
*** Alhamdulillah.... ya Allah akhir nya engkau mengabulkan doa ku dan juga suami ku selama ini, Terima kasih karna kau telah mempercayai kami untuk menjaga malaikat kecil titipan mu ***
••• Khaira Najwa Safira •••
🍁 🍁 🍁 🍁 🍁
.
Butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa sampai di ' Rumah Sakit Harapan Sehat ' jarak nya lumayan jauh dari butik khaira.
Setelah sampai azkia segera memanggil suster untuk membantu nya membawa khaira kedalam rumah sakit tersebut.
Beberapa suster wanita pun berlarian ke arah mobil khaira dengan membawa sebuah kursi roda, mereka membantu khaira keluar dari dalam mobil dan mendudukkan nya di kursi khaira.
Khaira di bawa keruang UGD untuk melakukan pemeriksaan. sedang kan Azkia ia dilarang masuk kedalam ruangan UGD tersebut, terpaksa ia menunggu khaira selesai di periksa di ruang tunggu .
Sempat terfikir dalam ingatan nya untuk menghubungi Alfi namun ia mengurung kan nya saat mengingat ucapan khaira saat di dalam mobil yang melarang nya untuk menghubungi Alfi.
Tak lama kemudian pintu ruangan UGD itu terbuka dan keluar lah dokter laki-laki yang tadi memeriksa khaira.
Wajah nya sangat tampan tubuh nya juga cukup tinggi membuat kagum siapa pun yang memandang nya. tapi tidak dengan azkia ia sadar jika diri nya sudah menjadi seorang istri dan tak pantas mengagumi laki-laki yang bukan mahram nya.
" Dokter.... bagaimana keadaan sahabat saya dok ? apa dia baik-baik saja atau terjadi sesuatu pada nya...?? "
Azkia langsung menghujani dokter tersebut dengan berbagai pertanyaan saat ia melihat dokter yang keluar dari ruangan khaira.
" Maaf.... suami pasien mana ya..? " tanya dokter itu pada azkia.
" eum..... suami nya lagi kerja dok, saya sahabat nya dan saya yang mengantarkan nya ke sini, memang nya kenapa dok apa ada masalah sama khaira ? "
Tanya azkia pada dokter itu dengan wajah yang diselimuti rasa khawatir.
" Eum.... sepertinya tidak ada masalah yang serius dengan ibu khaira..." Dokter itu menjeda ucapan nya beberapa saat, membuat azkia yang di selimuti rasa khawatir semakin was-was mengenai kondisi khaira.
"Namun untuk memastikan apa penyebab pusing dan mual yang di alami bu khaira saya saran kan agar ibu khaira memeriksakan diri nya pada dokter kandungan "
" Dokter Kandungan.....? " Azkia menaikkan sebelah alis nya saat mendengar ucapan dokter yang bernama Rifki yang terdapat pada name tag nya itu.
" iya bu.... ada kemungkinan besar mual dan pusing yang di alami bu khaira itu karena efek dari ibu khaira yang sedang hamil muda, Tapi saya belum bisa memastikan secara pasti, karna itu untuk mengetahui lebih jelas kita harus melakukan pemeriksaan dengan cara tes urine atau USG "
Azkia terdiam setelah mendengar penjelasan dari dokter Rifki.
" Mungkin memang benar apa yang di ucapkan dokter Rifki jika saat ini khaira sedang mengandung itu akan jadi kabar yang bahagia bagi bang Alfi dan keluarga nya mungkin bunda juga akan bahagia mendengar kabar ini " Gumam azkia dalam hati.
" Baiklah dok saya akan membawa sahabat saya pada dokter kandungan, kalau begitu saya boleh menemui nya kan dok ? " Ucap azkia sambil tersenyu. menatap ke arah dokter Rifki.
" ya silahkan kebetulan pasien juga sudah siuman.... " ucap dokter Rifki ia juga tersenyum ke arah azkia.
" Terima kasih..... " ucap azkia pada dokter Rifki setelah itu ia pun melangkah masuk keruangan khaira.
Sesampai nya di sana ia melihat khaira yang masih berbaring di atas brangkar, Khaira merubah posisi tidur nya menjadi duduk saat melihat azkia masuk kedalam ruangan nya.
" Kia apa kata dokter...? Apa terjadi sesuatu dengan ku...? " tanya khaira seraya mendudukkan diri nya.
" Alhamdulillah..... ngak ada masalah yang serius, tapi kata dokter kamu harus memeriksakan Diri kamu di dokter kandungan " Ucap azkia saat ia sudah sampai di samping khaira.
" Dokter kandungan...? Kenapa mesti ke dokter kandungan...? " tanya khaira ia menatap bingung ke arah azkia.
" Aku juga ngak tau tapi lebih baik kita ikuti saja apa yang di ucapkan dokter... " Ucap Azkia, khaira hanya menganggukkan kepala nya.
