
*** Hubungan Yang Di Awali Tanpa Rasa Cinta Bukan Berarti Tak Ada Cinta •••
Semua Itu Hanya Masalah Waktu Untuk Bisa Menghadirkan Rasa Cinta Di Hati Setiap Pasangan Kita •••
Maka Bersabarlah Perasaan Itu Pasti Akan Tumbuh Cepat Atau Lambat ***
•••• Khaira Najwa Safira ••••
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Khaira yang mendengar nya hanya tersenyum tanpa menanggapi ucapan karyawan tersebut. ia terus melanjutkan langkah nya masuk ke dalam ruangan nya.
☘ ☘v☘ ☘ ☘ ☘
Disisi lain alfi baru saja sampai di tempat kerja nya. Setelah memarkirkan mobil di tempat parkir Alfi melangkahkan kaki nya masuk kedalam bandara, menuju ke dalam ruangan nya.
Sesampai nya di sana ia melihat banyak rekan kerja nya yang sudah sibuk melanjutkan pekerjaan nya. Termasuk zaki dan Elisa.
Elisa yang melihat kedatangan Alfi menorehkan senyuman nya begitu pun dengan Alfi ia juga membalas senyuman nya, meski pun kini terlihat ada kecanggungan antara Alfi dan Elisa, semenjak mereka mengakhiri hubungan nya.
Alfi melangkahkan kaki nya menuju kemeja kerja nya sesampai nya di sana ia membuka komputer dan mulai melanjutkan pekerjaan nya.
Tak terasa waktu istirahat pun tiba, Alfi dan zaki beserta karyawan lain nya pergi menuju kantin untuk makan siang.
Sesampai nya di kantin Alfi dan zaki duduk di sebuah meja dan memesankan makanan nya.
" Al gue mau bilang sesuatu sama loe " Ucapan zaki membuat Alfi yang sedang menatap orang yang berlalu-lalang disana menolehkan pandangan nya ke arah zaki.
" Mau ngomong apa ? " Tanya Alfi sambil menatap lekat ke arah zaki.
" Gue.. Gue bulan depan mau nikah " Ucapan zaki membuat Alfi melebarkan kedua mata nya.
" Bulan depan ? Seriusan loe? " Tanya Alfi berusaha memastikan jika apa yang di ucapkan zaki memang benar.
" Ia beneran gue bulan depan mau nikah sama Azkia " Jawab zaki dengan mantap.
" Hahh...Azkia ? Bukan nya loe ngak suka sama dia ? kemarin loe marah-marah waktu gue minta loe buat menerima pernikahan loe sama Azkia.
kenapa sekarang loe mau menerima pernikahan itu malah sekarang pernikahan nya secepat itu lagi ".
Ucap Alfi sambil menatap bingung ke arah zaki.
" Gue nolak pun ngak ada gunanya bunda pasti akan tetap maksa gue, dari pada ribut terus sama bunda lebih baik gue Terima aja pernikahan ini siapa tau dia memang jodoh gue,
ya gue berharap Azkia bisa menjadi istri dan juga ibu yang baik untuk anak-anak gue kelak "
Jawab zaki ia juga menatap ke arah Alfi yang kini juga menatap ke arah nya.
" Ya gue setuju dengan keputusan loe itu, gue yakin Azkia pasti akan jadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anak loe kelak ".
Ucap Alfi sambil menepuk-nepuk pundak zaki memberikan nya semangat, Zaki hanya tersenyum mendengar ucapan Alfi.
Tak berapa lama makanan yang di pesan Alfi dan zaki sudah sampai.
" Mendingan sekarang kita makan nanti keburu waktu istirahat nya habis lagi " Ucap Alfi pada zaki yang terdiam sejak ucapan terakhir nya tadi.
" Hufff.... " Zaki menghembus nafas nya kasar, lalu menyantap makanan nya.
Setelah selesai makan siang mereka kembali kedalam ruangan kerja untuk melanjutkan pekerjaan nya.
◾◾◾◾◾
Matahari sudah tenggelam di ufuk barat sesuai janji nya Alfi menjemput khaira yang masih berada di tempat kerja nya.
Sesampai nya di sana ia melihat khaira yang baru saja keluar dari dalam butik dan tersenyum saat melihat kedatangan nya.
Khaira melangkahkan kaki nya menuju ke arah Alfi, ia segera melangkah masuk kedalam mobil alfi.
Setelah masuk kedalam mobil khaira terlebih dahulu menyalami suami nya itu, begitu pun Alfi ia juga mengecup kening khaira.
