
*** Aku Memang Mencintai Mu, Tapi Ku Tak Mau Jika Kau Memilih Hidup Dengan Ku Karna Keterpaksaan Mu •••
Pilih Lah Sesuai Dengan Pilihan Hati Mu, Dan Jika Dia Yang Kau Pilihkan Maka Aku Rela Jika Harus Mundur Demi Kebahagiaan Mu ***
🍂 Khaira Najwa Safira 🍂
◾◾◾◾◾
Di Dalam perjalanan pulang khaira hanya diam, pandangan nya terarahkan ke arah jalanan melalui kaca jendela mobil. pikiran nya terlalu kalut memikirkan apa yang baru saja terjadi.
Jujur saja sebenar nya ia tak ingin menyakiti Rizwan tapi ia tak punya pilihan selain melakukan ini semua, bagaimana pun juga ia tak bisa jika harus bercerai dari Alfi, hanya karna ke egoisan nya yang ingin kembali bersama rizwan.
hati nya semakin terluka saat ia mengingat wajah rizwan yang menampakkan ekspresi kecewa dan terluka.
ia hanya berharap semoga suatu saat nanti rizwan bisa melupakan nya dan mendapat kan pendamping hidup yang lebih baik dari nya.
Alfi melirik ke arah khaira yang sejak tadi hanya terdiam, ia melihat khaira yang menatap ke arah jalanan dengan tatapan kosong. Alfi menghembus nafas nya kasar melihat khaira yang hanya diam tanpa menoleh ke arah nya sedikit pun.
" ekhem... "
Alfi sengaja Berdehem untuk menarik perhatian khaira, Namun ternyata apa yang dilakukan nya sama sekali tidak mengalihkan perhatian khaira pada nya.
" ekhemm... " Alfi kembali berdehem dengan suara yang lebih keras saat melihat khaira yang tak sedikit pun menoleh ke arah nya. Namun khaira tetap saja tak menoleh ke arah Alfi .
" Khaira " panggil Alfi dengan suara lembut namun lagi-lagi khaira tak menanggapi diri nya, seperti nya saat ini khaira sedang bergalut dalam pemikiran nya.
Alfi merasa kesal saat khaira mengacuhkan nya dan bahkan tak menanggapi ke beradaan nya.
"Tiiiiiiiinnnnn...... "
Alfi meng klakson mobil nya membuat khaira yang di samping nya terlonjat kaget. khaira menolehkan pandangan nya ke arah Alfi, menatap Alfi dengan tatapan bingung.
" Kenapa? apa ada masalah atau terjadi sesuatu? " tanya khaira ia menolehkan ke sekitar jalanan yang di lalui nya, ingin memastikan mungkin kah terjadi sesuatu di sana.
" Loe yang kenapa ? dari tadi hanya melamun bahkan loe sama sekali ngak menanggapi ucapan gue? " Alfi bertanya tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah khaira.
khaira yang sedang sibuk memperhatikan jalanan mengalihkan pandangan nya ke arah Alfi.
" Siapa yang ngelamun? aku hanya sedang menikmati suasana jalanan yang ramai " ucap khaira lalu mengalihkan pandangan nya ke arah depan menatap banyak nya kendaraan yang berlalu lalang.
" kalau loe ngak ngelamun loe ngak mungkin ngak dengar saat gue memanggil nama loe " saut Alfi ia masih fokus mengemudi tanpa mengalahkan pandangan nya ke arah khaira.
" Apa yang sedang loe fikirkan? Jangan-jangan loe sedang mikirin cowok tengil itu ya "
ucapan Alfi mampu membuat khaira kembali menoleh ke arah nya.
" siapa juga yang mikirin dia?, jangan sok tau deh jadi orang. lagian dia itu punya nama dan nama nya itu RIZWAN jadi jangan panggil dia dengan panggilan seperti itu "
ucap khaira dengan menekan kan ucapan nya pada saat menyebut nama Rizwan, khaira kembali memalingkan wajah nya ke arah jalanan setelah mengucapkan ucapan nya itu.
