Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Dia Kembali Pergi


__ADS_3

*** Mengapa Engkau Pergi Disaat Aku


Mulai Mencintai Mu •••


Meninggalkan Aku Yang Kini Di Balut Rindu •••


Dalam menantikan Dirimu Kembali Dengan Seribu Kegelisahan ***.


Khaira Najwa Safira


🍄 🍄 🍄 🍄 🍄


Sesampai nya Khaira di rumah khaira langsung berjalan memasuki rumah. ia pergi menuju ke kamar nya air mata masih menetes dari mata nya. sesampai nya di kamar ia menghempas kan tubuh nya di atas tempat tidur.


menenggelamkan wajah nya di bantal menumpahkan seluruh air mata nya disana. Khaira merasa lelah dengan semua ini lelah dengan perasaan nya terhadap rizwan yang tak bisa di hapus nya.


Khaira masih terus menangis di bawah bantal hingga ia tertidur.


Suara adzan berkumandang khaira terbangun dari tidur nya, ia segera bangkit membersihkan diri nya di kamar mandi dan melaksanakan shalat zuhur.


Setelah selesai shalat khaira kembali ketempat tidur dan membaringkan tubuh nya di sana. baru saja ia membaringkan tubuh nya di sana terdengar suara ketukan pintu dari luar.


" tok.. tok.. toktokkk.... "


Khaira yang mendengar suara pintu kamar nya yang di ketuk ia melangkah ke arah pintu untuk membuka nya.


" ceklekkk.... "


khaira membuka pintu dan melihat mama mertua nya yang berada di depan pintu.


" iya ma ada apa " tanya khaira pada mama Alfi yang berdiri di depan pintu kamar khaira.


" Mama cuma mau bilang kalau makan siang udah siap " ucap mama Alfi sambil tersenyum, namun senyum nya hilang saat ia melihat mata sembab khaira.


" Sayang mata kamu kok sembab gitu? kamu habis nangis ? memang nya kamu lagi ada masalah sama Alfi? " mama Alfi terus bertanya sampai khaira bingung harus menjawab yang mana terlebih dahulu.


" biasalah ma cuma salah paham " jawab khaira sambil memaksakan senyum nya.


" huufff....... "


Mama Alfi menghembus nafas nya kasar mengingat khaira dan Alfi selalu bertengkar hanya karna kesalah pahaman.


" ya udah kalau gitu nanti kamu harus selesai kan masalah nya kalau Alfi udah pulang, lebih baik kita makan dulu " ucap mama Alfi.


namun khaira menolak ajakan mama mertua nya itu.


" mama duluan aja, Khaira belum lapar ma " ucap khaira pada mama mertua nya.


" loh kok gitu, kamu harus ingat kamu tidak boleh telat makan nanti kalau magh kamu kambuh gimana?, ayolah makan walau cuma sedikit yang penting perut kamu ada isi nya " mama Alfi berusaha membujuk khaira agar mau makan bersama nya.


" Ya udah khaira mau " akhir nya khaira mau makan bersama mama Alfi karna ia tak tega menolak permintaan mama Alfi, apalagi itu untuk kesehatan tubuh nya.


" Nah gitu dong, " ucap mama Alfi sambil tersenyum pada khaira, akhir nya mereka turun menuju ke meja makan.


Sesampai nya di meja makan khaira melihat banyak makanan yang tertata rapi disana.


Khaira duduk di meja makan ia hanya makan berdua dengan mama Alfi karna zuhdi belum pulang dari kampus dan ayah nya masih sibuk bekerja.


Saat tengah makan mama Alfi menanyakan apa yang terjadi antara Alfi dan khaira hingga terjadi kesalah pahaman.


" khaira " mama Alfi memanggil khaira, khaira yang sedang fokus pada makanan nya mendongakkan kepala nya saat mama Alfi memanggil nama nya.


" Iya ma " jawab khaira sambil menatap ke arah mertua nya yang duduk di depan nya.


" Sebenar nya apa yang terjadi sampai Alfi salah paham sama kamu? " tanya mama Alfi pada khaira yang kini diam menatap ke arah nya.


" hufff.... " khaira melepas nafas nya kasar.


" jadi tadi pagi kan khaira minta izin sama mama buat bertemu sama teman khaira dan aku juga udah bilang sama bang Alfi kalau aku akan bertemu dengan teman ku.


tapi aku ngak bilang kalau teman ku itu laki-laki, jadi bang alfi melihat saat aku bertemu dengan teman ku di kafe dan dia salah paham berfikir jika aku membohongi nya, padahal aku bertemu dengan dia memang untuk urusan pekerjaan " khaira menjelaskan nya pada mama Alfi.