" Gimana kerjaan nya lancar ngak ?? " Tanya Alfi sambil menatap khaira yang sedang melingkarkan sabuk pengaman di tubuh nya.
" Alhamdulilah lancar, abang sendiri gimana kerjaan nya? " Khaira juga menatap ke arah Alfi.
" Alhamdulilah semua nya juga berjalan lancar "
Ucap Alfi sambil tersenyum ia lalu melajukan mobil nya, memecah jalanan kota yang masih tetap ramai meski pun hari sudah hampir magrib.
Di perjalanan mereka membicarakan banyak hal mengenai apa saja yang di lalui mereka hari ini.
🍀 🍀 🍀 🍀 🍀
••• 1 BULAN KEMUDIAN •••
Hubungan Alfi dan khaira semakin hari semakin membaik bahkan, Alfi semakin perhatian kepada khaira. Dan hal itu membuat khaira semakin mencintai Alfi.
Seperti pagi ini mereka sedang di sibuk kan dengan berbagai persiapan untuk hadir di acara pernikahan zaki.
ya hari ini adalah hari pernikahan sekaligus resepsi pernikahan zaki dan Azkia, sesuai dengan yang telah di rencanakan satu bulan yang lalu.
Alfi hari ini menggunakan baju batik berwarna mocca di padukan dengan celana panjang bewarna hitam.
Menambahkan ketampanan nya apalagi tubuh nya yang tinggi membuat penampilan nya benar-benar sempurna.
Begitu pun dengan khaira, ia menggunakan gaun berwarna mocca, yang juga terdapat sedikit corak batik seperti baju yang di gunakan Alfi. Dengan hijab nya yang senada dengan gaun yang ia gunakan saat ini.
Ia terlihat begitu cantik dengan balutan pakaian Muslimah nya, meski pun ukuran tubuh nya tidak terlalu tinggi, namun ia tetap terlihat cantik apalagi saat ini ia menggunakan sepatu berhak tinggi hingga ukuran tubuh nya hampir sebahu Alfi.
Baju dan gaun yang di gunakan Alfi dan khaira adalah hasil desain dan jahitan khaira. Alfi begitu suka dengan baju tersebut karna menurut nya jahitan khaira memang sangat bagus.
" Yang aku ngak nyangka loh kalau kamu bisa menjahit pakaian sebagus ini, pantesan banyak orang yang mau baju nya di desain dan dijahit oleh kamu ".
Ucap Alfi sambil mengamati pantulan diri nya di cermin.
" Alhamdulillah... Kalau kamu suka, aku juga sangat senang karena banyak orang yang suka dengan hasil karya ku.
Dan aku mohon doa nya agar aku bisa mewujudkan mimpi ku untuk membangun sebuah butik " Ucap khaira sambil tersenyum.
__ADS_1
" Aminnnn.... " Ujar Alfi ia juga tersenyum ke arah khaira.
" Kamu udah siap? Kalau sudah ayo sekarang kita pergi nanti malah terlambat lagi " Ucap alfi lagi ia meraih dompet dan juga handphone nya yang ada di atas Nakas.
" Aku udah siap ya udah ayo kita jalan.. " Ucap khaira ia juga meraih tas nya yang ada di atas meja rias nya.
Mereka akhir nya langsung pergi menuju ketempat akad nikah zaki dan Azkia yang akan berlangsung di kediaman rumah azkia. Hampir satu jam perjalanan dari rumah mereka ke rumah Azkia tempat akad nikah itu akan berlangsung.
Setelah sampai di kediaman rumah azkia mereka melihat sudah banyak tamu undangan yang sudah menghadiri acara tersebut.
Alfi dan khaira langsung melangkahkan langkah nya menuju kedalam rumah. Rumah yang di dekor dengan begitu indah. Disana juga akan di adakan resepsi setelah akan nikah berlangsung.
" Sayang...aku mau menemui azkia dulu ya " Ucap khaira pada Alfi setelah mereka sampai di ruang tamu rumah azkia, dan juga tempat yang akan di langsungkan akad nikah sekitar 30 menit lagi.
" Iya aku juga mau menemui agus dulu "
Ucap Alfi pada khaira ia melihat agus beserta citra istri nya yang sudah terlebih dahulu berada di sana.
Khaira langsung berjalan menuju ke kamar azkia yang terdapat di lantai atas rumah nya,. Rumah azkia terdiri atas dua lantai meski pun rumah itu tidak terlalu besar, namun cukup membuat nyaman saat kita berada di sana.
Sesampai nya ia di depan kamar azkia ia mengetuk pintu terlebih dahulu belum masuk ke dalam nya.
