Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Undangan Pernikahan ( Elisa & Rizwan )


__ADS_3

Sebelum nya Author mau memperbaiki sedikit kesalahan pada part yang lalu jadi mohon maaf atas kesalahan nya.


" Khaira...nama kamu itu memiliki makna yang bagus, خير ( Khaira ) Dalam bahasa Arab yang berarti ' kebaikan ' , bukan kah itu sesuatu yang bagus jika nama butik itu, kita namai dengan nama yang memiliki arti kebaikan.


Itu akan menjadi suatu doa, sebagai harapan kita kelak butik itu akan memberikan manfaat dan kebaikan bagi setiap orang yang mengunjungi nya ".


Sejenak khaira mencerna kata-kata yang di ucapkan Azkia, dalam hati nya ia setuju jika alasan itu yang di gunakan untuk memakai nama nya pada butik tersebut.


Namun ia merasa berat karna hal tersebut terasa kurang adil untuk bunda Annisa dan Azkia.


-


🔳 🔳 🔳 🔳 🔳


Khaira tersenyum sambil menatap butik yang berdiri kokoh di hadapan nya. Sampai sebuah suara mengalihkan pandangan nya.


" Khaira..... "


Khaira mengalihkan pandangan nya keasal suara ia begitu kaget saat melihat orang yang baru saja memanggil nama nya.


"ELISA.....??? "


Khaira menatap bingung saat melihat kehadiran Elisa di sana ia berfikir sedang apa Elisa di butik baru nya.


" Assalamualaikum....... " ucap Elisa sambil melangkahkan kaki nya ke arah khaira dengan menampilkan senyuman nya.


" Waalaikumsalam..... "


khaira menjawab salam Elisa dengan membalas senyuman yang diberikan Elisa pada nya .


" Kamu kenapa bisa ada di sini ? " tanya khaira pada Elisa yang kini sudah berdiri tepat di hadapan nya.


Elisa yang mendengar pertanyaan khaira tersenyum pada nya.


" Aku tadi datang ke butik ' Riska Fashion ' karna rizwan bilang kamu dulu bekerja di sana, tapi saat aku kesana ternyata kamu sudah Resain dan Riska bilang kamu sedang membangun butik sendiri jadi nya aku tanya sama dia alamat baru kamu " ucap Elisa sambil menampilkan senyuman nya.


" Ooooo...... " khaira membentuk mulut nya seperti huruf O sambil menganggukkan kepala nya tanda mengerti apa yang di ucapkan Elisa.


" oh ya ini butik kamu udah buka ya....? " tanya Elisa sambil mengamati orang-orang yang berlalu lalang di sana.


" iya insya Allah besok peresmian nya, kalau kamu ada waktu kamu boleh kok besok datang kesini sekalian liat-liat barang - barang yang ada di sini siapa tau ada yang cocok buat kamu "


Jawab khaira sambil menampilkan senyuman hangat nya.


" Maaf khaira seperti nya aku ngak bisa datang karna aku lagi sibuk... " ucap Elisa, ia juga tersenyum ke arah khaira.


" sibuk kenapa? " tanya khaira pandangan nya masih terarahkan ke arah khaira.


" eum..... sebenar nya aku kesini mau kasih ini sama kamu " ucap elisa sambil menyodorkan sebuah kertas persegi panjang berukuran 7 cm.


Khaira menerima kertas tersebut dengan menatap bingung ke arah Elisa. ia menatap kertas itu, matanya terbelalak saat melihat tulisan yang tertulis pada kertas tersebut.


" UNDANGAN....??? " khaira mendongakkan kepala nya menatap ke arah Elisa yang kini tersenyum merekah ke arah nya.


" kamu mau nikah ??? " tanya khaira pandangan nya tak pernah teralihkan dari Elisa.


" iya... acara nya minggu depan kamu datang ya sekalian ajak Alfi juga " ucap Elisa ia dengan masih memperlihatkan senyuman nya.


" iya...insya Allah kami pasti akan datang " ucap khaira ia juga ikut tersenyum mendengar kabar bahagia mengenai Elisa dan rizwan yang akan menikah.


" oh ya aku juga mau titip undangan buat Zaki dan Istri nya sampaikan permintaan maaf ku sama mereka karna tak bisa hadir pada acara pernikahan mereka kemarin, aku ngak bisa datang karna harus pulang ke kampung untuk mengunjungi nenek ku disana "


Ucap Elisa masih dengan menatap ke arah khaira.


" ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, karna harus menyebar beberapa undangan lagi pada teman-teman ku yang lain nya "


" baiklah.... semoga kalian bahagia, aku tahu kalian memang belum bisa mencintai Satu sama lain tapi aku doa kan semoga cinta itu akan cepat tumbuh di hati kalian ".


