
*** Saat kau pergi jauh ada rasa rindu dihatiku
mungkin saja rasa itu mulai tumbuh
Namun aku merasakan rasa takut
saat ku membayangkan jika kau pergi tiada kembali lagi ***
♦Khaira Najwa Safira♦
Hari demi hari khaira lalui tanpa kehadiran Alfi di samping nya. entahlah, ia tak tahu mengapa ia begitu merindukan laki-laki itu. seperti nya ia mulai mencintai Alfi. Namun ia tak ingin mengambil kesimpulan secepat itu mengenai perasaan nya. hati nya terlalu mudah untuk jatuh cinta kepada siapa pun.
Namun tetap saja di hatinya yang terdalam ia masih mencintai rizwan. selama khaira berpisah dengan rizwan bukan berarti hatinya tak pernah terbagi. seperti saat ia duduk di bangku kelas 2 SMA ia mempunyai sedikit rasa kepada seorang teman kelasnya. laki-laki yang menjadi penghibur untuk nya, yang mampu membuat nya tertawa dengan segala tingkah kocak nya itu. setelah setahun mereka berteman ada serpihan rasa yang hinggap di hati khaira untuk laki-laki itu.
ia pun merasakan yang sama jika laki-laki itu juga mempunyai rasa yang sama dengan nya. dapat ia lihat dari sikap nya yang selalu berusaha untuk mendekatinya.
Saat ia mulai menyadari tentang perasaannya itu, ia memutuskan untuk menjaga jarak dengan teman laki-laki nya tersebut, karna ia tak ingin jatuh terlalu dalam. apalagi sampai membuat prinsip yang ingin dijaga nya itu goyah hanya karna nafsu semata.
khaira mempunyai prinsip jika dirinya takkan berpacaran dengan siapa pun, akan menjaga kesuciannya untuk orang yang akan menjadi pendamping hidup nya kelak. menjadikan suaminya laki-laki yang pertama dan terakhir baginya. maka tak heran jika ia melakukan kontak fisik dengan Alfi wajah nya bersemu merah karna malu dan jantung nya juga bisa berdetak dengan kencang. karna Alfi memanglah laki-laki pertama baginya.
Khaira begitu mudah dalam mencintai seseorang dan juga begitu mudah untuk melupakan nya, kecuali rizwan cinta pertama nya itu, entah mengapa ia begitu sulit untuk melupakan rizwan. jika laki-laki lain yang dicintainya dalam waktu satu bulan ia tak berjumpa denganNya, khaira bisa melupakan dengan mudah orang yang dicintainya itu. Namun tidak dengan rizwan bukan hanya dalam hitungan bulan bahkan dalam hitungan tahun sekali pun ia tetap tak bisa melupakan rizwan.
Meskipun kini khaira sudah menjadi istri sah dari seorang Alfianda Rahman, lelaki tampan yang menjadi idola para remaja namun hatinya masih mencintai rizwan karna itu ia tak ingin mengambil kesimpulan secepat itu mengenai perasaannya terhadap Alfi.
Ia ingin melupakan rizwan sepenuh nya dan menjadikan Alfi satu-satunya laki-laki yang ia cintai. namun mungkin itu akan menjadi perjuangan terbesarnya karna mengingat Alfi yang tak mencintai dirinya. ia akan sulit untuk bisa mencintainya mengingat sikap Alfi yang terlalu acuh padanya, ia takut jika nantinya ia malah membenci Alfi karna sikap nya itu.
Sudah hampir seminggu Alfi kembali kekota, namun tak satu pun pesan yang dikirimkan Alfi untuk khaira. sempat terbesit dibenak khaira untuk menghubungi laki-laki itu namun di urungkan nya karna ia takut Alfi malah marah padanya.
Hari ini harusnya Alfi sudah kembali, karna sesuai apa yang dikatakannya sebelum ia pergi ke kota, ia akan kembali kesini satu hari sebelum resepsi pernikahan mereka disana digelar, dan besok adalah hari dimana resepsi pernikahan mereka digelar dikediaman alfi.
Namun entah mengapa hingga sudah menjelang siang begini Alfi belum juga kembali ia jadi khawatir jika ternyata Alfi takkan kembali lagi kesini. lalu bagaimana dengan acara resepsi besok tidak mungkin ia pergi kesana hanya di dampingi keluarga besarnya tanpa ditemani oleh Alfi.
