Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Tatapan Menghina


__ADS_3

*** Jangan menghina orang lain dan jangan mengucapakan hal buruk mengenai orang lain jika kamu tak tahu pasti seperti apa kebenaran nya, karna hal itu dapat menjadi fitnah bagi orang yang kamu gunjingkan ***.


••• Khaira Najwa Safira •••


🌀 🌀 🌀 🌀 🌀


Alfi hanya diam tidak lagi berbicara ia hanya menuruti ucapan khaira melajukan mobil nya meninggalkan perkarangan rumah mereka.


Di perjalanan Alfi mencoba membujuk khaira agar mau berbicara dengan nya.


" Yang nanti pulang kerja aku jemput ya !! "


Ucap Alfi ia melirik sekilas ke arah khaira lalu kembali memfokuskan dirinya ke arah jalanan.


" Ngak usah aku pulang sendiri aja, nanti aku bisa pulang naik taksi " Ucap khaira tanpa menoleh ke arah Alfi.


" Ngak !! kamu ngak boleh pulang sebelum aku datang jemput kamu, jangan membantah kalau kamu takut dosa karna membangkang perintah ku "


Ucap Alfi sambil menatap ke arah khaira, kali ini suara nya terdengar sedikit tegas. Khaira yang mendengar ucapan Alfi langsung menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.


Sebenar nya khaira ingin membantah, namun melihat tatapan Alfi yang begitu tajam ia mengurungkan niat nya.


" Hufff.... " Khaira mendengus kasar, dan mengalihkan pandangan nya menatap ke arah jalanan.


Selanjutnya hanya keheningan di antara mereka sampai pada akhir nya Alfi menghentikan mobil nya tepat di depan butik Riska.


" Alhamdulilah.... " Khaira mengucapkan syukur karena ia dan Alfi sampai di tempat kerja nya dengan selamat.


Khaira ingin melepas sabuk pengaman yang melingkar di tubuh nya, namun ia merasa kesulitan untuk melepaskan nya.


Alfi yang melihat khaira tak kunjung melepaskan sabuk pengaman nya akhir nya ia berinisiatif untuk membantu khaira.


" Kalau butuh pertolongan bilang dong, biar aku bantu " Ucap Alfi ia membuka sabuk pengaman itu hingga terlepas.


" Aku pergi kerja dulu ya... " Ucap khaira sambil menyalami tangan Alfi.


" Kamu masih marah ya " Tanya Alfi, pandangan nya terarahkan pada khaira yang sedang mengalami tangan nya.


Khaira yang mendengar ucapan Alfi mendongakkan kepala nya menatap ke arah Alfi.


" Ngak...buat apa marah ngak penting juga " Ucap khaira ia tersenyum dan menegakkan tubuh nya.


" Nah... Itu tau ngak ada gunanya kan marah-marah apalagi dengan alasan seperti itu "


Alfi masih menatap ke arah khaira dan ikut tersenyum pada nya.


" Iya maaf..aku tuh marah bukan karna kamu cium aku tapi karna..... "


Khaira tak lagi melanjutkan ucapan nya, ia menggigit bibir bawah nya merasa malu jika ia mengucapkan kata selanjut nya.


" Karna Apa?..." Tanya Alfi ia menaikkan sebelah alis nya tak mengerti mengapa khaira tiba-tiba menghentikan ucapan nya.


" Ya... Ya karna kamu... Kamu.... " Khaira kembali menggigit bibir bawah nya, merasa ragu untuk melanjutkan ucapan nya.


" Aku kenapa ?? " Tanya Alfi lagi ia semakin merasa bingung di buat khaira.


" Karna apa yang kamu lakukan selalu bikin aku jantungan.... " Ucap khaira dengan cepat dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


" Hahhhh...??? "


Alfi melongo saat mendengar ucapan khaira, Namun sesaat kemudian ia malah tertawa keras saat diri nya mampu mencerna kata-kata yang di ucapkan khaira.