Ucap khaira ia tersenyum dan mengenggam tangan elisa yang di balas senyuman dan anggukan oleh elisa.


" makasih atas doa nya, aku pergi dulu..


Assalamualaikum...... "


" waalaikumsalam...... " khaira menjawab salam Elisa lalu Elisa pun pergi meninggalkan khaira di sana.


Khaira menatap kepergian Elisa dengan tersenyum bahagia karna pada akhirnya Elisa bisa menemukan jodoh nya.


Meskipun ia Tak pernah menyangka jika orang yang dulu ia cintai kini malah menikah dengan mantan kekasih suami nya, seolah takdir telah menukarkan pasangan mereka. Khaira tak pernah bersedih jika akhir nya ia tak bisa bersama dengan cinta pertama nya itu.


Meski pun ia sudah menanti rizwan selama bertahun-tahun, namun tak sedikit pun penyesalan atau kesedihan dalam hatinya. ia sudah mengikhlaskan segala nya sejak Alfi mengucapkan ijab kabul di depan semua orang dan kata SAH dari para saksi yang menyaksikan pernikahan mereka.


Memang dulu nya ia merasa sedikit kecewa saat diri nya harus melupakan rizwan untuk orang yang belum ia cintai. Namun dengan seiring berjalan nya waktu ia bisa menerima itu dengan lapang dada.


Tak ada kata menyesal dalam hatinya karna telah menanti rizwan selama bertahun - tahun, Dan ia yakin dengan ia tak pernah dekat dengan laki-laki manapun saat ia belum menikah, ia bisa menjaga diri dan kehormatan nya untuk suami yang kini telah menikahi nya.


Menjadikan suami nya itu laki-laki pertama yang menyentuh setiap anggota tubuh nya.


" Sayangg...... " Khaira menolehkan pandangan nya ke arah suara seorang wanita yang memanggilnya.

__ADS_1


" Mamaaa...... "


mama Alfi yang baru sampai di butik khaira melangkahkan kaki nya ke arah khaira.


" mama kesini sama siapa ? " tanya khaira setelah ia menyalami tangan mama alfi.


" di antar sama zuhdi tadi ? "


khaira celingak celinguk mencari keberadaan zuhdi disana, ia mengernyitkan dahi nya saat tak mendapatkan siapa pun disana.


" zuhdi nya mana? " tanya khaira saat ia tak menemukan keberadaan zuhdi.


" dia kesini cuma mau nganterin mama aja, habis itu ia pergi lagi "


" kok ngak ampir dulu kesini ? " tanya khaira lagi ia menatap ke arah mertua nya itu.


" ada tugas kampus kata nya, jadi nya ia pergi buat menyelesaikan tugas nya ".


Khaira hanya menganggukkan kepala nya saat mendengar ucapan mama Alfi sambil mengalihkan pandangan nya ke arah butik nya .


" gimana persiapan butik nya udah selesai semua ? "


khaira mengalihkan pandangan nya ke arah mama Alfi saat mendengar pertanyaan mama Alfi.


" Sudah 98% ma, mungkin nanti sore semua nya sudah selesai di persiapkan " jawab khaira, sambil menakan ke arah mertuanya itu.


" baguslah kalau gitu, mama doakan semoga usaha kamu lancar dan sukses "


" Aminnnn...... kita masuk yuk ma "


Khaira mengajak mama mertua nya itu untuk masuk ke dalam butik.


Mama Alfi hanya menganggukan kepala nya akhirnya khaira dan mama Alfi masuk kedalam butik yang kini sudah di dekor dengan begitu rapi.


" Alfi ngak datang kesini ?" tanya mama Alfi sambil mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang pemasaran butik khaira.


" Bang Alfi kemarin ada jadwal penerbangan ma, kata nya sih hari ini balik nya, tapi ngak tahu juga soal nya bang Alfi belum hubungi aku " jawab khaira ia juga duduk di samping mertuanya itu.


" oh semoga aja ia cepat pulang, bunda yakin kalau dia lihat hasil kerja kamu seperti ini ia pasti merasa sangat bangga bisa memiliki istri seperti kamu, mama aja sangat suka sama butik kamu ini "


Ucap mama Alfi sambil menatap ke arah khaira dan tersenyum pada nya.


" Alhamdulilah kalau mama suka khaira mohon doa nya supaya butik khaira bisa makin maju dan kedepan nya bisa semakin berkembang " Khaira juga tersenyum ke arah mama Alfi.


