
*** Andaikan Aku Belum Bersama Nya Itu Akan Menjadi Suatu Kebahagiaan Ketika Kau Mengatakan Nya Pada ku ***
Khaira Najwa Safira
🍂 🍂 🍂 🍂 🍂
Hufff....
Alfi menghembus nafas nya kasar, ia menatap pintu kamar yang di masuki khaira lalu melangkah menuju ke kamar nya.
Sudah satu bulan lebih Alfi dan khaira tinggal di rumah baru mereka, Namun hubungan mereka masih sama seperti satu bulan yang lalu.
Khaira yang masih bersikap dingin pada Alfi, membuat laki-laki itu serba salah. Meski pun setiap pagi khaira selalu menyiapi segala kebutuhan nya, Namun tetap saja ia merasa kekurangan karna khaira yang selalu bersikap acuh pada nya.
Khaira hanya menjawab sekena nya jika Alfi bertanya kepada nya. seperti pagi ini hanya keheningan dan dentingan piring yang beradu dengan sendok dan garpu yang terdengar.
Sampai pada akhir nya suara Alfi yang terdengar memecahkan keheningan di antara mereka.
" Loe mau sampai kapan bersikap seperti ini? " tanya Alfi sambil menatap khaira yang masih sibuk menikmati sarapan nya.
" Setiap hari loe hanya diam dan jika gue bertanya loe hanya menjawab seadanya seakan-akan loe enggan untuk berbicara dengan gue, apa loe ngak tau dosa besar bagi seorang istri yang mengacuhkan Suami nya, sama seperti seorang anak yang berdosa jika mengacuhkan orang tua nya "
Khaira yang mendengar ucapan Alfi menghentikan makan nya dan menatap ke arah Alfi.
" Maaf jika sikap ku selama ini menyakiti mu, tapi bukan ini yang kamu lakukan padaku selama ini?" ucap khaira sambil menatap Alfi yang juga menatap ke arah nya.
Alfi mengernyitkan dahi nya mendengar ucapan khaira.
" Jangan tanyakan sampai kapan aku akan bersikap seperti ini, semua nya akan berakhir ketika kamu sudah memberikan pilihan mu " ucap khaira ia masih menatap Alfi yang kini diam menatap ke arah nya.
" dan kamu jangan lupa aku hanya memberikan mu waktu satu bulan untuk menentukan pilihan mu, dan saat ini sudah satu minggu lebih dari waktu yang aku tentukan. " ucap khaira ia meminum minuman nya, kemudian kembali melanjutkan ucapan nya.
" Aku beri kamu waktu satu minggu lagi, jika kamu tetap tidak memberikan pilihan mu maka aku yang akan memilih nya ".
Khaira bangkit dari duduk nya mengambil piring yang hanya tersisa sedikit nasi di piring nya, Entah mengapa tiba-tiba nafsu makan nya menghilang ketika Alfi membicarakan soal sikap nya pada nya.
Alfi hanya diam mendengar ucapan khaira sampai saat ini ia belum tau harus memilih khaira atau Elisa.
Baru beberapa langkah khaira berjalan, tiba-tiba ia kembali menghentikan langkah nya dan membalikkan badan nya ke arah Alfi.
" Aku hari ini akan kembali bekerja mungkin aku akan pulang agak malam karna ada banyak pekerjaan yang mesti ku selesaikan. " ucap khaira sambil menatap ke arah Alfi.
Selama satu bulan ia pindah ke rumah yang baru, ia tidak terlalu memikirkan masalah rumah tangga nya karna ia selalu di sibukkan oleh pekerjaan yang baru di geluti nya selama satu bulan ini.
Alfi menatap ke arah khaira yang kini juga menatap ke arah nya.
" Baiklah, nanti kalau loe udah pulang bisa hubungi gue, nanti gue akan jemput loe " ucap Alfi ia mengambil gelas yang berisi minuman lalu meminum nya.
" Tidak usah nanti aku bisa pulang naik taksi "
ucap khaira suara nya terdengar datar. begitu lah kini sifat khaira dingin dan datar jika berbicara pada Alfi. sama seperti Alfi yang dulu bersikap dingin dan datar pada nya.
" gue ngak mau loe pulang naik taksi, apalagi malam-malam gini, gimana kalau terjadi sesuatu sama loe ?, pokok nya kali ini gue ngak terima penolakan dari loe, ingat jika sudah selesai hubungi gue, nanti pasti akan gue jemput ".
