
*** Maaf Kan Aku Yang Selalu Memberikan Luka Di Sela Kebahagiaan Mu•••
Tapi Percaya Lah Jika Aku Kini Hanya Mencintai Mu
Dia Adalah Masa Lalu Bagiku Sama Seperti Dirimu Yang Menganggap Dia Sebagai Masa Lalu Mu ***
••• Alfianda Rahman •••
-
💧 💧 💧 💧 💧
Baru saja mereka sampai di pintu restoran, langkah mereka kembali terhenti saat mereka melihat orang yang sama-sama mereka kenal, baru saja keluar dari restoran .
DEg
DEg
" Elisa / Rizwan...."
Alfi dan khaira saling berpandangan saat mereka secara bersamaan menyebutkan dua nama yang berbeda. Namun, mereka saling mengenal nya.
" Alfi..... " ucap Elisa mata nya berkaca-kaca saat melihat pemandangan yang begitu menyakitkan bagi nya.
Khaira langsung melepaskan genggaman nya dari Alfi saat ia melihat keberadaan Elisa di sana. Alfi menolehkan pandangan nya ke arah khaira, saat khaira melepaskan genggaman nya, seperti sebuah kehampaan yang di rasakan nya saat merasakan tangan khaira yang terlepas dari genggaman nya.
" Selesaikan urusan kalian berdua !! " ucap khaira datar ia lalu ingin beranjak pergi dari tempat itu, namun lengan nya ditahan oleh Elisa.
Khaira menolehkan pandangan nya ke arah Elisa saat merasakan lengan nya yang di tahan oleh Elisa.
" Kita perlu bicara ber-empat " khaira menatap bingung saat mendengar ucapan Elisa.
" bicara ber-empat ? apa maksud kamu bicara seperti itu ? apa kamu ingin melihat rasa sakit ku, saat aku melihat suami ku berbicara dengan pacar nya atau bisa mungkin sebentar lagi dia akan menjadi maduku ?"
Ucap khaira dengan sedikit meninggikan suara nya, untung saja saat ini mereka berada di pinggir jalan yang dilalui banyak kendaraan, sehingga suara khaira tertutup dengan suara kendaraan yang berlalu-lalang.
Elisa menatap bingung ke arah khaira saat ia mendengar kata ' calon maduku ' siapa yang ia maksud calon madu oleh khaira apakah itu di tujukan pada nya, itu lah yang terlintas dalam fikiran Elisa.
" siapa yang kamu maksud calon madu mu, apa itu saya ? " khaira tertawa getir sambil menatap sinis ke arah Elisa, saat ia mendengar pertanyaan Elisa .
" Siapa lagi kalau bukan kamu ? bukan kah kamu yang menjalin hubungan dengan suami saya ? jadi untuk apa kamu berpura-pura tidak tahu tentu nya kamu kan yang meminta dia untuk menikahi mu ? "
Ucap khaira tatapan nya pada Elisa menyiratkan seribu amarah. entah mengapa emosi nya memuncak saat ia bertemu secara langsung dengan Elisa.
Berbeda saat ia melihat nya di foto atau saat Alfi menjelaskan hubungan nya dengan Elisa ia mampu menahan emosi nya meski sudah berada di ubun-ubun nya.
Sungguh ini bukan sifat Khaira yang sesungguh nya, mungkin ini lah salah satu bentuk kekecewaan nya terhadap Alfi.
" Alfiiii.... " Elisa mengalihkan pandangan nya pada Alfi, yang hanya terdiam melihat istri dan pacar nya yang berdebat di depan mata nya. Elisa berusaha meminta penjelasan dari Alfi atas semua kesalah pahaman ini.
" Maaf lisa.... aku tau aku salah, aku yang mengatakan pada khaira kalau aku ingin berpoligami dengan menikahi kamu " ucap Alfi sambil menatap ke arah Elisa dengan penuh rasa bersalah.