" oe, kalau gitu ceritanya wajar saja kalau Alfi marah sama kamu karna kamu ngak bilang sama dia siapa teman mu itu, lain kali kalau kamu mau pergi bilang yang sebenar nya pergi kemana, sama siapa, biar ngak terjadi kesalah pahaman seperti ini " mama alfi berusaha berbicara selembut mungkin pada khaira.


" iya ma, khaira akan mencoba lebih terbuka pada bang Alfi kalau khaira mau pergi keluar rumah nanti nya " ucap khaira ia menyadari jika ia memang salah karna tak berterus terang pada Alfi.


"Dan Mama mohon sama kamu, agar kamu sedikit bersabar dengan sikap Alfi, mama yakin saat ini ia sudah mulai mencintai kamu " ucap mama Alfi


" iya ma " jawab khaira singkat


Khaira sudah selesai makan, namun mama Alfi menyuruh khaira untuk menambah makanan nya karna khaira hanya makan sedikit makanan.


" Kamu harus makan yang banyak biar kesehatan kamu semakin meningkat, dan kalau tubuh kamu sehat mama kan bisa cepat dapat cucu " ucap mama Alfi sambil terkekeh.


Khaira hanya tersenyum mendengar ucapan mama Alfi.


" Ma khaira mau ke kamar dulu ya mau istirahat, besok khaira mau datang ke tempat kerja " ucap khaira pada mama Alfi yang kini sudah menyelesaikan makan nya.


" Iya kamu istirahat yang banyak ya, jangan terlalu dipikirin soal Alfi bentar lagi dia pasti baikan lagi sama kamu " ucap mama Alfi sambil tersenyum.


Khaira hanya mengangguk kan kepala nya lalu melangkah kan kaki nya menaiki tangga menuju ke kamar nya.


Sesampai nya di kamar ia duduk di atas tempat tidur dan bersender di kepala ranjang. di raih nya HP yang ada di atas nakas, lalu ia membuka tombol kunci dan mencari nama Alfi di kontak HP nya, setelah menemukan nama Alfi ia langsung menekan nama Alfi untuk menghubungi nya.


Saat sambungan sudah tersambung Alfi malah menolak panggilan nya itu, kemudian ia mencoba menghubungi Alfi lagi, Namun bukan suara Alfi yang terdengar melainkan suara operator. khaira kembali menghubungi Alfi dan lagi-lagi suara operator yang terdengar.

__ADS_1


Khaira menjadi cemas memikirkan keadaan Alfi, mungkin kah laki-laki itu masih marah pada nya sampai HP nya pun di non - aktifkan.


" kemana Alfi ? apa ia masih kerja? tapi kenapa HP nya di non aktifkan? " tanya khaira pada diri nya.


" apa dia masih marah sama aku ya? " tanya khaira pada diri nya lagi, ia merasa tak tenang karna Alfi me non - aktifkan HP nya.


Khaira meletakkan HP nya di atas nakas lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur.


Hari sudah menunjukan pukul 09 malam, khaira baru saja selesai melaksanakan shalat 'isya. Namun Alfi belum pulang juga padahal biasa nya Alfi pulang kerja paling telat jam 07: 30.


Khaira semakin merasa cemas saat HP Alfi belum aktif juga. Khaira mondar-mandir di kamar nya sambil sesekali ia menatap ke arah jam dinding kamar nya, yang kini bahkan sudah menunjuk kan jam 10 malam.


Khaira duduk di tempat tidur sambil menyenderkan kepala nya di kepala ranjang. mata nya terasa begitu berat karna ia sudah merasa mengantuk sampai pada akhir nya ia tertidur dengan bersender di kepala ranjang.


🖤 🖤 🖤 🖤 🖤


Khaira berusaha mengumpulkan kesadaran nya saat ia mendengar suara adzan yang berkumandang. ia merubah posisi nya menjadi duduk, badan nya terasa sakit karna ia tidur semalaman dalam posisi setengah duduk.


Khaira mengarahkan pandangan nya keseluruh kamar nya, mencari sosok Alfi yang di nantikan kepulangan nya semalam. Namun yang di dapatkan nya hanya ke kosongan.


" Tidak pulang lagi " ucap khaira pada diri nya. khaira menghembus nafas nya kasar, saat lagi-lagi Alfi tidak pulang ke rumah di saat hubungan mereka tidak membaik.


" Khaira mengambil kembali HP nya yang terletak di atas nakas mencoba menghubungi Alfi kembali dan lagi-lagi hanya suara operator yang terdengar.


