
*** Saling Menghargai Setiap Usaha Yang Di Lakukan Oleh Pasangan Kita Merupakan Satu Kunci Yang Akan Menciptakan Ketentraman Dalam Sebuah Hubungan ***
••• Khaira Najwa Safira •••
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Setelah khaira masuk kedalam kamar mandi, Alfi melangkahkan kaki nya menuju ke arah lemari untuk mengambil perlengkapan shalat yang akan mereka gunakan.
◾ ◾◾◾ ◾
Tak lama kemudian khaira keluar dari kamar mandi, ia sudah memakai daster yang biasa ia gunakan saat di rumah, Dan juga lilitan handuk yang masih melilit di kepala nya.
Khaira melangkah kan kaki nya ke arah Alfi di sana sudah tersedia perlengkapan shalat untuk diri nya.ia melepaskan lilitan handuk di kepala nya, rambut nya sudah terlihat lebih kering.
Khaira mengambil sebuah kerudung kecil yang ada dalam lemari lalu memakai nya, baru setelah itu ia memakai mukena nya.
" Ayo.... Aku udah siap " Ucap khaira saat ia sudah selesai memakai mukena nya.
" Bentar ya aku ambil wudhu dulu " Ucap Alfi, ia ingin melangkah kan kaki nya namun ia urungkan saat mendengar ucapan khaira.
" Hahh... Abang belum ambil wudhu " Tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi.
Khaira menepuk jidat nya saat ia melihat Alfi yang hanya menggelengkan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan diri nya.
" Uhhh... Benar-benar ya, ngak bisa apa kalau ngak bikin orang kesal, tadi nyuruh aku buat buru-buru mandi karna mau shalat subuh, Nah...pas udah siap mau shalat malah bilang belum ambil wudhu, Mau nya apa coba? "
Tanya khaira, tanpa mengalihkan pandangan nya dari Alfi dan sambil berkacak pinggang.
" Apa sih yang... Cuma ambil wudhu doang mah ngak lama, udahlah aku mau ambil wudhu dulu, kalau kita terus berdebat yang ada nanti mata hari nya keburu keluar lagi "
Ucap Alfi ia melangkah kan kaki nya meninggalkan khaira menuju ke arah kamar mandi. Khaira akhir nya menunggu Alfi selesai mengambil wudhu nya.
Setelah mengambil wudhu Alfi kembali ketempat khaira berada, setelah memakai peci dan sarung, Alfi mulai Mengimami shalat berjamaah nya dengan khaira.
" Assalamualaikum warahmatullah..... " Ucap Alfi di akhir shalat sambil menolehkan pandangan nya ke kiri dan ke kanan diikuti khaira sebagai makmum nya.
Setelah membaca doa, di akhiri al-fatihah dan salawat kepada nabi Alfi merubah posisi nya duduk berhadapan dengan khaira.
Khaira menyalami tangan Alfi dan meminta maaf karna sejak tadi ia selalu marah-marah sama alfi.
" Maaf ya dari tadi aku marah-marah terus, habis nya kamu juga sih yang selalu bikin aku kesal " Ucap khaira ia kembali memanyunkan bibir nya dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
" Ya maaf... Habis nya kamu tuh lucu banget kalau lagi kesal " Ucap Alfi sambil terkekeh khaira hanya melirik sekilas ke arah Alfi.
" Ngak usah manyun gitu lah yang mending sekarang kita siap-siap karna bentar lagi kita mau pergi kerja kan ? "
Mendengar ucapan Alfi khaira kembali menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.
" Heum...... Ya udah, tapi sebelum pergi kerja kita makan dulu ya, abang mau makan apa nanti biar aku yang masakin ? "
Khaira bertanya sambil melepaskan mukena yang ia pakai.
" Ngak usah sayang, hari ini biar aku aja yang masak " Khaira yang sedang melipat mukena nya langsung menoleh ke arah Alfi saat mendengar ucapan suami nya itu.
" Abang bisa masak ?? " Tanya khaira dengan tatapan tak percaya.
" Ya bisa lah sayang, apa sih yang ngak bisa aku lakukan, suami mu ini udah tampan pintar masak lagi, pasti kamu sangat bersyukurkan bisa memiliki suami seperti aku " Ucap Alfi sambil tersenyum dan menaik - turunkan alis nya.