Khaira masih terus menunggu kedatangan Alfi, sampai ia mendengar suara mesin mobil memasuki halaman rumahnya. ia tersenyum ketika melihat sebuah mobil berwarna silver yang tak lain adalah mobil Alfi memasuki perkarangan rumah nya. khaira segela berjalan menuju keluar rumah saat ia melihat mobil Alfi berhenti di halaman rumahnya.
Sesampainya di luar ia melihat Alfi turun dari dalam mobil nya. Alfi terlihat begitu tampan dengan pakaian casual nya. khaira berjalan mendekat ke arah Alfi, sesampai nya ia disana khaira tersenyum kepada Alfi lalu kemudian ia mencium punggung tangan suami nya itu. setelah itu ia mengajak Alfi masuk kedalam rumah.
Sedangkan Alfi yang diperlakukan sebaik itu oleh khaira sama sekali tak menanggapi nya ia malah bersikap acuh terhadap perlakuan khaira.
Alfi duduk diruang tamu yang hanya dilapisi oleh ambar sebagai alasnya.sedangkan khaira pergi menuju ke dapur membuat minuman untuk alfi. tak lama kemudian khaira datang dengan membawa kan secangkir air ditangannya, lalu diletakkan nya di depan Alfi, khaira juga ikut duduk di depan Alfi.
Alfi lalu meminum air yang dibawa khaira tadi.
" abang pulang nya kenapa sore banget? " tanya khaira pada Alfi ia melirik jam dinding yang ada diruang tamu sudah menunjukkan pukul 15: 30.
" banyak urusan " jawab Alfi datar, khaira menghela nafas nya kasar ia sudah menunggu kedatangan Alfi sejak tadi pagi tapi saat Alfi sudah kembali Alfi sama sekali tak menanggapi dirinya.
__ADS_1
" loe harus bawa beberapa baju besok serta keperluan loe yang lainnya, karna gue ngak bisa kembali kesini besok, lusa gue masih harus bekerja " ucap Alfi tanpa melihat kearah khaira lalu ia kembali meminum minumannya.
khaira menghela nafas nya kasar saat lagi-lagi Alfi tak bisa kembali kesini karna alasan pekerjaan.
" berapa lama kita disana? " tanya khaira lagi sambil menatap ke arah Alfi yang masih menikmati minuman nya.
" mungkin 3 hari" jawab nya datar.
" ya udah kalau gitu aku mau siapkan semua keperluan ku besok " ucap khaira seraya bangkit dari duduknya.
Alfi tak menanggapi perkataan khaira, khaira berjalan memasuki kamarnya untuk menyiapkan segala keperluan yang ia butuhkan saat dirumah alfi.
15 menit kemudian ia sudah selesai menyiapkan segala keperluannya, satu tas ransel yang penuh dengan berbagai keperluan khaira. kemudian khaira keluar kamar menuju ke ruang tamu tempat Alfi berada.
sesampai nya disana ia tidak menemukan keberadaan Alfi disana, ia hanya melihat cangkir bekas minuman Alfi yang tadi dibawanya. kemudian ia berjalan menuju keluar rumah untuk mencari keberadaan Alfi dan benar saja ia melihat Alfi yang sedang berada di atas ayunan yang ada di bawah pohon samping rumah nya sambil memainkan smartphone nya.
" abang nanti malam mau dimasakin apa? " tanya khaira lembut,saat ia sudah berdiri di dekat Alfi. namun Alfi tidak menjawab pertanyaan khaira.
" bang.. " panggil khaira lagi
" terserah.. " Alfi menjawab dengan suara datar dan tanpa melihat kearah khaira.
" bang.. akk... " belum selesai khaira berbicara Alfi sudah menyelanya terlebih dahulu.
" loe bisa ngak sih ngak usah gangguin gue? ngak usah banya tanya gue ngak perduli apapun yang loe lakuin, mending sekarang loe pergi deh gue lagi pengen sendiri, jangan bikin mood gue tambah ancur karna melihat muka loe dan mendengar omongan loe yang tidak bermutu itu" ucap Alfi dengan tatapan tajam
khaira berjalan ke arah kamar nya sesampai nya disana pertahanan nya roboh di balik pintu kamar itu, khaira menangis karna rasa sesak didada nya, SAKIT itu lah yang ia rasakan saat lagi-lagi Alfi melontarkan kata-kata kasar pada nya. dirinya terlihat tegar namun hati nya begitu lemah.
