
" Akan jadi sebuah kebahagian yang tak terhingga saat seorang wanita menjadi seorang ibu...
Untuk Mu Lelaki...
Hargailah para wanita karna kamu terlahir juga dari seorang wanita jika mereka bersedih peluklah karna terkadang seorang wanita hanya butuh sebuah pelukan sebagai sandaran untuk menenangkan diri nya"
-
π Author π
π π π π π π
-
Seorang wanita yang masih terbaring lemah di atas brankar secara perlahan membuka matanya dan ha pertama yang ia lihat seorang lelaki yang sedang menggendong seorang bayi dan mengumandangkan adzan ditelinga nya.
Seketika raut wajah lelah dan lemah itu berubah menjadi raut wajah yang penuh kebahagian dan terukir senyuman disana. saat ia melihat seorang lelaki yang sedang mengendong seorang bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan sembari mengazankan nya.
seorang wanita paruh baya tanpa sengaja menoleh ke arah brankar, ia tersenyum saat melihat wanita yang dinantikan kesadaran nya kini sudah membuka mata. ia pun menghampiri wanita tersebut.
" Khaira... "
Ya.... wanita itu khaira, ia menolehkan pandangan nya ke asal suara dan didapati nya mama tercinta nya kini tersenyum bahagia.
Raut wajah kebahagiaan begitu terlihat di wajah keluarga khaira maupun alfi, orang tua alfi baru saja sampai di rumah sakit tempat khaira melahirkan dan saat ini pun khaira sudah di pindahkan keruang rawat inap.
" Mama... " ucap khaira dengan suara yang masih terdengar begitu lemah.
" selamat ya sayang kamu sudah menjadi seorang ibu, didiklah anak mu dengan didikan agama agar ia tumbuh menjadi anak yang taat pada agama dan orang tua nya ". ucap mama khaira sambil tersenyum.
" Aminnn, insya Allah ma " ucap khaira ia juga ikut tersenyum.
Kemudian khaira menatap ke arah Alfi yang sedang menggendong bayi nya yang baru saja di azani oleh Alfi.
Alfi pun menolehkan pandangan nya kearah khaira ia juga ikut tersenyum melihat khaira yang sudah sadarkan diri, Kemudian ia melangkahkan kaki nya ke arah khaira.
" Sayang... makasih buat perjuangan kamu selama sembilan bulan demi melahirkan bayi yang sangat tampan untukku " ucap Alfi dengan mata yang berkaca-kaca.
" tidak perlu berterima kasih karna itu memang tugas ku sebagai seorang istri dan juga seorang ibu " ucap khaira dengan menampilkan senyuman termanis nya. semua orang menatap haru pada khaira.
" Sini mas bayi nya biar aku susui... " ucap khaira pada Alfi. tampa berkata Alfi pun membaringkan putra tampan nya tu di samping khaira.
" Nama nya capa bang...? " tanya khaira sambil mengelus kepala putra nya dengan senyum yang mengembang.
" Nama nya ' Alfarizi Rahman ' kamu setujukan kalau aku kasih nama itu buat anak kita? " tanya Alfi dengan menatap lekat ke arah khaira.
Mendengar pertanyaan Alfi membuat khaira tersenyum.
" Apa pun nama yang kamu berikan pasti memiliki arti yang bagus kan...? " tanya khaira balik ia juga menatap ke arah Alfi.
" iya... Alfarizi memiliki arti ' yang menjanjikan ' Sedang kan Rahman arti nya ' Kasih Sayang ' insya Allah putra kita akan tumbuh menjadi laki-laki yang penuh kasih sayang " ucap Alfi sembari menatap ke arah khaira.
" Kita panggil dia alfa gimana? kamu setuju ngak? " tanya khaira sesekali ia melihat alfa yang ada dalam gendongan nya.
__ADS_1
"tentu saja aku setuju " ucap Alfi ia tersenyum menatap ke arah khaira.
