Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Azkia Humairah


__ADS_3

Disisi lain seorang wanita terus memuntahkan isi di dalam perutnya yang bahkan kini hanya cairan kuning yang keluar ketika ia memuntahkan nya. Kepala nya terasa berdenyut mungkin kah ini awal dari perjuangan seorang ibu ' fikir Nya '.


" Sayang...... " Azkia menolehkan pandangan nya ke arah suami nya yang bahkan sejak tadi begitu setia mendampingi nya.


Ya, wanita itu adalah Azkia rasa mual semakin menjadi-jadi membuat ia tak bisa memejamkan mata nya meski hanya sekejab saja.


" Sayang....gimana keadaan kamu apa lebih baikan ? " Tanya zaki seraya menatap sedih wajah istri nya yang terlihat begitu pucat.


Azkia menggeleng lemah kepala nya, menandakan jika dirinya tak baik-baik saja. Kepala nya masih terasa berdenyut dan perut nya pun masih terasa bergejolak.


" Kita kedokter aja ya ? " Tanya zaki yang tampak khawatir dengan Azkia.


" Ngak usah, ini hal biasa bagi wanita yang sedang hamil muda, bahkan khaira bilang ia juga mengalami nya saat awal kehamilan " Ucap Azkia seraya menatap lekat suami nya itu.


Zaki hanya menganggukkan kepala nya sambil menampilkan senyuman terpaksa, sungguh ia tak tega melihat istrinya yang begitu lemah.


" Aku buatkan kamu teh hangat ya biar kamu lebih enakan " Tanya zaki Azkia hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.


Zaki keluar dari dalam kamar mandi menuju ke arah dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Azkia. Saat ia sedang membuatkan teh hangat ia mendengarkan langkah derap kaki seseorang mendekat ke arahnya.


" Zaki..... " Zaki menolehkan pandangan nya ke arah asal suara.


" Bunda.... " Ucap Zaki saat melihat kedatangan bunda Annisa.


" Kamu ngapain malam-malam ada di dapur bukan nya tidur ? " bunda annisa bertanya seperti itu karna jelas ia bingung pasal nya saat ini waktu sudah menunjukan hampir jam 12 malam.


" Biasalah bun Zaki membuatkan teh buat Azkia soal nya dari tadi dia mual terus " Ucap Zaki seraya mengadukkan teh.


Bunda Annisa hanya menganggukkan kepala nya.


" Bunda ngapain kesini ? " Tanya Zaki pada Bunda Annisa yang kini meraih gelas yang ada di dalam lemari kaca.


" Bunda mau minum dari tadi rasa nya tenggorokan Bunda kering " Ucap Bunda Annisa seraya menuangkan air putih kedalam gelas.


" Oh... Ya sudah kalau gitu Zaki kembali ke kamar dulu ingin memberikan teh ini untuk Azkia " Ucap Zaki ia pun melangkahkan kaki nya meninggal kan dapur setelah mendapatkan anggukan kepala dari Bunda Annisa.


" Azkia..... " Panggil Zaki begitu ia masuk kedalam kamar.


" Iya aku di kamar mandi " Sahut Azkia dengan suara yang terdengar begitu lemah.


Zaki yang mendengar suara Azkia dari dalam kamar mandi meletakkan gelas di atas nakas yang ada di dekat tempat tidur, lalu masuk kedalam kamar mandi untuk menemui Azkia.


" Sayang aku udah buatkan teh hangat buat kamu, mending kamu minum dulu biar badan kamu terasa lebih hangat " Ucap Zaki yang kini berdiri di samping Azkia, Azkia menganggukkan kepala nya lalu mereka pun kembali kedalam kamar.

__ADS_1


Zaki mendudukkan Azkia di pinggir ranjang dengan menyenderkan kepala nya di kepala ranjang. Setelah itu ia memberikan secangkir teh hangat kepada Azkia dan segera Azkia menyeruput nya.


Azkia merasa tenggorokongan nya terasa begitu Saat teh hangat itu mengalir membasahi kerongkongan nya yang sudah terasa kering akibat muntah yang di alami nya secara terus menerus.


" Gimana rasa nya udah baikan ? " Tanya Zaki lagi-lagi hanya anggukan kepala yang di dapatkan Zaki sebagai jawaban. Dan hal itu membuat dirinya bernafas lega.


" Ya sudah kalau gitu sekarang kamu tidur ini juga sudah sangat larut " Ucap Zaki pada Azkia ia pun membaringkan tubuh lemah istri nya itu di atas tempat tidur dan menyelimuti nya.


Setelah Azkia berbaring khaira melangkahkan kaki nya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, setelah keluar dari kamar mandi ia pun ikut berbaring di samping istri nya dengan memeluk hangat tubuh istri nya yang kini sudah terlelap.


*********


" Allahuakbar.... Allah.... Huakbar "


Khaira yang masih terlelap dalam tidurnya secara perlahan membuka mata nya dilihat nya Alfi yang kini masih berkelana di alam mimpi dengan begitu lelap.


Khaira memutuskan untuk membersihkan diri nya sebelum melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


Secara perlahan ia bangkit dari tempat dirinya berbaring, perut nya yang semakin membesar membuat pergerakan khaira agak sedikit lambat. Ia mengelus perut buncit nya itu senyuman terukir dari bibir nya saat mendapatkan respon dari buah hati nya dengan sebuah tendangan yang membuat diri nya sedikit menringis.


