
khaira sedang duduk di salah satu bangku yang ada ditaman ia melihat banyak anak-anak yang bermain disana dan ada juga pasangan-pasangan muda yang menikmati hari libur nya. ya hari ini adalah hari minggu hari dimana semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa menghabiskan waktu libur mereka bersama keluarga dan juga kekasih. matanya tertuju kepada sepasang anak kecil yang sedang bermain ayunan sudut bibirnya tertarik keatas menampakkan senyum manis nya entah apa yang dipikirkannya hingga ia tersenyum melihat sepasang anak kecil tersebut. Namun senyuman itu hanya sekilas tiba-tiba wajah nya berubah menjadi sendu dan khaira menundukkan kepalanya hingga sebuah sentuhan di bahunya membuat pandangannya terarahkan ke arah sampingnya.
" via..." khaira memandang kearah orang yang berada di sampingnya dan tersenyum melihat kedatangan sahabat terbaiknya itu.ia hanya memandang sebentar lalu pandangannya kembali teralihkan kepada sepasang anak kecil yang tadi menarik perhatiannya.
Silvia mauliza adalah sahabat terbaik khaira mereka telah berteman mulai dari sekolah dasar sampai sekarang sehingga ia dan Silvia atau yang kerap di panggil via oleh khaira itu menjadi begitu dekat bahkan sudah seperti saudara.dan Silvia lah orang yang paling mengerti tentang khaira termasuk masalah hatinya.
Silvia melangkah duduk disamping khaira
" Untuk apa kamu mengajak ku kemari ? " tanya Silvia kepada khaira setelah duduk di sampingnya
" Aku bosan dirumah karna tak ada pekerjaan makanya aku mengajak kamu agar aku punya teman untuk mengobrol " jawab khaira tanpa menoleh ke arah Silvia
" Hanya itu " tanya siivia, khaira hanya menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan silvia
Silvia menghembuskan nafasnya kasar
"Aku pikir adahal yang penting kamu mengajakku kemari Kalau tau begitu aku takkan membatalkan janji ku untuk bertemu dengan rizki " kata Silvia sambil memajukan bibirnya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
Khaira mengalihkan pandangannya kepada Silvia
" Maaf aku mana tau kamu punya janji dengan rizki kalau aku tau aku juga ngac akan ngajak kamu kemari, memangnya kamu mau kemana sama rizki"tanya khaira, rizki adalah kekasih khaira mereka sudah pacaran hampir 2 tahun dan bahkan tahun ini mereka berencana untuk menikah
" Aku sama rizki mau fiting baju buat akad nikah sama resepsi" jawab Silvia tanpa menoleh ke arah khaira
" kok kamu ngak bilang sama aku mau fiting baju kalau tau gitu aku pasti ngak akan ngajak kamu pergi bareng aku, maaf ya vi gara-gara aku kamu ngak jadi deh fiting baju padahalkan kamu bulan depan kamu udah nikah." kata khaira sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
" ia ngak papa kok besok aku kan masih bisa pergi " kata Selvia sambil menoleh ke arah khaira dan berusaha membuat khaira agar tidak merasa bersalah
" maaf " ucap khaira lagi
" ia tidak apa-apa, ngak usah difikirkan lebih baik kita nikmati masa - masa indah ini siapa tau nanti setelah nikah aku ngak bisa sering-sering ketemu kamu lagi " ucap Silvia sambil mencorehkan senyum kearah khaira
" iya ngak nyangka bentar lagi kamu udah jadi istri orang aku jadi ngac punya teman lagi deh" ucap khaira sedih
" kamu ngomong apa sih aku tetap akan jadi sahabat terbaik kamu sampai kapan pun hanya saja nanti akan ada yang berubah maksud aku yang berubah adalah waktu untuk kita bersama kita udah ngak bisa bertemu sering-sering lagi karna aku udah ada keluarga yang harus aku urus " ucap Selvia ia menghentikan ucapannya sejenak sambil terus menatap Khaira
"tapi kalau kamu punya masalah jangan sungkan- sungkan bilang padaku aku pasti akan menjadi pendengar yang baik dan memberi saran terbaik untukmu" lanjut Selvia
" ia makasih ya vi selama ini kamu udah mau jadi sahabat terbaik ku" ucap khaira sambil menatap Silvia
" iya sama-sama, kamu juga udah jadi sahabat terbaikku selama ini, udah ah ngak usah sedih sedih lagi, makanya Ra lebih baik kamu segera cari pasangan deh biar ngak sendirian lagi nanti kalau aku udah nikah, ngak usah ditunggu yang belum tentu jadi milik kamu nanti kamu malah kecewa kalau sampai dia sama yang lain " ucap Silvia sambil tersenyum kearah khaira sedangkan khaira kembali mengarahkan pandangannya kepada sepasang anak kecil tanpa menanggapi perkataan terakhir sahabatnya itu. ia kembali tersenyum ketika melihat sepasang anak kecil itu
__ADS_1
Silvia memandang sahabatnya itu yang terdiam dan tersenyum melihat suatu objek yang membuat Silvia bertanya apa yang membuat khaira tersenyum
" Kamu kenapa senyum-senyum gitu? " tanya Silvia kepada khaira setelah lama terdiam mengamati sahabatnya itu.
khaira menoleh kesamping dan tersenyum ketika mendengar pertanyaan sahabatnya lalu kembali mengarahkan pandangannya pada pasangan cilik tersebut dengan senyum yang masih mengembang.