Alfi berjalan masuk kedalam rumah melangkahkan kaki nya menuju ke dalam kamar, sesampai nya didepan pintu kamar ia mendengar suara isak tangis seseorang dari dalam kamar. didekatkan telinganya nya itu ke daun pintu untuk memastikan pendengaran nya. dan ternyata ia tidak salah dengar jika ia mendengar isakan tangis seseorang dan ia yakin jika itu suara isak tangis khaira.
Alfi mengernyitkan dahinya saat ia memikirkan apa yang membuat khaira menangis?
" Dia nangis kenapa? apa karna perkataan gue tadi? perasaan gue ngak ngomong yang macam-macam, terus kenapa dia nangis? dasar cewe lemah dikit-dikit nangis, dikit-dikit nangis gimana caranya ia menghadapi orang yang menindas nya kalau ia selemah itu? " ucap alfi dalam hati, ia menatap kearah pintu lalu berjalan keluar rumah. ia tak perduli dengan khaira yang sedang menangis.
Suara adzan sudah berkumandang, khaira dari tadi tidak keluar dari kamar nya akhirnya alfi memutuskan untuk pergi ke masjid melaksanakan shalat magrib disana.
Setelah selesai shalat ia segera kembali ke rumah khaira, sesampai nya disana ia berjalan masuk kedalam rumah, melangkah menuju kamar khaira.
Sesampai nya disana ia segera membuka pintu kamar tanpa mengetuk nya terlebih dulu. khaira yang baru saja selesai shalat dan membuka mukena yang dipakai nya, merasa kaget saat seseorang membuka pintu kamar nya karna pada saat itu ia tidak mengenakan hijab.
khaira langsung berlari kearah pintu saat melihat Alfi ingin masuk ke kamarnya, di tutup nya kembali pintu kamar dengan kasar, sehingga Alfi yang belum sempat melangkahkan kakinya kedalam kamar terdorong keluar kamar, karna khaira mendorong pintu nya terlalu kuat hingga kepala Alfi terbentur daun pintu.
" Duukkk.. "
"Aduhh.. " ucap Alfi sambil memegang jidad nya yang terbentur daun pintu.
__ADS_1
" woy gue mau masuk ngapain loe tutup pintu nya sampai kepala gue kejedot lagi " ucap Alfi dari luar kamar sambil menahan geram atas perlakuan khaira.
khaira yang sudah mengenakan jilbab nya kembali membuka pintu dan dilihat nya Alfi di depan pintu kamar dengan emosi yang tertahan. Alfi melangkah masuk kedalam kamar.
" ngapain tadi loe tutup pintu kamar sampai kepala gue kejedot? " ucap Alfi sambil melangkah masuk kedalam kamar. khaira kembali menutup pintu kamar saat Alfi sudah berada di dalamnya.
" ya maaf habis nya kamu masuk ngak peke ketuk pintu dulu ya aku kaget lah karna aku tadi tidak memakai jilbab " ucap khaira sambil menatap Alfi yang berjalan membelakangi nya.
" gue ini suami loe ngak masalah lah kalau loe ngak pake jilbab di depan gue, emang nya ada larangan seorang suami dilarang melihat istri nya tanpa berjilbab? " ucap Alfi tanpa membalikkan badan nya menghadap khaira, khaira hanya diam mendengar ucapan Alfi, karna apa yang Alfi katakan memang benar saat ini Alfi sudah menjadi suaminya jadi tak ada larangan jika ia tidak memakai jilbab di depan Alfi.
" Jangan kan ngak pake jilbab loe ngak pake baju sekalipun di depan gue ngak kan ada yang ngelarang nya " ucapan Alfi kali ini lagi-lagi membuat wajah khaira bersemu merah. Alfi yang sadar apa yang telah ia ucapkan merutuki kebodohannya karna ucapannya tadi. Alfi langsung berjalan ke arah kamar mandi tanpa melihat ke arah khaira.
Sedangkan khaira ia masih berada di tempat nya, menetralkan jantungnya yang hampir copot karna ucapan Alfi barusan akhir nya khaira memutuskan keluar kamar untuk menyiapkan makanan untuk mereka.