" iya mama pasti akan selalu doa ini kamu dan Alfi dan satu lagi mama selalu berdoa semoga mama bisa cepat dapat cucu "


Ucap mama Alfi sambil terkekeh, khaira yang mendengar ucapan mama mertuanya itu hanya mampu tersenyum sambil mengucapkan amin.


" ya sudah kalau gitu mama pamit pulang dulu ya, mama kesini tadi cuma mau lihat-lihat butik kamu ".


suara mama Alfi memecahkan lamunan khaira.


" Sayang kamu kenapa ? " tanya mama Alfi saat ia melihat khaira yang hanya terdiam.


" eh... eng... khaira ngak apa-apa ma, oh ya mama mau pulang naik apa? " tanya khaira berusaha pengalihkan pembicaraan.


" mama.... akan pulang dengan menggunakan taksi " ucap mama Alfi, sambil bangkit dari duduk nya.


" Mama pulang nya di antar pak sabbri aja ya, nanti khaira akan bilang sama pak sabbri buat anterin mama " khaira menawar mama Alfi untuk di antarkan pak sabbri.


" ngak usah mama pulang nya naik taksi aja " tolak mama Alfi.


" jangan menolak ma, mama harus pulang dengan di antarkan pak sabbri, bentar aku akan hubungi pak sabbri " khaira lalu menelpon pak sabbri untuk mengantarkan mama Alfi .


" pak sabbri sudah menunggu mama di luar " ucap khaira setelah menghubungi pak sabbri.


" baiklah.... kalau begitu mama pulang dulu, Assalamualaikum.... " ucap mama Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.


" Waalaikum salam....... " khaira menyalami mama Alfi. setelah itu mama Alfi meninggalkan butik khaira dengan di antarkan lain sabbri.


Setelah mama mertua nya pulang khaira kembali melanjutkan pekerjaan nya, membereskan butik yang akan ia buka mulai esok hari. ia begitu sibuk mengerjakan segala nya hingga sore hari.


Karna waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, khaira memutuskan untuk segera pulang karna ia takut jika nanti Alfi pulang kerja ia tak ada di rumah.


Hanya butuh waktu 20 menit untuk ia sampai dirumah nya karna jarak butik dan rumah nya tidak terlalu jauh.


begitu khaira sampai dirumah nya ia bergegas membersihkan diri nya di kamar mandi. usai mandi khaira segera membaringkan tubuh nya di tempat tidur sambil menunggu Alfi pulang dari kerja nya.


ia tak perlu memasak untuk makan malam karna ada bibi Hanum yang sudah memasak untuk makan malam mereka. karna itu khaira memutuskan menunggu Alfi di dalam kamar saja.


Saat khaira sedang membaringkan tubuh nya di tempat tidur tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka.


Ceklekkkk......


Seseorang masuk kedalam kamar khaira begitu pintu tersebut terbuka. khaira yang tidur dengan membelakangi pintu embalikkan badan nya menghadap ke arah pintu.


Ia tersenyum begitu melihat ternyata Alfi yang ternyata baru saja pulang kerja. ia bangkit dari tidur nya dan langsung berlari ke pelukan Alfi.


ia memeluk erat tubuh Alfi, menghirup bau harum yang selalu ia rindukan selama ini, sudah tiga hari Alfi melakukan penerbangan, itu sebab nya khaira begitu merindukan suaminya itu.

__ADS_1


Alfi juga membalas pelukan khaira ia juga sangat merindukan istrinya.


" Sayang..... aku baru saja pulang, apa kamu tidar risih memeluk tubuhku yang penuh dengan keringat " ucap Alfi sambil mencoba melepas pelukan khaira pada tubuh nya, Namun khaira memeluk nya dengan begitu erat.


" Aku sangat merindukan mu tolong biarkan aku memeluk mu sebentar saja " ucap khaira masih dengan memeluk Alfi.


" Sayang aku harus mandi sebentar lagi waktu nya salah maghrib ".


Khaira yang mendengar ucapan Alfi mendongakkan kepala nya menatap ke arah Alfi, kemudian ia menatap jam dinding yang sudah menunjukkan hampir jam 6 sore.


Saat melihat jam tersebut khaira dengan berat hati melepaskan pelukan nya, ia memanyunkan bibir nya karna merasa kesal pada Alfi.


Alfi mengelus lembut pipi khaira, ia tersenyum saat melihat khaira yang memanyunkan bibir nya.


" Sayang.... aku ngak akan lama setelah mandi kita shalat maghrib terus makan malam, gimana mau kan ? " ucap Alfi ia masih mengelus lembut pipi khaira.


" Heummm.... "


khaira membayangkan pandangan nya ke arah lain. Alfi tak menanggapi khaira yang marah pada nya ia mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi karna sudah tak tahan dengan tubuh nya yang begitu lengket.


