Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
7. Kesalah Pahaman Yang Terjadi


__ADS_3

Sesampai nya dirumah Khaira langsung turun dari motor ia mengucapkan Terima kasih pada Silvia saat saat khaira ingin melangkah masuk tiba-tiba langkah dihentikan oleh silvia.


" Khaira tunggu dulu aku mau ngomong "ucap silvia khaira menghentikan langkah nya dan membalikkan badan nya menghadap silvia.


" Kamu mau ngomong apa? " tanya khaira pada silvia


" eum... kamu kok bisa tadi bareng babang tampan Alfianda sampai ribut gitu lagi ? " tanya silvia sambil senyam-senyum membayangi wajah Alfi


" kamu ngapain sih tanya masalah itu ngak penting banget " jawab khaira ketus


" kok kamu jawab nya gitu sih kan aku cuma nanya kamu kenapa bisa bertengkar gitu sama babang tampan " tanya silvia lagi wajah nya masih tersenyum saat menyebut 'babang tampan'.


khaira merasa geli saat mendengar silvia menyebut Alfi dengan sebutan babang tampan.


" apaan sih geli tau dengar kamu nyebut- nyebut dia babang tampan " ucap khaira seraya berpura-pura mual mendengar ucapan silvia


" loh kamu jangan gitu lah Ra ngak boleh terlalu membenci seseorang karna siapa tau dia itu jodoh kamu " ucap silvia seraya terkekeh mengingat bagaimana jika seandainya sahabat nya itu benar-benar berjodoh dengan Alfi.


" apaan sih ngak usah ngaur ya lagian siapa juga yang mau sama dia amit-amit deh jangan sampai aku benaran jodoh ama dia " ucap khaira seraya menengadahkan tangannya keatas


" aminnn aku doain deh semoga kamu sama dia berjodoh " ucap silvia sambil menengadahkan tangannya keatas


" Aminnnn " jawab khaira mengaminkan doa silvia tanpa sadar


sesaat kemudian ia baru menyadari apa yang barusan di ucapkan silvia


" eh apa tadi? " tanya silvia pada khaira


" cie...cieee... di aminin moga aja Allah mengabulkan nya " ucap silvia sambil terkekeh geli


" iihh apaan sih ngak, ngak mau aku berjodoh ama dia, kamu jangan ngomong yang macam - macam ya" ucap khaira sambil menatap tajam ke arah silvia


" lah kamu napa liat aku kayak gitu kalau dia memang jodoh kamu memang nya kamu mau apa mau protes sama Allah? " tanya silvia khaira hanya terdiam mendengar ucapan khaira


" jodoh itu kan udah di tentukan sama Allah sekuat apapun kamu menolak nya dan sejauh mana pun kamu menjauhi nya tetap saja suatu saat nanti ia pasti akan menemuimu ".


ucap silvia


khaira tak menjawab satu kata pun ia berusaha menepis bayangan Alfi dari fikirannya nya 'Bagaimana jika Alfi memang jodoh ku apa yang harus kulakukan?' tanya silvia dalam hati ia menggelengkan kepala nya untuk mehilangkan bayangan alvi yang ada dalam otak nya


" udah ah kamu jangan ngomong yang macam-macam mending kamu pulang deh udah malam aku juga udah mau tidur" ucap khaira kemudian


" idihh...kamu ngusir aku? " tanya silvia dengan ekspresi yang dibuat-buat


" siapa yang ngusir aku cuma nyuruh kamu pulang karna udah malam " jawab khaira


" nah justru itu harus nya kamu nyuruh aku tidur di rumah kamu masa kamu tega sih biarin teman kamu pulang sendiri " ucap silvia dengan memajukan bibir nya


" aduuuhh... lebay banget sih kamu orang rumah kamu deket kok tuh bisa dilihat dari sini udah sana mending kamu pulang deh"ucap khaira kesal.


