
*** Ku Akui Aku Masih Mencintai Nya,
Aku belum Bisa Sepenuh Nya Menghilangkan
Dia Dari Hatiku....
Tapi Aku Selalu Mencoba Untuk Mencintai
Mu lebih Dari Aku Mencintai Dirinya ***
Khaira Najwa Safira
🌀 🌀 🌀 🌀 🌀
Setelah Sampai di rumah Alfi langsung turun dari mobil nya berjalan meninggalkan khaira yang masih berada di dalam mobil, sejak dalam perjalanan tadi Alfi tidak berbicara sepatah kata pun dengan khaira, dan itu membuat khaira bingung mengapa Alfi tiba-tiba mendiami nya mungkin kah ia pernah berbuat salah hingga membuat Alfi marah pada nya ?.
Khaira turun dari dalam mobil melangkah masuk mengikuti Alfi yang lebih dulu masuk ke dalam rumah.
Sesampai nya di dalam ia di hampiri oleh mertua nya.
" loh kok kalian udah pulang ini kan masi jam 2 siang kata nya mau jalan-jalan ke liling tempat wisata tapi kok baru jam segini udah pulang? " tanya mama Alfi sambil mengamati anak dan menantu nya. dua-duanya pulang dengan wajah masam.
" terus kenapa kalian malah pulang dengan muka masam begitu bukan kah harus nya kalian bahagia karna habis jalan-jalan " tanya mama Alfi lagi pandangan nya masih terarah kan pada Alfi dan khaira.
" Gimana mau senang coba ma? baru satu tempat wisata yang kami kunjungi eh bang Alfi malah ngajak khaira pulang, padahal lagi seru-seru nya menikmati keindahan pantai yang masih asri itu " ucap khaira memasang wajah cemberut nya namun mata nya melirik ke arah Alfi.
" ya iyalah loe senang kan loe habis ketemu mantan loe " ucap Alfi sinis, ia melirik ke arah khaira yang ada di belakang nya.
" kalau ngomong jangan sembarangan ya! dia itu cuma teman ngak lebih, lagian aku kan udah pernah bilang kalau aku ngak pernah pacaran itu arti nya aku ngak punya mantan, semua laki-laki yang aku kenal mereka hanya sebatas teman ngak lebih " ucap khaira sambil mengarahkan pandangan nya ke arah Alfi yang membelakangi nya.
Alfi membalikkan badan nya menghadap khaira, hingga kini mereka saling Berhadapan.
" Tapi loe suka kan sama dia? " ucapan Alfi membuat khaira terdiam ia tak tahu harus menjawab apa, jujur saja ia masih mencintai Rizwan.
" Kenapa diam? jadi tebakan gue benar kalau loe memang suka sama laki-laki itu?" ucap Alfi lagi ia menatap tajam ke arah khaira.
khaira menelan ludah nya kasar mendapati tatapan tajam dari Alfi.
" Siapa juga yang suka sama dia jangan nuduh sembarangan deh " ucap khaira berusaha bersikap tenang.
Alfi tersenyum miring mendengar ucapan khaira, ia menggelengkan kepala nya jelas-jelas ia bisa melihat jika khaira punya rasa pada laki-laki itu.
" loe bilang gue nuduh loe?, loe fikir gue ngak tau apa isi hati loe? gue bisa lihat dari tatapan mata loe jika loe punya rasa sama dia, tatapan yang selalu memuja diri nya, dan gue tak pernah melihat loe menatap gue dengan tatapan seperti itu " ucap Alfi dengan suara yang meninggi, lagi-lagi khaira hanya bisa diam mendengar ucapan Alfi.
__ADS_1
" Sebesar itu kah cinta ku pada Rizwan? hingga Alfi pun bisa melihat cinta itu tanpa harus aku mengatakan nya " gumam khaira dalam hati ia menundukkan kepala nya.
Khaira merasa bersalah pada Alfi harus nya yang ia cinta itu Alfi suami nya, bukan laki-laki lain yang menjadi masa lalu bagi nya.