Khaira yang mendengar Alfi tertawa keras menolehkan pandangan nya ke arah Alfi. Ia menaikkan sebelah alis nya saat melihat Alfi tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perut nya.


" Kenapa kok tertawa memang nya ada yang lucu "


Mendengar ucapan khaira Alfi berusaha menghentikan tawa nya, ia menarik nafas nya dalam-dalam untuk bisa menenangkan diri nya yang masih ingin melepaskan tawa nya.


" Sayang.... Kalau kamu jantungan nya karna mendapatkan serangan mendadak dari aku, kamu tenang aja aku siap kok buat merawat kamu sampai kamu bisa menetralkan jantung mu ketika mendapatkan perlakuan manis dari ku "


Ucap Alfi ia mengedipkan sebelah mata nya pada khaira sambil tersenyum menggoda ke arah nya. Hal itu membuat wajah khaira bersemu merah karna mendengar ucapan alfi.


Melihat wajah khaira yang bersemu merah Alfi malah tertawa lebih keras dan kali ini tawa nya benar-benar keras sampai bisa terdengar ke luar mobil.


Khaira yang mendengar Alfi tertawa dengan begitu keras ia menolehkan pandangan nya ke arah luar mobil, ingin memastikan jika tak ada yang mendengar suami nya yang tertawa keras.


Namun sayang, ada beberapa karyawan yang sedang berada di ruang pemasaran buktik Riska mendengar suara Alfi, dan bahkan mereka menatap bingung ke arah mobil yang terparkir di pinggir jalan.


Untung nya kaca jendela mobil Alfi berwarna hitam dan tertutup rapat sehingga mereka tak dapat melihat siapa yang sedang berada di dalam mobil tersebut.


Khaira yang melihat banyak pasang mata yang menatap bingung ke arah mobil mereka namun Alfi belum juga menghentukan tawa nya.


Dengan kesal ia menutup mulut Alfi dengan tangan nya dan sontak hal itu mampu membuat Alfi diam membeku.


Jarak mereka begitu dekat hanya tersisa beberapa senti saja, dan mereka saling beradu pandang. Secara perlahan khaira menurunkan tangan nya yang menutup mulut alfi.


Namun ia sama sekali tak bergeming dengan posisi nya yang berdekatan dengan Alfi.


Alfi merasakan jantung nya kembalii berdetak tidak normal, apalagi wajah nya yang merasakan hembusan nafas khaira, membuat diri nya makin tak menentu.

__ADS_1


" Yang....kalau kamu terus berada di posisi seperti ini bisa-bisa aku yang malah jantungan " Ucap Alfi sambil menelan ludah nya kasar.


Khaira yang mendengar ucapan Alfi langsung menjauhkan dirinya dari Alfi.


" Aku harus segera ke butik karna banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan... ".


Ucap khaira, berusaha mengalihkan suasana canggung yang terjadi di antara mereka. ia ingin membukakan pintu mobil namun di urung kan nya saat ia mengingat sesuatu.


Khaira menatap ke arah Alfi yang kini juga menatap ke arah nya, ia tersenyum dan mendekatkan wajah nya pada Alfi, hal selanjut nya yang dilakukan khaira mampu membuat Alfi membeku bagaikan sebuah patung.


CUP


Alfi menyentuh pipi nya yang masih terasa basah karna sentuhan bibir lembut khaira, ia menolehkan pandangan nya ke arah khaira yang kini masih tersenyum ke arah nya.


Tak ada kata yang keluar dari mulut alfi , ia hanya terdiam bagaikan orang yang kehilangan ruh nya.


" Kenapa diam ? Gimana rasa nya dapat serangan mendadak, kaget kan?" Ucap khaira ia juga menatap ke arah Alfi dengan menampilkan senyum mengejek nya.


" Sekarang kita impas, Satu Sama aku pamit kerja dulu ya SA-YANG selamat bekerja "


Ucap khaira sambil menekan kan kata sayang, ia mengedipkan sebelah mata nya ke arah Alfi, melakukan apa yang biasa laki-laki itu lakukan padanya. Khaira lalu membukan pintu mobil dan keluar dari dalam nya.