"hehehe...ngak mau aku mau tidur disini aku dah bilang sama mama ku kalau aku akan tidur disini, nah kalau aku pulang terus mama nanya kenapa aku ngak jadi tidur dirumah kamu aku jawab apa dong? masa aku bilang kamu ngak ngijinin aku tidur dirumah kamu ngak mengkin kan?" tanya silvia sambil cengengesan


khaira memutar bola mata nya malas lalu mengajak silvia masuk ke rumah nya


" ya udah ayo masuk " ajak silvia sambil memutar badan nya menuju pintu rumah nya


sedangkan silvia tertawa senang di ajak khaira masuk. sebenar nya rumah nya dengan rumah khaira sangat dekat hanya di batasi oleh dua rumah penduduk lain nya bahkan bisa dilihat dari rumah khaira. hanya saja ia sengaja ingin menginap di rumah khaira untuk menanyakan hal yang terjadi dilapangan voli saat khaira dan babang tampan nya bertengkar dan lebih parah nya lagi ia sama sekali tidak mengatakan pada mama nya kalau dia akan menginap dirumah khaira ia baru meminta izin lewat pesan pada mama nya saat Khairamengizinkan kan nya tidur di rumah nya.


Silvia sengaja mengatakan kepada khaira bahwa ia telah meminta izin pada mama nya agar khaira tak punya alasan untuk menolaknya tidur di rumah khaira.Aneh... kan pada hal itu kan hak khaira sebagai pemilik rumah terserah dia dong kalau dia tidak mau mengizinkan Silvia tidur di rumah nya.???


Ya... tapi begitu lah sifat Silvia kalau dia udah kepo dan mau tau sebuah informasi apa pun akan ia lakukan agar ia bisa menuntaskan rasa penasarannya itu termasuk ini rela tidur di rumah khaira untuk sebuah informasi yang tidak penting.


Akhirnya rasa penasaran nya pun dapat di tuntaskan. saat di kamar khaira Silvia terus - menerus menanyakan kejadian yang terjadi di lapangan voli. awal nya khaira enggan membahas masalah itu ia selalu merasa kesal saat mengingat nya tapi karna terus di desak oleh Silvia akhir nya ia pun menceritakan nya.


Satu minggu sudah berlalu semenjak pertemuan khaira dengan alfi dan malam ini kembali tim Alfi yang akan bertanding. sesuai perjanjian alfi akan mengembalikan HP khaira yang sudah di perbaiki. khaira begitu antusias menyaksikan pertandinganalam ini bahkan Silvia begitu heran dengan kelakuan khaira.


"kamu kenapa sih senyam-senyum gitu kaya orang gila? " tanya Silvia


Saat ini mereka sudah berada dalam lapangan dan malam ini ada dua sesi pertandingan terdiri dari 4 regu dan dua regu yang bertanding pada sesi pertama selanjut nya sesi ke dua yang akan bertanding yaitu tim Alfi dan lawan nya.


" ya senang lah bentar lagi kan tim alfi yang akn bertanding" ucap khaira sambil tersenyum kegirangan


" cieeee yang sebentar lagi akan bertemu dengan sang pujaan hati " ucap Silvia sambil terkekeh


" apasih kamu ngak usah berlebihan deh aku ketemu dia tuh mau ngambil HP aku yang ada sama dia jangan mikir yang Macam-macam "ucap khaira dari nada bicara nya ia terlihat tidak suka mendengar ucapan silvia.


" yayaya biasa aja kali ngak usah ngegas " ucap silvia ia kembali terkekeh melihat ekspresi wajah khaira yang memerah karna menahan amarah nya.


Tak lama kemudian lapangan tersebut ramai karna teriakan dari para penonton menyambut para pemain yang memasuki lapangan apalagi para penggemar alfi yang meneriaki nama nya dengan suara yang keras.


