Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Terpisah Jauh


__ADS_3

*"*"* Dingin nya sikap mu terkadang ku ingin mengeluh, Namun tiada daya ku karna ku tak dapat mencapai hangat nya sikap mu •••


Dan dingin nya sikap mu tlah membuat jarak diantara kau dan aku semakin terasa menjauh. *"*"*


Khaira Najwa Safira


💔 💔 💔 💔


setelah menempuh waktu 3 jam lebih akhirnya mereka sampai di desa khaira pukul 17 : 40, dan di sambut ramah oleh mama khaira yang tak menyangka menantu dan anak nya akan pulang lebih cepat dari pada yang telah direncanakan.


Khaira dan Alfi berjalan masuk kedalam rumah, Alfi duduk di ruang tamu sedangkan khaira ia pergi kedapur untuk membuatkan minuman untuk Alfi.


10 menit berlalu khaira kembali keruang tamu dengan dua cangkir minuman untuk dirinya dan Alfi tak lupa pula ia membawa beberapa cemilan yang tadi sempat di belinya.


Khaira dan Alfi kini duduk di ruang tamu sambil berbincang-bincang, untuk pertama kali nya Alfi mau berbincang-bincang seperti itu dengan khaira.


"Nanti jam berapa berangkat ke tempat pertandingan voli nya " tanya khaira pada alvi sambil menikmati minuman nya.


" eum... habis magrib " jawab Alfi tangan nya sibuk memainkan handphone yang ada di tangan nya.


" abang ngak pergi kerumah Silvia dulu habis itu baru ketempat pertandingan voli " ucap khaira lagi.


" takut telat nanti " ucap Alfi lalu ia meminum minuman yang tadi di bawa oleh khaira.


" kan cuma sebentar ngak lama kok, mau kan kasian Silvia dia pasti sangat senang kalau abang mau datang ke nikahan nya " khaira berusaha membujuk Alfi agar ia mau datang ke nikahan khaira malam ini.


" nikahan nya bukan nya besok? " tanya Alfi ia menatap sekilas ke arah khaira lalu memakan cemilan yang di bawakan oleh khaira.


" ia nikahan nya memang besok di adakan nya sekaligus sama resepsi tapi pesta nya mulai malam ini sampai esok sore " ucap khaira Alfi hanya menganguk- anggukan kepala nya.


" ya udah kalau gitu nanti malam kita akan datang kesana " ucapan Alfi membuat senyum khaira melebar.


Setelah selesai shalat magrib khaira dan Alfi segera menuju ke rumah silvia. sesampai nya dirumah silvia khaira segera masuk kedalam rumah mencari keberadaan silvia, sedangkan Alfi ia duduk bersama tamu lain nya dibawah tenda pesta yang ada di depan rumah silvia.


" Assalamualaikum pengantin baru " ucap khaira yang berdiri di ambang pintu kamar silvia.


" waalaikum... sa. " ucapan silvia terhenti saat melihat siapa yang sedang berdiri di ambang pintu kamar nya.


" iraaa... " teriak silvia saat melihat silvia yang berdiri di ambang pintu kamar nya ia segera berlari kepelukan khaira.


" iraaa... aku kangen banget sama kamu " ucap silvia saat ia sudah berada di pelukan khaira.


" aku juga kangen banget sama kamu ratu lebay namun super baik.. " ucap kaira yang di akhiri dengan tawa.


" iiihhh.... kamu mah.... " silvia mencubit perut khaira hingga ia meringis karena kesakitan, silvia sengaja mencubit khaira karna ia geram mendengar ucapan khaira.


" auw... auw.. auw..., stop via sakit... " khaira meringis karna cubitan silvia pada perut nya, ia berusaha melepaskan tangan silvia yang mencubit nya.


" auw... udah via berhenti sakit... " ucap silvia seraya menatap silvia dengan tatapan memelas.


" aduh maaf ra aku lupa kalau kamu udah nikah " ucap silvia lalu melepaskan cubitan nya. khaira mengernyitkan dahi nya saat mendengar ucapan silvia, apa hubungan nya ia nikah sama silvia mencubiti nya?