Begitu khaira keluar dari dalam mobil ia melihat banyak pasang mata yang menatap ke arah nya dengan berbagai ekspresi.


khaira melangkah kan kaki nya menuju ke arah butik, tanpa memperdulikan orang yang menatap heran ke arah nya, termasuk beberapa karyawan butik yang bekerja di bagian ruang pemasaran.


sesampai nya di depan butik, karyawan yang melihat kedatangan khaira menatap nya dengan tatapan yang tak dapat di mengerti.


Mereka sempat kaget saat melihat ternyata khaira yang keluar dari dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan, berbagai pertanyaan hinggap di kepala mereka.


Tentang apa yang dilakukan khaira dalam mobil tersebut, apalagi terdengar suara tawa laki-laki dari dalam mobil membuat kepala mereka di penuhi hal-hal yang kotor.


" Eh... Ada bu khaira baru datang ya bu ? " Tanya salah satu karyawan dengan tatapan sinis.karyawan itu bernama Sintia atau kerap di panggil tia.


Tia memang tidak suka dengan khaira, karna Riska menempatkan khaira pada posisi yang bagus dan juga di berikan ruangan pribadi. Padahal khaira baru bekerja di sana selama beberapa bulan tapi jabatan nya sudah begitu tinggi.


Sedangkan diri nya sudah bekerja semenjak butik itu di bangun, kurang lebih selama tiga tahun namun posisi nya tak pernah berubah tetap di tempatkan di bagian pemasaran.


" Iya....kan kamu lihat sendiri kalau saya baru aja keluar dari mobil, tuh mobil saya masih terparkir di sana "


Jawab khaira dengan nada datar seraya menunjukan mobil Alfi yang masih terparkir di pinggir jalan.


Khaira tau jika Tia tidak menyukai nya karna ia dapat menilai dari cara bicara dan pandangan Tia yang selalu menatap nya dengan tatapan tidak suka.


" Ibu di antar sama siapa pacar ya? Tapi kok keluar nya lama banget Dari dalam mobil ? Ngapain aja tuh bu di dalam mobil sama pacar ibu ?.


Tia menghentikan ucapan nya sejenak, ia menatap khaira dengan tatapan yang menghina.


" apa jangan-jangan selama ini semua sikap dan pakaian yang ibu pakai hanya untuk menutupi kelakuan ibu, yang sebenar nya lebih bejat dari pada seorang pelacur ".


Tia kembali melanjutkan ucapan nya, dengan suara yang sengaja di besarkan pada akhir ucapan nya hingga semua orang yang ada di sana menatap ke arah khaira dengan tatapan yang hina.


Ia tersenyum miring saat melihat semua orang yang mendengar ucapan nya menatap ke arah khaira dengan tatapan yang menjijikkan.


Khaira yang melihat hal tersebut tidak hanya tinggal diam, ia tak akan membiarkan harga diri nya hancur hanya karna ucapan wanita yang tak tahu apa-apa mengenai diri nya.


" Kamu tahu apa mengenai diri saya sampai berani mengucapkan kata-kata yang serendah itu kepada saya ? "


Ucap khaira ia menatap datar kearah Tia, namun wajah nya sudah menampakkan ada amarah yang terpendam dalam diri nya.


" Jangan menghina orang lain dan jangan mengucapakan hal buruk mengenai orang lain jika kamu tak tahu pasti seperti apa kebenaran nya, karna hal itu dapat menjadi fitnah bagi orang yang kamu gunjingkan "


Khaira sengaja menghentikan ucapan nya berusaha menahan amarah yang sudah memuncak dalam diri nya.


" Itu bukan pacar saya melainkan suami saya, sekali lagi saya tekan kan laki-laki itu adalah Su-ami sa-ya ". Ucap khaira dengan menekankan ucapan terakhir nya.


