Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Sikap Aneh Khaira


__ADS_3

*** Memiliki mu adalah satu Anugerah terindah manja nya sikap mu membuat aku semakin jatuh cinta pada mu•••


Tunjukan lah sikap manjamu itu hanya kepada ku bukan pada yang lain ***


••• Alfianda Rahman •••


🔳 🔳 🔳 🔳 🔳


Masih terdengar suara Alfi yang bersungut-sungut tidak jelas di dalam kamar, namun khaira tak memperdulikan nya ia lalu menggantikan pakaian nya dan kembali mengambil wudhu.


🌼 🌼 🌼 🌼 🌼


Khaira keluar dari kamar mandi usai mengganti baju dan berwudhu. Sesampainya di dalam kamar ia melihat Alfi yang kini sedang duduk di atas ranjang dengan menyenderkan tubuh nya di kepala ranjang.


Alfi hanya melirik sekilas ke arah khaira, hati nya kembali bergetar kala melihat khaira menggunakan baju yang hanya selutut dan bagian atas yang hanya menutupi sebagian bahu nya.


Alfi segera mengalihkan perhatian nya, saat khaira menyadari dirinya terus menatap kearah khaira. Sejujur nya Ia masih merasa sedikit kesal karna khaira mengerjai nya tadi.


Tanpa memperdulikan Alfi khaira melangkah kan kaki nya menuju ke arah tempat tidur, ia duduk di ranjang sebelah kiri Alfi. Dengan menyenderkan tubuh nya di kepala ranjang pandangan nya terarahkan ke arah Alfi yang tak menatap kearah nya.


Alfi bangkit dari duduk nya untuk menggantikan baju nya dengan baju tidur di kamar mandi. Sedangkan khaira ia hanya menatap Alfi yang kini menghilang di balik pintu kamar mandi, ada rasa kecewa yang menyelinap di hatinya di saat Alfi mengabaikan bahkan mendiamkan diri nya.


" Huuffff....... "


Khaira menghembuskan nafas nya kasar lalu membaringkan tubuh nya di atas ranjang dengan membelakangi posisi Alfi yang ada di sebelah kanan nya. Tanpa berniat menarik selimut untuk menutupi tubuh indah nya itu.


" Ceklekkk..... "


Alfi yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah menggantikan pakaian nya dengan pakaian tidur, juga berwudhu, melangkah kan kaki nya ke arah tempat tidur.


Sejenak ia terdiam kala melihat khaira yang tidur membelakangi nya tanpa menutup tubuh nya dengan selimut. Alfi menelan ludah nya kasar, ia mencoba menahan gejolak yang ada pada diri nya.


Secara perlahan ia naik ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuh nya di samping khaira ia juga tidur membelakangi khaira, karna kalau ia tidur menghadap ke arah khaira ia takut tak dapat menahan diri nya.


Alfi menarik selimut hingga menutupi tubuh nya dan khaira. Ia mencoba memejamkan mata nya namun bayangan khaira menghantui fikiran nya. Ia kembali merubah posisi tidur nya menjadi terlentang.


Tanpa sengaja pandangan nya terarahkan ke arah khaira yang kini tidur dengan memunggungi nya.


Alfi kembali menelan ludah nya kasar saat ia menatap punggung mulus khaira yang tertutupi baju tidur nya yang lumayan tipis, berulang kali ia mencoba memejamkan mata nya agar ia dapat menahan hasrat yang kini sudah memuncak.


Alfi tidur dengan begitu gelisah memutar tubuh nya ke kanan dan kekiri hingga tempat tidur yang mereka tempati turut bergoyang.


Khaira merasa kesal karna ia tidak bisa tidur dengan nyaman karna pergerakan Alfi mengusik tidur nya. Dengan kesal ia membalikkan tubuh nya menyamping ke arah Alfi.


" Bisa diam ngak sih ? Ganggu orang tidur aja " Ucap khaira dengan sedikit keras hingga membuat Alfi seketika terdiam.


" Ya kalau mau tidur, tidur aja !!!" Ucap Alfi mata nya melirik ke kanan ke kiri menampakkan diri nya yang tidak nyaman karna khaira merubah posisi tidur menyamping ke arah nya.


" Kenapa belum tidur ? " Tanya khaira kali ini nada nya terdengar lebih lembut.


" Ngak kenapa-napa, udah sana tidur ? " Ucap Alfi datar, ia mencoba menetralkan detak jantung nya yang tak kunjung berdetak normal.


" Yakin ngak kenapa-kenapa? " Khaira malah balik bertanya pada Alfi dengan menyipitkan kedua mata nya.


" I...i...Iya, ngapain sih natap orang kaya gitu bikin ngeri tau " Ucap Alfi ia kemudian memiringkan tubuh nya dengan memunggungi khaira.


Alfi berulang kali memejamkan mata nya menahan naluri lelaki nya yang memberontak, saat ini ia ingin menunjukkan pada khaira jika dirinya juga bisa marah meski pun hanya karna urusan sepele.


