
*** Ku tahu tak mudah bagi ku untuk kembali mendapat ke percayaan mu namun aku akan terus mencoba sampai ku dapatkan kembali kepercayaan mu pada ku ***.
☘ ☘ ☘ ☘ ☘
Khaira melangkah kan kaki nya ke kamar mandi, setelah ia mengambil handuk nya, badan nya terasa lengket karna sejak ia pulang dari butik ia belum sempat mandi.
Setelah selesai mandi khaira langsung melaksana kan shalat magrib karna memang sudah saat nya shalat magrib.
◾◾◾◾◾
Di sisi lain Alfi tak pernah melunturkan senyum nya sejak ia keluar dari kediaman rumah mama nya. ia begitu bahagia bisa sedekat itu dengan khaira apalagi ia melakukan hal se ekstrim itu pada khaira.
Alfi merasa muka nya saat ini sudah memanas saat memikirkan apa yang tadi di lakukan nya pada khaira. apalagi saat melihat wajah kesal sekaligus memerah yang membuat nya merasa gemas.
Sebenar nya ini bukan lah yang pertama kali bagi mereka, karna waktu usia pernikahan mereka 3 bulan , dan setelah kesalah pahaman di antara mereka selesai, Alfi juga bersikap semesra itu pada khaira.
Mungkin mereka sama-sama sudah melupakan nya karna mengingat usia pernikahan mereka yang kini sudah menginjak 8 bulan dan hal itu sudah berlalu sejak 5 bulan yang lalu.
Jujur saja jantung Alfi juga berdegup kencang saat ia mengecup pipi khaira. awal nya ia juga ragu untuk melakukan hal itu, tapi Alfi mencoba memberanikan diri nya untuk melakukan semua nya.
ia mencoba lebih dekat dengan khaira, dengan melakukan hal-hal romantis pada khaira agar khaira meski pun mungkin kini ia harus berjuang lebih keras, untuk mendapatkan kepercayaan khaira kembali.
Alfi tak pernah merasa lelah mencoba bersikap lebih baik pada khaira, meski pun istri nya itu selalu menolak dan menganggap apa yang di lakukan nya semua hanyalah kebohongan belaka.
Alfi menghentikan motor nya di sebuah masjid, saat mendengar suara adzan yang berkumandang. ia memutuskan untuk melaksanakan shalat magrib terlebih dahulu.
Setelah selesai shalat ia kembali memacu kan kendaraan nya menuju kebandara tempat ia bekerja. senyum nya masih mengembang bahkan saat ia telah sampai di tempat kerja nya.
Alfi melangkah kan kaki nya masuk ke dalam Bandara menuju ke ruangan nya. sesampai nya di sana ia melihat teman-teman nya yang sudah terlebih dahulu sampai di sana. Teman-teman Alfi pun heran saat melihat Alfi yang terus tersenyum sejak ia masuk ke dalam ruangan itu.
Disana juga ada Elisa, bahkan ia pun tak kalah heran nya saat melihat ke kasih nya itu yang tersenyum dan terlihat begitu bahagia. Karna rasa penasaran nya, Elisa memutuskan untuk bertanya pada Alfi apa yang membuat nya terlihat begitu bahagia.
Elisa melangkah kan kaki nya menuju ke meja di mana Alfi menempati nya.
" Ekhemm...... "
Alfi mendongakkan kepala nya saat mendengar seseorang yang berdehem. ia mengerutkan dahi nya saat melihat Elisa yang kini berdiri di dekat nya dan menatap ke arah nya.
" kamu ngapain kesini ? " tanya Alfi saat melihat Elisa yang kini menatap ke arah nya.
" Kamu tuh yang kenapa dari tadi senyam - senyum terus, kenapa kamu lagi bahagia ?, memang nya apa yang membuat kamu sebahagia ini ? " tanya Elisa sambil menatap lekat ke arah Alfi.
" aku ngak kenapa-kenapa, udah sekarang lebih baik kamu kembali kerja, ngak enak kan kalau sampai ada teman-teman yang melihat kita sedekat ini " ujar Alfi sambil menyalakan komputer di depan nya.