Dengan senyuman yang mengembang khaira melangkahkan kaki nya kedalam kamar mandi, usai melakukan ritual mandinya khaira membangun kan Alfi yang masih belum juga membuka matanya.


" Sayang...... Ayo bangun kita shalat subuh dulu " Ucap khaira seraya menggoyang pelan tubuh Alfi yang tertutup selimut.


" Heum...... Bentar lagi yank masih ngantuk " Ujar Alfi dengan suara serak khas orang bangun tidur, ia kembali menarik selimut menutupi tubuh nya hingga hanya menampakkan kepala nya saja.


Namun Alfi memegang nya dengan begitu erat hingga jadilah mereka saling tarik ulur selimut di atas tempat tidur, hingga tempat tidur itu terlihat seperti kapal pecah.


" Abang BANGUUNnn !!!! " Teriak khaira yang membuat Alfi menutupi kedua telinga nya dengan tangan.


" Kamu apa-apaan sih teriak pagi-pagi gini aku masih ngantuk tau " Ucap Alfi dengan kesal seraya mendudukkan diri nya.


" Lagian malas banget sih di bangunin dari tadi juga malah ngak bangun-bangun giliran aku teriak dalam sekejab langsung bangun " Ucap khaira dengan tak kalah kesal.


" Gimana ngak bangun coba suara kamu itu bikin telinga aku berdengung " Ucap Alfi dengan menatap tajam kearah khaira.


" Makanya kalau disuruh bangun itu ya bangun jangan malah molor ingat bentar lagi kita akan jadi orang tua harus memberikan contoh yang baik untuk anak kita nanti " Ucap khaira panjang lebar membuat Alfi memutar mata nya malas.


" Bawell...!!! " Alfi bangkit dari duduk nya dan segera masuk kedalam kamar mandi meninggal kan khaira yang kini malah mengerucutkan bibir nya.


Khaira menggelengkan kepala nya saat melihat kondisi tempat tidur mereka yang terlihat berantakan akibat perdebatan mereka tadi , segera ia bangkit dari tempat tidur dan membereskan nya.


Setelah semua nya terlihat rapi khaira segera menyiapkan berbagai peralatan shalat untuk mereka. Tak lama Alfi pun keluar dari kamar mandi dengan baju oblong dan celana selutut.

__ADS_1


Alfi yang melihat khaira sudah memakai mukena nya segera mendekati khaira dan memakai sarung serta peci.


Mereka pun melaksanakan shalat subuh berjamaah, setelah selesai shalat khaira membereskan segala peralatan shalat yang tadi mereka gunakan dan meletakkan nya pada tempat nya semula.


Sedang kan Alfi sudah masuk kedalam kamar mandi untuk menggantikan baju nya dengan pakaian kerja.


Tak berapa lama Alfi keluar dengan seragam putih nya dan celana panjang berwarna hitam. Ia melingkarkan dasi di lehernya dan memakaikan nya di depan cermin. Khaira melangkahkan kaki nya mendekati Alfi untuk membantu suami nya itu memasangkan dasi.


" Abang ngak lupa kan kalau hari ini jadwal cek up kandungan ku ? " Tanya khaira seraya memasangkan dasi pada alfi.


" Hemm.... " Alfi hanya bergumam mendengar pertanyaan khaira membuat khaira berdecak kesal.


" Ck... Kok cuma heum doang sih? Di jawab dong !!!! " Ucap khaira dengan menatap kesal ke arah Alfi.


" Iya... Aku ngak lupa kok, nanti aku jemput kamu jam 10 sesuai dengan jadwal cek up kamu " Ucap Alfi dengan menundukkan sedikit kepala nya agar dapat melihat wajah manis istri nya.


" Oke kalau gitu nanti aku tunggu jangan sampai terlambat ingatt Jam 10!!! " Ucap khaira dengan menatap tajam ke arah Alfi, saat ini khaira sudah selesai memasangkan dasi pada Alfi .


Alfi hanya menganggukkan kepala nya, ia mengecup pucuk kepala khaira. Khaira dan Alfi melangkah keluar untuk sarapan pagi, akhir-akhir ini bibi Hanum tinggal bersama khaira untuk membantu khaira membersihkan rumah dan juga memasak sarapan pagi seperti hari ini.


Begitu pun dengan suami nya pak sabbri ia juga tinggal disana untuk mengerjakan tugas nya sebagai seorang satpam dan juga supir pribadi khaira.


Khaira dan Alfi pun sampai di ruang makan disana sudah tersedia berbagai hidangan makanan tentu saja semua itu yang masak bibi Hanum.


Khaira dan Alfi pun memakan sarapan pagi mereka tampa perbincangan, usai makan khaira mengantarkan suami nya itu kedepan rumah.


" Aku pergi dulu ya... Kamu baik-baik dirumah nanti aku jemput kamu jam 10 " Ucap Alfi khaira hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.


" Assalamualaikum " Ucap Alfi saat ia akan beranjak pergi.


" Waalaikumsalam.... " Khaira menjawab salam Alfi kemudian menyalami tangan suami nya itu, Alfi pun mengecup kening khaira kemudian ia berlalu meninggalkan rumah dengan motor meticnya.


-


🌹🌹🌹🌹🌹


Happy reading....


Berikan like dan komentar nya agar author makin semangat up nya.


Maaf kemarin author tidak sempat up🙏😊


Salam Author

__ADS_1


-


Ety Salmila


__ADS_2