" Tok....toktok..... "
Khaira mengetuk pintu kamar khaira, tak lama kemudian seseorang membuka pintu kamar tersebut.
" Cekleekk..."
Terlihat seorang wanita muda yang membuka pintu kamar azkia seperti nya wanita itu adalah penata rias yang di tugaskan untuk merias azkia.
" Apa Saya boleh masuk mau bertemu sama pengantin wanita nya " Tanya khaira pada wanita muda tersebut.
" Silahkan.... " Ucap wanita itu sambil membuka pintu lebih lebar mempersilakan khaira masuk.
" Assalamualaikum..... Calon Pengantin.... " Ucap khaira saat ia melihat azkia yang masih duduk di depan meja rias nya, ia baru saja selesai dirias.
Azkia terlihat begitu cantik dengan kebaya bewarna putih dan juga rok berwarna coklat yang bercorak batik, ditambah lagi dengan balutan hijab yang di tata sedemikian rupa menambah kecantikan nya.
" Waalaikumsalam..... " Azkia menjawab salam khaira sambil menolehkan pandangan nya ke arah khaira yang kini berdiri tepat di samping nya.
" Selamat ya semoga jadi keluarga yang samawa, dan bisa saling mengalahkan ego masing-masing, dan juga dapat menyelesaikan setiap masalah dengan kepala dingin agar semua nya dapat terselesaikan dengan baik " Ucap khaira sambil menatap ke arah khaira dengan memperlihatkan senyuman nya .
"makasih karna ibu sudah datang kepernikahan saya " Ucap azkia sambil menatap ke arah khaira.
" Jangan panggil bu dong, kesan nya saya tua banget, panggil khaira aja kalau kita sedang berada di luar pekerjaan " Ucap khaira sambil tersenyum ke arah azkia.
" Heummm..... Baiklah khaira, ayo silahkan duduk dulu " Ucap azkia mempersilakan khaira duduk di sofa yang ada di kamar azkia.
" Ngak usah aku kesini cuma mau kasih ucapan selamat sekalian aku mau kasih kado buat kamu "
Ucap khaira sambil menyerahkan kado yang ia bawa untuk azkia.
" Alhamdulillah... Terima kasih atas kado nya " Azkia menerima kado yang di berikan khaira.
" Oh ya maaf bu eh maksud saya khaira, maaf kalau saya lancang, kalau kamu tidak keberatan saya mau kamu temani saya turun ke bawah waktu acara akad berlangsung "
Khaira yang mengerti jika saat ini azkia sedang di landa rasa gugup dan membutuhkan seorang teman di samping nya, memutuskan untuk menemani azkia sampai waktu akad berlangsung.
" Baiklah saya akan temani kamu disini "
Ucap khaira sambil tersenyum dan mengenggam kedua tangan azkia berusaha memberikan kehangatan agar kegugupan yang di rasakan azkia sedikit berkurang.
" Terima kasih.... "
Hanya itu yang mampu di ucapkan azkia pada khaira, saat ini perasaan nya campur aduk, ia begitu gugup menanti kan saat-saat akad nikah akan di langsungkan.
Tak berapa Lama terdengar seseorang yang mengetuk pintu kamar khaira.
" Tok... Toktokk..... "
" Azkia kamu udah siap belum? calon suami kamu udah datang ayo turun nak " Terdengar suara mama azkia di balik pintu kamar azkia.
" Iama.... Aku udah siap nanti aku akan turun di temani sama khaira, sahabat aku " Sahut azkia dari dalam kamar.
" Kalau begitu mama akan tunggu kalian di bawah, kalian cepat turun ya jangan lama-lama " Ucap mama azkia lagi.
" Iya ma kita akan segera turun " Ucap azkia, setelah itu tak terdengar lagi suara mama azkia seperti nya ia sudah turun ke lantai bawah, tempat berlangsung nya akad nikah.
" Ayo kita turun " Ajak khaira sambil mengenggam tangan khaira.
" Bentar lagi deh ra... Aku gugup banget nih "
Ucap azkia ia mengenggam erat tangan khaira, bahkan khaira bisa merasakan jika tangan azkia begitu dingin karna basah dengan keringat.
" Semua orang juga merasa gugup Kia saat akad nikah akan berlangsung, aku dulu juga merasakan nya tapi setelah akad nikah selesai rasa nya pasti akan lebih plong.... "
Ucap khaira memberi semangat ke pada azkia.
" Ra... Menurut kamu keputusan aku udah tepat apa belum ? " Khaira menatap bingung ke arah azkia saat ia menanyakan hal itu pada nya.