Sebenar nya Alfi sengaja menyuruh Elisa kembali bekerja untuk menjauhi nya. Elisa mengerutkan dahi nya saat melihat Alfi yang seperti berusaha menjauhi nya.
" kamu kenapa bersikap seperti ini ? apa kamu sengaja menjauhi aku ? " tanya Elisa ia masih menatap lekat ke arah khaira.
Alfi yang mendengar ucapan Elisa kembali menoleh ke arah nya.
" aku hanya ingin menyelesai kan pekerjaan ku secepat nya, lagi pula ini waktu nya kerja, ngak pantas kalau kita malah bahas masalah pribadi " ujar Alfi sambil menatap ke arah Elisa.
" oe ya besok temuin aku di tempat biasa karna ada sesuatu yang ingin aku bicarakan " ucap Alfi lagi. Elisa menghembus nafas nya kasar ia tak mengerti mengapa sifat Alfi kini berubah pada nya.
Elisa meninggalkan Alfi menuju ke meja kerja nya, Sesampai nya di meja kerja nya ia segera duduk dikursi yang ada di sana, ia terus menatap ke arah alfi.
Fikiran nya melayang mencoba menerawang apa yang membuat Alfi menjauhi nya, dan ia juga bingung apa yang sebenar nya ingin di bicarakan oleh alfi pada nya.
Alfi tau sejak tadi Elisa menatap ke arah nya, namun ia enggan untuk menanggapi Elisa. ia sudah membulatkan tekat nya, kalau ia akan segera mengakhiri hubungan nya dengan Elisa dan ia sudah putus kan kalau besok adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri semua nya .
Alfi masih melanjutkan pekerjaan nya tanpa menanggapi Elisa yang terus menatap ke arah nya. Begitu pun dengan Elisa ia juga berusaha fokus melanjutkan pekerjaan nya meski pun saat ini fikiran nya terbagi pada Alfi.
◾◾◾◾◾
Setelah selesai shalat magrib khaira keluar kamar menuju ke ruang makan, sesampai nya di ruang makan ia melihat mama mertua nya yang menunggu kedatangan nya. khaira segera melangkah menghampiri meja makan.
" Assalamualaikum ma " ucap khaira seraya menyalami tangan mama Alfi.
" waalaikum Salam " ucap mama Alfi ia tersenyum. ia sangat senang karna malam ini khaira mau menginap di rumah nya.
__ADS_1
" mari duduk nak " ucap mama Alfi mempersilakan khaira duduk di kursi meja makan.
khaira pun duduk di kursi yang ada di depan mertua nya itu.
" khaira kenapa kalian sejak pindah ke rumah baru, baru kali ini kalian pulang lagi ke sini, memang nya kalian ngak kangen ya sama mama, apalagi saat ini Alfi ngak ada di sini padahal mama udah kangen banget sama dia. "
ucap mama Alfi sambil menatap lekat ke arah khaira, ia menampakkan wajah sedih nya karna belum bisa bertemu dengan putra nya padahal mereka sudah berpisah selama dua bulan .
" bukan nya gitu ma, untuk saat ini khaira sama bang Alfi sibuk banget, khaira sibuk dengan pekerjaan khaira di butik sedangkan bang Alfi pulang kerja nya pun sudah hampir magrib.
saat ini banyak yang meminta khaira untuk mendesain dan menjahit baju. maka nya khaira tidak sempat buat pulang kesini, bahkan kadang-kadang khaira sampai pulang malam saking banyaknya nya pekerjaan. "
ucap khaira, ia berusaha menjelaskan pada mertua nya itu mengapa ia dan Alfi tidak pernah pulang ke rumah mertua nya itu.
" oe gitu.... tapi mama harap kalian bisa meluangkan sedikit waktu untuk pulang ke rumah ini, soal nya mama merasa kesepian tanpa ada kalian. " ucap mama Alfi sedih, ia masih menatap ke arah khaira.