Azkia membantu khaira bangkit dari atas brankar dan membantu nya berjalan keluar dari ruang UGD. Azkia pun mengantarkan khaira ke dokter kandungan.
__ADS_1
Setelah mengambil nomor antrian Khaira dan azkia menunggu nama nya di panggil di ruang tunggu. Tak lama kemudian seorang suster memanggil nama khaira.
" Atas Nama Ibu Khaira silahkan masuk...." Ucap dokter itu menyuruh khaira untuk masuk.
Khaira pun masuk kedalam ruang pemeriksaan kandungan tersebut dengan di temani oleh azkia.
Setelah selesai di periksa khaira duduk di depan seorang dokter wanita yang tadi memeriksa nya untuk menunggu hasil pemeriksaan dirinya.
" Bagaimana dok hasil pemeriksaannya apa terjadi sesuatu dengan saya...? " Tanya khaira pada dokter yang tak lain adalah dokter nadia yang juga beberapa bulan lalu memeriksa dirinya saat terjadi kesalah pahaman nya dengan alfi. ( eps. 22 ).
Dokter Nadia membuka amplop putih yang berisi hasil pemeriksaan Khaira melalui tes Urine. Bibir nya memperlihatkan senyum setelah ia membaca hasil pemeriksaan tersebut.
" Dok... sebenar nya apa yang terjadi dengan saya ? kenapa dokter malah tersenyum setelah melihat hasil pemeriksaan nya....? "
Tanya khaira Dengan raut wajah khawatir, saat ia melihat dokter Nadia yang terdiam dan tersenyum setelah membaca hasil pemeriksaan nya. Dokter Nadia mendongakkan kepala nya menatap ke arah khaira masih dengan menampilkan senyuman nya.
" Ibu Khaira tidak sakit keadaan Ibu baik-baik saja malahan saya punya kabar gembira untuk ibu dan keluarga " ucap dokter Nadia Khaira menaikkan sebelah alis nya saat mendengar ucapan dokter Nadia.
" Ka... kabar bahagia apa dok....? " tanya khaira dengan sedikit gugup sekaligus rasa penasaran yang memuncak.
" Selamat Bu karna Saat ini ibu sedang mengandung dan usia kandungan ibu sudah 4 minggu..." Ucapan dokter Nadia membuat seketika mata khaira membulat.
" Sa.... saya hamil dokk....?? " Khaira masih tak percaya saat mendengar apa yang baru saja di katakan dokter Nadia.
" benar bu saat ini ibu sedang mengandung, saya sangat senang karna pertemuan kita kali ini membawa kabar bahagia untuk ibu dan suami ibu "
Dokter semakin tersenyum saat ia mengingat kejadian beberapa bulan lalu saat khaira dan suami nya datang untuk memeriksakan kandungan khaira, yang ternyata hanya lah karna asam lambung khaira yang naik.
" Apa dokter yakin....? kali ini ngak akan salah lagi kan dok... saya takut hasil pemeriksaan nya salah dan nantinya akan membuat suami saya kecewa jika ia tahu ternyata saya tidak hamil " Ucap khaira ia menatap lekat wajah dokter Nadia.
" Saya yakin bu.... hasil pemeriksaan nya tidak salah karna kita telah melakukan tes urine, kalau ibu masih tidak percaya kita bisa lakukan USG agar ibu bisa melihat janin yang mulai berkembang di rahim ibu ".
" Kalau begitu ibu silahkan berbaring di atas barankar itu, saya akan memeriksa bagian perut ibu ".
Khaira pun melangkahkan kakinya ke arah brankar dan membaringkan tubuh nya di sana.
Dokter Nadia menyingkap sedikit baju khaira, setelah itu ia mulai memeriksa bagian perut khaira sambil menoleh kan pandangan nya ke arah monitor.
" Nah.... coba ibu lihat ke arah monitor ini.." khaira pun menolehkan pandangan nya ke arah yang di tuju dokter Nadia.
" ibu bisa lihat titik kecil ini, itu adalah janin ibu yang mulai berkembang.... "
Mendengar penjelasan dokter Nadia khaira tersenyum saat melihat sebuah titik kecil dilayar monitor, air mata nya menetes sebagai tanda jika dirinya begitu bahagia saat mendengar penjelasan dokter yang menyatakan jika diri nya sedang mengandung.
Sesekali ia menolehkan pandangan nya ke arah azkia yang kini berdiri di samping nya. Azkia juga terlihat begitu bahagia saat mengetahui jika khaira sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
" Alhamdulillah.... ya Allah akhir nya engkau mengabulkan doa ku dan juga suami ku selama ini, Terima kasih karna kau telah mempercayai kami untuk menjaga malaikat kecil titipan mu.... "
Gumam khaira dalam hati air mata nya tak pernah berhenti sungguh ia begitu terharu saat mendengar kabar yang begitu bahagia.
" Sudah ya bu nanti saya akan memberikan foto hasil USG nya agar ibu bisa memperlihatkan nya pada suami ibu... "
" ia Terima kasih dok..." ucap khaira lalu ia turun dari atas brankar karna dokter Nadia telah selesai memeriksanya.