" Kamu gila Al.... segitu tega nya kamu mengatakan hal yang begitu menyakitkan bagi istri mu, aku juga seorang wanita, aku tak kan mau kamu menikahi ku jika itu menyakiti perasaan wanita lain. aku mau kamu jelaskan semua nya pada dia aku ngak mau ada kebencian di antara kita "
Ucap Elisa tanpa terasa ia meneteskan air mata nya saat mendengar ucapan Alfi, yang ingin menjadikan nya istri ke dua, tanpa persetujuan nya Alfi mengatakan itu pada khaira, pantas saja khaira begitu marah saat melihat diri nya..
Bagaimana pun juga ia tak akan melakukan hal itu, ia juga seorang wanita dan ia tak ingin tertawa di atas penderitaan wanita lain. ia tak mau menyakiti wanita lain hanya untuk ke egoisan nya.
Tak bisa ia bayang kan sesakit apa hati nya jika seandai nya ia yang berada di posisi khaira. mungkin ia akan lebih memilih pergi ketimbang mendengar kata-kata poligami dari mulut suami nya.
" Sayangg.... " Khaira langsung menatap tajam ke arah Alfi saat mendengar Alfi memanggil nya dengan panggilan yang membuat nya semakin marah pada Alfi.
" Jangan pernah memanggil aku dengan panggilan seperti itu, aku benci mendengar nya, aku benci mendengar setiap kata yang keluar dari mulut mu karna semua nya itu palsu "
ucap Khaira sambil menatap ke arah Alfi, dengan wajah nya yang sudah di penuhi air mata. ia segara memalingkan wajah nya dari Alfi, rasa nya ia ingin meluap kan semua yang ada di dalam benak nya di depan wajah Alfi.
Wajah yang selalu membuat nya luluh ketika melihat nya dan pada hari ini secepat kilat Alfi menggantikan kebahagian yang baru di rasakan nya dengan air mata.
" maaf.... aku selalu membuat kamu kecewa, tapi aku mohon kali ini kamu mau mendengar penjelasan ku " ucap Alfi ia berusaha menyentuh tangan khaira tapi di tepis oleh khaira.
" Khaira lebih baik kamu beri kesempatan kepada suami kamu dan juga Elisa, kamu harus mendengar penjelasan dari mereka berdua agar tidak terjadi kesalah pahaman ".
Khaira menolehkan pandangan nya saat Rizwan yang sedang berada di samping Elisa ikut bersuara.
Sakit rasa nya ketika Rizwan melihat khaira yang menangis karna laki-laki lain di depan mata nya. andai saja ia bisa menghapus air mata itu, ia pasti akan melakukan nya dan menggantikan air mata yang di keluarkan khaira dengan kebahagiaan.
Namun ia tidak berdaya jangan kan menghapus air mata khaira, menatap mata nya pun ia tak bisa. terlalu banyak yang menghalangi ia dan khaira untuk bersatu, dan salah satu nya adalah sebuah ikatan suci yang mengikat khaira agar tak terlepas dari Alfi.
Terpaksa ia melepaskan wanita yang sangat ia cintai itu, untuk laki-laki lain dan sekarang ia malah di sakiti dan menangis di depan mata nya.
__ADS_1
Khaira menghirup udara lalu mengeluarkan nya secara perlahan, berusaha meredakan emosi yang masih bergejolak dalam hati nya.
" baik lah...aku akan mendengar kan penjelasan dari kalian " ucap khaira seraya menatap Elisa dan Alfi secara bergantian.
Alfi bernafas lega saat mendengar ucapan khaira.
" kita bicara di taman biar lebih nyaman untuk berbicara " ucap Alfi, khaira hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Alfi. mereka akhir nya berjalan menuju ke taman yang ada di depan restoran tersebut.
" Apa yang ingin kalian jelaskan, katakan dan jangan berbeli - belit " ucap khaira setelah mereka sampai di taman.
" Khaira aku minta maaf ini bukan salah Elisa, disini aku yang bersalah, aku yang sudah membawa kalian dalam masalah serumit ini hanya karna egoku.
Aku yang tak pernah memberitahu Elisa kalau kita sudah menikah, dan Elisa tak tahu apa-apa soal keinginan ku untuk menikahi nya. semua ini murni keinginan ku, namun setelah aku memikir kan nya berulang kali, aku sadar jika ini akan menyakitkan bagimu dan juga elisa ".