" Hahhh.... Maksud kamu ?? " Tanya khaira bingung.
" Ya maksud aku apa keputusan aku untuk menikah dengan Zaki adalah keputusan yang tepat? Aku takut kalau nanti nya Zaki tidak bisa mencintai aku "
Ucap azkia sambil menundukkan kepala nya, ikatan yang akan dilalui nya melalui perjodohan orang tua zaki, membuat ia sedikit ragu mengenai perasaan zaki terhadap nya.
" Azkia perasaan itu akan muncul seiring dengan berjalan nya waktu cepat atau lambat, sama seperti aku dan bang Alfi dulu.
kami menikah karena terpaksa tanpa ada rasa cinta sedikit pun, tapi dengan seiring berjalan nya waktu kami bisa menerima pernikahan ini dan bisa mencintai satu sama lain.
jadi kamu tenang aja aku yakin suatu saat nanti zaki pasti akan mencintai kamu, semua nya hanya butuh waktu dan juga kesabaran kamu dalam menantikan cinta dari nya " ucap khaira panjang lebar sedangkan azkia hanya diam mendengar ucapan nya.
" ayo sekarang kita turun kebawah, semua orang pasti sudah menunggu kedatangan kita " ucap khaira lagi, Azkia hanya menganggukkan kepala nya.
Mereka pun keluar dari dalam kamar Azkia, secara perlahan azkia dan khaira menuruni setiap anak tangga dan semua mata tertuju ke arah mereka saat mereka hampir sampai di lantai bawah.
Khaira tetap setia mendampingi azkia mengantar nya hingga di depan penghulu, khaira mendudukkan azkia di samping kiri zaki.
__ADS_1
Zaki sudah menunggu kedatangan azkia sejak ia sampai di sana, saat ini zaki menggunakan tuxedo berwarna putih senada dengan pakaian yang di gunakan khaira.
Kedua baju pengantin itu merupakan hasil desain dan jahitan khaira. ia sengaja menjahit nya untuk zaki dan azkia sebagai salah satu kado untuk pernikahan mereka.
" Bagaimana apa acara nya sudah bisa di mulai ? " tanya pak penghulu kepada semua orang yang ada di sana.
" silahkan di mulai pak " jawab ayah zaki mewakili semua orang yang ada di sana.
" baik lah kalau begitu acara nya akan segera kita mulai, kedua pengantin apakah sudah siap untuk memulai ijab kabul nya? " tanya pak penghulu kepada zaki dan Azkia.
" siap pak " jawab zaki dan Azkia secara bersamaan, mereka sama-sama tak menolehkan pandangan nya menatap satu sama lain.
" baiklah...untuk wali nikah nya akan di wakil kan oleh paman dari mempelai wanita karna ayah kandung nya sudah meninggal dunia,
Silahkan bapak ilyas mewakilkan ayah kandung dari mempelai wanita untuk melakukan akad nikah nya " ucap pak penghulu, mempersilahkan paman azkia untuk menjadi wali nikah nya.
Paman azkia yang bernama ilyas pun duduk di depan zaki ia menjabat tangan kanan zaki dan memulai akad nya.
" ابسم الله الر حمن الر حىم••••
" Saudara Muhammad Zaki Bin Muhammad Shaleh, Saya Nikah kan dan kawin kan engkau dengan Azkia Humairah Binti Zulkifli dengan Mas Kawin emas 24 karat sebesar 22 gram dibayar tunai "
ucap paman Azkia sambil menghentakkan tangan nya pada saat mengucapkan kata tunai.
" Saya Terima nikah dan kawin nya Azkia Humairah Binti Zulkifli dengan mas kawin emas 24 karat sebesar 22 gram dibayar tunai "
ucap zaki dengan satu tarikan nafas dan menghentakkan tangan nya pada saat mengucapkan kata tunai.
" Bagaimana para saksi dah??? " tanya pak penghulu kepada kedua saksi.
" SAH "
" SAH "
( jawab kedua saksi)
" SAH "
( jawab semua orang yang ada di sana)
pak penghulu mengakhiri akad nikah itu dengan doa dan kemudian zaki memasangkan mahar pernikahan nya pada azkia. diri nya sempat terpana saat melihat wajah cantik azkia yang di balut hijab dan kebaya putih.
Tanpa ia sadari zaki memperlihatkan senyuman nya saat melihat wanita cantik yang kini sudah sah menjadi istri nya.
Setelah akad nikah berlangsung mereka pergi menuju ke kamar untuk mengganti kan pakaian nya, dengan pakaian adat daerah untuk acara resepsi.