" ini saya berikan beberapa resep vitamin yang harus ibu tebus di apotik " ucap dokter Nadia sambil memberikan secarik kertas berukuran kecil kepada khaira. Khaira pun menerima kertas yang di berikan dokter Nadia.
" Untuk jadwal pemeriksaan kandungan ibu mau nya pada tanggal n berapa...? " tanya dokter Nadia lagi setelah khaira menerima resep obat yang ia berikan.
" eum.... tanggal delapan aja dok.... " ucap khaira masih dengan menatap ke arah dokter Nadia.
" Baiklah... kalau begitu setiap tanggal delapan ibu harus datang kesini dan melakukan cek-up dan ini hasil pemeriksaan dan gambar hasil USG nya." ucap dokter Nadia sambil menyodorkan hasil USG dan juga amplop putih hasil pemeriksaan nya tadi.
__ADS_1
Khaira pun meraih amplop tersebut seketika ia tersenyum saat melihat titik kecil yang ada di gambar hasil USG nya.
" Satu lagi jangan lupa minum vitamin dan istirahat yang cukup, ibu tidak boleh banyak pikiran dan melakukan pekerjaan yang membuat ibu kelelahan karna hal itu sangat berbahaya bagi kondisi janin ibu yang masih terlalu emah.. "
" iya dok Terima kasih .... kalau begitu kami permisi dulu.... " ucap khaira yang di jawab dengan anggukan kepala oleh dokter Nadia sambil tersenyum ke arah khaira dan azkia.
Khaira dan azkia pun keluar dari ruangan tersebut.
" Selamat ya khaira.... akhir nya kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ibu aku doa kan semoga kamu dan bayi yang ada di kandungan mu bisa selamat sampai di hari persalinan nanti "
Ucap azkia saat mereka baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan kandungan.
" Aminnn..... makasih ya azkia aku doakan juga semoga kamu dan zaki juga akan segera mendapatkan kabar bahagia..." ucap khaira dengan tersenyum dan mengelus perut datar azkia.
Azkia yang melihat khaira mengelus perut datar nya hanya mampu tersenyum kecut seraya mengangguk kan kepala nya yang diiringi dengan ucapan Amin.
Azkia menemani khaira menebus obat nya di apotik setelah itu ia mengantarkan khaira pulang, meski awal nya khaira memaksa untuk kemabli ke butik namun setelah azkia sedikit memaksa nya khaira pun menuruti permintaan azkia.
>>>• • FLASHBACK OFF • •>>>
Alfi yang mendengar penjelasan khaira tidak mampu berkata-kata ia hanya bisa tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca saking terharu nya.
" ini hasil USG nya abang bisa melihat titik kecil yang ada di gambar itu, itulah calon anak kita... " ucap khaira sambil menyodorkan sebuah gambar hasil USG yang di berikan dokter Nadia.
Alfi menerima gambar tersebut setitik air mata membasahi pipi nya saat melihat titik kecil yang ada di gambar itu.
" Yank...dia masih sangat kecil.... " ucap Alfi seraya menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
" Jelas lah dia masih kecil usia nya aja masih 4 minggu.... " ucap khaira ia tersenyum saat melihat Alfi yang begitu terharu mendengar kabar bahagia nya.
" Makasih ya sayang.... karna kamu sudah memberikan kabar yang paling membahagiakan bagi ku, aku mohon jaga dia baik-baik agar dia bisa tumbuh dan lahir dengan selamat kedunia ini.. "
Ucap Alfi sambil mengenggam tangan khaira dan menatap nya dengan mata yang berkaca-kaca.
" Aku janji pasti akan selalu menjaga nya meski dengan nyawa ku sekali pun " ucap khaira ia juga membalas genggaman tangan Alfi.
" Ya udah sekarang kita habis kan minum nya terus kita pulang, kamu ingatkan pesan dokter jika kamu harus menjaga kesehatan kamu karna itu kamu ngak boleh tidur larut malam... "
Ucap Alfi seraya melepaskannya genggaman tangan nya pada khaira. dan menyeruput kopi hitam yang ada di atas meja.
" heum..... baiklah " ucap khaira, lalu ia pun meminum kopi susu pesanan nya.
Setelah minuman mereka habis Alfi pun membayar minuman nya dan khaira setelah itu mereka segera pulang untuk beristirahat.
-
💞 💞 💞 💞 💞
Happy Reading.......
Terima kasih buat yang sudah memberikan like, komentar dan juga vote nya. Author pasti akan berusaha untuk meng up tiap hari.
Tapi author juga mohon pengertian nya jika author tidak up... karna Author butuh waktu untuk mencari alur cerita yang tepat dan juga untuk membuat satu episode membutuhkan waktu lebih dari 1 jam.
Terima kasih 🙏😊
Salam Author
-
Ety Salmila
__ADS_1