Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Bertemu Kembali Dengan Nya


__ADS_3

*"*"* Hati Bukanlah Kapal Yang Bisa Dengan Mudah Kita Arah kan Untuk Berlabuh Di Mana Saja Kita Ingin


Meulabuh Kan Nya....


Begitu Pula Hatiku Yang Masih Mencintai Dia, Cobalah Untuk Mengerti Dengan Perasaan Yang Tak Bisa Aku Ingkari Ini,


Dan Jika Ku Bisa Aku Pun Ingin


Melupakan Nya. *"*"*


❣❣❣ Khaira Najwa Safira ❣❣❣


💚 💚 💚 💚 💚


Sudah 3 bulan semenjak Alfi dan khaira pergi liburan, kini hubungan mereka sudah semakin membaik, Dan sekarang usia pernikahan mereka sudah 6 bulan, setiap hari khaira selalu menyiapkan keperluan Alfi dan melaksanakan tugas nya sebagai seorang istri, kecuali yang satu ' itu '.


Mereka belum melakukan hal yang menjadi salah satu kewajiban bagi setiap pasangan yang sudah menikah. karna mereka masih ingin lebih mengenal satu sama lain, menata hati untuk bisa saling mencintai.


Hari sudah menunjuk kan pukul 07 pagi,


Saat ini khaira sedang membereskan kamar nya, sedang kan Alfi ia sudah berangkat kerja sejak pukul 06 pagi.


dreettt....


dreettt....


dreettt....


Entah apa yang merasuki mu


Hingga kau tega menghiatiku


Yang tulus mencintai mu.....


{> Suara dering HP khaira <}


Khaira berjalan mengambil HP nya yang ada di atas nakas, di samping tempat tidur, saat ia melihat layar HP nya ia mengernyitkan dahi nya pasal nya yang menelpon nya itu nomor tak di kenal.


Namun ia memutuskan untuk menjawab telpon tersebut.


" Hallo.... Assalamualaikum " ujar khaira setelah ia menempelkan HP nya di telinga.


" waalaikum salam " terdengar suara seorang laki-laki di sebrang sana.


" maaf ini siapa ya? " tanya khaira, ia mengernyit kan dahi nya saat mendengar suara laki-laki tersebut.


" baru beberapa minggu kita ngak bertemu tapi kamu sudah lupa sama aku " ucap laki-laki itu.


" maaf tapi saya tidak tahu anda siapa karna tak ada nomor anda di kontak HP saya " ucap khaira lagi, ia benar-benar tidak tahu siapa laki-laki itu.


" loh bukan nya kemarin saya sudah menghubungi kamu sebelum saya pergi? " tanya laki-laki itu, khaira mengernyit kan dahi nya karna tak mengerti apa yang di bicarakan oleh orang itu padanya.


" apa dia bilang pernah menghubungi aku sebelum dia pergi, maksud nya apa coba apa aku pernah bertemu dengan nya? " batin khaira.


" maaf seperti nya anda salah orang saya tidak pernah menerima panggilan dari anda apalagi jika kita pernah bertemu itu sangat tidak mungkin karna saya tidak mengenali anda, ya sudah kalau gitu saya tutup telpon nya ya "


Saat khaira menjauhkan telpon nya terdengar suara laki-laki itu kembali yang membuat khaira kembali menempel kan HP di telinganya.


" khaira tunggu jangan di tutup dulu ini aku rizwan " khaira mengernyitkan dahi nya saat mendengar orang itu menyebut nama rizwan.


" Rizwan? " tanya khaira bingung, kenapa tiba-tiba rizwan menelpon nya apakah ada hal yang penting? gumam khaira dalam hati.


" iya aku rizwan masih ingat kan? masa kamu lupa sama teman masa kecil kamu, bahkan dua minggu lalu kita baru saja bertemu kembali setelah pertemuan di pantai waktu itu " ucap rizwan Dari balik telpon.


memang sekitar dua minggu lalu khaira sempat bertemu dengan Rizwan di tempat perbelanjaan, saat khaira sedang belanja kebutuhan dapur dengan mama Alfi. Namun Rizwan tidak sempat bertemu dengan mama Alfi karna khaira dan mama Alfi berpencar agar mereka lebih cepat selesai belanja nya.


" iya ingat lah " ucap khaira


" bahkan aku selalu mengingat dan merindukan mu " tentu saja kata-kata itu hanya mampu di ucapkan khaira dalam hati.


" eum... kirain kamu udah lupa " ucap rizwan lagi.


" kenapa kamu nelpon aku apa ada hal yang penting? " ucap khaira tanpa menanggapi ucapan terakhir Rizwan.