" Apa hubungan nya aku nikah sama kamu cubit aku? " akhirnya khaira mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran nya, sambil mengelus perut nya yang terasa perih karna cubitan silvia.


" ya adalah tadi kan aku cubit kamu di bagian perut kamu, siapa tau disana udah ada calon babang tampan junior " jawab silvia sambil terkekeh.


" pletokk " khaira memukul kening silvia pelan


" auw... sakit tau " ucap silvia karna mendapat pukulan kecil pada keningnya, ia terus mengelus kening nya yang sebenarnya tak seberapa sakit.


" Makanya kalau ngomong itu di jaga jangan asal nge-jiplak aja" ucap khaira sambil menatap ke arah silvia.


" siapa yang asal nge-jiplak sih orang ngomong nya memang benar kok, kalau misal nya di dalam perut kamu itu udah ada calon babang tampan junior gimana? " khaira memutar mata nya malas mendengar ucapan silvia.


" ngak bakalan ada orang nikah nya baru satu minggu " ucap khaira.


" ira sayang, masalah itu berbeda-beda kadang ada yang cepat kadang juga ada yang lambat, mungkin saja kan di sana udah ada calon nya namun karna usia pernikahan kalian baru satu minggu semua itu baru bisa terdeteksi minimal usia kandungan mu dua minggu " ucap silvia panjang lebar yang membuat khaira jengah mendengar ocehannya itu.


Khaira memutar matanya malas ia berusaha mengalihkan pembicara an nya dengan silvia.


" Kamu ngak pengen ketemu sama babang tampan mu itu " ucap khaira sambil menatap ke arah luar.


" Hah.. babang tampan ada disini lalu sekarang dimana dia " ucap silvia dengan antusias seperti orang baru menang undian.


Khaira lagi-lagi merasa jengah melihat sikap berlebihan nya silvia pada Alfi,


"apa hebat nya laki-laki itu sampai silvia se antusias ini bisa bertemu dengan alfi? " tanya khaira dalam hati.


" ira... dimana babang tampan sekarang? " tanya silvia sambil memegang lengan khaira, ia seperti anak kecil yang merengek meminta di belikan coklat sama ibu nya.

__ADS_1


" ada tuh di luar " ucap khaira sambil melirik ke arah luar tangan nya bersedekah di depan dada.


" yeaahh.... " khaira menggelengkan kepala nya melihat tingkah silvia yang meloncat kegirangan.


" ya udah kalau gitu aku kesana dulu ya mau ketemu babang alfi " ucap silvia lalu melangkah dengan cepat kearah pintu namun langkah nya dihentikan oleh khaira.


" ets.. tungggu dulu " ucapan khaira membuat langkah silvia terhenti, silvia lalu membalikkan badan nya ke arah khaira, ia menaikkan sebelah alis nya seolah bertanya pada khaira ' ada apa? '.


Khaira menggelengkan kepala nya sambil tersenyum ke arah silvia, saking senang nya silvia sampai ngak nyadar apa yang dipakai nya saat ini.


" kamu mau ketemu babang tampan mu itu dengan keadaaan seperti ini? " tanya khaira sambil menaik turunkan jari telunjuk nya ke arah silvia.


Silvia mengikuti arah telunjuk jari khaira di dapati nya diri nya yang kini hanya memakai baju piama berwarna pink tanpa jilbab di tambah lagi dengan rambut nya yang terlihat acak-acakan.


" hehehe..... " silvia cengengesan ketika menyadari keadaan nya saat ini i


" saking senang nya aku sampe nga nyadar keadaan ku seperti ini, yaudah kalau gitu aku ganti baju dulu ya, tunggu aku kita keluar bareng nantinya " ucap silvia berjalan ke arah lemari pakaian nya mengambil satu set baju, lalu berlalu pergi ke kamar mandi


Setelah silvia selesai menggantikan pakaian nya mereka langsung keluar menuju ke halaman depan rumah silvia.