Alfi menolehkan pandangan nya saat khaira mengucap kan kata-kata nya, yang lebih lebih tepat nya ia tak suka jika Alfi memanggil rizwan dengan panggilan ' Cowok Tengil ' .
" Cuihh... pake di belain lagi, segitu cinta nya kah loe sama dia sampai-sampai loe ngak suka jika gue memanggil nya dengan panggilan ' Co_wok Te_ngil ' "
ucap Alfi ia menekankan kata terakhir nya sambil tersenyum miring dan melirik ke arah khaira.
" Aku hanya tidak suka jika kamu memanggil nya seperti itu, karena itu tidak sopan nama nya. lagian dia kan punya nama, apa salah nya kamu menyebut nama nya, gimana kalau kamu yang di panggil seperti itu, marah ngak ?? "
ucap khaira tanpa menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.
" ya elah, bilang aja kali kalau loe ngak suka jika gue memanggil pujaan hati loe dengan panggilan ' Co_wok Te_ngil ' " Ucap Alfi ia kembali menekan kan kata-kata terakhir nya.
" aku ngak suka kamu panggil dia seperti itu bukan karna cinta Sama dia " ucap khaira ia masih tetap mengarahkan pandangan nya kearah jalanan.
" Ngak Cinta kamu bilang ? " Alfi tertawa getir mendengar ucapan khaira, bisa-bisa nya khaira berbohong soal perasaan nya pada rizwan, padahal jelas-jelas Alfi bisa melihat dari tatapan mata nya jika khaira masih mencintai rizwan.
" loe ngak usah bohong khaira, cinta loe sama rizwan masih terlalu besar sampai-sampai gue masih bisa melihat ada cinta dari tatapan mata loe itu "
ucap Alfi ia menolehkan pandangan nya ke rah khaira. yang hanya terdiam mendengar ucapan nya.
" Gue ngak suka loe memikirkan laki-laki lain saat loe sedang bersama gue " ucap Alfi lagi, ia menghentikan mobil nya saat mobil itu sudah berada di depan gerbang rumah mereka.
Khaira mengernyit kan dahi nya saat mendengar ucapan Alfi, ia mengalihkan pandangan nya menatap ke arah alfi.
" maksud kamu apa bicara seperti itu ? kamu mengatakan nya seolah-olah kamu tidak melakukan nya, padahal kamu kan juga sama memikirkan wanita lain bahkan bertemu dengan nya setiap hari "
ucap khaira ia merasa jengkel dengan sikap Alfi yang suka bertindak sesuka hati nya.
" Kamu tidak berhak melarang apa pun yang ingin aku lakukan " ucap Alfi dengan angkuh nya.
Khaira berusaha menahan amarah nya saat mendengar ucapan Alfi.
" kenapa? kamu aja bisa melarang ku, kenapa aku enggak? kamu fikir aku ini pajangan yang bisa bersikap biasa saja saat melihat suami ku bersama wanita lain ? "
ucap khaira ia segera membuka pintu mobil dan keluar dari sana, padahal saat itu mobil masih berhenti di depan gerbang. tapi khaira lebih memilih ke luar, berjalan kaki ke dalam rumah dari pada berlama- lama berada dalam satu mobil dengan alfi.
Alfi hanya menatap punggung khaira yang berjalan meninggalkan nya menuju ke halaman rumah mereka. ia kembali menjalankan mobil nya memasuki halaman rumah, saat gerbang telah terbuka sepenuh nya.
Setelah memarkirkan mobil nya Alfi segera berlari kedalam rumah menyusul khaira yang sudah lebih dulu masuk ke dalam nya. Saat ia sudah hampir sampai di lantai dua rumah nya, ia melihat khaira yang sedang menuju ke kamar nya.