Alfi mencoba mengenggam tangan khaira, Namun dengan cepat khaira menepis nya. bahkan khaira sama sekali tidak menoleh ke arah Alfi atau pun Elisa, pandangan nya tertuju pada jalanan yang di penuhi oleh kendaraan yang berlalu lalang.
" Maaf khaira, aku minta maaf karna lagi-lagi aku membuat kamu menangis, aku selalu membuat kamu kecewa."
Ucap Alfi melanjutkan penjelasan nya, khaira hanya terdiam tidak mengatakan apa pun soal penjelasan Alfi.
" Khaira.... " kali ini Elisa yang berbicara, khaira tak bergeming, pandangan nya masih terarahkan ke arah jalanan, tanpa menatap ke arah Elisa dan Alfi.
" seandai nya aku tahu dari awal kalau Alfi sudah menikah aku tak akan mengungkap kan perasaan ku pada nya, Khaira kamu harus tau aku tak akan pernah menerima Alfi sebagai suami ku jika dia masih menjadi suami mu. "
khaira langsung menatap tajam ke arah Elisa, perkataan Elisa seolah-olah meminta nya agar ia berpisah dengan Alfi.
" Apa maksud kamu berbicara seperti itu ?, Apa kamu ingin aku dan dia berpisah agar kamu bisa hidup dengan nya? " tanya khaira tatapan nya seolah menusuk tajam Elisa yang berada di samping nya.
" bu.. bukan itu maksud ku " ucap Elisa gugup karna mendapatkan tatapan yang membunuh dari khaira.
" Lantas ? " khaira bertanya kembali pada Elisa, seolah ia meminta Elisa untuk melanjutkan penjelasan yang ingin ia berikan.
" Aku tak mau menikah dengan Alfi jika ia masih bersama kamu, karna aku tau itu pasti akan menyakitkan kamu " Elisa masih menatap ke arah khaira yang berdiri menyampingi diri nya.
Elisa menyentuh kedua bahu khaira membawa khaira berdiri berhadap-hadapan dengan nya. ia megenggam kedua tangan khaira dan menatap nya lekat.
khaira hanya diam ketika Elisa bersikap seperti itu pada nya. iya tak perduli dengan perlakuan Elisa karna yang ia butuhkan adalah penjelasan dari elisa dan Alfi.
" Kamu wanita yang hebat khaira kamu masih mau bertahan dengan Alfi meski pun kamu tau jika Alfi memiliki wanita lain. kalau aku yang berada di posisi kamu aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan, mungkin saja aku akan memilih pergi meninggalkan nya "
Ucap Elisa pandangan nya masih terarahkan pada khaira, yang kini juga menatap ke arah nya.
Aku tau kamu tidak akan pernah menerima nya, begitu pun aku yang juga tak akan pernah menerima kehadiran mu dalam hubungan ku dengan Alfi, meski pun ia menjadikan aku sebagai istri kedua nya.
Aku tahu sangat sulit untuk kita sebagai seorang istri menerima kehadiran wanita lain di antara kita, karna pada hakikat nya, seorang istri tidak akan mau di poligami apalagi jika suami nya bersikap tidak adil, itu akan lebih menyakitkan. ya walau pun mungkin ada sebagian orang yang menerima nya dengan ikhlas karna suami nya mampu bersikap adil.
Tapi bagi ku adil atau tidak adil nya dia aku tak akan mau di poligami. " ucap Elisa panjang lebar ia menghentikan ucapan nya sejenak mengamati wajah khaira yang kini berlinang air mata.
" Khaira malam ini aku katakan di depan kamu jika aku dan Alfi sudah tidak memiliki hubungan apa pun, sekarang hubungan kami hanya sebatas teman dan selama nya hanya akan menjadi teman, aku tak berhak atas dia khaira, kamu yang lebih berhak karna kamu adalah istri sah nya. "
Ucap Elisa ia menorehkan senyum manis nya pada khaira. meski hati nya teriris saat mengatakan itu, namun ia mencoba untuk mengikhlaskan Alfi untuk khaira.