Tanpa sengaja sesaat pandangan khaira bertemu dengan alfi mereka saling bertatapan namun khaira langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain begitu pun dengan alfi ia kembali fokus pada pertandingan yang akan berlangsung.


Pertandingan pun dimulai teriakan para penonton yang memberi semangat untuk para pemain semakin membuat lapangan terasa ramai dan membuat pertandingan yang sedang berlangsung semakin terasa seru

__ADS_1


Tanpa terasa pertandingan itu pun berakhir dan Lagi-lagi pertandingan dimenangkan oleh tim alfi. ini bukan lah pertandingan yang terakhir karna para pemain harus menghadapi beberapa babak lagi baru setelah itu mereka akan menuju ke final untuk memperebutkan juara.


pertandingan memang sudah berakhir tapi para pemain belum bisa keluar dari lapangan karna mereka di serbu oleh para penonton untuk berfoto. terutama alfi yang diserbu oleh banyak cewe untuk berfoto dengan nya. khaira merasa jengah melihat pemandangan di depan mata nya saat melihat alfi berfoto dengan beberapa anak cewe bahkan mereka tak segan-segan mengandengkan tangan alfi.


Silvia memperhatikan raut wajah khaira yang kelihatan tidak suka saat melihat alfi berfoto sambil bergandengan tangan dengan para Cewe-cewe. ia tersenyum melihat perubahan raut wajah khaira.


" ehemmm " Selvia sengaja berpura-pura berdehem agar khaira mengalihkan pandangan nya ke arah nya dan benar saja khaira langsung melihat kearah Silvia saat mendengar deheman silvia


" kaya nya ada yang lagi cemburu nihh "ucap silvia sambil melirik ke arah khaira, ia terkekeh saat mendapat kan tatapan tajam dari khaira


" kita foto-foto juga yuuk bareng babang tampan alfianda " ajak silvia sambil berusaha menarik lengan khaira namun khaira berusaha melepas tangan silvia yang menari lengan nya


" kamu aja sana aku mah ogah " ucap khaira sambil mutar bola matanya malas


" aseekk ada yang lagi jelles nih kayak nya karna melihat pujaan hati dekat-dekat sama yang lain sampai - sampai ngak mau di ajak foto" ucap silvia sambil tertawa ia tak perduli jika khaira kini menatap nya dengan tatapan tajam


" idiihh... siapa yang jeles sih udah pergi sana kalau memang mau foto sama dia ngak usah ngajak-ngajak orang " ucap khaira sambil mendorong tubuh Selvia kearah alfi


" cieeee... yang merasa di sebutin padahal aku ngak ngomong loh siapa yang lagi jelles eh kamu malah nyaut itu arti nya kamu beneran jelles dong, cie.. ciee " ucap silvia ia sangat suka menggoda khaira bahkan kini muka khaira sudah seperti udang rebus.


khaira tak menanggapi ucapan silvia tak sengaja ia melihat alfi yang sedang melihat ke arah nya.


" aku mau keluar kalau kamu mau foto temui aja dia sekalian bilang sama dia aku tunggu siluar" ucap silvia lalu melangkah kan kaki nya menuju pintu masuk lapangan


" cieee yang mau berdua_duaan hati-hati loh jangan lupa ngak boleh berdua- duaan karna yang ketiga nya setan " ucap silvia lagi-lagi ia tertawa melihat khaira yang salah tingkah.


khaira tak perduli dengan ucapan silvia ia terus melangkah kan kaki nya kearah pintu keluar melewati kerumunan para gadis-gadis remaja yang sedang mengerumuni alfi untuk berfoto dengannya. khaira tak perduli dengan para gadis itu ia terus melangkah hingga menghilang dibalik pintuasuk lapangan.


Silvia melangkah kan kaki nya menuju ke arah alfi yang sedang di kerumuni oleh para cewe-cewe ia sengaja berjalan lebih dekat ke arah alfi dan menyampaikan pesan khaira kepada nya dengan suara sedikit keras agar para cewe-cewe itu berhenti mengerumuni alfi dan berfoto denganya.