Khaira yang mendengar ucapan Alfi memutar mata nya malas, saat mendengar Alfi yang lagi-lagi memuji diri nya sendiri.
" Kamu tuh kenapa sih suka banget muji diri sendiri, ngak baik tau melakukan hal seperti itu " Ucap khaira sambil menatap ke arah Alfi.
" Hehehe...iya deh maaf, ya udah kalau gitu aku akan ke dapur buat masakin kamu makanan spesial, kamu beresin dulu semua perlengkapan shalat kita habis itu baru nyusul, OK... " Ucap Alfi seraya bangkit dari duduk nya.
" Heumm....." Khaira hanya berguma tanpa menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.
Alfi lalu menggantikan pakaian nya dengan pakaian yang lebih santai setelah itu ia melangkah keluar kamar menuju ke dapur yang ada di lantai bawah rumah mereka.
Sedangkan khaira ia juga menyusul Alfi ke dapur setelah ia selesai membereskan perlengkapan shalat.
Satu per satu khaira menuruni anak tangga hingga dia sampai di lantai bawah. Khaira melangkah kan kaki nya menuju ke arah dapur, se sampai nya di sana ia melihat Alfi yang sedang memotong bawang merah sambil menghapus air mata nya yang mengalir.
" Abang kenapa nangis ?" Tanya khaira saat ia sudah berdiri di samping alfi.
Alfi yang mendengar pertanyaan khaira langsung menolehkan pandangan nya ke arah samping tempat di mana khaira berdiri.
" Siapa yang nangis ini perih tau..." Ucap Alfi ia kembali mengiris sisa bawang merah yang ada di tangan nya.
" Abang beneran bisa masak ? " Tanya khaira sambil mengamati Alfi yang sedang mengiris bawang merah tersebut.
Mendengar pertanyaan khaira Alfi menghentikan kegiatan nya itu, ia kembali menoleh ke arah khaira.
Khaira mengamati Alfi yang kini menatap ke arah nya. Jujur saja khaira kurang yakin jika Alfi bisa memasak, lihat saja baru memotong bawang merah mata nya udah perih.
Harus nya kalau ia sudah terbiasa memasak, memotong bawang adalah hal biasa pasti reaksi nya ngak akan seperti ini.
" Ya... ya bisalah, kan tadi aku udah bilang sama kamu kalau aku udah biasa masak "
Ucap Alfi gelagapan ia segera memutuskan kontak mata nya dengan khaira dan meletakkan irisan bawang merah tersebut ke atas piring.
" Yakin bisa masak ? " Tanya khaira lagi sambil menatap Alfi dengan tatapan menyelidik dan senyum miring nya.
" Eum.... Yakin lah, kamu ngapain sih nanya kaya gitu kamu ngak percaya kalau aku bisa masak " Tanya Alfi Tanpa menolehkan pandangan nya ke arah khaira. Ia mengambil beberapa helai daun bawang.
" Ya.. ngak tau juga sih...nanti kita lihat hasil nya seperti apa...., memang nya abang mau masak apa ? "
__ADS_1
Khaira kembali bertanya pada Alfi, pandangan nya masih terarahkan ke arah Alfi.
" Aku mau masak nasi goreng lebih simple soal nya kita kan ngak punya banyak waktu buat memasak "
Ucap Alfi ia masih sibuk memotong daun bawang.
" Sini biar aku bantuin " Khaira ingin mengambil alih apa yang sedang di kerjakan Alfi, namun Alfi lebih dulu mencegah nya.
" Ngak usah kamu tunggu aja dimeja makan nanti kalau udah siap aku akan bawa makanan nya ke atas meja " Ucap Alfi seraya mendorong pelan tubuh khaira ke arah meja makan.
Khaira mendengus kasar saat Alfi melarang diri nya membantu Alfi memasak. Dengan terpaksa khaira melangkah kan kaki nya ke arah meja makan dan menunggu Alfi selesai masak.
Setelah khaira sampai di meja makan Alfi kembali melanjutkan kegiatan memasak nya. Khaira hanya menatap Alfi yang masih sibuk memasak dari meja makan.