Alfi segera berlari ke arah khaira meraih pergelangan tangan khaira, lalu menarik khaira masuk ke dalam kamar nya.
" lepaasss "
khaira berusaha melepaskan cengkraman tangan Alfi pada pergelangan tangan nya, saat Alfi menarik khaira kedalam kamar nya, namun semua nya sia-sia karna tenaga Alfi jauh lebih besar dari nya.
" Leppaasssss "
ucap khaira saat mereka sudah berada di dalam kamar alfi. Alfi lalu melepas kan cengraman nya pada khaira.
__ADS_1
" ngapain kamu bawa aku ke sini? " Khaira bertanya dengan nada ketus pada Alfi, ia menatap tajam ke arah alfi.
" Aku mau kita sekamar " ucap Alfi ia juga menatap ke arah khaira tanpa memperdulikan tatapan tajam yang di berikan khaira pada nya.
" Ng_gak Ma_u.... aku kan udah pernah bilang kalau aku ngak mau sekamar sama kamu sebelum kamu menentukan pilihan mu, jadi jangan coba-coba membujuk ku untuk pindah ke kamar kamu ".
Ucap khaira ia melangkah kan kaki nya menuju ke arah pintu. Namun baru beberapa langkah ia berjalan langkah nya di hentikan oleh suara Alfi.
" Tungguu.. " khaira menghentikan langkah nya tanpa membalikkan badan nya menghadap ke arah alfi.
" Ada apa ? " tanya khaira datar, Alfi melangkah kan kaki nya mendekati khaira.
" Loe ngapain ketemu sama dia di taman? loe kan udah janji ngak bakal ketemu dia lagi ? " Alfi bertanya pada khaira yang kini berada di samping nya,
pertanyaan Alfi membuat khaira terasa sulit untuk menelan ludah nya. ia tak berani memalingkan wajah nya menghadap Alfi.
" Aku ada keperluan sama dia " jawab khaira datar ia berusaha bersikap biasa saja.
" Ada Keperluan apa heuh...? " tanya Alfi lagi ia masih menatap khaira dengan tatapan menyelidik.
Alfi membalikkan badan khaira menghadap ke arah nya. tak ada perlawanan dari khaira namun saat mereka sudah berdiri berhadap-hadapan khaira malah menundukkan kepala nya.
khaira hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari alfi, Alfi tersenyum miring, melihat khaira yang kini menunduk dan tak menjawab pertanyaan nya.
" Loe fikir gue ngak tau apa saja yang loe bicara kan sama dia ? "
DEG
khaira merasa jantung nya seolah berhenti berdetak, ia mengangkat wajah nya secara perlahan menatap ke arah alfi. hingga pandangan mereka bertemu.
" Dia mengungkap kan perasaan nya sama loe kan ? "
Lagi-lagi khaira tak bisa menjawab pertanyaan dari Alfi.
" Dan loe bisa-bisa nya mengatakan jika loe masih mencintai nya, bagaimana bisa loe mengatakan itu pada nya sedangkan loe tak pernah mengatakan kata-kata itu di hadapan gue "
Ucap Alfi berapi-api, ia melepaskan tangan nya yang memegang lengan khaira. dan menatap lekat ke dalam mata khaira yang kini juga menatap nya.
" Aku hanya berusaha bersikap jujur pada nya, memang itu yang aku rasa kan sebelum aku menikah dengan mu, tapi setelah aku menjadi istri mu, sebisa mungkin aku mencoba melupakan nya, dan semua itu aku lakukan untuk kamu sekali pun aku yang harus terluka karna perasaan yang begitu menyiksa "
Khaira masih memandang Alfi, mata nya berkaca - kaca, perkataan nya itu kembali mengingat kan dia pada rasa sakit yang ia rasakan saat khaira berusaha untuk melupakan rizwan.