" Babang alfi tampan " panggil Silvia semua cewe yang sedang mengerumuni alvi memandang ke arah Silvia yang sedang melangkah kearah alfi mereka bingung melihat kedatangan Silvia dan bertanya-tanya apa hubungan nya dengan alfi mungkin kah ia pacar nya.kurang lebih begitu lah pemikiran para anak ABG itu. alfi mengernyitkan dahi nya saat mendengar seseorang memanggil nama nya dengan panggilan yang membuat nya terasa geli.


Alfi semakin merasa bingung saat melihat Silvia mendekat kearah nya dan bertanya-tanya siapa wanita yang ada di hadapan nya itu


" Babang alfi khaira sedang menunggu babang alfi di luar lapangan " ucap silvia


alfi menaikkan sebelas alis nya tak mengerti apa yang di maksud oleh silvia.


para cewe ABG itu langsung berhamburan keluar lapangan meninggalkan alfi dan silvia


" babang alfi kok diam aja sih, khaira udah nunggu tuh di luar buruan temuin dia " ucap Silvia lagi sambil tersenyum ke arah alfi.


" loe ngomong apa sih gue ngak ngerti dari tadi loe ngomong apaan? " tanya alfi


" BABANG ALFI KHAIRA LAGI NUNGGU BABANG DI LUAR LAPANGAN " ucap Silvia sambil menekan setiap kata


" khaira siapa?? " tanya alfi lagi


Silvia menepuk jidat nya merasa geram kepada alfi, seperti nya khaira sama alfi memang cocok sama-sama suka membuat dia naik darah.


" khaira cewe yang HP nya abang rusakin satu minggu lalu " ucap Silvia sambil melihat kearah alfi.


" Ooeee... loe teman nya yang kemarin ya?" tanya alfi ketika ia mengingat kejadian minggu lalu, Silvia hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.


"bilang dong dari tadi, gue mana tau namanya khaira karna belum sempat berkenalan dengan nya" ucap alfi lagi sambil tersenyum ke arah Silvia


" ya udah buruan sana temuin dia!!, katanya dia tunggu di parkiran tempat abang kemarin bertemu dengan dia " ucap Silvia sambil tersenyum ke arah alfi


" oe ya udah, makasi ya gue mau temuin dia dulu mau kembaliin HP nya, siapa tadi nama nya?" tanya alfi


" khaira Najwa Safira panggil aja khaira " jawab Silvia


" oe ya nama nya khaira" ucap alfi ia tersenyum kepada silvia, Silvia pun membalas senyuman alfi lalu ia segara pergi menuju keluar lapangan menuju ke arah parkiran untuk menemui khaira.


Setelah keluar dari lapangan alfi langsung pergi menuju tempat parkiran dilihat nya khaira yang sudah menunggu nya didekat mobil nya.


" Khairaaa " panggil alfi


Khaira yang mendengar nama nya di panggil langsung menoleh ke arah orang yang memanggil nya


" aduuhhh akhir nya muncul juga, lama banget sih? " tanya khaira ketika melihat alfi ia sudah merasa bosan menunggu alfi disana


" iya maaf tadi soal nya banyak yang minta foto " ucap alfi sembari tersenyum kearah khaira


" Sok ganteng banget sih dia jadi orang" ucap khaira dalam hati sambil melirik ke arah alfi


" loe kenapa liat gue kayak gituu naksir ya atau mau minta foto juga sama kaya cewe-cewe tadi?, boleh banget ayo sini biar gue yang fotoin" ucap alfi sembari tersenyum kepada khaira bahkan dia sudah mengeluarkan HP nya dari dalam tas nya


" PD banget sih jadi orang siapa yang naksir sok ganteng banget jadi orang (ya walau pun memang ganteng sih) " ucap khaira dalam hati


" oe terus loe mau apa minta foto ayo sini biar gue yang fotoin " ucap alfi pada khaira ia berjalan mendekati khaira.