Khaira menyiapkan baju untuk Alfi dan menaruh nya di atas kasur, setelah itu ia duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya.


Tak berapa lama Alfi keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggang nya. Alfi tersenyum saat melihat khaira sudah menyiapkan baju untuk nya, ia melangkahkan kaki nya ke arah ranjang mengambil baju nya dan berlalu ke kamar mandi.


Setelah selesai makai pakaian nya Alfi keluar dari kamar mandi, ia melihat khaira yang masih tak bergeming dari tempat nya.


" Sayang.... ayo shalay kamu ambil wudhu dulu, aku akan menyiapkan keperluan shalat nya ".


khaira mendongakkan kepala nya menatap ke arah Alfi saat mendengar suara suami nya itu. ia meletakkan ponsel nya di atas meja yang ada di sana, lalu berlalu ke kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Alfi.


Alfi hanya bisa menghela nafas nya saat melihat khaira yang kembali mengacuhkan nya. seperti nya ia harus mulai terbiasa dengan sikap khaira yang selalu berubah-ubah.


Setelah selesai melaksanakan shalat maghrib khaira dan Alfi bergegas ke lantai bawah untuk makan malam. saat makan khaira masih dengan ekspresi yang sama mengacuhkan Alfi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Selesai makan khaira kembali membersihkan peralatan makan yang tadi mereka gunakan, jika malam ia harus membersihkan nya sendiri karna bibi Hanum hanya bekerja di sana sampai jam 6 sore.


Setelah semua nya selesai khaira langsung kembali ke kamar nya, sesampai nya di sana ia melihat Alfi yang sedang duduk dengan menyenderkan ketubuh nya di kepala ranjang.


Khaira masuk ke kamar mandi mengambil wudhu lalu menyiapkan peralatan shalat untuk dirinya dan Alfi. Alfi yang melihat khaira menyiapkan peralatan shalat, ia langsung bangkit dari duduk nya dan berlalu ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


setelah selesai ia dan khaira pun melaksanakan shalat 'isya berjamaah.


Seusai shalat khaira membereskan peralatan shalat nya setelah itu ia berjalan ke tempat tidur, disana sudah ada Alfi yang lebih dulu naik ke atas tempat tidur.


" sayang.... kenapa wajah nya kok cemberut gitu ? " tanya Alfi setelah khaira naik keatas tempat tidur dan duduk di samping nya.


" abang besok ada kegiatan apa ? " t


khaira malah balik bertanya tanpa menanggapi pertanyaan yang di ajukan Alfi.


Alfi yang mendengar pertanyaan khaira menolehkan pandangan nya ke atap kamar seolah ia sedang memikirkan apa saja kegiatan nya besok.


" Sepertinya tidak ada " jawab Alfi ia menolehkan pandangan nya menatap ke arah khaira.


" memang nya kenapa " tanya Alfi masih dengan mengamati wajah cantik khaira.


" Besok ikut aku ya kesuatu acara " ucap khaira sambil menampilkan senyuman manis nya.


" Acara apa ? " tanya Alfi lagi pasal nya ia tak mengerti mengapa khaira malah mengajak nya kesuatu acara.


" Ada deh.... aku mau kasih kejutan buat kamu, jadi besok kamu harus ikut kemana pun aku pergi "


Alfi menatap bingung ke arah khaira, ia tak mengerti dengan sikap khaira selama 2 bulan ini, ia selalu bertingkah aneh, mudah menangis dan kadang kala ia juga mudah marah namun dalam sekejap marah nya bisa berubah menjadi senyuman seolah tak terjadi apa-apa.


" kejutan apa ? " pertanyaan Alfi membuat khaira semakin kesal.


" banyak nanya banget sih jadi orang...udahlah ikut aja ngak usah banyak tanya " ucap khaira ia membaringkan tubuh nya dengan membelakangi Alfi.


" Hufff...... "


Lagi-lagi Alfi hanya mampu menghembus nafas nya kasar, saat melihat sikap khaira lalu ia juga ikut membaringkan tubuh nya di samping khaira hingga mereka sama-sama terpejam menuju ke alam mimpi.


💐 💐 💐 💐 💐


-


Happy Reading.....


Author mohon like dan komentar nya yang lebih banyak lagi.


Author sedikit kecewa karna like dan komentar nya semakin berkurang. jika like dan komentar nya hanya sedikit author pun akan kurang semangat untuk melanjutkan kelanjutan episode nya.


Author harap readers mau mem vote dan like yang banyak karya author.


Terima Kasih 🙏😊


Salam Author


-

__ADS_1


Ety Salmila


__ADS_2