
*** Ku Coba Untuk Percaya Saat Kau Mengatakan Kau Akan Meninggalkan Nya...
Tolong Jangan Buat Aku Kembali Kecewa Karna Aku lelah Jika Harus Selalu Merasakan Sakit Dan Terluka ***
☘ Khaira Najwa Safira ☘
💕 💕 💕 💕 💕
Khaira kembali melanjutkan pekerjaan nya, hingga tanpa terasa waktu pulang telah tiba. khaira segera menyelesaikan pekerjaan nya. setelah menyelesaikan pekerjaan nya khaira langsung keluar dari butik Riska.
Sesampai nya di luar butik, khaira berusaha mencari taksi disana, namun karna ia tak kunjung menemukan taksi, akhir nya ia memutuskan untuk memesan taksi online.
Saat ia ingin mengambil HP nya dalam tas, tanpa sengaja mata nya menangkap seseorang yang kini duduk di atas motor yang ada di parkiran, seorang laki-laki yang kini duduk menghadap ke arah jalanan, sehingga khaira hanya bisa melihat punggung nya saja. namun ia tahu siapa orang yang kini duduk di atas motor tersebut.
Khaira memutuskan untuk berjalan ke arah parkiran untuk memastikan jika dugaan nya itu benar. sesampai nya di parkiran ia memperhatikan laki-laki itu dengan seksama, khaira menaik kan sebelah alis nya saat menyadari jika laki-laki yang kini ada di hadapan nya itu sesuai dengan dugaan nya.
" Abang ngapain kesini ? "
tanya khaira pada laki-laki yang kini duduk membelakangi nya. laki-laki itu langsung menolehkan pandangan nya saat mendengar suara khaira. ia tersenyum saat melihat khaira yang kini sudah berdiri di belakang nya.
" Jemput kamu lah yang "
ucap laki-laki itu, ia masih tersenyum menatap khaira, yang kini menaikkan sebelah alis nya. khaira merasa aneh dengan sikap yang di tunjukan oleh laki-laki di hadapan nya itu, yang tiba-tiba berubah 180 derajat menurut nya.
" Untuk apa repot-repot jemput aku ? aku kan bisa pulang sendiri " ucap khaira ia mengarahkan pandangan nya ke arah jalanan yang di penuhi banyak nya kendaraan yang berlalu - lalang.
" Aku kan suami mu mana mungkin aku membiarkan istri ku pulang sendirian " ucap laki-laki itu, ia masih menampakkan senyuman manis nya itu, yang bisa membuat wanita meleleh karna nya.
laki-laki itu adalah Alfi ia sengaja menjemput khaira sebagai awalan untuk menunjukan sikap baik nya pada khaira. ia ingin khaira yakin jika apa yang di ucap kan nya kemarin bukan lah sebuah lelucon.
Alfi bersungguh-sungguh ingin memperbaiki hubungan nya dengan khaira, karna saat ini Alfi benar-benar sudah jatuh cinta pada gadis cantik yang sudah berstatus istri nya itu.
Khaira kembali menolehkan pandangan nya ke arah alfi yang ada di hadapan nya, sejenak ia terpana saat melihat senyuman manis Alfi, memang ia akui jika suami nya itu sangat tampan, tak heran banyak wanita yang tergila-gila pada nya.
Khaira segera mengalihkan pandangan nya ke arah lain, tak ingin berlama-lama menatap Alfi yang tersenyum pada nya. khaira belum bisa percaya sepenuh nya dengan apa yang telah di ucap kan Alfi, bisa saja kan laki-laki itu hanya ingin mempermainkan nya.
Khaira tak ingin kecewa lagi seperti saat Alfi mengingkari janji nya dulu, karna itu saat ini ia harus lebih berhati-hati setiap kata yang di ucapkan Alfi.
" Biasa nya aku juga pulang sendiri kenapa tiba-tiba jadi sok-sokan jemput aku ? " tanya khaira pada Alfi, pandangan nya masih terarahkan ke arah jalanan.
