
*** Memiliki Mu Adalah Satu Anugrah Terindah Bagi Ku...
Cantik Nya Paras Mu Yang Selalu Engkau Pagari Dengan Pakaian Islami Dan Akhlak Terpuji •••
Sungguh Aku Terpana Dengan Semua Yang Ada Pada Dirimu ***
🍂 Alfianda Rahman 🍂
🍁 🍁 🍁 🍁 🍁
-
Akhir nya mereka berjalan ke arah restoran yang ada di depan taman tersebut.
Sesampai nya di dalam restoran Alfi menutup mata khaira dengan kain kecil berwarna biru muda senada dengan pakaian yang di gunakan khaira saat ini.
Khaira yang mendapat perlakuan Alfi yang seperti itu merasa kaget, karna tiba-tiba Alfi menutup mata nya.
" Loh kok mata ku di tutup ? " Tanya khaira saat Alfi melingkarkan kain kecil itu, menutupi mata nya.
" Udah kamu tenang aja ngak ada apa-apa kok, aku hanya ingin membawa kamu ke suatu tempat, jadi kamu ngak boleh buka kain ini sampai aku yang membuka nya nanti, ngertikan..?? " Ucap Alfi yang di anggukki kepala oleh khaira.
Akhir nya Alfi menuntun khaira untuk berjalan ketempat yang ingin mereka tuju, sesampai nya di depan tangga Alfi memberi instruksi pada khaira agar mengangkat kaki nya untuk menaiki tangga.
Satu persatu mereka menaiki setiap anak tangga sampai pada anak tangga yang terakhir.mereka akhir nya sampai di tempat yang ingin mereka tuju.
" Oke stop... " Ucap Alfi meminta khaira agar berhenti dan khaira pun menghentikan langkah nya.
" Sekarang aku akan buka ikat mata nya tapi kamu jangan buka mata dulu sampai aku yang meminta kamu untuk membuka mata. Oke !! "
Ucap Alfi dan khaira menganggukkan kepala nya sebagai jawaban. Alfi berjalan ke belakang khaira perlahan-lahan membuka tali yang mengikat mata khaira.
" Sekarang kamu boleh buka mata nya " Ujar Alfi setelah ia melepas kain tersebut. Mendengar ucapan Alfi khaira perlahan-lahan mulai membuka mata nya.
" Surprissee..... " Ucap Alfi saat khaira sudah membuka mata sepenuh nya.
Khaira yang melihat pemandangan yang menakjubkan di depan mata nya menutup mulut nya tak percaya.
" Gimana kamu suka ngak sama pemandangan nya? " Tanya Alfi sambil tersenyum saat ia melihat khaira yang tak pernah memalingkan wajah dari pemandangan di depan nya sedikit pun.
Saat ini mereka berada di atap tertinggi Restoran yang terdiri atas 2 lantai tersebut.
Mereka dapat melihat suasana kota yang di hiasi dengan cahaya lampu yang berasal dari rumah dan juga toko-toko kecil yang ada di sana, di tambah lagi dengan langit malam yang di hiasi dengan bintang dan juga bulan yang bersinar terang.
Sangat indah hingga khaira tak henti-henti nya mengucapkan tasbih memuji ke indahan yang ada di depan mata nya.
" Kita duduk yuk... " Alfi mengajak khaira untuk duduk di kursi yang ada di sana.
Khaira mengalihkan pandangan nya sesaat ke arah Alfi, lalu menatap ke arah meja yang di tunjukkan Alfi. Khaira hanya menganggukkan kepala nya.
Mereka akhir nya berjalan menuju meja yang di hias dengan sangat indah. Alfi memundurkan salah satu kursi mempersilahkan khaira duduk, setelah itu Alfi duduk di kursi yang ada di depan khaira.
" Kamu suka ngak ?? " Tanya Alfi sambil menatap ke arah khaira yang sedang menikmati ke indahan malam. Khaira yang mendengar pertanyaan Alfi mengalihkan pandangan nya menatap Alfi.
