
*** Aku hanya ingin hidup berdampingan dengan mu.....
selalu menjadi penyejuk dikala hatiku sedang gelisah atau di penuhi amarah **
••• Alfianda Rahman* •••
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Alfi masih terlihat begitu kesal atas kejadian di pesta pernikahan Elisa, bahkan ia sama sekali tak berbicara dengan khaira selama mereka berada di perjalanan pulang.
Setelah memarkirkan mobil nya di halaman rumah, Alfi langsung melangkahkan kaki nya ke dalam rumah tanpa menghiraukan khaira yang terus memanggil nama nya.
" Sayang....... " teriak khaira memanggil Alfi yang terus melangkah tanpa menghiraukan panggilan nya.
" Ck....." khaira berdecak kesal karna Alfi tak menghiraukan nya. ia melangkah kan kaki nya menyusul Alfi yang sudah masuk kedalam rumah.
" Cekleekkkkk..... "
Suara pintu kamar yang terbuka membuat Alfi yang sedang duduk di atas ranjang dengan bersender di kepala ranjang. ia menolehkan pandangan nya ke arah pintu kamar yang terbuka.
Tampak lah khaira yang masuk dengan wajah nya yang di tekuk.
" Sayang....... " ucap khaira dengan suara yang manja ia mendudukkan diri nya di samping Alfi.
Alfi sama sekali tak menghiraukan khaira ia hanya memfokuskan diri pada benda pipih yang ada di tangan nya.
" udahlah yang jangan marah-marah, masa gitu aja kamu marah ".
Masih tak ada tanggapan dari Alfi bahkan ia sedikit pun tak menoleh ke arah khaira.
" CUP "
" CUP "
" CUP "
Khaira mengecup pipi Alfi berulang kali dan hal itu mampu membuat Alfi menoleh ke arah nya.
Alfi menatap ke arah khaira yang kini tersenyum manis pada nya.
" Maaf.... kalau aku udah bikin kamu kesal " ucap khaira dengan wajah yang penuh penyesalan.
" Kamu mau aku maafin....? " tanya Alfi dengan tersenyum miring. khaira hanya mengangguk seperti layak nya anak kecil tanpa menghiraukan senyuman yang di tampilkan Alfi.
" sini..... " Alfi menepuk-nepuk sisi ranjang yang sedikit berjarak dengan khaira.
Khaira pun menggeserkan tubuh nya ke arah Alfi.
" ngapain.....? " tanya khaira dengan menaikkan sebelah alis nya..
Alfi pun dengan tersenyum miring menunjukan bibir tipis nya yang sontak membuat khaira membulatkan mata nya.
Khaira menundukkan pandangan nya karna wajah nya kini sudah memerah.
" kenapa kamu ngak mau......? " khaira kembali mendongakkan kepala nya menatap ke arah Alfi saat mendengar ucapan siloam nya itu.
" ya udah kalau kamu ngak mau aku ngak akan........ "
" CUP..... "
Alfi terdiam bagaikan patung saat khaira melakukan hal yang ia minta. jantung nya kini berpacu dengan begitu cepat. padahal hal ini bukan lah yang pertama bagi nya, namun reaksi nya pasti akan tetap sama saat Khaira melakukan hal itu pada nya.
Khaira kembali menundukkan kepala nya setelah melakukan hal cukup nekat bagi nya.
" Sekarang abang mau memaafkan aku kan...? tanya khaira dengan kepala nya yang masih menunduk.
Alfi pun tersadar dari keterkejutan nya saat mendengar ucapan khaira.
__ADS_1
" i... iya aku maafin kamu..... " ucap Alfi dengan sedikit gugup, padahal ia yang meminta kepada khaira untuk mengecup nya tapi mengapa ketika khaira melakukan hal itu jantung nya malah berdetak tak karuan.
" yank...... " panggil Alfi masih dengan menatap lekat ke arah khaira.
" Heum........ " khaira hanya bergumam namun pandangan nya kini beralih menatap ke arah Alfi.
" aku mau tidur..... " khaira mengernyitkan dahi nya saat mendengar ucapan Alfi.
" kalau mau tidur... ya tidurlah.... " ucap khaira namun Alfi sama sekali tak bergeming dari tempat nya.