" ya itu kan dulu, tapi sekarang aku ingin menjadi suami yang baik buat kamu " Alfi masih terus menatap khaira yang kini masih menatap ke arah jalanan.
" Ngak usah sok baik deh jadi orang, memang nya pulang sore gini ngak kerja ? nanti malah di pecat lagi, karna pulang belum waktu nya " ucap khaira datar, ia melirik ke arah Alfi yang kini menatap nya.
" Aku udah minta izin kok, lagian aku pulang sore mau ketemu kamu lah yang, soal nya nanti malam aku harus lembur "
ucap Alfi ia menampakkan wajah tak suka nya mengingat ia harus bekerja lembur dan tak bisa bersama khaira nanti malam.
" Lembur ? " tanya khaira ia menaikkan sebelah alis nya menatap ke arah Alfi.
Alfi menganggukkan kepala nya wajah nya masih menampakkan wajah Tak suka.
" ia aku harus lembur, karna itu aku mau jemput kamu terus bawa kamu ke rumah mama, ngak apa - apa kan kalau kamu nginap di rumah mama malam ini ?, aku ngak mau kamu sendirian di rumah maka nya aku mau anterin kamu ke rumah mama "
ucap Alfi ia menatap lekat ke arah khaira, ia sengaja ingin mengantar kan khaira kerumah mama nya, karna tak ingin khaira sendirian dirumah, dan takut terjadi hal-hal yang tak di ingin kan pada nya.
" Elisa dia juga lembur? " khaira malah bertanya soal Elisa pada Alfi tanpa menanggapi apa yang di ucapkan Alfi barusan.
" ya iya lah, dia juga lembur, kan kami satu tempat kerja selain itu kami juga bekerja di satu penerbangan, jadi wajar saja kan kalau dia ikut lembur ? "
ucap Alfi ia menaikan sebelah alis nya karna bingung mengapa tiba-tiba khaira malah bertanya soal Elisa pada nya.
Khaira yang mendengar jawaban Alfi merasa kesal karna jika Elisa juga lembur itu arti nya mereka bakal bersama semalaman dong... eh ralat bukan semalaman tapi SEHARI SEMALAM , karna mereka kerja dari pagi sampai sore terus di tambah lagi dengan jadwal lembur sampai pagi.
ihhhh..... benar-benar bikin dongkol jika mengingat nya, khaira langsung membalikkan badan nya meninggal kan Alfi dengan berjalan kaki. Alfi menatap bingung saat melihat khaira malah meninggalkan nya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
" loh... yang kok kamu malah ninggalin aku sih ? " tanya Alfi saat melihat khaira yang mulai menjauh dari nya.
Khaira tidak menjawab pertanyaan Alfi ia terus berjalan menuju ke arah jalanan ingin mencari kendaraan apa pun yang bisa membawa nya pulang.
Alfi yang melihat khaira tak menggubris pertanyaan nya, ia langsung berlari menghampiri khaira.
" Yang... kok kamu malah jalan kaki udah pulang bareng aku aja yukk..... biar lebih cepat nanti aku bisa anterin kamu ke rumah mama ".
Ucap Alfi saat ia sudah berdiri di samping khaira yang kini berada di pinggir jalan. khaira tetap tak menanggapi ucapan Alfi mata nya masih sibuk mencari kendaraan yang bisa ia tumpangi.
" Yang... kamu lagi nyari apaan sih dari tadi celingak - celinguk ? " ucap Alfi yang melihat khaira yang sibuk melihat ke arah kanan tanpa menanggapi diri nya yang kini berdiri di samping kiri nya.
__ADS_1
" Apa sih berisik banget dari tadi ? " ucap khaira ketus ia merasa kesal karna Alfi tak henti-henti nya mengoceh di samping nya.
" kamu tuh yang lagi ngapain dari tadi celingak-celinguk ngak jelas " khaira yang mendengar ucapan Alfi langsung menatap kesal ke arah nya.