" Tidak ada apa-apa " jawab khaira singkat
Silvia mengernyitkan dahinya mendengar jawaban dari khaira
" Tidak ada apa-apa kenapa tersenyum ?" Silvia mengarahkan pandangannya sejenak kepada objek yang dilihat khaira dan ia semakin bingung ketika melihat objek tersebut 'apa yang membuat khaira tersenyum melihat Sepasang anak kecil itu' tanya Silvia dalam hati.
" aku tau kamu sedang mengamati sepasang anak kecil yang sedang bermain ayunan itu lalu apa yang membuatmu tersenyum ketika melihat mereka? " tanya Selvia lagi. lalu mengarahkan pandangannya lagi kepada khaira
khaira tersenyum mendengar pertanyaan Silvia tanpa mengalihkan pandangannya dari objek yang dituju khaira menjawab pertanyaan silvia
Hening itulah yang ada di antara dua wanita muda itu. Silvia kembali mengarahkan pandangannya kepada dua nak kecil itu, ia sejak berfikir dan sepertinya ia tahu apa yang membuat sahabatnya tersenyum ketika melihat sepasang anak kecil tersebut.ia menghembuskan nafas nya kasar dan perkataan Silvia kembali memecahkan keheningan di antara mereka.
" Aku tau apa yang membuat mu tersenyum ketika melihat sepasang anak kecil itu " khaira mengernyitkan dahinya namun ia tidak menoleh ke arah Silvia pandangannya masih tertuju ke arah anak kecil tersebut.
" Kamu pasti masih memikirkan dia kan? " tanya silvia dan menoleh ke arah khaira
" dia siapa?? " tanya khaira kepada Silvia tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya itu. sebenarnya ia tahu apa yang dimaksudkan sahabatnya dengan kata 'dia' namun ia berpura -pura tidak tahu agar tak menambah sesak di hatinya
" Udahlah khaira kamu tidak perlu berpura-pura tak tahu aku yakin kamu pasti tahu apa yang aku maksud " jawab Silvia"
" aku benar - benar tidak tahu apa maksud mu" kata khaira pandangan nya masih tetap sama melihat pasangan cilik itu namun wajahnya berubah jadi muram tak lagi senyuman dibibirnya
Silvia menghembuskan nafasnya kasar
__ADS_1
" Apalagi yang membuat mu tersenyum sekaligus bersedih selain mengingat cinta pertama mu itu " kata Silvia,
kali ini perkataan Silvia mampu mengalihkan pandangan khaira ke arah Silvia
khaira menghembuskan nafasnya kasar sepertinya ia memang tak dapat menyembunyikan apapun dari sahabatnya sedalam apapun ia menyembunyikannya pasti sahabatnya itu akan tau
ia menatap lekat wajah sahabat nya mereka saling memandang khaira langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika ia merasa akan ada setetes air bening yang membasahi pipinya
" sudah lah lupakan dia dan carilah penggantinya yang lebih baik kamu tidak bisa menunggunya terus menerus seperti ini tanpa ada kepastian " ucap Silvia ia menyentuh bahu khaira seolah memberi kekuatan kepada sahabatnya itu yang sedang dilanda kerinduan
Namun khaira hanya diam tanpa menanggapi perkataan Silvia
" Bagaimana jika seandainya disana dia sudah memiliki kekasih? " tanya Silvia lagi khaira menoleh ke arah Silvia sejenak lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arah yang sama
"Aku hanya menunggunya kembali dan berdoa kepada sang pemilik hati jika ia memang jodoh ku Allah pasti akan mempertemukanku dengan dia suatu saat nanti " Ucap khaira kemudian
" kalau gitu kenapa harus menunggu hanya sekedar mencari pengganti nya untuk sementara tidak masalahkan? " tanya Silvia lagi dengan tersenyum
khaira menghembuskan nafasnya dan tersenyum mendengar pertanyaan silvia
" Aku tidak pacaran atau tidak dekat dengan laki-laki bukan hanya karena dia" ia menghentikan ucapannya kemudian menoleh ke arah Silvia yang masih menatapnya
" Aku melakukan itu semua alasan utamanya karna agama melarang untuk berpacaran aku takut apa yang terjadi pada orang lain juga terjadi padaku pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan, aku bukannya munafik terkadang juga tersirat di dalam hatiku untuk mencari seorang kekasih namun aku tahu itu salah, aku juga wanita normal yang terkadang juga ingin merasakan bagaimana ketika kita mendapat perhatian dari seorang kekasih Namun sebisa mungkin aku menahan gejolak di hatiku walau pun tak mudah" khaira kembali menghentikan ucapannya sejenak berusaha bersikap tenang menjawab pertanyaan sahabatnya
"dia menjadi alasan kedua ku aku ingin dia cinta pertamaku menjadi imam untuk ku yang akan membimbing ku menuju ke syurgaNya namun semua tergantung pada Allah jika dia bukan jodohku aku ikhlas telah menantinya sekian lama dan ku yakin mungkin inilah yang terbaik untukku" lanjut khaira mengakhiri jawaban atas pertanyaan sahabatnya itu terukir senyum di bibirnya merasa lega karna dia telah mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya kepada sahabatnya
Silvia hanya terdiam mendengar penjelasan khaira ia ikut tersenyum mendengar jawaban khaira sungguh ia tak pernah berfikir jika sahabatnya memiliki pemikiran yang begitu dewasa
Matahari sudah berada di atas kepala menanda kan hari sudah siang bahkan suara azan telah berkumandang menandakan sudah masuknya waktu shalat zuhur khaira akhirnya mengajak Silvia pergi ke masjid dan setelah itu mereka akan mencari tempat makan untuk makan siang....
__ADS_1