" eumm.... abang ngak mau tidur ya.. .kalau aku ada di sini ? " tanya khaira masih dengan menatap ke arah Alfi namun pandangan nya kini terlihat sedikit redup.
" justru aku mau nya kamu temani aku tidur.... " ucap Alfi dengan manja lalu ia pun membaringkan tubuh nya ke arah khaira. paha khaira yang di masih di tutupi gaun nya di jadikan bantal oleh Alfi.
Alfi memiringkan tubuh nya dan menenggelamkan wajah nya di perut khaira yang masih terlihat datar.
Khaira yang melihat apa yang di lakukan Alfi hanya bisa tersenyum, mendapati sikap manja suami nya itu.
" Sayang..... . " panggil khaira tangan nya sibuk mengelus rambut Alfi yang hitam.
" Heum.... " Alfi hanya bergumam sedangkan wajah nya masih di tenggelamkan nya di perut khaira.
" Aku pengen rujak..... " ucapan khaira membuat Alfi Mendongakkan kepala nya menatap ke arah khaira.
" Rujak....? " ucap Alfi mengulang kata terakhir yang di ucapkan khaira. khaira tersenyum an menganggukkan kepala nya.
" Ya udah nanti kita cari rujak nya sama-sama, tapi sekarang kita shalat zuhur dulu.... " ucap Alfi masih berbaring di pangkuan khaira.
" loh... kok beli, aku ngak mau rujak yang di jual di pinggir jalan.... " ucap khaira, Alfi merubah posisi nya menjadi duduk.
" Kenapa....? kamu takut makanan nya ngak Higenis...? " tanya Alfi ia menaikkan sebelah alis nya. baru kali ini ia melihat khaira memilih tempat makan dan bahkan ia tak mau makan di pinggir jalan.
" bukan itu.... aku ngak suka aja aku mau nya rujak yang abang buat....? " Ucapan khaira membuat Alfi membulatkan bola mata nya.
" kamu mau rujak yang aku buat...? " tanya Alfi memastikan jika apa yang ia dengar tadi memang benar.
" bu.... bukan gitu yang.... tapi aku ngak pandai bikinin rujak nanti kalau rasa nya ngak enak gimana...? "
jawab alfi ia memang tidak bisa membuat makanan yang umum nya banyak di gemari oleh para wanita.
" ya coba aja dulu kalau ngak bisa kan bisa lihat gimana cara buat nya jaman sekarang kan banyak aplikasi yang memberi resep memasak "
" iya tapikan di sini ngak ada bahan-bahan nya, kita harus belanja dulu atau aku minta bibi Hanum aja yang belanja bahan-bahan nya ya...? karna kan bi Hanum pasti tau bahan apa aja yang di butuhkan untuk membuat rujak "
ucap Alfi yang langsung mendapatkan tatapan tidak suka dari khaira.
" kamu mau nyuruh bi Hanum buat belanja...? memang nya kamu ngak kasian sama bi Hanum..? dia udah tua masa kamu tega nyuruh bi Hanum ke pasar sendirian malah jauh lagi jarak pasar dan rumah kita.... "
Ucap khaira dengan tatapan tidak suka dengan usulan Alfi yang meminta bibi Hanum untuk berbelanja.
" ya terus kalau bukan bibi Hanum siapa lagi yang bakalan belanja bahan-bahan nya aku mana bisa belanja bahan gituan... " ucap Alfi pandangan nya masih terarahkan ke arah khaira.
" oke kalau kamu ngak bisa kan ada aku kita bisa pergi berdua buat belanja lagi pula bahan dapur juga udah pada habis... " ucap khaira ia juga menatap ke arah Alfi pandangan nya kini sudah terlihat seperti biasa tak terlihat lagi tatapan tidak suka dari khaira.
" OKe... kalau gitu aku setuju, sekarang kita shalat dulu habis itu baru kita akan berbelanja..... " ucap Alfi yang di jawab dengan anggukan kepala oleh khaira.
Setelah melaksanakan shalat zuhur sesuai yang sudah di sepakati mereka segera meluncur ke tempat perbelanjaan yang jarak nya lumayan jauh dari kediaman mereka.
Sesampainya di sana mereka segera berbelanja bahan untuk membuat rujak dan juga bumbu-bumbu dapur lain nya.