" kamu ngak lihat aku lagi nyari kendaraan buat pulang ? " khaira bertanya kesal pada Alfi, seperti nya suami nya ini tak mengerti kalau dia sedang marah pada nya.
Alfi naikkan sebelah alis nya saat mendengar ucapan khaira, buat apa coba khaira cari kendaraan padahal kan dia udah menjemput nya.
" yang.... kamu ngapain sih nyari kendaraan kan aku udah datang buat jemput kamu, pulang bareng aku aja ya " bujuk Alfi, namun lagi-lagi khaira tak menanggapi ucapan alfi.
" Yang...... " Alfi kembali memanggil khaira karna khaira tak menanggapi ucapan nya namun kali ini terdengar sedikit lebih keras.
" udah deh mending kamu balik sana ke tempat kerja, aku ngak mau pulang sama kamu, lagian pasti dedek Elisa mu itu udah nunggu kamu datang.
Dan satu lagi jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu bikin muak tau ngak? " ucap khaira dengan ketus ia menatap kesal ke arah Alfi.
Alfi menghembus nafas nya kasar, sekarang ia tau kenapa tiba-tiba khaira marah pada nya, ternyata itu semua karna Elisa juga lembur bersama nya. Alfi meraih pundak khaira dan membalikkan badan khaira hingga kini mereka berhadap-hadapan.
" Sayang..... " khaira menatap tajam ke arah Alfi saat lagi-lagi Alfi memanggil nya dengan panggilan ' Sayang '. Alfi yang mendapatkan tatapan tajam dari khaira menjadi gelagapan.
" Salah lagi deh " gumam nya dalam hati Alfi menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
" eumm... maaf aku ngak sengaja, janji deh ngak akan manggil kamu dengan panggilan seperti itu " ucap Alfi ia menatap lekat wajah khaira, lebih baik saat ini ia mengikuti apa yang di inginkan khaira.
" teruss ngapain masih di sini udah sana balik ketempat kerja nanti Elisa malah marah lagi karna kamu ngak balik-balik " ucap khaira, wajah nya terlihat kesal, ia menjauhkan tangan alfi yang ada di pundak nya dan memalingkan wajah nya ke arah lain.
" kok jadi Elisa sih, kamu marah ya karna Elisa juga ikut lembur ? " tanya Alfi sambil menatap lekat wajah khaira, khaira hanya menatap sekilas ke arah Alfi, lalu kembali memalingkan wajah nya ke arah lain.
Alfi menghembus nafas nya kasar ia menyentuh dagu khaira dengan jari telunjuk nya, lalu membawa wajah khaira menghadap ke arah nya.
" Kamu Cemburu ? " tanya Alfi sambil menatap khaira, namun kini bibir nya menampakkan senyum.
" siapa juga yang cemburu " ucap khaira ketus ia menjauhkan wajah nya dari Alfi.
" Yakin ngak cemburu? " tanya Alfi seraya tersenyum dan menaik turun kan alis nya. khaira langsung memalingkan wajah nya ke arah lain.
" Tenang aja kali aku ngak akan dekat-dekat sama Elisa, lagian kalau di tempat kerja kami selalu menjaga jarak satu sama lain, istilah nya bersikap profesional " ucap Alfi ia menatap ke arah khaira yang masih memalingkan wajah nya.
Khaira yang mendengar ucapan Alfi kembali menatap Alfi dengan tatapan menyelidik.
" jadi maksud nya kalau di luar tempat kerja kalian bakal dekat-dekat, gitu ? " ucap khaira ketus namun mata nya penuh dengan tatapan menyelidik.
" Kamu belum putus sama dia ? " tanya khaira lagi ia masih tetap manatap Alfi dengan tatapan yang sama.
Alfi terdiam mendengar pertanyaan khaira, ia memang belum sempat membicara kan masalah hubungan nya pada Elisa.