" Suka banget... Makasih buat semua nya " Ucap khaira sambil tersenyum menatap ke arah Alfi yang juga tersenyum ke arah nya.
" Alhamdulillah.... " ucap Alfi tanpa mengalihkan pandangan nya dari khaira dan senyum yang masih mengembang.
Khaira kembali menolehkan pandangan nya menatap lampu-lampu yang berkilau, sangat indah hingga khaira benar-benar takjub melihat nya.
" Sayaangg....... "
Khaira kembali menolehkan pandangan nya menatap ke arah Alfi saat Alfi memanggil nya.
Khaira mengernyitkan dahi nya saat melihat Alfi yang berjalan ke arah nya. Alfi meraih tangan khaira dan membawa nya menatap lampu- lampu yang masih menghiasi suasana kota di malam hari.
Khaira menatap ke arah Alfi sejenak yang ada di samping nya, lalu kembali menoleh menatap lampu-lampu yang ada di depan nya senyuman nya selalu menghiasi bibir indah nya itu.
Khaira menautkan kedua alis nya, saat merasakan ada seseorang yang memeluk nya dari belakang.
Dilihat nya sebuah tangan yang melingkar di perut nya, khaira sedikit mendongak kan kepala nya menatap ke arah Alfi.
tentu saja ia tahu jika yang memeluk nya adalah Alfi karna mereka hanya berdua di sana seperti nya tempat itu telah di pesan oleh Alfi untuk mereka berdua, karna biasa nya banyak pelanggan yang memilih tempat itu.
Khaira meraih tangan Alfi dan berusaha melepaskan nya, ia merasa kurang nyaman Alfi melakukan hal itu pada nya
Bukan karna ia tak suka jika di peluk Alfi ia hanya merasa tak nyaman karna saat ini mereka berada di tempat umum.
" bang.... jangan seperti ini " Alfi yang sedang menikmati pelukan nya pada khaira sedikit mendongakkan kepala nya menatap ke arah khaira dari samping.
"Kenapa ? kamu ngak suka kalau aku peluk ya? " tanya Alfi ia menaikkan sebelah alis nya karena merasa bingung mendengar ucapan khaira.
" Bu... bukan gitu, ta... tapi kan saat ini kita lagi berada di tempat umum, gimana kalau sampai ada yang lihat apa yang sedang kita lakukan ? "
tanya khaira gugup ia hanya melirik sekilas ke arah Alfi yang masih terus menatap ke arah nya.
Alfi yang mendengar ucapan khaira malah terkekeh karna merasa aneh dengan ucapan khaira, jelas-jelas khaira melihat jika mereka hanya berdua dan tidak ada siapa pun di sana.
" Memang nya kamu ngak lihat kalau kita hanya berdua di sini " tanya Alfi tanpa melepaskan pelukan nya dari khaira.
" di sini memang tidak ada siapa pun tapi bagaimana jika nanti tiba-tiba ada yang datang "
ucap khaira ia kembali melirik ke arah Alfi sekilas lalu kembali menolehkan pandangan nya kedepan menatap cahaya lampu yang masih menghiasi ke indahan kota tempat mereka berada.
" Ngak kan ada orang yang datang karna aku udah pesan tempat ini untuk kita berdua, jadi bolehkan jika aku ingin menikmati waktu berdua dengan mu malam ini.
Ucap Alfi masih dengan memeluk khaira dan menatap keindahan yang ada di depan mata mereka.
" Huffff....... "
Khaira menghembus nafas nya kasar. Alfi langsung melirik ke arah khaira, saat khaira menghembus nafas nya kasar.
" Kenapa ? " Tanya Alfi pada khaira, namun khaira tak menjawab pertanyaan Alfi.
"Kamu Ngak suka ya aku bersikap seperti ini Sama kamu..? " Tanya Alfi masih dengan melirik ke arah khaira.
Alfi menghembus nafas nya kasar lalu melepas pelukan nya dari khaira, Namun dengan cepat khaira menahan tangan Alfi agar tetap memeluk nya.