Saat berada di halaman rumah nya silvia begitu antusias saat melihat Alfi yang kini duduk sambil menikmati makan malam nya.


" BSBANG ALFi " silvia yang muncul secara tiba-tiba membuat Alfi kaget jingga ia tersedak.


" uhuk... uhuk.... uhukkk... "


khaira yang melihat Alfi tersedak segera meraih minuman yang ada di samping Alfi dan memberikan padanya.


"aduhh babang Alfi aku minta maaaf ya bikin babang Alfi kaget sampai tersedak lagi " ucap silvia sambil menunjukkan wajah bersalah nya.


" iya ngak papa, tapi lain kali kalau datang itu jangan bikin orang jantungan " ucap Alfi sambil menatap ke arah silvia.


" iya.. iya.. iya.... maaf janji deh lain kali ngak akan begini lagi, lagi pula aku begini karna aku senang banget babang Alfi mau datang kesini " ucap silvia sambil tersenyum malu-malu ke arah Alfi.


Khaira dan Alfi saling emandang satu sama lain dan tersenyum melihat tingkah silvia.


" kalau gitu gue harus pergi sekarang karna ada jadwal main voli di kecamatan Samatiga " ucap Alfi sambil bangkit dari duduk nya.


" yah kok pergi sih kan aku baru sebentar ketemu sama babang tampan " ucap silvia sambil menunjukan wajah cemberut nya.


" maaf tapi gue saat ini lagi buru-buru banget nanti kita bisa ngobrol lebih banyak lagi saat nanti kita ketemu lagi " ucap Alfi sambil tersenyum ke arah silvia dan menatap nya.


" ya udah deh babang tampan hati-hati di jalan ya " ucap silvia wajah nya masih terlihat cemberut.


" gue pergi dulu ya " ucap Alfi pada khaira sambil menatap ke Arah nya.


" iya hati-hati di jalan " ucap khaira lembut, ia menatap ke arah suami nya itu sambil tersenyum.


Alfi hanya menganggukan kepalanya lalu berlalu meninggalkan khaira dan silvia. setelah Alfi pergi khaira dan silvia juga berlalu masuk ke dalam rumah silvia.


Waktu sudah menunjukan jam 11: 30 malam khaira berpamitan pulang kepada silvia setelah itu ia segera pergi meninggalkan rumah silvia berjalan ke arah rumah nya.


Sesampai nya di rumah khaira tidak melihat mobil Alfi terparkir di depan rumah nya itu arti nya Alfi belum pulang, khaira masuk ke dalam berjalan menuju ke kamar nya, sesampai nya di sana ia segera melaksanakan shalat 'isya.


Khaira menunggu Alfi pulang hingga jam 12 malam namun Alfi tak kunjung pulang akhirnya ia memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.


◾◾◾◾


Alfi Sampai di rumah khaira pukul 12 : 30 malam, setelah memarkirkan mobil nya Alfi berjalan memasuki rumah khaira menuju ke kamar khaira.


Sesampai nya di sana ia melihat sekilas ke arah khaira yang lagi tertidur dengan pulas nya, lalu berjalan ke kamar mandi membersihkan diri nya dari keringat, sebelum tidur ia melaksanakan shalat 'isya terlebih dahulu karna saat pergi ke tempat pertandingan voli ia belum sempat mengerjakan shalat 'isya.


Usai shalat Alfi membaringkan tubuh nya di sebelah kanan khaira dengan di batas kan guling di tengah nya, di lihat nya wajah khaira yang kini sedang tertidur pulas, menghadap ke arah nya.


" Cantik " gumam Alfi, bibir nya melengkung ke atas menampakkan senyum manis nya itu.


ia baru sadar jika khaira lumayan cantik walau pun tak secantik gadis-gadis yang selama ini di kenali nya.


entah keberanian dari mana Alfi mendekatkan wajah nya ke wajah khaira dan di kecup nya kening khaira dengan waktu yang lumayan lama.


kembali ia menatap wajah khaira saat ia menghentikan ciuman nya di kening khaira, Bibir nya masih mengukir senyum.


ia segera menjauhkan dirinya dari khaira berbaring disamping nya dengan menghadap ke arah khaira di pejamkan matanya hingga ia terlelap dalam tidurnya.