" memang nya kenapa kalau aku nelpon kamu ngak boleh? apa ada yang marah ? " tanya Rizwan pada khaira.


" ngak bukan nya gitu maksud aku, kamu aneh aja gitu tiba-tiba menghubungi aku " ucap khaira sambil duduk di pinggiran ranjang.


" ya bukan apa-apa sih, ngak ada hal yang penting juga, tapi saat ini kamu lagi dimana masih di kota atau udah balik ke kampung ? " Rizwan kembali bertanya pada khaira, yang di jawab dengan jawaban seadanya.


" aku masih di kota memang nya kenapa? " jawab khaira acuh.


sebenar nya ia tak ingin bersikap acuh pada nya tapi mungkin inilah cara nya agar ia bisa sedikit demi sedikit menjauhi Rizwan dan melupakan nya.


" Aku cuma mau ngajak kamu jalan-jalan hari ini kalau kamu nya ngak sibuk " ucap Rizwan.


" aku ngak bisa hari ini aku lagi sibuk, aku lagi mau cari kerjaan jadi nya aku ngak bisa jika harus ketemu kamu " ucap khaira suara nya terdengar datar.


" Kamu cari kerja? gimana kalau kita bertemu di kafe sekalian kita ngobrolin soal lowongan kerja, aku punya beberapa rekomendasi tempat kerja buat kamu " ucap Rizwan.


khaira mencoba mempertimbangkan tawaran Rizwan, kalau Rizwan mau membantu nya mencari pekerjaan itu akan memudahkan nya untuk segera mendapatkan kerjaan.


" ya sudah aku mau, kita mau bertemu dimana? " tanya khaira.


" gimana kalau kita bertemu di kafe ' warkop '? " Rizwan mengajak khaira bertemu di salah satu kafe yang ada di kota itu.

__ADS_1


" Baiklah aku tahu dimana tempat nya, nanti kita bertemu jam 10 ya !, kalau gitu aku mau lanjutin kerjaan aku dulu karna ada banyak hal yang mesti aku kerjakan di rumah " ucap khaira.


" Oke sampai bertemu nanti, Assalamualaikum..... " ucap Rizwan mengakhiri panggilan mereka


" Waalaikum salam.... " setelah khaira menjawab salam dari Rizwan sambungan telepon pun terputus.


Khaira meletakkan kembali HP nya di atas nakas lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya yang belum selesai.


Setelah khaira menyelesaikan pekerjaan nya khaira segera bersiap-siap untuk bertemu dengan Rizwan.


Sebelum ia pergi terlebih dahulu ia mengirim pesan pada Alfi untuk meminta izin padanya. Alfi yang sedang bekerja melihat ada pesan masuk di HP nya ia langsung mengambil HP nya dan melihat siapa yang mengirim pesan pada nya.


ia tersenyum ketika melihat ternyata khaira yang mengirim kan pesan, segera ia buka tombol kunci HP nya dan membaca pesan yang dikirim kan khaira.


 


✳ ✳ ✳


 


> My Wife


Aku minta izin ya mau keluar sebentar ketemu sama teman.


dia punya tawaran kerja untuk ku, jadi aku mau ketemu dia untuk nanya seputaran kerjaaan.


 


✳ ✳ ✳


 


Alfi membalas pesan yang dikirim kan khaira.


 


✳ ✳ ✳


 


> MY Husband


Boleh asal jangan lama-lama, terus pulang nya jangan ke maleman.


kamu boleh pake mobil yang ada di bagasi nanti aku bilang sama pak dedi ( supir pribadi Alfi) untuk nganterin kamu.


>MY Wife


Ngak usah aku pake taksi aja karna aku juga udah terlanjur memesan nya.


>My Husband


>My Wife


Aminnnn.... makasih doa nya sayang


Aku pergi dulu Assalamu'alaikum..... 😘


>My Husband


waalaikum salam... 😘


 


✳ ✳ ✳


 


Alfi tersenyum ketika membaca pesan terakhir dari khaira, saat khaira memanggil nya dengan panggilan 'sayang' .


ia menggeleng kan kepala nya mengingat tingkah khaira, Alfi meletakkan HP nya di atas meja, lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya.


🌀 🌀 🌀 🌀 🌀


setelah meminta izin pada Alfi khaira segera melangkah kan kaki nya menuruni tangga menuju ke lantai bawah.


Sesampai nya di lantai bawah ia melihat mama mertua nya yang sedang duduk di ruang tamu.


" sayang kamu berpakain rapi gini mau kemana? " tanya mama Alfi sambil mengamati khaira.


khaira berjalan ke arah mertua nya itu dan duduk di sofa yang berhadapan dengan mertua nya.