Alfi terpaku mendengar ucapan khaira, ia bisa merasa kan jika khaira benar-benar terluka saat ia berusaha melupakan rizwan, semua nya jelas terpancar Dari tatapan mata nya yang menyiratkan banyak luka.
" tapi apa balasan kamu, semua yang kamu berikan hanya lah luka, kamu malah menjalin hubungan dengan wanita lain di saat aku mulai mencintai mu " ucap khaira lagi tumpah sudah air mata yang sejak tadi berusaha ia tahan.
" Aku memang tak pernah mengatakan secara lisan jika aku mencintaimu, tapi seharus nya kamu bisa menilai nya dari sikap ku pada mu,
Jika aku tidak mencintai mu mana mungkin aku marah saat aku tahu ada wanita lain dalam hatimu ? mana mungkin aku menolak ketika kamu ingin menghadir kan dia di antara kita ? " .
Lagi-lagi Alfi hanya diam menatap ke arah khaira, ada rasa bersalah di hati nya saat ia melihat khaira menangis di hadapan nya, MENYESAL itu lah yang selalu ia rasakan kala melihat air mata yang membasahi wajah khaira.
Namun bodoh nya ia tak pernah menjadikan penyesalan nya itu sebagai cambuk untuk nya. Alfi malah lagi-lagi memberikan luka di hati khaira.
" Atau kamu ingin mendengar aku mengatakan jika Aku Mencintai mu ? "
khaira memundurkan langkah nya ke belakang hingga kini mereka sedikit berjauhan.
" Tuan Alfianda Aku Mencintai mu , AKU MENCINTAI MU........." ucap khaira ia menekan kan kata-kata di akhir ucapan nya.
Air mata masih terus mengalir membasahi pipi nya, ia tidak bisa menahan rasa sakit di hati nya, dan khaira tak tahu bagaimana cara menghilangkan rasa sakit itu, mungkin dengan mengeluarkan air mata sedikit mengurangi rasa sakit nya.
" PUAS ? " tanya khaira sambil menatap Alfi dengan mata nya yang basah, kemudian ia membalikkan badan nya melangkah ke arah pintu.
BRukkkk.....
Alfi memeluk khaira dari belakang membuat khaira kaget dan sontak menghentikan langkah nya.
" Gue Juga mencintai loe khaira, SANGAT mencintai loe, gue ngak mau kehilangan loe, gue ngak mau loe pergi dari hidup gue, apalagi sampai loe memilih pergi dengan rizwan "
Alfi memeluk erat tubuh khaira seolah ia tak mau melepas kan nya. ia takut kehilangan wanita sebaik khaira, bagi nya khaira adalah istri yang sempurna.
Namun ego nya selalu mengalah kan akal sehat nya. hingga ia selalu saja merasa berat untuk memilih antara Elisa dan khaira.
Khaira tertawa getir mendengar apa yang baru saja di ucap kan Alfi, bagi nya ucapan Alfi itu bagaikan sebuah lelucon.
Bagaimana bisa Alfi mengatakan jika ia sangat mencintai diri nya sedangkan di luar sana masih ada wanita lain yang akan menjadi penghibur suami nya kala ia tak berada di samping nya.
" Jangan memberi harapan palsu untuk ku, karna aku tak ingin semakin terluka di saat kita nanti tak lagi bersama "
ucap khaira butiran bening itu kembali mengalir membasahi pipi nya, bahkan kini mengenai tangan Alfi yang melingkar di perut nya.
Khaira berusaha melepas kan tangan Alfi yang melingkar di perut nya. Namun bukan nya melepaskan nya Alfi malah memeluk khaira lebih erat lagi.
" TOLONG... jangan lepas kan pelukan ini, izinkan gue memeluk loe dan mendekap loe dalam kehangatan yang akan selalu gue berikan untuk loe, gue siap untuk menjadi sandaran buat loe di saat loe dalam kegelisahan dan terluka "
ucap Alfi ia masih memeluk khaira dan menenggelamkan wajah nya di ceruk leher khaira. khaira berusaha membuat Alfi menjauh dari nya, ia merasa geli saat merasakan deru nafas Alfi yang mengenai kulit nya.