♦♦♦♦


Suara adzan yang berkumandang membuat dua insan yang masih di geluti mimpi indah terpaksa harus membuka matanya untuk memenuhi panggilan sang Khalik.


khaira dan Alfi sama-sama membuka mata nya hingga pandangan mereka bertemu saat kedua nya telah membuka mata.

__ADS_1


Ada rasa bahagia di hati khaira saat ia terbangun dari tidur nya, yang pertama kali ia lihat adalah wajah suami nya, apalagi saat ia menyadari jika kini Alfi lagi-lagi sedang memeluk dirinya. ingin rasa nya ia mengalami hal seperti ini setiap hari, melihat wajah Alfi dan berada dalam pelukan Alfi saat ia terbangun.


khaira tersenyum bmemikirkan hal itu, hingga membuat Alfi menyadari kini ia sedang memeluk khaira, ia langsung melepaskan pelukan nya, kemudian bangkit dari tidurnya dan berlalu ke kamar mandi.


ada rasa hampa yang menyeruak di hati khaira saat Alfi melepaskan pelukan nya. seperti ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Namun ia mencoba menepis rasa itu berusaha bersikap seperti biasanya seolah tak terjadi apa-apa di antara mereka.


Alfi keluar dari kamar mandi kemudian khaira pun masuk kedalam nya untuk membersihkan dirinya. setelah selesai ia melihat Alfi yang sedang menunggu dirinya untuk melaksanakan shalat subuh berjama'ah. seluruh perlengkapan shalat pun telah di siap kan oleh Alfi.


khaira segera memakai mukena nya setelah itu mereka shalat dengan di imam kan Alfi.


Selesai shalat khaira seperti biasa memberekan perlengkapan shalat lalu berlalu ke dapur untuk memasak sarapan pagi.


30 menit kemudian setelah masakan nya selesai khaira memanggil Alfi untuk makan bersama, hanya berdua karna kedua orang tua khaira merasa canggung jika harus makan satu meja dengan menantu laki-laki nya. berbeda dengan di rumah Alfi mereka selalu makan satu meja dengan seluruh anggota keluarga.


Setelah selesai makan Alfi kembali ke kamar nya dan di susul oleh khaira setelah ia membersihkan peralatan makan yang tadi mereka pakai.


Khaira masuk ke kamar dan dilihat nya Alfi yang kini bersandar di kepala ranjang sambil menatap layar HP nya. khaira berjalan mendekati suami nya dan duduk di dekat laki-laki itu.


" kmu beneran mau pulang ke kota hari ini? " tanya khaira pada Alfi saat ia sudah duduk di dekat Alfi.


" kan gue udah bilang kalau gue harus balik kesana karna ada kerjaaan " jawab Alfi datar tanpa melihat ke arah khaira pandangan nya masih fokus pada benda pipih itu.


entah apa yang di lakukan nya dengan benda itu hingga ia sama sekali tidak menatap khaira, ia hanya fokus pada HP nya seolah ia sedang mengirim pesan dengan seseorang dan sesekali tersenyum tidak jelas.


Khaira mengernyit kan dahi nya saat melihat Alfi senyum-senyum sendiri sambil menatap layar HP nya.


" kamu lagi ngapain kenapa senyum-senyum gitu? " tanya khaira sambil menatap laki-laki itu yang masih sibuk memainkan handphone nya.


" ngak cuma lagi liat vidio lucu " jawab Alfi dengan suara datar dan pandangan nya masih menatap benda yang ada di tangan nya.


" kalau kamu pulang kesana aku nya gimana? " tanya khaira lagi ia masih melihat kearah Alfi,


Alfi yang mendengar pertanyaan khaira mengalihkan pandangan nya ke arah khaira dan menaik kan sebelah alis nya.