Khaira tertawa getir melihat Alfi yang hanya terdiam ia dapat menyimpulkan jika Alfi memang belum memutuskan hubungan nya dengan Elisa.
" kenapa diam, kamu belum memutuskan nya ? baru kemarin kamu berjanji akan menepati janji mu tapi hari ini kamu kembali mengingkari nya ".
ucap khaira ia menatap Alfi kesal ia benar-benar jengah mendengar semua janji-janji Alfi yang pada akhir nya selalu ia ingkari.
" Aku tidak mengingkari janji ku hanya saja aku belum sempat untuk berbicara pada nya " ucap Alfi ia juga menatap ke arah khaira.
" Alasan aja bilang aja kamu ngak mau putusin dia " ucap khaira sambil menatap sinis ke arah Alfi.
" Khaira tolong aku mohon pengertian kamu, Elisa tidak tahu kalau aku sudah menikah, sebagai seorang wanita harus nya kamu bisa memahami bagaimana perasaan Elisa saat mengetahui kalau aku sudah menikah dengan kamu "
ucapan Alfi membuat khaira terdiam, ia tahu jika Alfi mengatakan semua kenyataan ini pada Elisa ini pasti akan sangat menyakitkan bagi nya. tapi ia juga tidak mau jika Alfi tetap berhubungan dengan Elisa.
" khaira aku mohon kasih aku waktu untuk menjelaskan nya pada Elisa, aku janji pasti akan memutuskan hubungan ku dengan nya secepat mungkin.
" udahlah ngak usah pake janji-janji segala muak aku mendengar semua janji palsu mu itu " ucap khaira ia memalingkan kembali wajah nya ke arah jalanan.
" lebih baik sekarang kita pulang soalnya nanti aku harus balik kerja lagi " ucap Alfi ia membalikkan badan nya ingin melangkah ke arah parkiran tempat ia memarkirkan motor nya.
" kok buru-buru banget ngak sabar ya mau bertemu sama Elisa " ucap khaira sambil melirik ke arah Alfi yang sudah membalikkan badan nya membelakangi dirinya.
Alfi uang mendengar ucapan khaira menghentikan langkah nya sejenak, memalingkan wajah nya menatap khaira.
Namun Alfi enggan untuk menjawab ucapan khaira, kalau ia menjawab nya pasti mereka tak kan habis berdebat masalah nya dan Elisa.
" terserah loe lah, mau mikirin gimana soal hubungan gue dan Elisa, yang terpenting gue pasti akan buktikan kalau gue akan mutusin Elisa "
gumam Alfi ia kembali melanjutkan langkah nya menuju ke arah parkiran. setelah sampai di parkiran ia segera mengendarai motor nya dan menghentikan di depan khaira.
" Ayo naik...." ucap Alfi saat ia telah menghentikan motor nya di depan khaira. khaira berdecak kesal, jujur saja ia sangat malas jika harus pulang dengan Alfi.
__ADS_1
tadi nya ia senang karna Alfi menjemput nya untuk pertama kali. tapi begitu ia tahu kalau Alfi akan lembur kerja bareng Elisa, semua nya malah membuat ia menjadi kesal apalagi saat ia tahu kalau Alfi belum memutuskan hubungan nya dengan Elisa, rasa-rasa nya ia ingin mencakar wajah Alfi sampai ia puas.
Khaira menaiki jok belakang motor Alfi dengan wajah cemberut.
" kok belum jalan " tanya khaira dengan nada jengkel karna Alfi belum juga menjalan kan motor nya padahal ia sudah cukup lama menaiki motor Alfi.
" memang nya kamu mau jatuh karna tidak berpegangan " Alfi malah bertanya balik yang membuat khaira memutar mata nya malas.
" udah deh gak usah lebay, aku udah biasa kali naik motor tanpa berpegangan, memang nya kamu fikir ini drama romantis yang ada di film-film. bilang aja kamu mau aku peluk kan, Dasar modus ".
ucap khaira dengan nada ketus, Alfi tak perduli dengan ocehan khaira sambil mengidikkan bahu nya.