" iya.... insya Allah ma, kami pasti akan berusaha untuk sering-sering pulang ke sini " ujar khaira sambil tersenyum ke arah mama Alfi.
" ya udah lebih baik sekarang kita makan " ujar mama Alfi ia mengambil piring dan garpu lalu menaruh nasi beserta lauk-pauk ke dalam piring.
Begitu pun dengan khaira ia juga mengambil nasi dan lauk pauk kedalam piring. setelah itu mereka makan bersama-sama. di sela-sela makan khaira dan mama Alfi berbincang-bincang ringan.
" papa sama zuhdi mana ma ? " tanya khaira saat ia menyadari jika adik ipar dan ayah mertua nya belum juga hadir di meja makan.
" papa sama zuhdi belum pulang, biasa nya mereka pulang hampir waktu shalat 'isya ". jawab mama Alfi ia kembali melanjutkan sarapan nya.
begitu pun dengan khaira ia juga ikut menyantap kembali sarapan nya. setelah selesai makan khaira membantu mama Alfi membereskan meja makan dan mencuci piring kotor.
Setelah beberes di dapur khaira langsung kembali ke kamar nya, mengambil wudhu lalu ia melaksanakan shalat ' isya.
Setelah selesai shalat khaira membereskan perlengkapan shalat nya. lalu ia melangkah kan kaki nya menuju ke tempat tidur untuk membaringkan tubuh nya di sana.
Baru saja khaira mau membaringkan tubuh nya di tempat tidur, tiba-tiba handphone khaira berbunyi.
Khaira segera meraih handphone nya, saat mendengar suara handphone nya yang berdering. di lihat nya nama Alfi yang tertera di sana. ia segera menekan tombol hijau untuk menjawab telpon tersebut.
" waalaikum salam sayang.... " jawab Alfi dari sebrang sana. khaira memutar matanya malas saat mendengar Alfi memanggil nya dengan panggilan
' sayang ' .
" ada apa telpon aku malam-malam gini ? " tanya khaira datar, membuat Alfi yang di seberang sana mendengus kasar saat mendengar nada bicara khaira.
" kenapa kamu ngak suka aku telpon ?, aku hanya memastikan kalau kamu baik-baik saja " ujar Alfi dengan nada yang sedikit jengkel.
" aku baik-baik aja, di sini kan ada mama, mungkin papa sama zuhdi juga udah pulang " ucap khaira kali ini suara nya sudah lebih natural.
" memang nya papa sama zuhdi belum pulang ? " tanya Alfi lagi.
" tadi sih belum, tapi mungkin sekarang udah pulang, soal nya tadi kata mama biasa nya papa sama zuhdi pulang nya sebelum shalat 'isya. sekarang kan udah jam setengah 09 jadi mungkin papa sama zuhdi udah pulang setelah aku masuk ke dalam kamar "
ucap khaira sedangkan di seberang sana Alfi hanya mengucapkan Oh setelah mendengar penuturan khaira.
" Kamu lagi di kamar ? " pertanyaan Alfi membuat khaira menganggukkan kepala nya seolah Alfi bisa melihat apa yang di lakukan nya.
" Ngapain ? " Alfi kembali bertanya, pertanyaan nya kali ini membuat dahi khaira berkerut.
" mau tidur, tadi usai makan dan bersih-bersih aku langsung ke kamar buat shalat ' isya, abang udah shalat belum ? "
ucap khaira yang di akhiri dengan pertanyaan, untuk memastikan suami nya itu sudah melaksanakan kewajiban nya pada Sang Khalik.
" udah baru aja selesai, aku langsung nelpon kamu karna kangen mendengar suara kamu apalagi wajah mu yang selalu terlihat kesal itu. membuat aku gemas dan ingin mencubit nya " ucap Alfi sambil terkekeh, membuat khaira mutar mata nya malas.
" bagus deh kalau udah shalat, masih ada yang ingin di bicarakan lagi ngak? kalau ngak ada aku tutup ni mau tidur " ucap khaira membuat Alfi yang di seberang sana tersenyum miring.