Sekitar 20 menit Alfi memasak, Nasi goreng buatan nya pun jadi. Alfi menata nasi goreng tersebut ke atas piring. Setelah selesai ia membawa dua piring nasi goreng yang sudah di tata dengan tampilan yang menarik.
" Sayang... Nih nasi goreng nya udah jadi " Ucap Alfi seraya meletakkan nasi goreng di atas meja makan.
" Selamat menikmati.... " Ucap Alfi lagi, kemudian ia duduk di kursi yang ada di depan khaira.
" Hemm.... Bau nya enak banget pasti rasa nya juga enak... " Ucap khaira sambil tersenyum dan menghirup aroma nasi goreng buatan Alfi yang menggugah selera.
Alfi hanya tersenyum mendengar ucapan khaira, lalu khaira mengambil sendok dan garpu dan menyendokkan makanan tersebut ke dalam mulut nya.
Mata khaira melebar saat baru saja makanan tersebut masuk ke dalam mulut nya, ia mengalihkan pandangan nya menatap ke arah Alfi yang kini menatap nya dengan harap-harap cemas.
" Gimana rasa nya enak ngak...?? " Tanya Alfi sambil mengamati khaira yang kini terdiam dan mencoba menilai rasa nasi goreng tersebut.
" Hemm.... Gimana ya ?? " Ucap khaira ia mencoba menimbang - nimbang rasa nya membuat Alfi semakin penasaran dengan jawaban khaira.
" Sayang.... " Alfi kembali memanggil khaira karna tak kunjung mendapat jawaban dari nya.
Khaira yang mendengar panggilan Alfi menelan nasi yang ada di mulut nya dengan sedikit berat dan secepat mungkin ia meneguk minuman yang ada di dalam gelas.
" Ini...ini..Enak kok yang, cobain aja kalau ngak percaya " Ucap khaira dengan sedikit ragu-ragu.
" Beneran enak " Tanya Alfi memastikan, pandangan nya masih terarahkan ke arah khaira.
Khaira hanya mengangguk pelan kepala nya sambil menampilkan senyuman terpaksa nya.
Alfi mengambil sendok dan garpu lalu menyendok masakan nya itu kedalam mulut. Baru saja makanan itu masuk kedalam mulut nya Alfi sudah menghamburkan nya kembali keluar.
hingga membuat khaira memundurkan kepala nya kebelakang karna kaget melihat reaksi alfi.
" Prruuttt... "
" Kenapa ? " Tanya khaira ia menatap bingung ke arah Alfi. Alfi langsung meraih minuman yang ada di dalam gelas dan meneguk nya hingga tandas.
" Sayang makanan se asin ini kamu bilang enak ? " Ucap Alfi sambil menatap ke arah khaira.
Khaira yang mendengar ucapan Alfi hanya cengengesan.
Ucap khaira yang di akhiri dengan pertanyaan sambil menatap ke arah Alfi.
" Hehehe.... Iya sebenar nya aku ngak pandai masak, tapi kalau cuma nasi goreng aja aku masih bisa masak hanya saja kali ini terlalu banyak garam ".
Ucap Alfi sambil cengengesan dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Khaira hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya saat mendengar ucapan Alfi.
" Jadi kita makan apa pagi ini ? Ngak mungkin kan kita makan nasi seasin ini? "
Ucap Alfi lagi ia sesekali mengamati nasi goreng buatan nya yang ke asinan, tampilan yang menarik ternyata tak menjamin rasa nya yang lezat.
" Abang siap-siap aja buat pergi kerja, aku akan olah lagi nasi ini biar kita bisa makan, lagian sayang kan kalau makanan sebanyak ini kita buang ".
Ucap khaira ia menatap nasi goreng yang ada dalam piring nya, masih terlihat utuh.
" Memang nya bisa makanan seasin di ini di olah lagi ? " Tanya Alfi memastikan karna ia kurang yakin dengan ucapan khaira.
" Bisalah... Ini masalah kecil, sekarang lebih baik abang siap-siap buat pergi kerja, nanti makan lagi kalau makanan nya udah siap "
Ucap khaira sambil bangkit dari duduk nya, ia meraih dua piring nasi goreng yang masih sama-sama utuh itu dan membawa nya kembali ke dapur.