Khaira tersenyum nakal saat Alfi memunggungi diri nya, secara perlahan ia menggeserkan tubuh nya mendekati Alfi lalu melingkarkan tangan nya di pinggang Alfi, ia juga menenggelamkan wajah nya di punggung Alfi .


Alfi yang merasakan khaira yang memeluk dan menenggelamkan wajah di punggung nya, membuat ia semakin tak karuan, Lama-lama ia bisa gila jika khaira terus bersikap seperti ini pada nya.

__ADS_1


" Khaira lepas...jangan ngangu aku, mendingan sekarang kamu tidur aku juga mau tidur "


Khaira tak menanggapi ucapan Alfi, ia semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajah nya di punggung alfi. Hingga hembusan nafas yang mengenai punggung Alfi membuat Alfi meremang.


Lagi-lagi Alfi mencoba memejamkan mata nya dan menelan ludah nya kasar, saat merasakan hembusan nafas khaira di punggung nya, benar-benar membuat dirinya semakin tergoda.


Alfi mencoba melepaskan tangan khaira yang melingkar di pinggang nya, namun semakin ia mencoba melepaskan nya khaira semakin memeluk nya erat hingga tak ada jarak lagi di antara mereka.


" KHAIRAaaa..... " Dengan kesal Alfi membalikkan badan nya ke arah khaira dan memposisikan diri nya di atas khaira.


" Jangan salah kan aku jika aku bertindak seperti ini pada mu, aku sudah mencoba menahan nya sejak tadi tapi apa yang kamu lakukan membuat aku semakin tergoda, jadi Terima lah hukuman karna kamu sudah menggoda dan membuat ku kesal "


Ucap Alfi panjang lebar sambil menatap khaira yang ada di bawah nya, khaira tak menanggapi ucapan Alfi ia hanya tersenyum miring sambil menaikkan sebelah alis nya.


Saat Alfi ingin mendekatkan wajah nya pada wajah khaira, khaira malah menahan nya dengan kedua tangan lembut nya itu.


" etttsss.... Enak aja main nyosor ada aturan nya tauu... " Ucap khaira sambil tersenyum menatap ke arah Alfi.


Alfi yang mendengar ucapan khaira mendengus kasar, namun ia menuruti apa yang di ucapkan khaira, setelah membacakan doa nya, ia secara perlahan-lahan mendekatkan wajah nya pada wajah khaira🔹🔹🔹🔹🔹


💕 💕 💕 💕 💕


" الصلا ة خير من النوم....... "


' Assalatu khairumminan na'um.....'


Khaira mengerjakan mata nya berulang kali saat ia mendengar suara adzan yang mengalun dengan merdu nya.


Hal pertama yang ia lihat saat mata nya terbuka adalah wajah tampan Alfi, yang kini masih memejamkan mata dan memeluk nya dengan erat.


Wajah khaira bersemu merah saat ia mengingat sikap nya semalam yang begitu agresif terhadap Alfi. Sungguh apa yang ia lakukan semalam seperti bukan diri nya.


Ia juga tak menyangka bisa menggoda Alfi dengan cara seperti itu, rasanya ia sangat malu saat mengingat kejadian itu.


" Aku tau suami mu ini sangat tampan, tapi jangan begitu juga kali lihat nya sampai mata mu itu tak berkedip "


Khaira yang mendengar suara Alfi mengerjakan mata nya tak percaya jika Alfi menyadari diri nya yang terus memandang nya.


" Memang nya belum puas ya kamu memandang ku semalam bahkan hampir di sepanjang hari " Ucap Alfi lagi mata nya masih tertutup rapat, namun bibir nya sudah menyiratkan sebuah senyuman bahagia.


Sebenar nya Alfi sudah bangun saat ia mendengar suara adzan yang berkumandang.


Namun ia sengaja memejamkan mata nya kembali saat melihat khaira yang sudah mulai membuka mata nya. Ia ingin tau apa yang dilakukan istri nya itu jika ia bangun terlambat.


Khaira berusaha melepaskan pelukan nya, namun Alfi malah menahan dirinya, bahkan ia memeluk khaira lebih erat lagi hingga hembusan nafas kedua nya dapat mereka rasakan.


Alfi membuka mata nya dan menatap lekat wajah khaira yang kini tepat berada di depan nya, di tatapnya mata hitam yang menyimpan seribu kedamaian saat ia menatap nya.


" CUP "


Alfi mengecup sekilas bibir khaira membuat khaira terdiam sejenak, namun ia segera menetralkan raut wajah nya yang terkejut.


" Aku suka loh yank.... Sama cara kamu semalam, ngak nyangka aku, istri ku yang pemalu ini ternyata juga bisa bersikap nakal seperti semalam "


Ucap Alfi sambil mengedipkan sebelah mata nya membuat wajah khaira seketika memerah saat mendengar ucapan Alfi.


