
*** Terkadang Hati Tak Bisa Berjalan Beriringan dengan Jalan Fikiran.
Dan Terkadang Pilihan Hati Tak Selalu Benar •••
Jika Kebimbangan Melanda Dirimu Maka, Serahkan lah Segalanya Nya Kepada Sang Pemilik Hati,
Setelah Engkau Berikhtiar Untuk Mendapat Kan Yang Terbaik Sebagai Tempat Pelabuhan Cinta Mu ***
🍂 Khaira Najwa Safira 🍂
💞 💞 💞 💞 💞
" Oh ya.... Bunda kalau mau cepat punya mantu khaira punya calon nih buat di jadiin calon istri zaki " Ucap khaira senyuman nya masih mengembang di bibir manis nya.
" Oh ya ? Memang nya siapa orang nya ?? " Tanya bunda Annisa ia menatap bingung ke arah khaira. Khaira semakin tersenyum saat mendengar pertanyaan bunda Annisa.
" Dia adalah....... "
Khaira menghentikan ucapan nya dan memperhatikan semua orang yang ada di hadapan nya, menatap dengan tatapan penuh tanya.
Khaira kembali melanjutkan ucapan nya.
" Dia... dia.. Azkia "
Semua orang kaget mendengar apa yang di ucapkan khaira. Tak terkecuali Azkia dan Zaki yang menjadi topik perbincangan, mereka saling bertatapan satu sama lain.
" Kenapa jadi aku ? " Tanya Azkia, ia menolehkan pandangan nya ke arah khaira, sambil menaikkan sebelah alis nya. Merasa tak mengerti mengapa khaira malah menyalon kan diri nya sebagai calon istri Zaki.
Azkia menatap ke arah khaira, tatapan mata nya menyiratkan menuntut penjelasan dari khaira.
Khaira menatap ke arah Azkia dan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Azkia, ia kembali mengalihkan pandangan nya pada bunda Annisa .
" Bunda setuju ngak kalau Zaki kita jodohin sama Azkia? " Tanya khaira sambil menatap ke arah bunda Annisa.
Bunda Annisa menatap ke arah Azkia yang masih memperlihatkan ekspresi bingung.
" Azkia gadis yang baik bun, dan khaira jamin kalau Azkia masih sendiri, belum menikah dan belum punya pacar ".
Ucap khaira sambil terkekeh, karna mengingat diri nya yang ingin di jodohkan bunda Annisa dengan Zaki, khaira melirik ke arah Azkia Yang hanya terdiam.
Bunda Annisa yang mendengar penuturan khaira, sesaat ia menolehkan pandangan nya pada khaira, lalu kembali menatap ke arah Azkia.
" Bunda setuju..... Kamu mau kan Azkia jadi menantu bunda? " Tanya bunda Annisa ia menampakkan senyum kegirangan nya, sambil menatap pada Azkia.
Azkia hanya bisa terdiam ia bingung tak tahu bagaimana menanggapi pertanyaan bunda Annisa.
Jujur saja ia sedikit tertarik pada Zaki tapi melihat sikap acuh Zaki membuat ia kurang yakin jika Zaki juga mau menerima perjodohan ini .
" Ngakkk.... " Ucap Zaki dengan suara yang sedikit meninggi sambil mengamati bunda Annisa dan khaira secara bergantian.
Bunda Annisa dan khaira sama-sama menolehkan pandangan nya ke arah Zaki saat mendengar ucapan zaki.
" Apa-apaan ini main jodoh - jodohin aja, aku kan udah bilang ngak mau di jodoh - jodohin kenapa malah di paksa ".
Ucap Zaki lagi, ia merasa kesal dengan bunda dan juga khaira yang malah menjodoh- jodohkan nya dengan Azkia.
__ADS_1
" Zaki ini semua kami lakukan demi kamu, bunda ingin lihat kamu menikah nak, dan bunda rasa Azkia gadis yang tepat untuk menjadi pedamping kamu, dia gadis yang baik soleha jadi apalagi yang kurang dari nya ? "
Ucap bunda Annisa sambil menatap lekat wajah zaki, ia kemudian melangkahkan kaki nya mendekati putra semata wayang nya itu.
" Zaki usia kamu sudah 25 tahun sudah waktu nya kamu menikah, lalu apa lagi yang kamu fikirkan di saat kamu sudah menemukan gadis secantik dan sebaik Azkia " .
