
*** Walau nyawa sebagai taruhan nya, Aku tak kan pernah menyerah agar kau bisa hadir di hidupku dan menatap indah nya dunia
SELAMAT DATANG SAYANG !!!
Jadilah kamu penyejuk jiwa dalam keresahan dan dapat
memberi ketenangan ***
*** Khaira Najwa Safira ***
π π π π π
Kemudian alfi pun mengikuti dokter keluar dari ruangan.
Sesampai nya diluar ruangan alfi segera menanyakan apa maksud dokter tersebut mengajak nya keluar.
" Ada apa dok apa terjadi sesuatu dengan anak dan istri saya ? " Tanya alfi pada dokter Raisa.
" Seperti nya kita harus melakukan operasi pak "
" DEG " Jantung alfi seolah berhenti berdetak saat mendengar ucapan dokter Raisa, fikiran nya begitu kalut.
Dokter Raisa menghentikan ucapan nya sejenak pandangan nya terarahkan ke arah alfi.
" Saat ini kondisi istri bapak semakin melemah hal itu tidak memungkin kan istri bapak melahirkan secara normal, kami butuh persetujuan dari bapak agar bisa segera melakukan tindakan terhadap ibu khaira " Jelas dokter Raisa sejenak alfi terdiam, ia melihat khaira yang terlihat begitu kesakitan melalui kaca kecil yang ada dipintu ruangan tersebut.
Kegelisahan menyelimuti dirinya disatu sisi khaira meminta agar melahirkan secara normal tapi di sisi lain khaira harus melakukan operasi sesar karna keadaan nya yang tidak memungkin kan melahirkan secara normal.
" Bagaimana pak? Bapak harus mengambil keputusan secepatnya karena kalau tidak itu akan berdampak buruk pada istri dan anak bapak " Alfi masih terdiam tidak tahu harus menjawab apa kemudian ia menolehkan pandangan nya ke arah dokter Raisa.
__ADS_1
"Baiklah dok lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya " Ucap alfi pada dokter Raisa.
" Baiklah pak kami akan segera menyiapkan segala persiapan untuk operasi dan bapak tidak perlu khawatir sebisa mungkin kami akan melakukan yang terbaik untuk anak dan istri bapak " Ucap dokter Raisa sambil tersenyum kepada alfi.
" Terima kasih dok " Ucap Alfi seraya menampilkan senyuman terpaksa nya.
Dokter Raisa hanya menganggukkan kepala nya kemudian ia pun kembali masuk kedalam ruangan khaira untuk memerintah kan suster menyiapkan ruang operasi.
Setengah jam kemudian khaira sudah berada di dalam ruang operasi alfi dan mama khaira menunggu operasi itu selesai di luar ruangan, disana juga sudah ada abang dan juga kakak ipar khaira yang baru saja tiba dirumah sakit.
Sedangkan kedua orang tua alfi mereka masih berada di perjalanan. Saat ini yang dirasakan alfi sungguh tak bisa digambarkan ia begitu gelisah menunggu operasi itu selesai, hanya doa yang mampu ia panjatkan agar istri dan juga anak nya bisa terlahir dengan selamat.
Lampu ruang operasi telah padam menandakan jika operasi nya sudah selesai dilaksanakan. Perasaan alfi makin tak menentu menunggu dokter keluar menghampirinya.
" Ceklekkk.... "
Suara pintu terbuka tak lama keluarlah dokter raisa dari sana.
" Alhamdulilah operasi nya berjalan lancar anak dan istri bapak juga sehat " Ucap dokter nadia membuat alfi bernafas lega.
" Alhamdulilah..... " Ucap alfi seraya mengusap kedua tangan pada wajah nya.
Semua orang yang ada disana pun mengucapkan syukur, dokter raisa tersenyum saat melihat raut wajah bahagia dari keluarga tersebut.
" Cucu saya laki-laki atau perempuan dok? " Alfi menolehkan pandangan nya sejenak ke arah mama khaira saat mendengar suara nya. Kemudian ia kembali melihat kearah dokter raisa menunggu jawaban dari nya.
" Cucu ibu laki-laki, berat nya 3000 gram, dan ia begitu tampan sama seperti ayah nya " Jawab dokter raisa dengan tersenyum.
Mama khaira juga ikut tersenyum saat mendengar penuturan dokter raisa begitu pun dengan alfi.
__ADS_1
" Apa saya boleh menemui istri dan anak saya dok ? " Tanya alfi dengan senyum yang mengembang rasa nya ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan istri dan menatap wajah cantik putri kecil nya yang baru saja dilahirkan itu.
" Mohon bersabar pak saat ini istri bapak belum sadarkan diri mungkin sekitar setengah jam lagi istri bapak baru akan sadar dan kami akan segera memindahkan istri bapak keruang Rawat Inap, setelah itu bapak baru boleh menemui nya "
Ucap dokter Raisa pada alfi dan alfi pun menganggukkan kepala nya tanda mengerti dengan apa yang di ucapkan dokter raisa.
" Kalau begitu saya permisi pak buk karna saya akan memindahkan bu Khaira keruang rawat inap " Ucap dokter Raisa pada semua orang yang ada disana.
Setelah itu dokter raisa kembali masuk keruang operasi untuk menyiapkan kepindahan khaira keruang rawat inap.
-
π π π π π
Happy Reading.....
Nantikan kelanjutan episode nya ya...!!! π
Terima kasih buat readers yang sudah setia menanti kelanjutan episode iniπ.
Maaf kemarin author tidak dapat melanjutkan episode nya karena ada sedikit kesibukan.
Terima Kasih
-
Salam Author
-
__ADS_1
Ety Salmila