" Sayang.... aku pengen deh ice krem itu.....? " ucap khaira sambil nbergelayut manja pada lengan Alfi dengan nada merengek layak nya anak kecil yang meminta di belikan ice krem.
" ya udah ayo kita kesana.... " ucap Alfi seraya megandeng tangan khaira ke arah penjual ice rem.
" Kamu mau yang mana...? " tanya Alfi pada khaira seraya melihat-lihat ice yang ada di dalam boks berwarna merah.
" eum... aku mau yang ini aja deh... " ucap khaira menunjukan ice krem rasa vanila dengan jari telunjuk nya.
__ADS_1
" Bang.... saya mau ice krem rasa vanila satu..? "ucap Alfi pada laki-laki penjaga toko ice krem tersebut.
" ini pak ice krem nya..... " ucap laki-laki tersebut seraya menyerah kan ice krem yang di minta oleh Alfi oada nya.
" berapa bang......? " tanya Alfi setelah ia menerima ice krem dan memberikan nya pada khaira.
" yang itu harga nya 15.000 bang.... " ucap laki-laki tersebut.
Alfi memberikan uang lembaran 50.000, setelah mengambil kembalian nya mereka segera berlalu meninggalkan tempat perbelanjaan itu.
" Enak ngak...? " tanya Alfi saat mereka tiba di tempat parkiran.
" enak banget...." ucap khaira ia kembali memakan ice krem yang ada di tangan nya...
karna merasa ada yang memperhatikan nya khaira pun menoleh ke arah Alfi. ia mengernyitkan dahi nya saat melihat Alfi yang tersenyum menatap ke arah nya.
" abang mau.....? " tanya khaira sambil menunjukan ice krem yang ada di tangan nya.
" Ngak.... buat kamu aja.... " ucap Alfi ia kembali tersenyum pandangan nya masih Teararahkan ke arah khaira.
" kalau ngak mau ngapain lihatin aku dari tadi, " ucap khaira dengan menaikkan alis nya.
" aku senang aja lihat kamu makan ice krem selahap itu, sampai ngak nawarin sedikit pun buat aku.... " ucap Alfi menggoda khaira.
" loh... tadikan aku udah nawarin tapi abang bilang ngak mau.... " ucap khaira menatap bingung ke arah Alfi.
" ya itu kan karna aku lihatin kamu terus makanya kamu nawarin aku.... " ucap Alfi dengan berpura-pura merajuk.
" ya udah nih aku kasih... siapa tau papa nya lagi ngidam kalau aku ngak kasih nanti anak ku malah ngileran lagi... " ucap khaira dengan menyodorkan sesendok ice krem pada Alfi.
Mendengar ucapan khaira Alfi malah tertawa. ia pun melahap ice krem yang di berikan khaira pada nya.
" heum.... ternyata enak juga " khaira tersenyum mendengar ucapan Alfi, yang mengatakan jika ice krem nya enak.
" tuh kan.... tadi aja sok-sokan nolak nyesel kan tadi sempat nolak pas aku nawarin nya " ucap khaira ia kembali menyendokkan ice krem tersebut ke dalam mulut nya.
" ice krem nya sih enak tapi ngak aku juga ngak bakalan nyesel kali kalau ngak coba tuh ice krem, di toko kan masih banyak kalau aku mau ya tinggal beli aja sekalian sama toko nya kalau perlu aku bakalan beli.... " ucap Alfi dengan tersenyum mengejek ke arah khaira.
khaira yang mendengar ucapan Alfi mengerucutkan bibir nya. ia lalu melangkah masuk kedalam mobil tanpa meninggalkan Alfi yang kini malah tertawa melihat tingkah nya.
Alfi pun melangkah masuk kedalam mobil lalu melajukan mobil nya ke untuk kembali ke rumah meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut .
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
maaf author hari ini up nya hanya satu episode karna author belum sembuh sepenuh nya.
Nanti jika author sudah membaik author akan up lebih dari satu episode.
Terima kasih bagi yang sudah menanti kelanjutan episode ini, semoga Allah memberikan kesehatan untuk kita semua.....
-
Salam Author
-
Ety Salmila
-
-
-
silahkan Memfollow akun author....
@ety salmila
__ADS_1