Setelah selesai meganti pakaian nya, Azka dan Zaki melangkahkan kaki nya menuju ke atas pelaminan. melayani semua tamu undangan yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.
Hampir seharian mereka melayani para tamu undangan yang mencapai lebih dari 1.500 undangan yang menghadiri pesta pernikahan mereka.
Para tamu undangan pun sudah banyak yang meninggalkan tempat pesta di sana hanya tersisa keluarga kedua mempelai tak tak kecuali alfi dan khaira yang masih berada di sana.
karma hari sudah semakin larut alfi dan khaira memutuskan untuk berpamitan pulang pada zaki dan azkia. Mereka melangkahkan kaki nya ke arah pelaminan tempat zaki dan Azkia berada.
" Selamat bro atas pernikahan nya, perlakukan istri loe dengan baik jangan pernah sakiti dia, jangan seperti gue zak yang dulu pernah menyakiti khaira hingga menimbulkan luka di hati nya "
Ucap Alfi sambil menepuk-nepuk pundak zaki, khaira yang mendengar ucapan terakhir Alfi ia sedikit tidak suka.
" abang ngapain bahas masalah itu disini, itu kan masa lalu ngak perlu di bahas apalagi di ingat-ingat, aku ngak suka jangan membahas masalah itu lagi " ucap khaira ia membisikkan nya di telinga alfi.
" Aku kan hanya memberikan nasehat untuk. zaki agar ia tak. menyakiti istri nya aama seperti yang aku lakukan dulu pada mu " ucap alfi ia juga membisikkan kata-kata nya di telinga khaira.
" udah ngak usah banyak ngomong, geser aku juga mau ucapin selamat pada mereka "
ucap khaira seraya menyenggol lengan alfi. alfi akhir nya menggegerkan tubuh nya ke arah samping dan kini ia berdiri tepat di samping Azkia.
" Aku titip Azkia ya, jaga dia baik-baik bahagiakan dia, jangan pernah kamu sakiti dia karnq dia sekarang bukan hanya sekedar asisten ku dalam bekerja tapi juga sahabat sekaligus saudara iparku "
ucap khaira pada Alfi yang dibalas dengan anggukan kepala dan senyuman hangat dari zaki.
Setelah khaira mengucapkan selamat pada zaki ia juga beralih ke arah Azkia yang berdiri di samping kiri zaki.
" Selamat ya kia semoga kamu selalu bahagia, jaga kesehatan kamu kalau sampai dia nyakitin kamu, kamu bilang sama aku biar aku yang menghadapi dia "
ucap khaira sambil melirik tajam ke arah zaki, zaki yang melihat itu hanya bersikap acuh tanpa memperdulikan ucapan khaira.
Sedangkan Azkia yang mendengar ucapan khaira, hanya bisa tersenyum dengan mata nya yang berkaca-kaca, sungguh ia terharu mendengar ucapan khaira, dan ia sangat beruntung memikiki atasan sekaligus sahabat sebaik khaira.
" Kalau gitu aku sama bang Alfi pamit pulang ya, baik-baik di sini aku tunggu kabar bahagia nya "
ucap khaira sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah mata nya ke arah Azkia. ia juga melirik ke arah zaki yang kini juga mengalihkan pandangan ke rah nya saat mendengar ucapan nya itu.
Azkia yang mengerti akan ucapan khaira wajah nya sudah bersemu merah karna malu mendengar ucapan seperti itu dari khaira.
" Kalo pergi dulu ya... selamat berbahagia..."
ucap Alfi, ia menampilkan senyuman nya dan menatap ke arah zaki dan azkia secara bergantian, azkia juga membalas senyuman yang di berikan Alfi pada mereka.
Alfi mengenggam tangan khaira lalu membawa khaira turun dari atas pelaminan. mereka melangkahkan kaki nya menuju keluar ruangan pesta. setelah sampai di parkiran mobil mereka segera masuk kedalam nya.
setelah memasangkan sabuk pengaman pada tubuh mereka masing-masing, Alfi mulai menghidupkan mesin mobil dan menancapkan gas nya, mengendarai mobil memecah jalanan kota yang kini mulai senggang.
🎈 🎈 🎈 🎈 🎈
-
Happy Reading
Berikan like dam komentar dan juga saran nya yang bisa mendukung author untuk melanjutkan episode selanjut nya dan juga memperbaiki segala kekurangan nya.
Nantikan episode selanjut nya yang akan lebih menarik lagi 🙏😊.
-
Salam Author
-
__ADS_1
Ety Salmila