Semua orang yang ada di sana begitu kaget saat mendengar ucapan khaira, tak terkecuali karyawan yang berada di sana, mereka seolah tidak percaya jika khaira sudah menikah karna setau mereka khaira belum menikah.


" Suami...?? " Tanya Tia dengan senyuman yang mengejek.


" Sejak kapan ibu menikah? saya yakin jika semua orang yang ada di sini tau jika ibu belum menikah jadi untuk apa ibu mengatakan nya karna semua orang yang ada di sini tidak akan mempercayai nya "


Ucap Tia lagi dengan senyuman yang mengejek dan menatap khaira dengan tatapan hina.


" Delapan bulan yang lalu, dan ini cincin pernikahan kami, kalau kamu masih tidak percaya kamu bisa melihat foto pernikahan saya sama suami saya ".


Ucap khaira sambil memperlihatkan jari sebelah kanan nya yang terpasang cincin berlian mahar pernikahan nya, dan mengeluarkan HP dari dalam tas lalu ia menunjukkan foto pernikahan nya dengan Alfi.


Tia yang melihat foto pernikahan khaira dengan Alfi sempat terkejut, namun selanjut nya hanya tawa mengejek yang terdengar dari nya.


" Hahaha.... Khaira... Khaira... Aku ngak nyangka loh, kalau kamu tidak hanya pintar menjahit tapi juga pandai dalam mengedit foto sampai foto nya terlihat seperti asli " Ucap Tia dengan menampilkan senyuman mengejek.


" Siapa yang edit itu foto asli bukan hasil editan "


Mendengar ucapan khaira Tia malah tertawa lebih keras.


" Wah.. Wah...wah....Seperti nya wanita yang ahli dalam bidang menjahit ini sudah kurang waras, coba kalian lihat ini... "


Tia memperlihatkan foto pernikahan khaira yang ada di ponsel khaira kepada semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


" Dia bilang dia sudah menikah dan kalian tau siapa suami yang dia maksud "


Tia kembali menghentikan ucapan nya menatap semua orang yang ada di sana yang juga menatap ke arah nya dan khaira.


" Alfianda Rahman... Seorang pemain voli terkenal, kalian percaya itu ? Kalau saya sih ngak percaya "


Ucap Tia sambil menatap sinis ke arah khaira.


" Kalau memang ia kenapa ? " Suara itu mengalihkan pandangan nya ke arah seorang laki-laki yang kini berjalan ke arah mereka.


Laki-laki itu adalah Alfi, Semua orang yang ada di sana sangat kaget saat melihat alfi yang berjalan menghampiri mereka. termasuk Tia yang bahkan mulut nya kini sudah menganga lebar ketika melihat kedatangan Alfi.


" Kalau saya suami nya kenapa ? ada masalah? " Tanya Alfi pada Tia saat ia sudah sampai di depan butik dan berdiri di samping kanan khaira.


" Benar apa yang dikatakan istri saya, Khaira Najwa Safira jika kami sudah menikah delapan bulan yang lalu " Ucap Alfi sambil menekan kan suara nya pada saat ia menyebut nama khaira.


Ia melingkarkan tangan nya di pinggang khaira, membuat Tia yang berada di depan mereka menatap khaira dengan tatapan penuh kebencian.


" Jadi saya harap kamu tidak akan menghina atau pun menjelek-jelekkan istri saya di depan orang lain " Ucap Alfi dengan tegas dan menatap tajam ke arah Tia,


Tatapan itu mampu Membuat seluruh keberanian dan ketegasan yang tadi di tunjukan oleh Tia, seketika menciut karena tatapan tajam alfi.


Tia melihat semua orang yang ada di sana kini malah menatap nya dengan tatapan yang hina bahkan tak sedikit dari mereka bergosip tentang diri nya. Dengan kesal ia melangkahkan kaki nya meninggalkan butik tersebut.


Semua orang yang ada di sana juga membubarkan diri saat melihat Tia yang pergi meninggalkan butik, masih dengan berbagai cibiran yang di berikan untuk tia.