" apa sih...? siapa juga yang goda kamu? aku cuma peluk doang, kamu aja yang.... " khaira tak lagi melanjutkan kata-kata nya, saat ia melihat Alfi yang tersenyum penuh kemenangan.


Khaira jadi salah tingkah saat melihat senyuman alfi. ia mendorong Alfi hingga Alfi melepaskan pelukan nya.


" aku mau mandi " ucap khaira kemudian ia turun dari tempat tidur dan berjalan cepat ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Alfi hanya tersenyum menatap khaira yang sudah masuk kedalam kamar mandi. setelah 15 menit, khaira keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi selutut dan lilitan handuk dikepala nya. memamerkan leher putih nya yang terdapat beberapa tanda merah disana.


Alfi tersenyum saat melihat leher khaira yang terdapat beberapa tanda merah disana.


khaira mengarahkan pandangan nya ke arah pandang Alfi. muka nya memerah saat menyadari Alfi menatap ke arah leher nya. dengan sekejab khaira melepaskan lilitan handuk di kepala nya hingga rambut yang sudah mulai mengering itu jatuh menutupi leher.


" ngapain lihat-lihat udah sana mandi " ucap khaira dengan gugup karna jantung nya kembali berulah membuat diri nya jadi gelagapan.


Alfi menatap ke arah khaira masih dengan menampilkan senyuman khas nya. sesekali ia menyusuri seluruh tubuh khaira dengan mata nya, hingga khaira merasa risih dibuat nya.


" Abang ngapain sih lihatin aku dari tadi, mending sekarang mandi nanti kan abang harus pergi kerja "


ucap khaira dengan nada kesal sambil menarik tangan Alfi ke arah kamar mandi. begitu sampai di depan pintu kamar mandi ia mendorong sekuat tenaga tubuh Alfi ke dalam kamar mandi.


Alfi tertawa saat melihat tingkah khaira yang malu-malu, padahal tadi malam ia berulah seperti wanita penggoda menantang diri nya dengan penuh ke angkuhan, tapi sekarang ia terlihat seperti seekor kucing yang malu-malu.


Alfi menutup pintu kamar mandi lalu mengguyur tubuh nya di bawah shower. Sedangkan khaira yang berada di dalam kamar mencoba membuat detak jantung nya agar kembali berdetak normal, berulang kali ia menggigit bibir bawah nya dan mengusap wajah nya kasar.


Khaira melangkahkan kaki nya menuju ke arah lemari pakaian ia segera memakai pakaian nya sebelum Alfi keluar dari kamar mandi.


Usai memakai pakaian khaira menyiapkan perlengkapan Shalat untuk diri nya dan Alfi.


Tak berapa lama Alfi keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggang nya. Alfi melangkahkan kaki nya ke arah lemari yang ada di dekat khaira dengan santai nya.


" kamu gimana sih ? harus nya kamu siapkan baju untuk ku, tadi kamu nyuruh aku mandi tapi baju nya ngak di siapakan terpaksa deh aku yang mengambil nya sendiri "


ucap Alfi setelah ia sampai tepat di depan khaira.


" iya maaf... lain kali aku akan menyiapkan nya " ucap khaira ia segera memalingkan wajah nya merasa canggung saat ia melihat Alfi secara terang-terangan,setengah telanjang di depan nya.


Meskipun itu bukan suatu masalah namun tetap saja ia merasa malu saat melihat nya, padahal Alfi yang melakukan nya biasa- biasa saja.


Alfi melangkah kan kaki nya menuju ke arah lemari mengambil baju KOKO bewarna putih dan juga celana yang panjang nya selutut.


setelah memakai pakaian nya Alfi kembali melangkah ke arah khaira, ia melihat khaira yang sudah memakai mukena nya.


Alfi pun segera memakai sarung beserta peci berwarna hitam lalu berdiri di depan khaira sebagai imam shalat.


" Allahu Akbar...... " ucap Alfi memulai shalat nya di ikuti oleh khaira sebagai makmum.


Alfi yang dulu nya bagaikan serigala yang siap menerkam siapa pun yang mengusik nya, Namun kini sudah menjadi sosok imam impian bagi setiap wanita. sungguh ada rasa haru di hati khaira dikala ia melihat perubahan sikap suami nya itu.


" Assalamualaikum warahmatullah...... " Ucap Alfi di akhir shalat nya. diikuti oleh khaira yang juga mengakhiri shalat nya dengan mengucapkan salam.


Khaira menyalami tangan alfi, sambil menorehkan senyum nya ke arah Alfi saat ia sudah mengangkat wajah nya kembali. Alfi mengecup kening khaira cukup lama hingga khaira memejam nya.


Setelah membereskan perlengkapan shalat Alfi dan khaira bergegas kedapur untuk memasak sarapan pagi mereka.


💠 💠 💠 💠 💠 💠


-


Happy Reading.....


Berikan like dan komentar nya agar author semangat dalam meng up setiap episode nya.


Terima Kasih 🙏😊


-


Salam Author

__ADS_1


-


Ety Salmila


__ADS_2