Khaira kaget saat melihat alfi berjalan mendekati nya

__ADS_1


" ee.. eehh stop jangan kalau maju aku teriak ni" ucap khaira sambil merentangkan tangannya di depan


" apaan sih loe lebay banget orang gue cuma mau foto kan tadi loe bilang mau foto bareng " ucap alfi tersenyum sambil menatap khaira


" siapa yang minta foto foto orang aku ngak ngomong apa - apa, sok ganteng banget jadi orang" ucap khaira ia merasa malas melihat sikap alfi yang sok kegantengan


" emang ganteng kan? " tanya alfi dengan PD nya ia menyampirkan rambut nya kebelakang


" ganteng apaan tampan pas-pasan gitu, sekarang mana HP nya? aku mau pulang" ucap khaira sambil menadahkan tangan nya meminta alfi menyerahkan HP nya.


" beneran ngak ganteng" tanya alfi sambil menyeringai


" iya udah ngak usah banyak ngomong sini kembali in HP ku " ucap khaira ia menatap tajam kearah alfi.


Alfi yang mendapat tatapan tajam dari khaira malah tetsenyum, iya memajukan langkah nya ke arah khaira, jarak nya dengan khaira semakin dekat. khaira yang melihat alfi mendekati nya refleks memundurkan langkah nya, alfi terus melangkah mendekati khaira begitu pun khaira yang semakin memundurkan langkah nya. dan tak sengaja khaira menginjak sebuah balok hingga ia hampir terjungkal kebelakang, alfi yang melihat khaira hampir tejatuh refleks meraih tangan khaira namun karna tubuh nya tidak seimbang ia juga ikut terjatuh bersama khaira.


Saat ini posisi khaira di bawah dan alfi berada di atas nya namun tubuh mereka sama sekali tidak bersentuhan karna alfi menopang tubuh nya dengan tangan nya.


" Astagfirullah... apa yang kalian lakukan disini? " terdengar suara seorang laki-laki di belakang alfi dan khaira.


alfi Buru-buru bangkit dari posisi nya begitu pun dengan khaira ia segera bangun, badan nya terasa sakit semua karna terjatuh tadi namun ia mencoba menahan nya.


Alfi dan khaira sama-sama menoleh kearah 2 2 orang laki-laki paruh baya yang ada di hadapan mereka. 2 orang laki-laki tersebut menatap khaira dengan tatapan tajam.


"Mereka pasti berfikir yang tidak-tidak karna melihat apa yang terjadi barusan" ucap alfi dalam hati begitu pun dengan khaira ia terlihat begitu cemas.


"eumm...bapak-bapak dengar kan penjelasan kami dulu" ucap alfi kepada bapak-bapak yang ada di hadapan nya ia berusaha bersikap tenang.


" ok baik lah tapi jelaskan nya di kantor balai desa saja" ucap salah satu laki-laki tersebut.


" loh kok di kantor balai desa sih pak saya ngak mau ikut kesana " ucap khaira ia terlihat begitu panik berbagai hal-hal buruk terlintas di otak nya.


" iya Pak ngak usah ke kantor kami bisa jelaskan di sini saja karna kami memang tidak melakukan apapun " ucap alfi berusaha menjelaskan apa yang terjadi di antara mereka.