Alfi yang sudah menyelesaikan makan nya bangkit dari duduk nya, dan melangkah ke arah khaira.
" gue pergi dulu, jangan lupa kalau sudah selesai kerja hubungi gue " ucap Alfi. khaira hanya menganggukkan kepala nya mendengar apa yang di ucapkan Alfi, lalu menyalami tangan Alfi.
" CUP "
satu kecupan hangat mendarat di kening khaira, khaira tidak terkejut dengan apa yang dilakukan Alfi karna selama satu bulan mereka pindah kerumah baru mereka, Alfi selalu bersikap baik dan mesra pada nya.
Seperti selalu mengecup kening khaira saat ia akan pergi kerja atau pun pulang dari tempat kerja nya. memberikan bunga untuk khaira saat ia pulang dari tempat pertandingan voli atau saat ia pulang dari tugas nya ke luar daerah.
Ada rasa bahagia di hati khaira saat mendapat kan perlakuan hangat dari suami nya itu. Namun rasa bahagia itu hilang saat mengingat jika Alfi masih berhubungan dengan kekasih nya. bisa saja kan hal yang di lakukan Alfi padanya juga ia lakukan pada Elisa.
Khaira menghela nafas nya kasar jika mengingat sikap Alfi yang belum bisa memilih antara ia dan Elisa, meski pun kini khaira bersikap acuh pada nya. tetap saja Alfi belum menentukan pilihan nya.
" Assalamualaikum " ucap Alfi seraya tersenyum ke arah khaira yang kini menatap datar ke arah nya.
" Waalaikum Salam " khaira menjawab salam Alfi masih dengan wajah datar nya.
__ADS_1
Alfi hanya tersenyum melihat wajah datar khaira. bagi Alfi itu adalah hal yang sudah biasa untuk nya ketika mendapatkan sikap acuh dan khaira yang menampakkan wajah datar nya saat ia pergi atau pun pulang kerja.
Alfi melangkah kan kaki nya menuju ke luar rumah, Sedangkan khaira ia membawa piring bekas makan mereka ke dapur dan mencuci nya di wastafel.
Setelah selesai mencuci piring ia melangkah kan kaki ke kamar nya untuk bersiap-siap pergi ke tempat kerja nya.
" Bi saya mau pergi kerja ya, tolong nanti taman belakang di bersihkan karna tadi saya tidak sempat membersihkan nya".
Ucap khaira pada bi Hanum, ia baru saja selesai bersiap-siap dan turun ke lantai bawah. bi hanum yang baru saja datang ke rumah nya, bi Hanum selalu datang jam 6 pagi dan pulang pada jam 6 sore.
" Baik non " jawab bi Hanum seraya membungkukkan sedikit badan nya.
Khaira melangkah ke luar menuju ke tempat kerja nya. 30 menit berlalu akhirnya khaira sampai di tempat kerja nya.
Sesampai nya di sana ia langsung melangkah ke ruangan nya setelah menyapa beberapa karyawan yang juga bekerja di butik Riska.
Riska memberikan ruangan khusus untuk khaira karna selama khaira bekerja di butik nya, pelanggan nya makin bertambah dan kebanyakan pelanggan nya meminta agar khaira yang mendesain dan menjahit pakaian nya.
Hari ini khaira mesti menyelesaikan tiga pakaian, dan kemungkinan besar ia baru bisa menyelesaikan nya sampai malam hari.
khaira masih sibuk menjahit pakaian nya tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan nya.
" tok... tok... totok... "
khaira yang mendengar ketukan pintu Dari luar ia berhenti menjahit dan mendongakkan kepala nya saat mendengar ketukan pintu.
" Masuk " ucap khaira dari dalam. tak lama pintu pun terbuka, tampak lah seorang laki-laki tampan yang kini berdiri di ambang pintu.
" selamat pagi ibu khaira yang terhormat " sapa laki-laki itu sambil tersenyum dan melangkah masuk ke arah khaira.
" Rizwan ? "
Sudah satu bulan selama khaira bekerja di butik Riska Rizwan selalu menghubungi atau datang ke butik Riska setelah ia pulang dari Kampus nya. Namun, khaira selalu mengacuhkan telpon dari rizwan, begitu pun ketika rizwan menemui nya di butik atau mengajak nya makan siang ia selalu menolak nya.