Sehingga tinggal lah Alfi dan khaira disana, sedangkan semua karyawan kini kembali menyibukkan diri nya pada kerjaan masing-masing.


" Abang kenapa belum berangkat ? " Tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi. Alfi melepaskan tangan nya yang masih melingkar di pinggang khaira.


" Tadinya aku mau jalan tapi aku melihat banyak orang yang Mengerumuni butik ini karna penasaran akhir nya aku turun dari mobil.


terus aku tidak sengaja mendengar wanita tadi menghina kamu di depan semua orang, ya aku ngak Terima lah masa istri ku di katakan ngak waras karena menikahi aku "


Ucap Alfi panjang lebar sedangkan khaira ia hanya menatap diam kearah Alfi.


••• FLASHBACK ON •••


Alfi yang masih berada di dalam mobil hanya terdiam dengan tangan nya masih menyentuh pipi kiri nya yang di kecup khaira.


Jantung nya masih juga berdetak tak karuan, Alfi menelan ludah nya kasar secara perlahan-lahan ia menolehkan pandangan nya ke arah tempat duduk penumpang di samping nya dan dilihat nya khaira yang kini sudah turun dari dalam mobil.


ia mengernyit heran saat melihat banyak kerumunan orang yang berkumpul di depan butik tempat khaira bekerja. tak mungkin itu pelanggan butik yang ingin berbelanja karna mereka lebih dari 15 orang.


karna penasaran Alfi memutuskan untuk turun, ingin memastikan apa yang sebenar nya terjadi, langkah nya terhenti saat ia melihat ternyata khaira yang sedang di hujani oleh seorang wanita muda.


FLASHBACK OFF


" Aku ngak pantas ya jadi istri kamu ? " Pertanyaan khaira mampu membuat Alfi yang sedang menatap para karyawan butik mengalihkan pandangan ke arah nya.


" Kok kamu ngomong nya gitu? Tentu saja kamu sangat pantas menjadi istri ku, karna kamu wanita yang hebat, wanita yang sempurna dan aku sangat beruntung bisa memiliki kamu " .


Ucap Alfi ia mengenggam kedua tangan khaira dan menatap lekat ke arah nya.


" Tak perlu mendengar apa yang dikatakan orang, selama kita benar dan kita bahagia kita tak perlu menanggapi ucapan orang yang tak tahu apa pun mengenai hidup kita,


aku beruntung bisa memiliki kamu jadi jangan pernah mengatakan jika kamu tak pantas menjadi istriku ".


Khaira yang mendengar ucapan Alfi hanya bisa tersenyum, Tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


" ya udah kalau gitu aku kerja dulu, nanti kalau udah pulang kerja hubungi aku biar aku jemput "


ucap Alfi khaira hanya menganggukkan kepala nya lalu menyalami tangan Alfi.


seperti biasa sebelum meninggalkan khaira Alfi selalu mengecup kening nya, tanpa memperdulikan dimana sekarang mereka berada.


wajah khaira sudah bersemu merah menahan malu karna mendapat tatapan dari para karyawan yang melihat Alfi mengecup nya tanpa canggung.


Khaira melangkahkan kaki nya kedalam butik setelah Alfi meninggalkan nya. kembali terdengar beberapa karyawan yang menggoda nya saat ia melangkah masuk kedalam butik.


" aduh.... beruntung nya ya jadi bu khaira bisa memiliki suami tampan baik lagi, apalagi seorang atlit voli yang menjadi idola para wanita ".ucap seorang karyawan pada teman nya sambil melirik ke arah khaira.


Khaira yang mendengar nya hanya tersenyum tanpa menanggapi ucapan karyawan tersebut. ia terus melanjutkan langkah nya masuk ke dalam ruangan nya.


-


💕 💕 💕 💕 💕


Happy reading...


berikan like dan komentar nya dan juga saran yang bisa membantu author memperbaiki kekurangan nya. 🙏


satu episode lagi nyusul ya lagi di review


Salam Author


-


Ety Salmila

__ADS_1


__ADS_2