Alfi membalikkan badan nya melangkah kan kaki nya menaiki tangga menuju ke kamar nya. Mama Alfi hanya bisa megelengkan kepala nya melihat perdebatan antara anak dan menantu nya itu.
Namun terukir senyum di bibir nya ia tahu jika saat ini Alfi sudah mulai mencintai khaira karna itu ia marah dan cemburu ketika melihat khaira dekat dengan laki-laki lain.
Khaira hanya menatap Alfi yang berjalan menaiki tangga menuju ke kamar mereka. khaira kembali menundukkan kepala nya tak tahu apa yang harus di lakukan nya.
" Khaira..."
Khaira menoleh kan pandangan nya ke arah mama Alfi yang ada di samping nya.
" Kamu tidak perlu merasa bersalah, itu hal yang wajar jika kamu memang masih mencintai dia, yang terpenting kamu harus belajar mencintai Alfi " ucap mama alfi sambil tersenyum ke arah khaira . khaira hanya menganggukkan kepala nya.
" Hufff.... Tapi gimana cara nya ya ma? biar bang Alfi ngak marah lagi? " tanya Khaira ia menatap ke arah mama alfi. mama Alfi tersenyum mendengar pertanyaan khaira
" udah tidak usah difikirkan, Alfi tidak marah sama kamu hanya saja..... " mama Alfi menghentikan ucapan nya, mengamati wajah khaira sambil tersenyum.
" Hanya saja apa ma? " khaira menaikan sebelah alis nya, ia menunggu apa yang di ucapkan mama Alfi selanjut nya.
" hanya saja dia sedang cemburu " ucap mama Alfi sambil terkekeh, khaira memundurkan kepalanya kebelakang, dan menaikkan sebelah alis nya.
" Lebih baik sekarang kamu ke kamar temui Alfi dan jelas kan baik-baik sama dia agar kesalah pahaman itu bisa terselesaikan " ucap mama Alfi, ia tersenyum ke arah khaira.
" iya ma, kalau gitu khaira ke kamar dulu ya " ucap khaira pada mama Alfi yang di angguk kepala oleh nya.
Khaira melangkah kan kaki nya menaiki tangga menuju ke kamar nya. Sesampai nya di sana ia melihat Alfi yang lagi berbaring di tempat tidur sambil memainkan handphone nya . khaira melangkahkan kaki nya mendekati Alfi lalu duduk di samping nya.
" Abang marah ? " tanya khaira sambil menatap Alfi, Alfi hanya melirik sekilas ke arah khaira lalu kembali memfokuskan pandangan nya pada benda yang ada di tangan nya.
" aku sama dia ngak ada hubungan apa pun lho, jadi kenapa harus marah? " ucap khaira lagi, ia masih menatap Alfi yang masih sibuk dengan handphone nya .
" Cemburu ya? " ujar khaira sambil terkekeh ia melihat raut wajah Alfi yang berubah karna ucapan nya itu, Alfi merubah posisi nya menjadi duduk dan menatap ke arah khaira .
" siapa yang cemburu, ngak usah GR deh jadi orang " ucap Alfi ketus, ia menatap sinis ke arah khaira.
" ngak mau ngaku padahal aku bisa lihat kalau kamu lagi cemburu lho... kalau kamu ngak cemburu mana mungkin kamu marah saat melihat aku bicara sama laki-laki
lain ". ucap khaira dengan PD nya, ia tersenyum pada Alfi sambil menaikkan sebelah alis nya.
" Aduuhh... loe PD banget sih jadi orang, gue lakuin itu semua demi harga diri gue, Bukan karena cemburu, gimana kalau ada teman-teman gue yang liat loe ngobrol sama laki-laki lain apa yang mereka katakan coba? " ucap Alfi panjang lebar ia menatap sinis ke arah khaira.
__ADS_1
" beneran ngak cemburu " khaira tersenyum miring melihat ke arah Alfi.