Alfi yang mendengar pintu kamar yang terbuka segera keluar dari kamar mandi. dan ia melihat jika kamar dalam keadaan kosong itu artinya khaira sudah keluar. Alfi kembali merutuki kebodohannya, ia menghempas kan tubuh nya di atas tempat tidur sambil telentang.
Tak lama khaira kembali masuk kedalam kamar, memanggil nya untuk makan malam terlihat kecanggungan di antara mereka, namun Alfi mencoba bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dengan memperlihatkan wajah datarnya. saat ia keluar kamar ia melihat ada beberapa tetangga di ruang tamu rumah khaira, mereka sedang menyiapkan persiapan untuk keberangkatan mereka ke kediaman Alfi untuk resepsi pernikahan Alfi dan khaira yang kedua kalinya. yang akan di gelar esok hari.
setelah makan malam dan melaksanakan shalat 'isya alfi memutuskan untuk segera tidur sedangkan khaira ia bergabung dengan para tetangga yang ada di ruang tamu membantu mereka menyiapkan segala keperluan yang akan mereka bawa.
Setelah semua tetangga pulang khaira juga masuk kedalam kamar, saat ia masuk dilihat nya Alfi yang sedang tertidur di atas tempat tidur. khaira melangkah ke sisi ranjang yang kosong diraih nya bantal yang ada disana, ia memutuskan untuk tidur dilantai dari pada kejadian saat pertama kali ia tidur dengan Alfi malah terulang lagi dan Paginya berakhir dengan sebuah pertengkaran.
khaira menggelar tikar di lantai sebagai alas nya. lalu ia melangkah ke arah lemari untuk mengambil sebuah selimut, setelah menaruh bantal di atas tikar yang telah ia gelar ia segera membaringkan tubuhnya dan menyelimuti nya dengan selimut yang ia ambil dalam lemari tadi, lalu ia tidur dengan membelakangi tempat tidur dimana Alfi tertidur.
Alfi yang sebenarnya belum benar-benar tidur, mengernyitkan dahi nya saat ia merasa tidak ada pergerakan dari tempat tidur yang ia tiduri akhirnya ia mengintip dengan sebelah matanya untuk mlihat apa yang dilakukan khaira sampai ia belum tidur di samping nya.
saat ia membuka sebelah mata nya ia tidak mendapati khaira disana akhirnya ia membuka kedua matanya.
" kemana dia? " tanya Alfi dalam hati saat ia tak menemukan keberadaan khaira di dalam kamar.
" apa ia di kamar mandi? " tanya Alfi pada dirinya sendiri.
Alfi mempertajam pendengaran nya untuk memastikan apakah khaira ada dalam kamar mandi atau tidak. namun ia tidak mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi yang artinya khaira tidak ada disana.
"sepertinya ia tidak ada dikamar mandi lalu kemana dia padahal tadi aku mendengar ada yang membuka pintu dan derap kaki yang melangkah ke arah samping kiri ku " tanya Alfi pada dirinya sendiri, akhirnya ia merubah posisi nya menjadi duduk, saat alfi sudah duduk ia mengernyitkan dahinya saat menoleh kebawah tempat tidur di samping kirinya. ia melihat seorang perempuan yang sejak tadi di carinya ternyata lagi tidur di lantai membelakangi nya.
" kenapa dia tidur dilantai? bukannya kemarin ia bilang kalau dia tidak mau tidur dilantai tapi kenapa sekarang ia malah tidur dilantai?".tanya Alfi lagi pada dirinya sendiri.
Khaira yang tidur membelakangi Alfi kini merubah posisi nya menghadap ke arah Alfi. Alfi memperhatikan wajah khaira yang masih terlihat sembab.
" jadi tadi dia beneran nangis sampai membuat matanya sembab begitu? tapi dia nangis karna apa, apa mungkin karna perkataan ku tadi sore? " ucap Alfi dalam hati sambil memperhatikan wajah khaira.
" udah lah buat apa pusing-pusing mikirin apa yang terjadi padanya, lebih baik aku tidur saja, percuma aku mikirin dia ngak bakal ngerti sama sikap nya itu, karna perempuan memang susah untuk dimengerti " gumam Alfi dalam hati, lalu ia kembali berbaring ditempat tidur kali ini ia tidur dengan memiringkan tubuh nya kearah khaira.
Tak lama kemudian Alfi pun menyusul khaira menuju ke alam mimpi indahnya.
__ADS_1
. 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