" maaf ya nak tapi ini menyangkut masalah nama desa kami, kami tidak mau karna perbuatan tidak se****oh kalian membuat nama desa kami tercemar"ucap bapak yang satu lagi


lagian kamu khaira kan anak pak khairil akbar? " tanya seorang laki-laki paruh baya.


khaira hanya menganggukkan kepalanya sambil menunduk perasaan nya campur aduk, banyak pertanyaan dalam kepalanya 'bagaimana tanggapan ke dua orang tua nya saat mendengar kesalah pahaman ini mereka pasti akan kecewa karna berfikir aku tak bisa menjaga diriku dengan baik? ' ucap khaira dalam hati


" apa kamu tidak malu jika semua orang tau tentang masalah ini terutama orang tua mu mereka pasti sangat kecewa saat mendengar apa yang sudah terjadi pada kamu saat ini?".tanya laki-laki itu lagi kepada khaira


khaira hanya terdiam mendengar pertanyaan laki-laki itu, iya tau jika orang tua nya pasti sangat kecewa sekalipun ini hanya kesalah pahaman.


" tapi kami tidak melakukan apapun pak ini hanya salah paham " ucap khaira ia berusaha


menjelaskannya walau ia terlihat begitu cemas.


" lebih baik kalian ikut kami ke kantor balai desa,nanti kalian bisa jelas kan nya di Sana" ucap seorang laki-laki paruh baya itu.


" atau kalian mau kami panggil warga yang lain biar kalian di geret rame-rame ke kantor balai desa? " ancam laki-laki yang satu nya lagi.


" jangan pak tolong jangan sampai semua orang disini tau kami akan pergi ke kantor balai desa dan akan menjelaskan nya disana" ucap khaira, alfi tercengang mendengar apa yang di katakan khaira, jika ia dan khaira pergi ke balai desa tentu saja kepala desa disini akan tau bahkan bisa jadi seluruh orang di desa ini akan tau dan ini dapat membuat imagenya menjadi buruk sebagai pemain voli terbaik.


" maaf Pak lebih baik kita selesaikan di sini saja tidak usah ke balai desa karna ini hanya sebuah kesalah pahaman" ucap alfi, ia berusaha agar khaira dan dirinya tidak dibawa ke balai desa.


" ke balai desa sekarang atau kami panggil warga biar kita kesana rame-rame." ucap seorang lelaki dengan suara nya yang tegas.


Alfi merasa bingung ia tidak tau harus melakukan apa jika ia ikut ke balai desa semua warga desa ini pasti akan tau tapi jika ia tidak pergi nanti mereka akan diseret oleh para warga ke balai desa dan itu pasti akan lebih memalukan


" saya hitung sampai tiga jika kalian tidak mau ikut kami ke bali desa, kami akan panggilkan warga.. SATU..." ucap laki-laki paruh baya itu


alfi menjadi bingung harus melakukan apa, khaira menyenggol lengan alfi


" udah kita ikut aja dulu mereka nanti kita jelasin semua nya disana dari pada mereka nanti memanggil warga itu akan lebih memalukan" ucap khaira pada alfi, alfi hanya diam mencoba mencari cara agar ia dan khaira tidak dibawa ke kantor balai desa.


" DUAAAA..."lelaki itu kembali melanjutkan hitungan nya dan itu membuat alfi semakin linglung.


" Tii.. iii...i..i..."


" tunggu pak baiklah kami akan ikut bapak-bapak kekantor balai desa. " ucap Alfi akhir nya


" bagus kalau gitu mari ikut kami, kita ke kantor sekarang nanti kami akan panggil kepala desa nya" ucap seorang laki-laki.


khaira dan Alfi hanya mengangguk pasrah


" kita jalan kaki saja karna jarak nya tidak terlalu jauh" lanjut laki-laki itu lagi


" kita jalan pakek mobil saya saja pak biar cepat sampai " ajak Alfi pada kedua pria itu


"Ok baik lah kalau begitu" putus seorang laki-laki.


Akhir nya mereka pergi dengan menggunakan mobil alfi, khaira duduk di samping tempat kemudi sedangkan dua pria itu duduk di jok belakang. khaira perasaanya tak pernah tenang mengingat apa yang akan terjadi selanjut nya antara Alfi dan dirinya.

__ADS_1


~***~~*~


__ADS_2