Karna lelah menghubungi Alfi berulang kali, dan HP nya masih tetap tidak aktif akhir nya khaira memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, membersihkan diri dan shalat subuh.


Setelah selesai shalat, Khaira keluar kamar ingin pergi ke dapur untuk memasak.


Sesampai nya di dapur ia melihat banyak bahan makanan yang tersedia di dalam kulkas, akhir nya ia memutuskan memasak makanan yang sederhana yang sering di masak nya saat di kampung, lebih tepat nya sih makanan khas daerah.


Saat khaira sedang memasak tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki yang mendekati nya.


" loh non sepagi ini kenapa sudah ada di dapur? " tanya bi siti asisten rumah tangga.


" ya masak lah bi, saya kan selama di sini tidak pernah masak jadi pagi ini biar saya saja yang masak ya " jawab khaira, tangan nya masih sibuk mengiris bawang merah.


" Jangan Non biar saya saja yang masak, saya takut di marahin nyonya kalau sampai nyonya lihat Non yang


memasak " ucap bi siti seraya melangkah mendekati khaira.


" ngak papa bi, bibi tenang aja mama ngak bakalan marah kok " ucap khaira sambil tersenyum ke arah bi siti yang kini berdiri di samping nya.


" ya sudah kalau begitu terserah Non


saja " ucap bi siti pasrah.


Akhir nya khaira lah yang memasak pagi ini, setelah selesai, khaira menata makanan di atas meja makan yang di bantu oleh bi siti.


Tak lama kemudian mama Alfi datang ke ruang makan, saat ia sampai di sana ia melihat khaira yang sudah ada di ruang makan dan sedang menunggu kedatangan nya.


" Bi, kok bibi tumben banget hari ini masak gulai ' masam keu-eng '( Asam Pedas)? " tanya mama Alfi pada bi siti yang kini sedang mencuci peralatan masak di dapur.


" itu bukan bibi yang masak nyonya, tapi Non khaira yang masak tadi pagi " jawab bi siti dari arah dapur.


Mama Alfi yang mendengar jawaban dari bi siti menoleh kan pandangan nya ke arah khaira.


" ini khaira yang masak ? " tanya mama Alfi sambil menoleh ke arah khaira.


khaira menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.


" Ia ini khaira yang masak, tapi maaf ya ma kalau misal nya masakan khaira ngak enak " ucap khaira masih menampakkan senyum di bibir nya.


" ngak lah ini pasti enak " ucap mama Alfi sambil tersenyum. lalu ia duduk di kursi yang ada di depan khaira mengambil nasi serta lauk-pauk nya dan juga mengambil gulai yang di masak khaira untuk mencicipi nya.


" heum.... ini enak banget, mantu mama pinter deh masak nya " ucap mama khaira sambil tersenyum ke arah khaira.


" mama kalau muji jangan berlebihan lah, masakan khaira ini hanya masakan biasa, khaira tidak pintar masak masakan kota, khaira hanya bisa memasak masakan sederhana seperti ini. " ucap khaira sambil menyendok kan nasi ke piring nya.


" Nah justru itu, kalau Alfi makan masakan kamu ini mama jamin dia pasti ngak mau makan di luar karna makanan ini adalah makanan ke sukaan Alfi. " ucap mama khaira ia masih fokus pada makanan nya.


" jadi ini makanan kesukaan bang Alfi " tanya khaira, mama Alfi hanya menganggukkan kepala nya. mama Alfi yang lagi menikmati makanan nya tiba-tiba mendongakkan kepala nya menatap ke arah khaira.


" Oh ya Alfi kemana kok ngak keliatan, Apa udah berangkat kerja tapi ini kan belum sampai jam 06 pagi, biasanya kan Alfi baru berangkat jam 06 " tanya mama Alfi saat ia tak mendapati putra pertama nya di meja makan.


" bang Alfi ngak pulang semalam ma " ucapan khaira membuat mama Alfi terbelalak.


" ngak pulang? memang nya kemana ? " tanya mama Alfi lagi ia masih menatap ke arah khaira.


" Khaira juga ngak tahu, bang Alfi ngak kasi kabar sama khaira di telpon pun handphone nya ngak aktif, padahal khaira udah telpon berulang kali namun telpon nya tetap saja ngak aktif " ucap khaira sambil menunduk, jujur saja saat ini ia sangat meng khawatir kan keadaan alfi.


" Mungkin bang Alfi lembur kali, maka nya ngak pulang dan mungkin saja handphone nya lowbat maka nya ngak bisa hubungi kita " ujar zuhdi yang baru saja melangkah ke meja makan berjalan beriringan dengan ayah nya .