Alfi hanya menatap punggung khaira yang melangkah ke arah dapur dan meninggalkan nya di meja makan.
.
" Aduhhh.... Kenapa jadi gini sih bikin rusak suasana aja, padahal tadikan gue niat nya mau kasih surprise buat khaira, bersikap romantis dengan memasakkan nya sarapan pagi, lah hasil nya malah kaya gini.
Ini mah bukan bersikap romantis nama nya tapi bikin malu diri sendiri, hancur dah harga diri gue malah tadi gue muji diri sendiri lagi di depan khaira, kalau sudah begini kan gue yang malu "
Ucap Alfi sambil mengacak-acak kasar rambut nya, rasa nya ia harus menebalkan muka nya untuk menutupi rasa malu. Alfi melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya, bersiap-siap untuk berangkat ketempat kerja.
Sedangkan khaira ia masih sibuk mengolah nasi goreng buatan Alfi yang ke asinan.Hanya butuh waktu 10 menit khaira sudah selesai mengolah masakan nya.
Sekarang rasa nya sudah bisa di nikmati bahkan khaira menambahkan telur ceplok di atas nasi goreng tersebut.
Khaira mengambil dua piring lalu mengisi dengan nasi goreng olahan nya, tak lupa ia membubuhkan telur ceplok di atas nya. Setelah selesai ia membawa kedua piring tersebut ke arah meja makan dan meletakkan nya disana.
Tak lama kemudian Alfi turun dengan pakaian kerja nya yang sudah rapi dan ia semakin terlihat tampan ketika memakai seragam pilot nya.
Alfi melangkahkan kaki nya mendekati meja makan, saat ia melihat khaira yang berdiri di sana dan menunggu ke dagangan nya.
" Ayo makan makanan nya udah siap " Ucap khaira saat ia melihat Alfi yang berjalan ke arah nya.
__ADS_1
Alfi pun duduk di salah satu kursi meja makan, khaira mengambil sendok dan harpu untuk Alfi. Setelah itu ia duduk di kursi yang ada di depan alfi.
Alfi hanya menatap makanan yang ada di depan nya tanpa berniat untuk menyentuh nya.
" Bang.... Kenapa kok ngak di makan, ayo makan di jamin rasa nya ngak bakal ke asinan lagi " Ucap khaira yang di akhiri dengan kekehan.
Alfi hanya menganggukkan kepala nya lalu ia menyuap sesendok nasi goreng tersebut ke dalam mulut nya.
Dan benar saja rasa nya sangat nikmat, Alfi memakan nasi goreng tersebut hingga tandas.
Setelah selesai makan Alfi berpamitan pada khaira untuk berangkat ketempat kerja. Alfi bangkit dari duduk nya, begitupun khaira ia juga bangkit dari tempat duduk nya.
" Sayang... Aku berangkat kerja dulu ya, kamu mau pergi bareng aku atau pergi sendiri ? " Tanya Alfi sambil mengamati khaira yang kini berdiri di depan nya.
" Aku berangkat sendiri aja karna aku masih harus membereskan meja makan terlebih dahulu " Jawab khaira ia juga menatap ke arah alfi.
" Selamat pagi...non khaira tuan Alfi " Ucap bibi Hanum seraya membungkukkan sedikit badan nya.
Khaira dan Alfi menolehkan pandangan nya ke arah bi Hanum saat mendengar suara nya. Ia baru saja datang untuk membersihkan rumah khaira dan Alfi.
" Maaf non meja makan sama rumah biar bibi aja yang membereskan nya, non kalau mau pergi kerja dengan tuan silahkan " Ucan bibi Hanum ia menundukkan kepala nya.
" Oh... Ya udah kalau gitu saya siap-siap dulu makasih ya bisa karna sudah mau membantu saya " Ucap khaira sambil tersenyum ke arah bi Hanum.
" Iya sama-sama non, ini kan memang sudah menjadi tugas bibi " BI Hanum juga tersenyum ke arah khaira.