" Tentu saja aku suka bahkan aku sangat bahagia kalau abang bersikap seromantis ini, karna ini lah yang selalu aku nantikan sejak pertama kita menikah "
Ucap khaira sambil menampilkan senyum tulus nya, sedang kan pandangan nya masih terarahkan ke arah cahaya lampu yang ada di sana.
__ADS_1
" Maaf... Seharus nya setelah kita menikah aku memberikan kamu kebahagiaan, bukan malah menyakiti kamu " Ucap Alfi dengan lirih dan tatapan yang penuh penyesalan.
Khaira yang mendengar ucapan Alfi langsung membalikkan badan nya menghadap ke arah Alfi. Khaira meraih tangan Alfi lalu mengenggam dan menatap lekat ke arah nya.
" Sudah lah semua nya sudah berlalu yang terpenting sekarang kita harus membuka lembaran baru, dengan kisah yang akan berakhir dengan bahagia " Ucap khaira sambil tersenyum menatap ke arah Alfi.
Alfi membalas senyuman khaira di tatap nya kedua bola mata hitam khaira yang kini juga menatap ke arah nya.
Alfi tak bisa berkata apa-apa sungguh Khaira wanita yang sempurna bagi nya. Berkali-kali ia mengucapkan syukur karna mendapatkan wanita selembut dan se baik khaira.
Alfi kembali memeluk khaira, dan begitu pun dengan khaira ia membalas pelukan Alfi pada nya, terukir senyum di bibir khaira karna lagi-lagi ia mendapatkan dekapan hangat suami nya itu.
" Terima kasih atas kesempatan yang kamu berikan pada ku aku janji tak akan menyakiti kamu lagi "
Ucap Alfi masih dengan memeluk erat tubuh khaira seolah ia enggan untuk melepaskan nya.
" Aku yang harus nya berterima kasih atas semua keindahan yang kamu berikan hari ini,
aku akan jadikan malam ini, malam yang paling berkesan dalam hidup ku, akan aku jadikan malam ini sebagai kenangan yang tak kan pernah aku lupakan "
Ucap khaira masih dengan menampilkan senyum hangat nya, ia juga memeluk Alfi dengan erat dan begitu menikmati pelukan yang mungkin ia rindukan saat ia berjauhan dengan Alfi.
" Aku juga akan menyimpan kenangan ini di dalam hatiku yang paling dalam, menjadi kan nya hal terindah dalam hidup ku saat aku dan kamu saling mengungkapkan perasaan satu sama lain "
Ucap Alfi ia juga tersenyum, sesekali Alfi mengecup pucuk kepala khaira yang di tutupi oleh hijab nya. Khaira mengernyitkan dahi nya saat tiba-tiba Alfi melepaskan pelukan nya.
Alfi berjalan ke arah meja makan, lalu ia mengambil sebuah gitar yang tanpa khaira sadari sudah tersedia di sana.
Alfi melangkah kan kaki nya krmbaki menuju ke arah khaira dengan senyuman yang mengembang.
" Aku ingin menyanyikan sebuah lagu untuk kamu, semoga kamu menyukai nya "
Ucap Alfi, kini ia berdiri tepat di hadapan khaira. Khaira hanya tersenyum dan mengamati setiap gerakan yang dilakukan suami nya itu.
Perlahan-lahan Alfi mulai memetik senar gitar nya dengan indah, membuat khaira yang mendengar nya ikut terhanyut dalam suara musik yang di mainkan Alfi.
🎵 🎵🎵🎵🎵
Kamu yang aku butuhkan
Untuk jadi teman hidupku....
Bidadari tak bersayap
datang padaku
Dikirim Tuhan dalam
wujud wajah kamu
Dikirim Tuhan dalam
wujud diri kamu....
Sungguh tenang kurasa
saat bersamamu
Sederhana namun indah
Sederhana namun indah
Sampai habis umurku
Sampai habis usia
Maukah dirimu jadi teman hidupku?