Khaira hanya mampu tersenyum ada banyak hal yang tak bisa melukiskan kebahagiaan nya hari ini.
Kemudian khaira menyusui anak nya untuk pertama kali nya. khaira tersenyum kala melihat putra kecil nya itu, memiliki hidung yg mancung seperti Alfi namun mata nya mirip dengan khaira apalagi bulu mata nya yang terlihat begitu lentik. ia terlihat begitu. menggemaskan.
Setelah menyusui anak nya khaira membaringkan alfa di samping nya. sementara Alfi memutuskan untuk keluar ruangan untuk melaksanakan shalat zuhur.
Setelah selesai melaksanakan shalat zuhur Alfi. kembali ke ruangan khaira, ia nampak kaget saat melihat begitu banyak tamu yang datang padahal ini baru hari pertama khaira melahirkan.
Disana ada zaki dan azkia juga ada Elisa dengan rizwan. semua orang menoleh kearah pintu saat mendengar suara pintu yang terbuka.
" hy broo selamat ya udah jadi seorang ayah sekarang " ucap zaki seraya memeluk dan menepuk2 pundak Alfi.
" iya makasih... kamu juga tuh bentar lagi akan jadi seorang ayah, semoga lancar sampai hari H ya... " ucap Alfi ia menolehkan pandangan nya ke arah azkia.
" iya makasih doa nya,,gue doa in semoga anak kalian tumbuh menjadi anak yang soleh yang taat pada agama dan orang tua... " ucap zaki seraya menatap ke arah alfa yang tertidur pulas di samping khaira.
" Aminn..." ucap Alfi mengamini doa zaki, kemudian zaki kembali berdiri di dekat azkia.
" selamat ya Alfi, khaira sudah menjadi orang tua... " ucap Elisa kepada Alfi dan khaira.
" iya makasih doa nya " ucap Alfi menatap Elisa dan rizwan secara bergantian.
"dan semoga kalian bisa cepat dapat momongan " Sambung khaira, ia tersenyum melihat pasangan yang terlihat begitu serasi itu.
" Aminnn... insya Allah 7 bulan lagi alfa akan punya teman baru " ucapan rizwan membuat semua orang yang ada disana menatap bingung ke arah nya.
" Maksud kamu...? " tanya khaira dengan menatap bingung ke arah rizwan.
" jangan bilang kalau saat ini Elisa lagi hamil...? " ucapan khaira membuat semua orang cukup kaget mendengar nya.
" memang iya...." ucap rizwan dengan begitu santai.
" alhamdulillah.... selamat ya rizwan Elisa, berapa usia nya " kali ini bukan khaira yang bersuara melainkan azkia yang berada tepat di samping Elisa.
" Sudah memasuki 3 bulan.." ucap elisa sembari tersenyum ke arah azkia.
" selamat ya Elisa.... semoga kamu dan bayi kamu sehat sampai hari persalinan " ucap Khaira ia ikut tersenyum mendengar kabar bahagia itu.
" iya.. makasih buat doa nya " ucap Elisa senyuman tak pernah pudar dari bibir nya itu.
Semua orang disana kembali berbincang-bincang menikmati hari yang penuh kebahagiaan dan bersejarah bagi Alfi dan khaira atas kelahiran buah hati mereka.
Khaira menatap bahagia semua orang yang ada disana sesekali ia menatap putra nya yang masih memejamkan mata.
" Alhamdulillah... segala puji bagimu ya Allah atas segala nikmat yang kau berikan hari ini untuk ku dan keluarga ku, Terima kasih telah memberikan aku anugrah terindah seorang anak yang begitu tampan. jadikan lah dia kelak anak yang berjihat di jalan mu, seorang anak yang selalu membela agama nya dan berbakti pada orang tua dan juga bangsa... " ucap khaira dalam hati sembari menatap putra tercinta nya itu.