Zuhdi duduk di samping kiri mama nya sedangkan ayah Alfi duduk di ujung meja makan sebelah kanan.


" Tapi kalau misal nya handphone nya lowbat ia kan bisa menjadi charger nya, atau ia bisa meminjam handphone teman nya tapi ini..? " Khaira tak dapat lagi melanjutkan kata-kata nya.


khaira menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya, saat ini hati nya benar-benar gelisah memikirkan keberadaan alfi, karna sampai saat ini Alfi masih belum mengabari nya.


" Kalau gitu bisa saja kan bang Alfi melakukan penerbangan kemarin, coba deh kakak periksa lemari bang Alfi, jika tidak ada koper dan beberapa baju nya di sana, itu arti nya bang Alfi memang ada jadwal penerbangan kemarin, Dan biasa nya penerbangan nya itu bisa sampai dua atau tiga hari dan bisa juga lebih ".


ucapan zuhdi membuat khaira menoleh ke arah nya, ia memikirkan Jika yang di katakan zuhdi ada benar nya juga.


" Kalau gitu, Khaira permisi mau ke kamar dulu ma, pa, zuhdi " pamit khaira sambil bangkit dari duduk nya dan berlalu meninggalkan meja makan menuju ke kamar nya.


" zuhdi kasihan ma sama kak khaira, bang Alfi selalu memperlakukan nya seperti ini, pergi tanpa memberi kabar pada kak khaira, apa ia tak pernah berfikir jika kak khaira begitu meng khawatir kan nya ". ucap zuhdi sambil menatap punggung khaira yang berjalan menaiki tangga. mama dan papa Alfi hanya diam mendengar ucapan zuhdi.

__ADS_1


Khaira Berjalan memasuki kamar nya, melangkah kan kaki nya ke arah lemari ia membuka lemari pakaian Alfi, dan ternyata apa yang dikatakan zuhdi memang benar kalau Alfi melakukan penerbangan, karna ada beberapa baju dan koper yang tidak ada di dalam lemari nya.


Khaira bernafas lega ketika ia mengetahui jika ternyata Alfi melakukan penerbangan. Namun ada rasa sedih menyelinap ke hati nya, saat ia mengingat lagi-lagi Alfi pergi tanpa memberi kabar pada nya.


Khaira menutup kembali lemari Alfi. tiba-tiba ia mengingat sesuatu yang telah di lupakan nya, khaira berjalan ke arah nakas mengambil HP nya dan mencari pesan yang di kirim rizwan padanya.


Tak lama ia menemukan pesan yang mengirimkan alamat butik tempat ia akan bekerja yang dikirimkan oleh rizwan.


pukul 09 pagi khaira bersiap-siap untuk pergi ke alamat yang di kirim oleh rizwan, setelah selesai bersiap-siap ia mengirimkan pesan pada Alfi meski pun ia tahu jika kemungkinan besar Alfi tak kan membaca pesan dari nya.


Khaira melangkah kan kaki menuju ke lantai bawah sebelum pergi ia meminta izin pada mama mertua nya.


" Ma khaira mau melamar kerja dulu ya, di Riska Fashion, doa kan khaira semoga keterima " ucap khaira sambil tersenyum.


" Aminnn.... kamu hati-hati kalau udah selesai langsung pulang ya " ucap mama Alfi.


" ya ma, khaira pergi dulu, Assalamu'alaikum " ucap khaira seraya me langkah ke luar rumah.


" Waalaikum salam... " mama Alfi menjawab salam khaira sambil menatap punggung khaira yang mulai menjauh dari nya.


Saat khaira sudah keluar dari rumah ia menunggu ke datangan taksi yang tadi di pesan nya. tak lama kemudian taksi pun datang, ia langsung masuk kedalam taksi tersebut saat taksi itu berhenti tepat di depan nya.


Khaira mengatakan alamat yang ingin dituju nya kepada supir taksi lalu taksi pun mulai berjalan meninggalkan kediaman rumah Alfi.


30 menit kemudian taksi pun berhenti di sebuah butik yang terlihat cukup besar, dan saat ini terlihat beberapa pengunjung yang ada di dalam butik.


Setelah membayar taksi khaira turun dari dalam nya dan berjalan memasuki butik tersebut.


" Permisi kak, apa saya bisa bertemu dengan ibu Riska, Nama saya khaira saya datang kesini atas rekomendasi dari teman bu Riska " ucap khaira pada salah satu pelayan butik tersebut.