Kaulah satu di hati
Kau yang teristimewa
Maukah dirimu hidup denganku?
Diam-diam aku memandangi wajahnya
Tuhan, kusayang sekali wanita ini
Tuhan, kusayang sekali wanita ini
Sampai habis nyawaku
Sampai habis usia
Maukah dirimu jadi teman hidupku?
Kaulah satu di hati
Kau yang teristimewa
Maukah dirimu hidup denganku?
Katakan "Yes I do"
Jadi teman hidupku
Du du-du-du-du
Du du-du-du-du du-du-du
Ho—o ...
Sampai habis umurku
Sampai habis usia
Maukah dirimu jadi teman hidupku?
Kaulah satu di hati
Kau yang teristimewa
__ADS_1
Maukah dirimu hidup denganku?
Katakan "Yes I do"
Jadi teman hidupku
Katakan "Yes I do"
Hiduplah denganku
Jadi teman hidupku....
🎵 Anji - Bidadari Tak Bersayap
Alfi menyanyikan setiap bait lagu nya dari dalam hati hingga rasa dari lagu itu tersampaikan dengan sempurna pada khaira.
Sungguh ia terharu, bibir nya tak henti-hentinya memperlihatkan senyum.
" Aku punya sesuatu buat kamu " Ucap Alfi sambil tersenyum menatap ke arah khaira, Alfi meletakkan gitar nya di dinding pembatas atap restoran tersebut.
Khaira menatap bingung ke arah Alfi saat tiba-tiba Alfi berlutut di hadapan nya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berbentuk love dari saku celana nya.
Alfi membuka kotak kecil tersebut tepat di hadapan khaira. Khaira semakin di buat takjub saat ia melihat isi kotak tersebut sebuah cincin putih yang bermata kan berlian sungguh indah di pandang mata.
" Khaira Najwa Safira mau kah kamu menjadi pendamping hidup ku yang sesungguh nya dan menjadi ibu dari anak-anak ku,
Menjadi pengingat dikala aku salah dalam memilih langkah, Layak nya seorang makmum dalam shalat yang selalu memperingatkan imam shalat nya jika ia terlupa atau khilaf dalam mengerjakan suatu rukun atau sunnah "
Ucap Alfi pandangan nya menatap lekat ke arah khaira, yang kini terdiam dan menatap nya dengan mata yang berkaca-kaca.
Sejenak terjadi keheningan di antara mereka berdua, Sampai anggukan kepala yang di berikan khaira membuat garis melengkung di antara ke dua nya terukir sempurna.
Setetes air mata kebahagiaan mengalir di pipi khaira saat ia mendapatkan perlakuan yang begitu manis dari suami nya itu.
Alfi bangkit berdiri di ambil nya cincin putih dari kotak tersebut dan memasangkan nya pada jari manis sebelah kiri khaira.
ia tidak memasangkan cincin tersebut di jari sebelah kanan khaira, karna di sana masih terdapat cincin emas, mahar pernikahan mereka.
Alfi mengenggam kedua tangan khaira dan menatap mata khaira yang masih di penuhi air mata.
Alfi melepaskan salah satu genggaman tangan nya lalu ia menghapus air mata yang mengalir di pipi khaira, bibir nya terus memperlihatkan senyuman kebahagiaan.
Khaira yang melihat Alfi terus tersenyum ke arah nya, langsung menghambur ke pelukan Alfi. Ia menumpahkan segala air mata kebahagiaan nya disana.
Sungguh ia tak pernah menyangka jika Alfi hari ini akan memberikan sejuta kebahagiaan untuk nya. Dan mewujudkan semua mimpi yang selama ini ia inginkan.
" Tetap lah bersama ku sayang apa pun yang terjadi, bertahan lah jika suatu saat nanti akan datang kembali badai yang mencoba menggoyahkan keutuhan rumah tangga kita "
Ucap Alfi, khaira hanya diam mendengar ucapan Alfi, ia masih memeluk alfi erat dan menangis dalam dekapan nya.