Khaira hanya diam menatap Elisa dengan mata nya yang sudah di penuhi air mata. Khaira dapat melihat dari tatapan mata Elisa jika ia mencoba memendam luka di hati nya.
" Elisa kamu serius ingin mengakhiri hubungan kita " Alfi menatap ke arah Elisa berusaha meyakinkan diri nya jika apa yang ia dengar dari Elisa memang benar.
" iya Al aku serius, aku tau sekarang hati kamu bukan lagi untuk ku, aku tau sekarang kamu begitu mencintai khaira, aku sudah mendengar apa yang kamu bicarakan dengan zaki waktu di halaman musala. "
Ucap Elisa setetes air mata jatuh dari pelupuk mata nya, tak bisa ia pungkiri, jauh dari lubuk hati nya yang paling dalam ia masih mencintai laki-laki yang kini berstatus suami orang.
Alfi tampak terkejut mendengar ucapan Elisa , ia tak menyangka jika pada saat itu Elisa mendengar semua pembicaraan nya dengan zaki.
" dan memang seharus nya begitu kan ?. karna khaira memang pantas untuk kamu cintai, dia wanita hebat Alfi, jangan sakiti dia, air mata nya terlalu berharga kamu akan menyesal jika sampai mengulangi kesalahan yang sama seperti saat kamu bersama ku "
ucap Elisa ia menghapus air mata nya, pandangan nya masih terarahkan ke arah Alfi.
" Aku minta maaf lisa, jika apa yang sudah aku lakukan menyakiti kamu, tak ada maksud dalam hati ku untuk mempermainkan perasaan kamu,
Karna jujur saja jika saat itu aku juga mencintai kamu, aku yang membuat kita terjebak dalam masalah ini, aku yang selalu mementingkan ego ku tanpa memperdulikan jika ada hati yang terluka karna ego ku itu. "
Ucap Alfi pada Elisa, sungguh ia merasa menyesal karna sudah menyakiti dua wanita yang dengan tulus mencintai nya, wanita yang sebaik dan setulus khaira dan Elisa.
" Sudahlah, aku sudah memaafkan mu anggap saja itu hanya sebuah mimpi, yang datang untuk menguji kita, dan setelah kita terbangun jadikan mimpi itu sebagai pelajaran "
Ucap Elisa ia kembali menampakkan senyum nya, menghirup dan menghembus nafas nya secara perlahan untuk menenangkan diri nya.
" Elisa.... " Elisa menolehkan pandangan nya ke arah khaira saat ia memanggil nama nya.
"Maaf.... jika aku egois karna tidak mau melepas kan nya untuk mu, maaf karna aku sudah hadir di antara kalian, Maaf...... " ucap khaira sesegukan, khaira menundukkan kepala nya ia sudah tak dapat melanjutkan kata-kata nya.
__ADS_1
Elisa menyentuh kedua pipi khaira mengangkat kepala khaira secara perlahan agar menatap ke arah nya.
" Hey.... jangan menangis.... " ucap Elisa ia menghapus air mata khaira yang masih mengalir membasahi pipi nya. khaira menatap ke arah Elisa yang kini tersenyum pada nya.
" Aku tidak apa-apa khaira.., kamu tidak perlu minta maaf semua ini bukan salah kamu, Mungkin ini adalah ujian untuk kita, kamu juga tak perlu merasa bersalah karna bukan kamu yang hadir diantara aku dan Alfi, tapi aku lah yang telah menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian "
Ucap Elisa ia melirik ke arah Alfi yang kini berdiri di belakang khaira. kemudian kembali melanjutkan ucapan nya.
" Aku sudah mengikhlaskan semua nya khaira..., aku ikhlas jika dia memilih untuk hidup bersama mu. Aku minta maaf karna kehadiran ku kamu dan Alfi saling berjauhan " ucap Elisa melanjutkan ucapan nya.