" Lepassss.... aku mau ke kamar tolong jangan seperti ini !!! , berapa kali harus aku bilang jika aku tak mau berada di dekat mu sebelum kamu memilih antara aku dan Elisa "
ucap khaira air mata seolah tiada kering selalu saja mengalir menghiasi wajah cantik nya.
Alfi hanya diam mendengar ucapan khaira, ia tidak menjawab sepatah kata pun, dan ia pun tidak melepas kan pelukan nya dari khaira.
" Aku sudah mengambil keputusan jika aku akan memilih untuk pergi dari pada harus hidup dalam rumah tangga yang hanya menggoreskan luka "
ucapan khaira membuat Alfi mengangkat kepala nya dan menatap ke arah khaira dari samping.
" Apa maksud loe bicara seperti itu ?, Apa loe mau pergi dari hidup gue ?, Kenapa ?, Loe ingin kembali lagi dengan dia ? "
__ADS_1
Alfi menanyakan berbagai pertanyaan yang membuat khaira pusing mendengar nya.
" Aku sudah lelah mempertahan kan pernikahan kita, jika memang kamu memilih dia, maka katakan lah aku akan mencoba menerima nya, tapi aku mohon tolong lepaskan aku !! ,
karna aku tak bisa bertahan hidup dengan mu jika kamu tetap menghadirkan dia di antara kita ".
khaira mencoba melepaskan kembali tangan Alfi yang melingkar di perut nya dan kali ini berhasil.
ia segera melangkah menjauh dari Alfi, ia kembali melangkah kan kaki nya ke arah pintu. Namun lagi-lagi Alfi memeluk nya dari belakang hingga langkah nya kembali terhenti.
Khaira kembali berusaha melepaskan diri nya dari pelukan Alfi namun kini Alfi memeluk nya dengan erat, hingga ia sulit untuk melepaskan nya .
" Jangan pergi khaira, gue mohon !! , gue ngak mau loe pergi dari hidup gue " ucap Alfi dengan lirih, ia kembali menenggelamkan wajah nya di bahu khaira. Namun kini khaira merasa ada sesuatu yang membasahi baju nya.
" Apa dia menangis " gumam khaira dalam hati. ia kembali merasakan tetesan air pada baju nya.
ia tak menyangka jika pria yang memiliki sifat egois dan tak pernah perduli dengan perasaan nya kini malah menangis di bahu nya.
" Aku harus pergi karna tak ada tempat lagi bagi ku untuk tetap berada di sini "
ucap khaira dengan lirih, air mata yang tadi nya mulai mengering kini malah kembali memenuhi pelupuk mata nya.
" khaira gue sayang sama loe dan gue memilih loe untuk tetap berada di samping gue, Gue Memilih Loe khaira, GUE PILIH LOE "
DEG
ucapan Alfi membuat khaira terdiam ia seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya.
" jangan bercanda aku tak percaya dengan kata-kata mu itu, jangan katakan kamu memilih aku jika kamu tak bisa meninggalkan dia "
Sebenar nya Khaira sangat bahagia mendengar apa yang baru saja di ucapkan Alfi. namun ia takut jika Alfi tetap tak mau meninggal kan Elisa, meskipun Alfi mengatakan jika ia memilih diri nya untuk tetap bertahan di samping nya.
Alfi melepas kan pelukan nya dari Khaira, ia menghapus air mata nya entah mengapa ia menjadi sangat lemah saat mengingat khaira akan meninggalkan nya. di raih nya bahu khaira dan membalikan badan khaira agar berhadap-hadapan dengan nya.
Di tatap nya mata khaira yang kini di penuhi dengan air mata.