" ada " jawab Alfi singkat.
" apa ? " khaira juga bertanya hanya dengan stu kata sambil menaikkan sebelah alis bya
" I Love You so muach My wefe " ucap Alfi dengan nada menggoda.
__ADS_1
membuat khaira bergidik ngeri mendengar cara bicara Alfi.
" kenapa ? kok diam aja,? " tanya Alfi lagi setelah ia tak mendengar suara khaira.
" ngak kenapa-kenapa udah dulu ya aku mau tidur, ngantuk banget " ucap khaira kali ini suara nya kembali terdengar datar.
" ya udah jangan lupa mimpi in aku ya " ucap Alfi seraya terkekeh.
" Ngak mau, yang ada aku malah mimpi buruk saat memimpikan kamu " ucap khaira dengan suara datar.
" yeaahh.... mana ada mimpi buruk gara-gara aku, yang ada kamu akan bermimpi bertemu dengan pria tampan seperti aku, terus aku akan membawa kamu hidup bahagia dengan ku "
ucap Alfi panjang lebar, khaira merasa jengah ia berpura-pura mual saat mendengar ucapan Alfi yang menurut nya terlalu berlebihan, dan tanpa malu Alfi memuji diri nya sendiri.
" udah lah aku muak mendengar ucapan kamu yang tak henti-henti nya memuji diri sendiri. oe ya satu lagi jangan dekat-dekat sama Elisa, awas aja kalau berani deketin dia aku cincang kamu " ucap khaira sambil menatap tajam ke arah Alfi.
Alfi terkekeh saat mendengar ucapan khaira, ' seperti nya khaira sangat takut jika ia mendekati Elisa ' gumam Alfi dalam hati.
" aduh... maaf tapi saat ini aku memang lagi sama Elisa ni gimana dong " ucap Alfi ia berusaha menahan tawa nya.
ia hanya mengerjai khaira dengan mengatakan kalau ia sedang bersama Elisa. padahal pada kenyataan nya ia lagi sendiri setelah selesai melaksanakan shalat ' isya menikmati angin malam.
" iiih hhhh..... kamu tuh ya ada di rumah sama ngak ada di rumah sama-sama menyebalkan "
ucap khaira dengan nada kesal, ia sangat kesal mendengar ucapan Alfi yang mengatakan ia bersama elisa, benar atau tidak pokok nya ia tetap kesal mendengar nya.
" etssss.... Sabar dulu dong, aku ngak ber sama Elisa, aku lagi di depan musalla habis shalat ' isya " ucap Alfi, khaira mendengus kesal mendengar ucapan alfi.
" Terserah aku ngak perduli....aku tutup ya telpon nya, aku mau tidur " ucap khaira dengan nada datar.
" ya udah deh, tapi beneran loh aku lagi di musalla bukan bersama Elisa " ucap Alfi berusaha meyakin kan khaira.
" heummm..... " khaira hanya menjawab dengan gumaman nya. mendengar khaira hanya bergumam tanpa ia menjawab pertanyaan nya membuat Alfi mengernyitkan dahi nya.
Harus nya tadi ia tidak berbicara seperti itu, yang ada hal itu membuat khaira makin jengkel pada nya.
" udah ya, Assalamualaikum " ucap khaira ia segera menutup telpon nya saat mendengar Alfi yang sudah menjawab salam nya.
" waalaikum Salam " jawab Alfi singkat. setelah itu terdengar suara sambungan terputus.
Khaira meletakkan HP nya di atas nakas lalu ia segera membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, ia sempat berfikir sejenak mungkin kah Alfi kini bersama Elisa.
.
💞 💞 💞 💞 💞
Happy Reading
Maaf ya author up nya terlalu lama,
Author jadi kurang semangat nih saat melihat like dan komentar yang Hanya sedikit.
-
Ayo !!!... berikan like dan komentar yang lebih banyak lagi !!!
agar author makin semangat untuk meng Up episode nya.
-
Terima Kasih 🙏
-
Salam Author
-
Ety Salamila
__ADS_1