Bunda Annisa kembali mencoba membujuk Zaki agar mau menerima perjodohan nya, Zaki melirik ke arah Azkia yang masih berada di samping nya dan menundukkan kepala nya.
" Bunda ini masalah hati tak bisa segampang itu " Ujar Zaki ia mencoba meminta pengertian dari bunda nya agar tak lagi memaksa diri nya dengan Azkia.
" Kalau hanya masalah itu bunda yakin, Suatu saat kamu pasti bisa mencintai Azkia dan bahkan mungkin kamu ngak akan mau melepaskan nya lagi, semua ini hanya masalah waktu Zaki dan bunda yakin jika kalian bersama, pasti kalian akan jadi keluarga yang bahagia ".
Ucap bunda Annisa ia menatap lekat wajah putra nya yang kini berdiri dengan menyamping kan diri nya.
Bunda Annisa menyentuh pundak Zaki dan membawa Zaki berdiri dengan berhadap-hadapan dengan nya.
" Zaki kamu percaya kan sama bunda, bunda ngak mungkin memilih wanita yang salah untuk kamu " Ucap bunda Annisa ia masih berusaha membujuk Zaki untuk menerima perjodohan nya.
" Bunda... Zaki.... " Belum sempat Zaki melanjutkan ucapan nya Bunda Annisa sudah lebih dulu menyela nya.
" Zaki coba deh kamu lihat Alfi sama Agus mereka udah nikah, hanya kamu aja yang belum nikah, bunda dengar dari mama Alfi jika dulu Alfi dan khaira juga tidak saling mencintai.
Tapi lihat mereka sekarang terlihat begitu mesra dan saling menyayangi dan mungkin sebentar lagi mereka akan punya anak ".
ucap bunda Annisa sambil melirik ke arah Alfi dan khaira.
" Deg "
Khaira dan Alfi saling bertukar pandang saat mendengar ucapan terakhir bunda Annisa, entah perasaan apa yang mereka rasakan saat mendengar ucapan bunda Annisa.
" Zaki mending loe coba dulu deh untuk mengenal Azkia siapa tau kalian memang jodoh " Agus yang sejak tadi diam akhir nya membunyikan suara nya.
" iya benar tuh apa yang dikatakan Agus lebih baik kalian saling mengenal dulu, jangan langsung di tolak nak, nanti kamu malah menyesal lagi ".
ucap bunda Annisa pandangan nya masih terarahkan pada Zaki, yang hanya diam mendengar ucapan nya.
" maaf bu, seperti nya saya harus segera kembali ketempat kerja, karna masih banyak pekerjaan yang mesti saya selesaikan " ucap Azkia seraya menyampir kan tas di bahu nya.
" tapi nak kita kan masih membahas masalah..... " Azkia langsung menyela ucapan bunda Annisa saat bunda Annisa ingin mengatakan soal perjodohan nya dengan Zaki.
" maaf bu saya harus pergi " baru saja Azkia ingin melangkah, langkah nya kembali terhenti saat mendengar pertanyaan khaira.
" kia kalau kamu pergi aku balik nya sama siapa ? " Azkia yang mendengar pertanyaan khaira langsung menghentikan langkah nya dan berbalik menatap ke arah khaira.
Azkia hanya diam tanpa menjawab pertanyaan khaira.
" kan ada aku nanti biar aku saja yang mengantarkan kamu kembali ke tempat kerja " Azkia melirik ke arah Alfi saat mendengar ucapan laki-laki itu, lalu pandangan nya kembali terarah kan pada khaira, tatapan mata nya mengisyaratkan seolah ia bertanya ' bagaimana ? '.
Khaira mengerti dengan tatapan Azkia yang seperti itu ia menghembus nafas nya kasar.
" baiklah....kamu boleh pergi, Nanti saya balik nya sama suami saya saja " ucap khaira seraya tersenyum ke arah Azkia. Azkia mengangguk kan kepala nya, saat mendengar ucapan khaira.
" Saya permisi... Assalamu'alaikum... " ucap Azkia lalu ia melangkah kan kaki nya menuju ke luar kafe.