Meski pun hubungan nya dengan Alfi tidak terlalu baik, Namun ia tau jika ia masih lah istri sah Alfi. jadi tak baik jika ia mendekati laki-laki lain.
" Kamu ngapain sih ke sini lagi? " tanya khaira saat melihat Rizwan yang melangkah ke arah nya.
" aku bukan nya ngak suka atau pun ngak mau angkat telpon dari kamu, hanya saja kamu tau kan kalau aku sibuk banget, di butik aku menjahit, terus kalau di rumah aku harus men desain berbagai desain pakain, jadi nya aku ngak bisa mengangkat telpon kamu ".
Ucap khaira ia melangkah kan kaki nya menuju ke meja kerja nya. kemudian duduk di kursi yang ada di meja nya itu.
" kalau gitu aku boleh ngak kalah hari ini aku minta waktu kamu sebentar aja, karna ada hal penting yang mesti aku sampaikan sama kamu " ucap rizwan seraya menatap khaira dengan tatapan memohon.
khaira menghela nafas nya kasar saat melihat tatapan memohon dari rizwan
" hal penting apa? kalau ada yang ingin di bicara kan kamu katakan saja di sini? kenapa harus di luar, lagian kamu ngapain sih kesini ini kan masih pagi memang nya kamu ngak kuliah? " ucap khaira yang di akhiri dengan pertanyaan, ia masih menatap ke arah rizwan.
" Aku masuk kuliah nya jam sembilan inikan masih jam delapan jadi aku masih punya waktu satu jam lagi untuk bertemu sama kamu. lagian aku ngajak kamu keluar karna aku ngak bisa bicarakan nya di sini, ini penting banget, kamu mau ya kali ini aja, janji deh lain kali aku ngak akan ngajak kamu keluar " ucap rizwan masih dengan tatapan memohon nya.
Khaira kembali menghela nafas nya kasar saat rizwan tetap memaksa nyq ke luar bersama diri nya.
" baik lah tapi nanti pas jam makan siang, tunggu sampai aku menyelesaikan jahitan ku " ucap khaira ia bangkit dari duduk nya kembali melanjutkan jahitan pakaian nya.
" Ok, tapi aku tunggu kamu di sini ya " ucap rizwan mata nya tak henti Memperhatikan khaira yang sedang menjahit.
" ngak, kamu di luar saja, atau lebih baik kamu ke kampus dulu karna bentar lagi jam masuk kamu kan?, lagian memang nya kamu ngak takut berdua- duaan dengan wanita yang bukan mahram dengan mu "
ucap khaira, ia masih sibuk melanjutkan jahitan nya tanpa mengalihkan kan pandangan nya pada rizwan.
" untuk apa takut memang nya kamu hantu " ucap rizwan ia masih tetap melihat ke arah khaira yang masih menjahit.
" Aku memang bukan hantu tapi di sekitaran kita ada makhluk gaib yang bisa membuat kita melangkah ke jalan yang salah " ucap khaira ia menatap sekilas ke arah rizwan lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya.
" Aku jamin deh ngak akan terjadi apa-apa " ucap rizwan pandangan nya tak pernah teralihkan dari wajah cantik khaira.
" Ngak ada yang bisa menjamin Jika kita tidak akan jatuh ke dalam godaan nya itu, apalagi jika kamu terus menatap ku seperti itu, Hati-hati loh itu salah satu jalan bagi nya untuk lebih mudah menggoda manusia ".
ucap khaira tanpa mengalihkan pandangan nya pada rizwan , namun dari sudut mata nya ia bisa melihat jika rizwan sejak tadi menatap ke arah nya.
" ya udah deh kalau gitu aku pergi ke kampus dulu nanti aku akan datang ke sini lagi saat jam makan siang " ucap rizwan ia bangkit dari duduk nya.
__ADS_1
" heuumm.... " khaira hanya menjawab dengan gugaman nya, tanpa menolehkan pandangan nya pada rizwan. Rizwan melangkah ke luar dari ruangan khaira.
Sesuai yang telah di janjikan khaira dan rizwan bertemu di sebuah taman setelah mereka selesai shalat zuhur, taman adalah tempat favorite khaira karna itu mereka lebih memilih untuk bertemu dan berbicara di sana.
" Kamu mau bicara apa? " tanya khaira to the poin setelah mereka sampai dan duduk di kursi taman.
" Aku mau bicara sesuatu yang sudah lama aku simpan namun belum sempat untuk ku katakan pada mu " ucap rizwan ia menatap banyak orang yang berlalu-lalang di sana.