" ini ma Aku mau ketemuan sama teman aku, dia nawarin aku tempat kerja, jadi aku mau tanya di mana tempat kerja nya sekalian nanya- nanya soal kerjaan tersebut, nanti kalau misal nya cocok aku akan Terima tawaran nya itu. " ucap khaira sambil tersenyum ke arah mama Alfi.


" kamu ngapain kerja lagi sih khaira, Alfi kan tiap bulan selalu kasih kamu uang, memang nya ngak cukup yang di kasih sama Alfi? " ucap mama Alfi lagi pandangan nya masih menatap ke arah khaira.


" bukan nya gitu ma, uang yang dikasi sama bang Alfi itu cukup bahkan sangat cukup, hanya saja aku bosan jika harus berdiam diri di rumah terlebih lagi aku ingin punya pengalaman kerja " khaira masih menatap ke arah mama mertua nya yang duduk di depan nya.


" ya sudah terserah kamu saja, yang terpenting kamu harus bisa jaga diri kamu baik-baik dan jaga sikap kamu sebagai seorang wanita bersuami karna kamu adalah kehormatan Alfi. jika kamu menjaga diri kamu dengan baik itu sama arti nya kamu menjaga kehormatan Alfi sebagai suami mu "


Ucapan mama Alfi menjadi suatu peringatan bagi khaira, terdapat beban berat baginya saat ia keluar dari rumah, dimana ia harus menjaga sikap dan diri nya karna dia adalah seorang istri, apalagi suami nya banyak di kenali orang jika ia melakukan kesalahan akan berdampak juga pada Alfi yang berjabat sebagai suami nya.


" ia ma khaira akan menjaga sikap dan diri khaira, kalau gitu khaira pergi dulu " khaira bangkit dari duduk nya lalu menyalami tangan mama Alfi.


" Kamu udah minta izin belum sama Alfi? ingat loe berdosa hukum nya jika seorang istri keluar tanpa izin suami " ucap mama Alfi saat khaira ingin melangkah menuju ke arah pintu.

__ADS_1


" udah ma khaira udah minta izin sama bang Alfi, dan bang Alfi kasih izin hanya saja kata nya aku ngak boleh lama-lama apalagi sampai pulang malam " ucap khaira yang kini berdiri agak sedikit jauh dengan mama Alfi..


" kalau gitu khaira pergi ya ma assalamualaikum.... " khaira melanjutkan langkah nya menuju ke arah pintu.


" waalaikum salam hati-hati di jalan " ucap mama Alfi dengan sedikit berteriak karna kini khaira sudah membuka pintu dan melangkah ke luar rumah.


Sesampai nya di luar ia melihat taksi yang di pesan nya sudah terparkir di depan rumah Alfi, khaira segera masuk ke dalam taksi dan mengatakan tempat tujuan nya kepada supir taksi.


taksi yang di pesan khaira kini mulai berjalan meninggalkan kawasan rumah Alfi menembus keras nya jalanan kota yang di padati oleh berbagai macam kendaraan.


Sekitar 20 menit di perjalanan akhirnya khaira sampai di kafe yang menjadi tempat Rizwan dan dirinya bertemu.


Sebuah kafe minimalis dengan nama Warkop ( Warung Kopi ) sebenar nya bukan hanya kopi yang tersedia di sini, tapi juga banyak makan khas daerah dan berbagai makanan yang mengunggah selera. Namun nama warkop itu nama kafe ini saat baru di rintis oleh pemilik nya, saat masih berupa warung kopi biasa, setelah merintis bertahun-tahun akhir nya jadilah kafe yang cukup terkenal di kota ini .


khaira segera turun dari taksi dan membayar nya, setelah itu ia melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kafe.


sesampai nya di dalam kafe ia berusaha mencari Rizwan di sana. tak lama kemudian ia melihat seorang laki-laki yang melambaikan tangan ke arah nya, khaira tersenyum dan melangkah kan kaki nya menuju ke meja yang di tempati Rizwan.


" Udah lama sampai nya? " tanya khaira lalu ia duduk di kursi yang ada di depan Rizwan.


" ngak, baru aja sampai " ucap Rizwan sambil tersenyum.


" oe ya kamu mau pesan apa ? " tanya Rizwan sambil menyerahkan buku menu kepada khaira.


" eum.... Aku mau pesan cappucino cincau " ucap khaira sambil melihat ke arah Rizwan.


" udah Itu aja ?" tanya Rizwan ia kembali tersenyum ke arah khaira, khaira hanya mengangguk kan kepala nya.


Rizwan lalu memanggil seorang pelayan kafe tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri mereka.


" Ada yang bisa saya bantu " ucap pelayan itu, setelah sampai di meja yang di tempat Rizwan dan khaira.