" gue tidak bercanda khaira, gue serius untuk memilih loe, jadi tolong jangan tinggalkan gue " ucap Alfi ia menatap lekat mata khaira.
Alfi beralih menggengam ke dua tangan khaira ia menatap khaira dengan tatapan serius.
" Khaira.... gue janji gue bakal tinggal kan Elisa, gue janji " ucap Alfi bersungguh-sungguh.
" Jangan berjanji jika nanti nya kamu mengingkari, dan jangan memilih aku jika kamu terpaksa melakukan nya, aku ingin kamu memilih ku karna memang pilihan hati mu bukan karna terpaksa ".
ucap khaira dengan lirih, air mata kembali mengalir, khaira menghapus air mata nya, yang seolah tak ingin berhenti keluar.
" Khaira gue memilih loe bukan karna terpaksa tapi karna gue yakin sama pilihan hati gue yang memilih loe untuk tetap berada di samping gue.
khaira loe harus percaya kali ini gue pasti akan tepati janji gue, " ucap Alfi ia menatap khaira berusaha membuat khaira yakin dengan ucapan nya itu.
Khaira menatap dalam mata Alfi ia berusaha mencari kebenaran disana, dari tatapan mata Alfi khaira bisa melihat jika Alfi memang bersungguh-sungguh mengatakan nya.
" Janji ? " tanya khaira memastikan ia masih tetap menatap kedalam mata alfi.
Alfi tersenyum mendengar ucapan khaira, ia mengangguk kan kepala nya.
" Janji " ucap Alfi kemudian, ia tersenyum menatap khaira yang kini juga tersenyum pada nya.
Alfi langsung memeluk khaira yang di balas pelukan oleh khaira, sesaat mereka menikmati pelukan hangat yang sama-sama sudah lama mereka rindukan.
" Khaira " panggil Alfi ia masih memeluk tubuh khaira.
" Hemm... " khaira hanya menjawab dengan gumaman nya. ia tidak menatap ke arah Alfi ia hanya menenggelamkan wajah nya di dada bidang suami nya itu. menikmati pelukan hangat yang telah lama tidak di rasakan nya.
" Ada apa? " tanya khaira pada Alfi, saat ia tidak mendengar suara Alfi. ia hanya mendongakkan kepala nya menatap Alfi tanpa melepaskan pelukan nya itu.
" Aku boleh ngak ? " tanya Alfi ia menolehkan pandangan nya ke bawah menatap ke arah khaira.
" boleh apa nya ? " tanya khaira sambil menaikkan sebelah alis nya.
" C_I_U_M " ucap Alfi sambil tersenyum, namun ia malah mendapat kan tatapan tajam dari khaira.
" etsss... santai dong jangan marah, kenapa loe malah marah suami minta di cium wajar kali, lagian aku hanya minta di cium bukannnn....... "
Alfi sengaja tak melanjutkan ucapan nya, ia ingin menggoda khaira dan itu berhasil membuat pipi khaira memerah.
" kok muka loe merah " goda Alfi, khaira melepaskan pelukan nya dan memalingkan wajah nya ke arah lain.
" Aku mau ke kamar " ucap khaira sambil membalikkan badan nya membelakangi Alfi.
" loe gue kan udah bilang kalau gue mau kita sekamar " ucap Alfi sambil menatap punggung khaira.
" Ngak mauu... Putusin dulu pacar mu itu, baru aku pindah ke kamar ini "
ucap khaira ia melangkah kan kaki nya ke luar kamar tanpa memperdulikan Alfi yang kini berdecak kesal karna ucapan nya itu.
💞 💞 💞 💞 💞
-
-
-
Happy Reading...
Berikan komentar dan like yang lebih banyak agar Author lebih semangat untuk meng UP lebih banyak episode selanjut nya.
Terima Kasih 😊
__ADS_1
Salam Author
Ety Salmila