEG "


pertanyaan khaira membuat jantung Alfi seolah berhenti berdetak. ia tak tahu apa yang harus di jawab nya.


" Kok diam ? memang nya siapa wanita itu, kelihatan nya kalian begitu dekat " khaira bertanya kembali saat melihat Alfi yang hanya diam mendapat kan pertanyaan dari nya.


" i it itu.. dia pramugari yang satu penerbangan sama gue, " jawab Alfi dengan sedikit gugup.


Khaira yang melihat Alfi gugup menjawab pertanyaan nya merasa curiga sama alfi.


" Hanya pramugari kenapa bisa sedekat itu ? " khaira kembali bertanya pada Alfi, membuat Alfi tambah gelagapan


" i iya kami dekat karna sudah sering berada dalam satu penerbangan jadi nya kami sudah kenal dan berteman dekat " jawab Alfi ia berusaha bersikap tenang saat menjawab pertanyaan khaira, agar ia tidak curiga. namun khaira merasa ada yang aneh dengan sikap Alfi.


" beneran hanya sebatas teman kerja ? ngak ada yang aneh-aneh kan ? " tanya khaira sambil mengamati wajah Alfi berusaha memastikan jika apa yang dikatakan Alfi memang benar.


" kok loe nanya nya gitu? seolah-olah loe nuduh gue ada apa-apa sama dia, kami hanya berteman ngak lebih, memang nya loe yang selingkuh di depan suami sendiri " ucap Alfi dengan sedikit meninggikan suara nya sambil membuang pandangan nya ke arah lain.


" kamu kenapa malah nuduh aku yang selingkuh? aku ngak selingkuh berapa kali aku harus bilang kalau aku sama dia hanya berteman. sekali lagi aku ulangi dia HANYA SEBATAS TEMAN BIASA " ucap khaira dengan menekan kan kata tersebut ia juga membuang pandangan nya ke arah lain.


" kalau sekarang berteman dulu nya kamu sama dia ada hubungan apa sampai kamu begitu mencintai nya? apa dia mantan pacar kamu ? "


Khaira kembali menoleh ke arah alfi saat mendengar pertanyaan Alfi.


" aku kan udah bilang kalau aku ngak pernah mendekati yang nama nya pacaran, jadi tolong jangan pernah mengatakan kalau dia mantan pacar ku " jawab khaira dengan menegaskan kata-kata terakhirnya.


" kalau loe ngak pacaran sama dia kenapa loe mencintai dia bahkan sampai saat ini, saat loe udah jadi istri gue " ucap Alfi ia juga menoleh ke arah khaira.


" Aku ini manusia biasa, memang nya kamu fikir aku ini batu yang tak punya perasaan? wajar sajakan jika aku mencintai seseorang karna aku juga sama seperti wanita pada umum nya yang punya hati dan perasaan. hanya saja aku tahu bagaimana aku menghadapi dan mengendalikan perasaaan ku terhadap laki-laki yang belum pantas aku cintai "


ucap khaira Alfi hanya diam mendengar jawaban khaira.


" lalu kenapa kamu tidak bisa mencintai ku ? lelaki yang sudah pantas bahkan sangat pantas untuk kamu cintai karna aku adalah suami mu " Alfi menatap dalam pada mata khaira seolah ia ingin mencari jawaban yang jujur dari khaira.


" siapa bilang aku tidak mencintai mu? jika aku tak mencintai mu aku tak kan perduli saat kamu pergi dan tak pulang kerumah? aku tak kan bertanya siapa wanita yang ada di foto itu? Aku takkan pernah mengkhawatirkan kan kamu saat kamu tak memberi kabar padaku ? "


ucap khaira ia menatap ke arah Alfi matanya memerah dan berkaca-kaca berusaha menahan tangis nya.


" Semua itu aku lakukan karna aku mulai mencintai mu bahkan aku sudah hampir bisa melupakan dia, tapi apa yang kamu lakukan kamu tak pernah perduli dengan ku, tak pernah perduli dengan perasaan ku yang mengkhawatirkan diri mu, bahkan dulu kamu sendiri yang meminta ku untuk tak ikut campur urusan mu dan memperdulikan dirimu "


Khaira meluapkan semua yang selama ini di pendam nya, rasa sakit ketika tak di hargai dan saat Alfi menuduh nya melakukan hal yang tak pernah di lakukan nya. rasa nya ia tak mampu lagi untuk memendam kan rasa sakit nya lebih baik ia mengungkapkan isi hati nya pada Alfi saat ini juga.


Air mata yang ditahan oleh khaira akhir nya tumpah juga, sakit rasa nya jika mengingat semua perlakuan Alfi pada nya.


" gue minta maaf jika selama ini gue selalu nyakitin perasaan loe, gue janji mulai hari ini gue ngak akan nyakitin loe lagi " Alfi meraih tangan khaira dan mengenggam nya ia menatap wajah khaira yang di penuhi air mata.


" Janji kamu bilang? aku tidak percaya sama semua janji mu itu, apa kamu lupa ?, tiga bulan yang lalu kamu juga berjanji tidak akan menyakiti ku lagi dan akan mempercayai ku, tapi sekarang apa yang terjadi ?, kamu kembali menyakiti ku, kamu tak percaya lagi dengan ku " ucap khaira sesegukan air mata masih mengalir di pipi nya.


" Aku minta maaf jika aku mengingkari janjiku, tapi kali ini aku bersungguh-sungguh aku tak kan menyakiti kamu lagi, dan tak akan pernah membuat kamu kecewa " ucap Alfi ia menatap ke arah khaira seolah menggambarkan jika ia akan membuktikan apa yang telah di ucapkan nya.


" yakin apa yang kamu ucap kan itu? " ucap khaira memastikan jika apa yang dikatakan Alfi itu sesuai dengan apa yang ada di hatinya. Alfi menganggukkan kepala nya.


" lalu siapa wanita yang ada di foto itu? "


" GLeeb...."


❓❓❓❓❓


Nah gimana ni kelanjutan nya?


akan kah Alfi mengakui kesalahan nya sama khaira atau tidak ????


Terima kasih bagi yang sudah memberikan komentar dan berbagai masukan nya.....


Nantikan kelanjutan episode nya 😘


Salam Author


Ety Salmila

__ADS_1


__ADS_2