" oh mari ikut saya keruangan bu Riska " ucap pelayan itu lalu melangkah kan kaki nya ke dalam butik yang di ikuti oleh khaira di belakang nya.


" tok.. tok.... tok tok.... "


Pelayan itu mengetuk pintu saat kami sampai di suatu ruangan.


" Masuk " terdengar suara seorang wanita dari dalam ruangan tersebut.


Pelayan itu membuka pintu ruangan itu, dan tampak lah dari dalam seorang wanita cantik yang duduk di kursi kebesaran nya.


" bu ini ada yang mau melamar kerja di sini kata nya ia rekomendasi dari teman ibu " ucap pelayan itu pada wanita pemilik butik itu.


" baiklah suruh dia masuk " ucap riska pemilik butik.


" silahkan masuk kak " ucap pelayan butik itu pada khaira.


Khaira menganggukkan kepalanya lalu melangkah masuk ke ruangan tersebut.


" Silahkan duduk " ucap riska pada khaira


Khaira kemudian duduk di kursi yang ada di depan Riska.


" Kamu khaira kan teman nya rizwan ? " tanya Riska pada khaira.


" iya saya khaira teman nya rizwan, dia yang rekomendasikan saya untuk bekerja disini " jawab khaira sambil sedikit tersenyum.


" Baiklah, kalau gitu apa kamu bisa menjahit dan men desain pakaian ? " khaira menatap ke arah Riska sejenak lalu menganggukkan kepala nya.


" Untuk menjahit Alhamdulilah saya bisa, tapi kalau untuk mendesain saya tak terlalu pandai dalam mendesain pakaian, tapi nanti saya akan mencoba mempelajari nya agar bisa mendesain dengan baik " ucap khaira sopan. Riska masih tetap menatap ke arah khaira.


" Apa kamu bisa menjahitkan satu baju untuk saya agar saya bisa menilai kemampuan menjahit mu " ujar riska pandangan nya masih terarah ke arah khaira.


" bisa bu " jawab khaira sambil menundukan kepalanya.


" ikut saya keruangan menjahit " khaira mengikuti langkah riska yang membawa nya ke ruangan khusus menjahit. ruangan yang cukup luas dan terdapat banyak mesin jahit disana.


" kamu duduk di sini, dan ini ada kain dan juga beberapa bahan jahit lain nya serta ukuran baju yang mesti kamu jahit, kamu bebas menjahit dengan model apapun karna saya hanya ingin menilai kemampuan menjahit mu "


ucap riska sambil meletakkan kain dan beberapa keperluan menjahit.


Khaira menganggukkan kepala nya dan mulai memotong kain untuk ukuran pakaian untuk di jahit nya.


Setelah hampir 3 jam akhir nya khaira dapat menyelesaikan jahitan nya lalu ia menunjukan nya pada riska.


" Ternyata kemampuan menjahit kamu cukup bagus, kenapa kamu tidak membuka usaha sendiri jika kamu memiliki bakat menjadi sorang desainer seperti ini? " ucap riska sambil mengamati baju hasil jahitan khaira.


" Saya tidak punya modal bu, sebenar nya saya juga sempat berfikir seperti itu tapi saya harus mengumpulkan modal nya terlebih dahulu " jawab khaira sambil menatap ke arah riska yang masih mengamati hasil jahitan nya itu.


" Baiklah, kalau begitu mulai besok kamu bisa bekerja di sini " khaira menatap ke arah Riska dan tersenyum saat mendengar penuturan Riska yang menerima nya untuk bekerja di sana.


" jadi saya di Terima bu " tanya khaira memastikan.


" ya kamu di Terima selamat bergabung di Riska Fashion, saya harap kamu bisa bekerja dengan baik " ucap riska sambil mengulurkan tangan nya ke arah khaira.


Khaira menerima uluran tangan Riska sambil tersenyum ke arah nya.


" Terima kasih bu saya akan mencoba melakukan yang terbaik untuk butik ini " ucap khaira senyuman nya masih mengembang di wajah nya.


" kalau gitu saya permisi dulu bu, Terima kasih karna sudah memberikan kesempatan untuk saya bekerja di sini " ucap khaira setelah ia melepaskan uluran tangan nya dari Riska.


" iya sama-sama " ujar Riska sambil tersenyum.


" Assalamualaikum.... " ucap khaira sambil bangkit dari duduk nya.


" Waalaikum salam " Riska menjawab salam dari khaira, lalu khaira pun membalikkan kan badan nya melangkah ke luar ruangan dengan penuh senyuman.

__ADS_1


🍂 🍂 🍂 🍂 🍂 🍂


__ADS_2