" maksud nya? kamu tahu bagaimana hubungan ku selama ini dengan Alfi ? " tanya khaira sambil menatap lekat ke arah Elisa. dan Elisa menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
" Aku sudah menanyakan nya pada zaki, setelah aku mendengar pembicaraan Alfi dan zaki waktu di g
halaman musala.
Aku memutuskan untuk menanyakan nya pada zaki soal hubungan kalian. Awal nya zaki menolak nya dengan mengatakan jika ia tak tahu apa pun mengenai hubungan kalian.
Tapi setelah aku memaksa nya berulang kali untuk menceritakan nya, akhir nya zaki menceritakan apa yang ia tahu mengenai hubungan kalian, aku makin merasa bersalah sama kamu khaira karna kehadiran ku hubungan kalian menjadi renggang ".
" sudahlah lebih baik sekarang kita tak perlu menyalahkan diri kita masing-masing, aku sudah memaafkan kamu Elisa, Terima kasih karna kamu, aku bisa menjadi wanita yang lebih tegar dalam menghadapi segala cobaan. Aku juga minta maaf karna tadi aku terbawa emosi sampai aku mengeluarkan kata-kata kasar pada mu. "
Ucap khaira pada Elisa, sungguh ia merasa bersalah karna sudah menuduh Elisa dengan hal-hal yang sama sekali ia tidak mengetahui atau pun melakukan nya.
" iya, sudahlah semua nya sudah berlalu anggap aja semua nya tak pernah ada, sekarang aku hanya ingin hubungan kita baik-baik saja, bagaimana kalau mulai sekarang kita berteman "
Ucap Elisa sambil menampakkan senyuman nya pada khaira.
" berteman....? " khaira menaikan sebelah alis nya menatap bingung ke arah Elisa.
" iya.... aku tak mau ada permusuhan di antara kita, jadi lebih baik kita berteman dan aku akan menjadi teman baik mu.
kamu boleh menceritakan apa pun masalah mu pada ku dan aku pun akan mencoba memberikan saran terbaik untuk kamu "
Ucap Elisa sunguh-sungguh dan dengan wajah yang sumringah .
" Kamu yakin ingin menjalin hubungan pertemanan dengan ku setelah apa yang terjadi di antara kita ? "
Tanya khaira pada Elisa ia sempat tak percaya baru saja meraka berdebat dan sekarang, Elisa malah mengajak nya untuk berteman baik dengan nya.
" Aku yakin khaira.... memang nya kenapa kalau kita berteman apa ada yang melarang ?. bukan kah kita di anjurkan untuk menjalin hubungan silaturrahmi dan persaudaraan dan salah satu cara agar terjalin hubungan persaudaraan adalah dengan menjalin hubungan pertemanan yang baik "
Ucap Elisa ia menghentikan ucapan nya sejenak mengenggam tangan khaira untuk meyakinkan nya.
" Jangan jadi kan masalah di antara kita sebagai alasan sebagai penghalang untuk kita menjalin hubungan persahabatan.
lagi pula aku sudah tak lagi memikirkan nya, bagi ku itu adalah masa lalu. dan sekarang aku sudah menemukan seseorang, insya Allah ia akan menjadi masa depan ku "
Ucap khaira sambil tersenyum menatap khaira dan sesekali ia melirik ke arah rizwan yang masih setia berada di samping nya.
" Maksud nya ? " khaira bertanya sambil menatap ke arah Elisa berusaha meminta penjelasan dari kata-kata yang baru saja di ucap kan nya.
" Aku sudah menemukan sosok laki-laki pengganti alfi " ucap Elisa sambil tersenyum malu-malu.
" Hahhhh...??? "
-
💗 💗 💗 💗 💗
-
Happy Reading... 😘
Berikan like dan komentar yang lebih banyak agar author makin semangat meng up setiap episode nya.
Maaf author malam ini up nya agak lama, tapi semoga readers suka dengan episode kali ini..
Silahkan memberikan kritik dan saran nya jika ada kekurangan pada episode kali ini. 😊
-
Terima Kasih 🙏😘
-
Salam Author
-
__ADS_1
Ety Salmila