" ngomong aja ngak usah berbelit-belit aku ngak punya waktu karna setelah ini aku harus kembali ke butik untuk menyelesaikan pekerjaan ku " ucap khaira tanpa menoleh kan pandangan nya ke arah rizwan.
" ini soal perasaan ku pada mu " khaira mengalihkan pandangan nya ke arah rizwan ia mengernyitkan dahi nya saat mendengar ucapan khaira.
" Maksud nya ? " ucap khaira ia masih terus menatap ke arah rizwan.
" Sebelum nya aku mau tanya sama kamu ? " ucap rizwan ia juga menatap ke arah khaira. khaira semakin bingung tidak tahu kemana pembicaraan mereka sebenar nya.
" Apa aku masih ada di hati mu ? "
" Deg "
khaira terdiam mendengar pertanyaan dari rizwan ia tak mengerti mengapa rizwan menanyakan hal itu pada nya.
" Apa perasaan itu masih tersimpan untuk ku? perasaan yang sama saat kita masih satu sekolah dulu " ucapan rizwan membuat khaira terpaku.
" Ap... apa maksud kamu menanyakan hal itu ? " tanya khaira ia masih menatap ke arah rizwan yang juga masih menatap ke arah nya.
" Aku hanya ingin memastikan jika perasaan mu padaku masih sama seperti dulu karena aku tidak ingin kecewa, aku sudah menantikan saat-saat seperti ini sejak lama dan aku ingin saat ini ketika kita sudah berjumpa kita tak kan terpisah lagi "
Khaira memalingkan wajah nya dari rizwan, seperti nya ia mulai mengerti ke mana arah pembicaraan khaira.
" Khaira aku SAYANG sama kamu "
" DEG "
Khaira merasakan jantung nya berdetak kencang, masih ada serpihan rasa untuk rizwan di hati nya. Namun sebisa mungkin ia harus menepi kan perasaan nya itu karna kini status nya masih seorang istri.
" Aku sudah mulai suka sama kamu sejak kita bertemu lagi di tempat pengajian waktu itu, meski pun pertemuan nya singkat namun cukup berkesan bagi ku ".
Khaira tak tau harus bagaimana menyikapi ungkapan perasaan rizwan pada nya. Harus nya ini akan menjadi hal yang paling membahagiakan bagi nya karna kata-kata itu lah yang di nantikan khaira dari rizwan selama ini.
Namun kini semua nya sudah berbeda karna kini ia sudah menjadi seorang istri. Hal yang harus nya bahagia namun semua menjadi sesuatu yang paling menyakitkan bagi nya.
saat ia tak bisa menerima atau pun mengungkapkan perasaan nya pada orang yang ia cintai dan ia nantikan apalagi kini rizwan juga mencintai nya.
" Khaira Kamu Mau ngak menjadi seseorang yang spesial di hidup ku?, menjadi pendamping hidup ku di masa depan ?, Menjalin hubungan yang lebih serius dengan ku? "
Khaira yang mendengar ucapan rizwan hanya terdiam hati nya gelisah ia tak tahu apa yang harus di ucapkan nya pada rizwan.
" Aku tau saat ini aku masih kuliah, tapi aku akan berusaha agar aku bisa secepat nya menyelesaikan kuliah ku kemudian setelah itu aku akan melamar kamu ke orang tua mu " apa yang di ucapkan rizwan membuat perasaan khaira makin tak menentu.
" Khaira tolong jawab pertanyaan ku, jika kamu butuh waktu aku akan memberikan waktu untuk mu " ucap rizwan ia masih menatap ke arah khaira yang kini tertunduk dib samping nya.
" Rizwan Aku..... "
Rizwan menatap lekat ke arah khaira menantikan wanita yang telah bertahun-tahun mengisi hati nya itu melanjutkan ucapan nya.
" Rizwan ak.... aku..... "
💞 💞 💞 💞 💞
Apa yang akan di ucapkan khaira pada Rizwan?
Akan kah ia meninggalkan Alfi dan lebih memilih Rizwan cinta pertama nya itu?.
Atau akan tetap bertahan bersama Alfi meskipun alfi belum menentukan pilihan nya?.
Nantikan episode selanjut nya y !!!!
Tentu nya akan lebih seru dan penuh berbagai teka-teki 😇😇
Salam Author
__ADS_1
Ety Salmila