" Kruuyukk.... Kruuyukk..... "
Khaira mengernyitkan dahi nya saat mendengar suara keroncongan perut alfi, ia melepas pelukan nya dari Alfi saat mendengar suara tersebut.
" Kamu lapar ...?? " Tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi dengan mata nya yang masih basah karna air mata.
" Hehehe.... Iya Aku lapar dari tadi belum makan " Ajak Alfi, ia tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Kalau lapar kenapa ngak bilang dari tadi, sampai terdengar suara perut yang demo karena minta di isi makanan, hilang deh suasana romantis nya "
Ucap khaira sambil memperlihatkan wajah nya yang pura-pura merajuk. Alfi terkekeh saat mendengar ucapan khaira, karna suara perut nya yang keroncongan malah membuat suasana romantis nya sama khaira jadi terganggu.
" Maaf... Habis nya aku lapar banget, gimana kalau kita langsung makan aja, aku udah siapin beberapa makanan kesukaan kamu "
Ucap Alfi sambil menatap khaira dan tersenyum ke arah nya, khaira hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
Alfi menggandeng tangan khaira lalu membawa nya kembali ke meja makan.
Mereka akhir nya menikmati makan malam dengan suasana yang begitu romantis dan sesekali mereka menyuapi satu sama lain.
Setelah selesai makan Alfi langsung mengajak khaira pulang karna malam pun sudah menunjukan pukul 11 : 40. dan restoran ini akan di tutup pada pukul 12 : 00 malam.
Sebelum meninggal kan tempat itu mereka menyempatkan untuk berfoto, untuk menjadikan nya sebagai kenangan suatu saat nanti.
Setelah puas berfoto mereka menuruni setiap anak tangga dengan saling bergandengan. mereka tak perduli jika banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka dengan berbagai tatapan, saat mereka melewati setiap lantai restoran tersebut .
Ada yang menatap mereka dengan tatapan iri, terutama dikalangan kaum perempuan yang menggemari Alfi, sebagai seorang atlit voli dan juga co-pilot. Mereka begitu iri kepada khaira yang bisa menjadi istri dari seorang laki-laki tampan dan memiliki segudang prestasi seperti Alfi.
Ada pula yang menatap mereka dengan tatapan hina dan megunjing karna mereka menebarkan kemesraan di depan umum.
Padahal Alfi dan khaira tidak melakukan tindakan yang berlebihan selain dari saling bergandengan satu sama lain. bukan kah itu hal yang wajar karna mereka telah sah menjadi sepasang suami-istri ?
Tapi begitu lah manusia selalu megunjing orang lain tanpa melihat kekurangan sendiri. seolah mereka lah makhluk yang paling benar tanpa mereka menyadari jika dosa yang mereka perbuat lebih besar dari orang yang mereka gunjing kan.
Dan Kita harus selalu mengingat jika setiap perkataan buruk yang kita lontarkan pada orang lain, terkadang itu bisa menjadi karma dan boomerang untuk kita di masa depan.
Alfi dan khaira masih terus melanjutkan langkah nya tanpa memperhatikan tatapan orang-orang terhadap mereka, hingga mereka sampai di parkiran mobil.
Setelah membuka pintu untuk khaira dan khaira melangkah masuk kedalam nya, Alfi berjalan ke arah pintu kemudi lalu ia masuk ke dalam mobil nya.
Alfi menyalakan mesin mobil nya dan secara perlahan-lahan ia mulai menjalankan mobil nya meninggalkan area parkir dan restoran menuju ke jalan raya.
Alfi menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang memecah jalanan kota yang mulai renggang karna malam yang sudah semakin larut.
-
💞 💞 💞 💞 💞
-
Happy Reading
Author minta maaf karna up nya agak sedikit lama, tapi Semoga readers suka dengan episode kali ini 😊
Berikan like dan komentar yang lebih banyak juga saran untuk membantu author memperbaiki segala ke kurangan nya 🙏😘
Terima Kasih🙏
-
Salam Author
__ADS_1
-
Ety Salmila