" ya... ya benar lah " jawab Alfi ragu-ragu.
" kok jawab nya ragu-ragu gitu? " goda khaira sambil menatap ke arah Alfi.
" loe kenapa banyak tanya banget jadi orang " ucap Alfi mulai kesal pada khaira, ia kembali memfokuskan pada handphone yang ada di tangan nya.
" ya udah aku ngak akan nanya lagi deh, tapi sungguh aku dan dia tak ada hubungan apa pun kami hanya berteman ngak lebih " ucap khaira ia mencoba menjelaskan nya pada alfi, Alfi yang mendengar ucapan khaira kembali menoleh pada khaira
" beneran cuma temenan? " tanya Alfi dengan tatapan menyelidik.
" iya beneran " Lagi-lagi khaira berusaha meyakin kan Alfi, ia menatap lekat pada Alfi.
" Kalau memang cuma temenan gue mau loe janji satu hal sama gue " ujar Alfi ia masih menatap ke arah khaira.
" janji? soal apa ?" tanya khaira, ia mengamati wajah alfi yang juga melihat ke arah nya.
" Tetaplah setia, meski pun loe tidak mencintai gue dan loe masih mencintai dia, tapi gue mau loe jangan membiarkan dia masuk ke dalam ke hidupan kita, jika memang loe ingin berteman dengan nya silahkan saja, gue ngak akan melarang nya, yang terpenting loe harus bisa menjaga diri loe dan loe harus tahu bagaimana loe harus bersikap " ucap Alfi panjang lebar ia menatap serius ke arah khaira.
" Oke aku setuju dan aku juga ingin kamu setia pada ku jangan pernah ada yang lain selain aku di hidup mu, jika kamu mencintai seseorang maka berterus terang lah pada ku insya Allah aku bisa mengerti seperti kamu yang juga mengerti soal perasaan ku padanya " ucap khaira pandangan nya masih terarahkan pada Alfi..
" oke tidak masalah " ucap Alfi, ia tersenyum ke arah khaira.
" Tolong jangan ada penghianatan dan kebohongan aku sangat benci yang nama nya di khianati dan di bohongi, dan mungkin jika hal itu terjadi tak kan ada lagi kesempatan ke dua " ucap khaira lagi ia menatap lekat wajah lelaki di depan nya itu.
Alfi terdiam mendengar kata-kata khaira seperti ada sesuatu yang di fikirkan nya, mengenai ucapan khaira barusan.
" seharus nya gue yang ngomong gitu ke loe, kenapa sekarang malah loe yang ngomong gitu ke gue? loe yang harus nya jangan sampai ada penghianatan dan kebohongan antara kita, dan gue harap loe bisa jaga diri loe saat berdekatan dengan laki-laki itu " Alfi berbicara dengan suara yang sedikit ketus dan dengan tatapan yang tajam.
" iya aku janji akan menjaga diriku saat bersama dia atau sama laki-laki lain sekali pun " ucap khaira, Alfi hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban.
" kalau gitu gue mau istirahat dulu, gue beneran lelah hari ini, jadi tolong loe jangan ganggu gue kecuali saat masuk waktu shalat 'ashar baru loe boleh bangunin gue " Alfi langsung membaringkan tubuh nya membelakangi khaira yang masih duduk di samping nya.
Khaira melangkah kan kaki nya menuju keluar kamar meninggalkan Alfi yang berbaring di tempat tidur.
Alfi yang belum tertidur membalikkan badan nya, menatap pintu yang baru saja di tutup oleh khaira.
" Bagaimana jika loe mengetahui yang sebenarnya tentang gue , Apa loe mau memaafkan gue ? " gumam Alfi dalam hati nya.
" Hufff... "
Alfi menghembuskan nafas nya kasar, lalu kembali membaringkan tubuh nya ke arah semula dan memejakan mata nya. hingga ia masuk ke alam mimpinya.
__ADS_1
💘 💘 💘 💘 💘