" Awal yang begitu pahit namun berakhir bahagia, begitu banyak rasa sakit yang. aku rasakan namun akhirnya, Allah menggantikan nya dengan sesuatu yang begitu indah dan dengan cara yang tak terduga.
Dulu aku berfikir tidak akan hidup bahagia dengan rumah tangga yang tanpa cinta ini, tapi ternyata aku salah, setelah perjuangan panjang ku akhir nya aku bisa meraih hati yang sekeras batu itu, semoga pernikahan ini bisa sampai ke jannah... amin.. amin ya rabbal 'alamin. " ucap khaira kembali ia menatap satu persatu semua orang yang ada disana.
terakhir tatapan nya jatuh kepada sosok laki-laki yang sudah menemani nya selama ini yaitu Alfi. Alfi menolehkan pandangan nya ke arah khaira hingga sejenak tatapan mereka saling terkunci. Alfi tersenyum menatap sosok bidadari tak bersayap bagi nya itu.
__ADS_1
Ia pun berharap bisa terus bersama khaira hingga waktu memisahkan.
" kita tak tahu seperti apa kehidupan kita kedepan nya, karna itu hadapilah dengan penuh kesabaran sebesar apapun cobaan nya percayalah allah bersama dengan orang-orang yang sabar dan Allah pasti akan menggantikan setiap luka dengan seribu kebahagiaan... "
β’ β’ β’ Alfianda Rahmanβ’ β’ β’
-
" dulu aku berharap bisa hidup dengan laki-laki yang untuk pertama kali nya bisa membuat aku merasakan jatuh cinta. hingga di saat ia pergi meninggalkan ku, aku masih memutuskan untuk menunggu nya kembali walau pun dalam jangka waktu yang begitu panjang.
Namun takdir berkata lain.....
Allah hadirkan dia untuk ku, sosok laki-laki yang terlihat begitu dingin untuk mendampingi hidup ku. awal nya hatiku. menolak namun semakin aku mengenal nya semakin aku jatuh cinta pada nya. hingga sampai pada satu titik saat aku harus memilih antara dia dengan cinta pertama ku.
Berat memang untuk memutuskan sebuah pilihan yang membuat ku cukup sakit untuk memilih nya. Aku mencoba mengambil keputusan yang cukup berat bagi ku, mempertahan kan rumah tangga ku yang saat itu masih terombang-ambing tanpan kejelasan.
Aku bersyukur karna ternyata aku memilih pilihan yang tepat. kesabaran ku dalam menghadapi sikap dingin nya yang seperti balok itu kini berbuah manis, sampai kapan pun aku akan terus berjuang mempertahan kan biduk rumah tangga dengan suami ku yang selalu aku bangga kan ALFIANDA RAHMAN.
terlebih lagi saat ini kami sudah memiliki seorang putra yang begitu tampan AlFARIZI RAHMAN semoga tumbuh menjadi anak yang selalu membanggakan orang tua dan taat akan agama.
β’β’β’ Khaira Najwa Safira β’β’β’
-
END.......
π π π π π
i
-
Happy Reading.....
-
Terima kasih buat semua yang sudah setia menanti update dari saya, mohon maaf jika. novel ini tak sesuai dengan yang readers harapkan dan mohon maaf karna saya lama dalam update nya.
saya sudah mencoba membuat novel ini sebaik mungkin agar tidak mengecewakan. saya juga minta maaf atas kekurangan nya karna ini novel pertama saya jadi masih banyak yang harus saya pelajari agar bisa membuat novel yang lebih baik.
Saya mohon maaf jika ada kata-kata saya yang mungkin menyakiti readers. semoga kita bisa berjumpa lagi di novel berikut nya.
Terima Makasih... ππ
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Salam Author
-
Ety salmila
silahkan follow akun saya jika anda berkenan untuk berteman dengan saya di dunia mayaπ
__ADS_1
IG. : etysalmila1709
FB : Ety Salmila