" Sayang.... Aku ganti baju dulu ya, tungguin ngak lama kok " Ucap khaira pada Alfi, Alfi hanya menganggukkan kepala nya saat mendengar ucapan khaira.
Khaira pun melangkahkan kaki nya menuju ke dalam kamar, hanya butuh waktu 10 menit untuk khaira mengganti baju dan juga memakai sedikit riasan di wajah nya.
Khaira memakai gamis bewarna Mocca dan hijab yang senada dengan baju nya, terdapat sedikit motif bunga pada jilbab nya itu.
Sederhana namun ia terlihat semakin cantik dengan dandanan sederhana nya.
Khaira keluar dari kamar nya menuju ke lantai bawah untuk menemui Alfi yang sudah menunggu kedatangan nya.
Alfi tersenyum saat ia melihat khaira yang menuruni setiap anak tangga dengan anggun nya, ia terlihat sangat cantik.
Ternyata wanita tak perlu berpenampilan seksi untuk bisa tampil cantik, dengan balutan pakain islami pun bisa terlihat cantik asal kan kita tau bagaimana cara memadukan warna pakaian yang kita pakai.
" Kamu cantik banget sih yang, kalau lihat penampilan kamu seperti ini aku jadi malas buat berangkat kerja aku pengen di rumah aja biar bisa berduaan dengan kamu ".
Ucap Alfi ia mengedipkan sebelah mata nya.
" Ihhh.... Genit banget sih jadi orang, jangan bercanda deh kita kan mau pergi kerja, nanti malah telat lagi sampai di tempat kerja ".
Ucap khaira sambil menatap ke arah Alfi, yang kini tersenyum menggoda ke arah nya membuat khaira bergidik ngeri.
" Abang ayoo......."
Khaira menarik tangan Alfi menuju ke keluar rumah namun Alfi malah menarik tangan nya hingga tubuh khaira menubruk tubuh Alfi.
Khaira mendongak kan kepala nya menatap ke arah Alfi, dan lagi-lagi alfi melakukan hal yang membuat jantung khaira berdetak tidak normal.
" CUP "
Alfi mengecup bibir khaira yang membuat nya mematung dengan mata yang membulat sepenuh nya.
Khaira menyentuh bibir nya dan menatap kesal ke arah Alfi, sedangkan Alfi ia hanya cengengesan dan langsung berlari keluar sebelum khaira meluap kan amarah nya.
" ABANG....... " Teriak khaira saat ia melihat Alfi yang berlari keluar rumah, meninggalkan dirinya yang masih di balut rasa kekesalan nya pada Alfi.
Khaira pun berjalan menyusuri Alfi keluar rumah. Sesampai nya di luar ia melihat Alfi yang sudah masuk kedalam mobil dengan senyuman nya yang menyebalkan.
Khaira melangkah masuk kedalam mobil dengan bibir nya yang di manyunkan, Alfi yang melihat hal itu malah tertawa membuat khaira semakin merasa jengkel di buat nya.
" Aduh.... Duhduh.... Kenapa kok pagi-pagi wajah nya udah cemberut gitu, nanti para pelanggan malah lari loh lihat disainer nya datang dengan wajah yang cemberut "
Ucap Alfi ia menolek dagu khaira membuat khaira memalingkan wajah nya ke arah lain.
" Habis nya abang selalu saja bikin kesal baru juga baikan sekarang malah bikin kesal lagi " Ucap khaira tanpa menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.
" Iya deh maaf... " Ucap Alfi ia masih menatap ke arah khaira.
"Heum....udahlah ngak perlu di bahas, mendingan sekarang kita jalan mau sampai kapan kita di sini "
Khaira mengalihkan pandangan nya sejenak ke arah Alfi lalu kembali menatap ke arah lain.
Alfi hanya diam tidak lagi berbicara ia hanya menuruti ucapan khaira melajukan mobil nya meninggalkan perkarangan rumah mereka.
-
💐 💐 💐 💐 💐
-
Happy Reading
Kali ini Author Up 4 episode dulu ya besok atau lusa insya Allah akan author up lagi kelanjutan nya.
Dan pasti nya akan lebih seru saat impian khaira mampu di wujudkan nya. 🙏😊
-
Salam Author
__ADS_1
-
Ety Salmila