" ya ngak gimana - mana, kamu tinggal aja disini ngak usah ikut aku ke kota, lagi pula kamu kan masih harus menghadiri pernikahan silvia nanti " ucap Alfi sambil menatap ke arah khaira.


" yakin ngak mau aku ikut ? " tanya khaira ia memiringkan kepala nya melihat wajah Alfi dan mencoba mencari jawaban darinya.


" ya yakin lah kenapa aku ngak yakin, lagian ada loe atau ngak ada loe di dekat gue sama aja menurut gue ngak ada bedanya " ucap Alfi datar, kini pandangan nya kembali teralih kan kepada benda yang ada ditangan nya, saat mendengar suara pesan yang masuk.


Alfi tersenyum saat membaca pesan tersebut, tanpa ia memikirkan khaira yang ada di dekat nya, yang kini terdiam karna ucapan nya tadi.


" Seperti nya memang tak ada kesempatan bagi ku untuk menjadi seseorang yang berarti bagi nya " gumam khaira dalam hati ia berusaha menahan air mata nya agar tak mengalir di depan Alfi. Lagi-lagi hanya rasa sakit yang Alfi torehkan padanya.


" loe kenapa diam aja? " tanya Alfi yang kini menatap ke arah khaira yang hanya terdiam setelah mendengar ucapan nya.


" ngak kenapa-napa " jawab khaira, ia mengalihkan pandangan nya ke arah lain agar Alfi tak melihat matanya nya yang kini mulai ber air.


" ngak kenapa-napa kenapa hanya diam " ucap Alfi lagi ia menaikkan sebelah alisnya saat melihat khaira yang kini mengalihkan pandangan nya.


" gue bakalan jemput loe lagi nanti kalau gue ada waktu senggang, nanti loe bisa kembali kesana dan gue harap loe mau tinggal di sana sama keluarga gue karna ngak mungkin kan kalau loe Tetap di sini sementara gue disana, nanti apa kata orang kalau kita hidup berjauhan " ucap Alfi lagi sambil menatap ke arah khaira.


" terserah aku ngak perduli dengan semua itu jika memang aku harus tinggal sama keluarga mu aku ngak masalah, tapi aku harap suatu saat nanti kita akan punya rumah sendiri biar kita juga bisa belajar hidup mandiri " ucap khaira Alfi hanya diam tidak menanggapi ucapan khaira.


Waktu sudah menunjukan jam 06: 30 pagi, khaira mengantar Alfi hingga ke depan rumah.


" gue pergi dulu ya " ucap Alfi


" ya, hati-hati di jalan " ucap khaira sambil tersenyum.


" jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai di sana " ucap khaira lagi kemudian menyalami tangan Alfi.


ia masih terus menatap Alfi, agak berat baginya jika ia harus kembali berjauhan dengan suaminya seperti saat pertama kali mereka baru menikah.


Alfi hanya menganggukkan kepala nya lalu berjalan masuk ke dalam mobil.


membunyikan klakson nya sekali lalu berjalan meninggalkan khaira yang kini menatap kepergian nya.


" semudah itu kah kau meninggalkan aku tanpa merasa beban sedikit pun, seolah aku tak pernah berarti bagimu, dan kau bilang kau akan menjemputku kembali jika engkau ada waktu senggang, berbicara seperti itu seolah engkau tak pernah berharap bisa hidup bersama dengan ku " gumam khaira dalam hati


Khaira menyeka yang tanpa di sadari nya telah mengalir membasahi pipi nya. menarik nafas nya dalam - dalam dan menghembus nya secara perlahan agar diri nya terlihat sedikit lebih tenang. setelah merasa dirinya mulai sedikit lebih tenang ia alangkah masuk kedalam rumah nya.


💞 💞 💞 💞 💞


Terima kasih buat para readers yang sudah membaca dan memberi komentar nya.


Semoga semua nya suka dengan hasil karya saya yang tanpa terasa kini sudah episode ke 20.


Nantikan episode-episode selanjut nya, dan silahkan memberikan saran nya di kolom komentar. Terima kasih, 😊😊

__ADS_1


Salam Author


Ety Salmila


__ADS_2