" saya pesan cappucino cincau 1 sama kopi hitam 1 " Rizwan menyebut kan pesanan nya.


" Ada lagi ? " tanya pelayan itu sambil menatap ke arah khaira dan Rizwan secara bergantian.


" udah itu aja " ucap Rizwan sambil menatap ke arah pelayan itu.


" baik lah tunggu sebentar kami akan segera mengantarkan pesanan anda " ucap pelayan itu sambil tersenyum, kemudian ia pergi untuk menyiapkan pesanan khaira dan Rizwan.


" kata nya kamu punya rekomendasi kerjaan untuk ku memang apa kerja nya? " tanya khaira to the point.


" oe itu? ada beberapa sih salah satu nya jadi pelayan kafe seperti ini, memang nya kamu mau kerjaan yang seperti apa? " rizwan bertanya pada khaira sambil mengamati wajah cantik khaira.


" kalau untuk itu apa saja sih aku ngak masalah yang penting halal, terus kerjaan nya tidak terlalu menguras waktu, karna aku harus membagi waktu ku untuk kegiatan ku yang lain " ucap khaira ia juga melihat ke arah alfi.


" kamu ada rencana mau kerja apa gitu?, yang menjadi salah satu impian kamu? " tanya Rizwan lagi tatapan nya masih sama mengamati wajah khaira.


" ada sih, aku pengen nya punya usaha seperti toko baju, dan baju-baju nya itu dari hasil produksi sendiri" ucap khaira, memang sejak masih duduk di bangku sekolah ia sudah memimpikan untuk membuka usaha seperti yang di katakan nya.


" Maksud kamu, kamu ingin menjual pakaian dari hasil jahitan kamu sendiri? memang nya kamu bisa menjahit ? " tanya Rizwan.


Khaira menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" kalau gitu gimana kalau kamu kerja di butik teman ku aja , dia baru saja buka cabang baru dan membutuhkan disainer sekaligus penjahit " ujar rizwan


" di mana butik nya? " tanya khaira ia masih melihat ke arah rizwan.


" di dekat sini juga sih palingan 10 menit dari sini " ucap rizwan.


khaira hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, tak lama kemudian seorang pelayan datang mengantarkan makanan mereka.


" Selamat Menikmati " ucap pelayan itu sambil tersenyum, setelah meletakkan pesanan rizwan dan khaira di atas meja, ia pergi meninggalkan khaira dan rizwan untuk kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Rizwan meminum kopi pesanan nya begitu pula dengan khaira ia juga meminum Cappuccino yang tadi di pesan nya.


" jadi gimana? " tanya rizwan ia menatap ke arah khaira.


" gimana apa nya? " khaira malah bertanya balik pada rizwan sambil menaikkan sebelah alis nya.


" gimana kamu Terima ngak tawaran aku buat kerja di butik nya teman aku " ucap rizwan berusaha menahan ke geraman nya.


" heum..... gimana ya ? " khaira mencoba memikirkan jawaban nya mencari keputusan yang tepat.


" oe ya jam kerja nya dari jam berapa? terus pulang nya pukul berapa " tanya khaira ia belum memberi jawaban atas pertanyaan rizwan ia masih ingin mempertimbangkan nya.


" kalau untuk jam kerja nya sih mungkin mulai dari jam 8 pagi, kalau jam pulang nya aku kurang tau tapi nanti kamu bisa konfirmasi sama dia " ucap rizwan menjelaskan beberapa hal yang ia tau soal pekerjaan di butik teman nya.


" Jadi gimana kamu mau ngak ?" lanjut rizwan lagi, ia berusaha mendapat kan jawaban dari khaira.


" ya sudah boleh deh, tapi aku mau temuin dia dulu, nanti kalau misal nya waktu pulang nya ngak malam, aku mau kerja di sana, tapi kalau jam pulang nya malam kaya nya aku ngak bisa " ucap khaira.


Rizwan mengangguk kan kepala nya tanda mengerti dengan keputusan khaira. akhir nya mereka kembali meminum minuman masing-masing, sambil mengobrol dan sesekali mereka tertawa jika ada hal yang lucu dalam obrolan nya.


Tanpa mereka sadari, dari salah satu meja yang berada di sudut kafe yang sedikit berjauhan dari mereka, seseorang menatap mereka dengan tatapan tidak suka, dan emosi yang memuncak. dan orang tersebut bangkit dari duduk nya melangkah menuju ke atas panggung.


terdengar suara petikan gitar dari atas panggung dan semua orang menatap ke arah panggung tak terkecuali Rizwan dan khaira.


DEG.......


DEG.......


DEG.......


🍄 🍄 🍄 🍄 🍄

__ADS_1


__ADS_2