" Terserah kalau terjadi apa- apa jangan salah kan aku " ucap Alfi. ia lalu menyala kan motor nya dan menjalan kan nya.
Awal nya Alfi menjalan kan motor nya dengan kecepatan sedang namun lama-lama kelamaan Alfi malah mempercepat kecepatan nya.
Khaira bertambah kesal pada Alfi yang mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi. dengan terpaksa ia melingkarkan tangan nya di perut Alfi karna takut terjatuh.
Alfi malah tersenyum senang saat melihat khaira melingkarkan tangan di perut nya. Alfi memang sengaja mempercepat kecepatan motor nya agar khaira mau memeluk nya dari belakang.
" kamu udah siap jadi duda ya ? " tanya khaira pada Alfi ia mendekatkan wajah nya di telinga Alfi saat mengatakan nya.
" siapa juga yang mau jadi duda, jangan ngaur deh kalau ngomong " ucap Alfi tak suka mendengar ucapan yang di lontarkan khaira.
" ngak mau jadi duda ngapain kamu bawa motor kaya orang gila ? kalau aku jatuh gimana? " tanya khaira lagi, ia masih mendekatkan wajah di telinga Alfi.
" makanya pegangan dong biar ngak jatuh " ucap Alfi sambil tersenyum senang.
" dasar modus " ucap khaira kesal, Alfi mengernyitkan dahi nya tak mengerti dengan ucapan khaira karna ia tak mendengar nya dengan jelas.
" kamu ngomong apa sih aku ngak dengar ? " tanya Alfi sambil memundurkan badan nya ke belakang mendekati khaira.
" Ngak usah modussss..... " teriak khaira di telinga Alfi membuat telinga nya terasa berdengung.
" ngak usah teriak-teriak kali, kamu ngak liat tuh orang-orang pada liat ke arah kita karna teriakan kamu itu? " ucap Alfi, khaira melihat ke sekeliling jalan dan benar saja banyak orang yang menatap Heran ke arah mereka.
khaira hanya cengengesan melihat banyak orang yang menatap ke arah nya.
" Maka nya bisa pelan-pelan aja ngak bawa motor nya " ucap khaira. Alfi memutar mata nya malas akhir nya ia memelan kan kecepatan motor nya.
Begitu motor yang di kendarai Alfi kembali melaju dalam kecepatan sedang khaira langsung melepaskan tangan nya yang melingkar di pinggang alfi.
Alfi menolehkan pandangan nya ke arah perut nya saat merasakan khaira melepaskan tangan nya yang melingkar di perut nya.
" khaira kalau kamu lepas pegangan kamu, aku akan menambah kecepatan nya seperti tadi " Ancaman Alfi membuat khaira berdecak kesal, dengan terpaksa ia kembali melingkar kan tangan nya di perut Alfi..
" PUAS " ucap khaira di telinga Alfi, Alfi malah tersenyum senang karna khaira kembali melingkarkan tangan di perut nya.
" Dasar modus " gerutu khaira Alfi mendengar apa yang di ucapkan khaira namun ia tak menanggapi nya, Alfi hanya fokus mengendarai motor nya.
Sepanjang jalan tak henti-henti nya khaira menggerutu kesal, namun Alfi hanya bersikap acuh seolah ia tak mendengar semua ocehan khaira.
🔷 🔷 🔷 🔷 🔷
-
-
-
Happy Reading
semoga readers suka dengan episode kali ini ya..
maaf kemarin cerita nya ngak nyambung, karna sebenar nya author ingin menceritakan awal dari kesuksesan khaira menjadi seorang desainer.
Tetap semangat ya untuk memberikan dukungan dan juga komentar nya
dan jangan lupa untuk memberikan like yang lebih banyak agar author makin semangat untuk meng up episode selanjut nya.... 😊😘
-
-
Salam Author
-
__ADS_1
-
Ety Salmila