Semua orang yang ada di sana menatap kepergian Azkia dengan tatapan kecewa, kecuali Zaki ia tak perduli saat melihat Azkia pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Meski pun ada rasa khilangan dalam dirinya saat melihat punggung Azkia yang perlahan-lahan menghilang dari pandangan nya.
" tuhkan dia pergiii.... kamu sih ngak mau memberi kesempatan untuk bisa mengenal Azkia, akhir nya ia pergi kan ?, udahlah bunda mau pulang aja malas berbicara sama kamu ".
Ucap bunda Annisa sambil menatap kesal ke rahmatullah Zaki, ia melangkah kan kaki nya ingin meninggalkan khaira dan ketiga laki-laki yang ada di sana.
Namun ia kembali menghentikan langkah nya saat ia mengingat sesuatu yang di lupakan nya. ia membalikkan badan nya kembali menghadap ke arah Zaki, tanpa beranjak dari tempat ia berdiri.
" oh ya bunda lupa, tolong bayarkan semua makanan pesanan bunda " ucap bunda Annisa dengan nada datar, lalu ia kembali membalikkan badan nya dan melangkah pergi meninggalkan ruangan kafe tersebut.
Alfi dan khaira sama-sama menghembus nafas nya kasar, saat bunda Annisa sudah menghilang di pintu masuk. Alfi dan khaira mebgelengkan kepala nya melihat Zaki yang dengan bodoh nya menolak wanita sebaik Azkia .
" ayo yang aku antar kamu kembali ke tempat kerja " ucap Alfi ia menatap ke arah khaira yang menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
Alfi megandeng tangan khaira, ia kembali menolehkan pandangan nya ke arah Zaki , yang hanya terdiam menatap ke arah mereka.
" BO-DOH..... " ucap Alfi dengan datar, dan dengan sorot mata menahan kekesalan nya pada Zaki.
Hati nya terasa dongkol karna melihat Zaki yang dengan keras nya menolak Azkia, dan mengambil keputusan tanpa berfikir terlebih dahulu.
Zaki yang mendengar ucapan Alfi menaikkan sebelah alis nya, tak mengerti apa maksud ucapan Alfi.
Setelah mengatakan itu, Alfi membawa khaira keluar dari dalam kafe mengantarkan nya kembali ke tempat kerja khaira dan meninggalkan Agus dan zaki yang masih sama-sama terdiam.
Sepeninggal Alfi dan khaira, hanya keheningan yang tersisa di antara Agus dan Zaki, Agus yang melihat Zaki yang hanya diam mencoba memecahkan keheningan di antara mereka.
" Udahlah Zak ngak usah di fikir kan, jika dia memang jodoh loe, suatu saat nanti dia pasti akan jadi milik loe, Jodoh ngak mungkin ke tukar, karna Allah telah menentukan nya. " ucap Agus panjang lebar, sambil menepuk-nepuk pundak Zaki, seolah memberi semangat pada nya.
Zaki hanya diam menatap ke arah agus tanpa mengatakan sepatah kata pun pada nya.
" Zak kita pulang yukkk.... kita bayar dulu nih pesanan bunda loe sama pesanan kita tadi habis itu kita langsung pulang, gue udah cape banget nih pengen istirahat " ucap agus lagi ia masih menatap ke arah Zaki yang belum juga bersuara.
Zaki menolehkan pandangan nya pada Agus, ia hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
" ya udah, kalau gitu loe tunggu di sini biar gue yang bayar pesanan nya. " ucap agus ia kembali menepuk pundak Zaki lalu melangkah pergi ke arah kasir untuk membayar semua pesanan mereka.
Setelah selesai membayar makanan ia kalin lagi ketempat Zaki berdiri.
" Udah selesai... ayo kita pulang " ajak agus seraya melanjutkan langkah nya. Lagi-lagi Zaki hanya menganggukkan kepala nya, lalu ia melangkah mengikuti langkah agus yang berjalan menuju ke kuatir kafe.
◾ ◾ ◾ ◾ ◾
Happy Reading
Maaf ya...
hari ini Author up nya hanya satu episode karna author ngak sempat meng up banyak hari ini 😔
Tapi insya Allah besok author akan berusaha untuk meng up lebih banyak lagi. ☺
Berikan like dan komentar yang lebih banyak sebagai bentuk dukungan readers pada Author 😊😘
-
Salam Author
__ADS_1
Ety Salmila