Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Diam Mu, Derita Ku


__ADS_3

*** Lebih Baik Kau Marah Dengan Memaki Diriku •••


Dari Pada Kau Hanya Diam Membisu Membuat Ku Jadi Tak Menentu ***


🍂 Alfianda Rahman 🍂


🖤 🖤 🖤 🖤 🖤


Khaira mengerjapkan matanya berulang kali saat mendengar suara adzan yang berkumandang, berusaha mengumpulkan kesadaran nya. antara mimpi dan nyata khaira merasa seseorang kini sedang mendekap nya.


Khaira kembali mencoba membuka mata yang masih terasa mengantuk. saat mata nya telah terbuka sepenuh nya, ia begitu kaget saat melihat Alfi yang sedang mendekap nya dalam pelukan nya.


Khaira segera mendorong tubuh Alfi menjauh dari nya. Alfi yang masih tertidur dengan lelap terbangun saat khaira mendorong tubuh nya dengan kuat, hingga ia hampir terjatuh dari tempat tidur.


" Loe ngapain sih dorong gue, bikin orang kaget aja ? untung aja gue ngak jatuh, coba kalau gue jatuh terus tulang gue patah memang nya loe mau punya suami cacat? " ucap Alfi dengan sedikit meninggikan suara nya.


" harus nya aku yang nanya ngapain kamu tidur di sini? terus ngapain kamu peluk- peluk aku segala? semalam kan aku udah bilang aku ngak mau tidur sama kamu, terus ngapain kamu tidur di samping aku? " ucap khaira ia mengatakan ucapan nya itu dengan ketus.


" hehehe, gue ngak bisa tidur di sofa karna terlalu sempit terus gue juga kangen tau di peluk sama loe saat tidur maka nya semalam saat loe tidur gue naik ke atas ranjang, terus gue tidur di samping loe " ucap Alfi cengengesan.


" memang nya loe ngak kangen apa sama gue ? udah tiga hari loh kita ngak ketemu " goda Alfi, khaira memutar mata nya malas mendengar ucapan alfi.


" mau tiga hari, seminggu, bahkan sebulan sekali pun, aku ngak akan merindukan kamu, ngapain juga rindu sama suami tukang selingkuh kaya kamu, ngak penting banget " ucap khaira sambil membuang pandangan nya dari Alfi.


" beneran ngak bakalan rinduu ??? " godanya lagi, khaira bangkit dari tempat tidur berjalan ke arah kamar mandi tanpa menanggapi godaan Alfi pada nya.


Setelah membersihkan diri nya dan mengambil wudhu khaira ke luar dari kamar mandi ia melihat Alfi yang kini masih berbaring di tempat tidur.


Ia berjalan melewati alfi menuju ke arah lemari lalu mengambil sajadah dan mukena nya, setelah menggelar sajadah ia masih melihat Alfi yang berbaring di tempat tidur.


" ngak shalat ?, lagi PMS ya? " tanya khaira sinis sambil melirik ke arah Alfi. Alfi yang lagi tidur di atas tempat tidur menoleh ke arah khaira.


" kalau ngomong tuh jangan ngaur maka nya jangan kebanyakan nonton drama begini kan jadi nya " ucap Alfi ia bangun dari tidur nya dan berjalan ke arah kamar mandi.


" apasih ngak nyambung banget jadi orang " ucap khaira sinis, kemudian ia memakai mukena dan melaksanakan shalat subuh sendirian.


Alfi keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi dan berwudhu. dilihat nya khaira yang kini melaksankan shalat nya sendirian.


" tadi nanya shalat apa ngak? nah sekarang dia malah shalat duluan, ngak jelas banget " geretu Alfi, ia berjalan ke arah khaira saat melihat khaira sudah duduk tahiyat akhir pada shalat nya.


" Assalamualaikum warahmatullah... " ucap khaira mengakhiri shalat nya, sambil menoleh kan kepala nya ke kanan dan kiri.


" kenapa loe ngak nunggu gue selesai mandi dulu? kalau loe nunggu gue, kita kan bisa shalat berjamaah " ucap Alfi saat melihat khaira selesai mengucapkan salam nya.


" kelamaan , maka nya aku shalat duluan, " ucap khaira sambil bangkit berdiri dari sajadah dan kemudian menoleh ke arah Alfi.


" kenapa masih di situ udah shalat sana, nanti keburu matahari nya terbit lagi " ucap khaira saat melihat Alfi yang masih terdiam menatap kearah nya.


khaira membuka mukena nya lalu meletakkan nya di tempat semula, sedangkan sajadah nya di gunakan Alfi untuk melaksanakan shalat nya.


Khaira keluar kamar meninggalkan Alfi yang kini sedang melaksanakan shalat. berjalan menuju ke arah dapur untuk memasak sarapan pagi.


" selamat Pagi bi " sapa khaira pada bi siti saat melihat bi siti yang sedang menyiapkan bahan makanan untuk di masak.


" eh non khaira, selamat pagi " ucap bi siti saat melihat khaira yang berjalan ke arah nya.


" Non kenapa pagi-pagi gini udah ada di dapur ? " tanya bi siti pada khaira yang kini sudah berdiri di samping nya.


" aku mau bantu bibi masak boleh ? " tanya khaira sambil mengamati bi siti yang sedang mengiris bawang merah.

__ADS_1


" ngak usah non bibi masak sendiri aja, lagian cuma masak udang goreng sama sambal balado terus nanti bibi mau masak gulai ikan lele.


" ikan lele wah pasti enak banget tuh bi, oe ya bibi mau masak tumis minyak atau masam keueung ( Asam Pedas)? " tanya khaira pada bi siti.


" kalau menurut non enak nya gimana? " bi siti kembali bertanya pada khaira, berusaha meminta pendapat dari khaira.


" kalau menurut khaira kita tumis minyak aja bi pasti enak " ucap khaira.


" ngak masalah bibi mah ikut aja apa kata non " ucap bi siti sambil cengengesan.


Akhir nya khaira membantu bi siti memasak di dapur. saat khaira sedang memasak tiba-tiba Alfi datang ke dapur menghampiri mereka.


" Wah beruntung gue punya istri pintar masak kaya loe " ucap Alfi sambil melingkarkan tangan nya di pinggang khaira.


bi siti tersenyum saat melihat Alfi yang bersikap mesra pada khaira.


" jauhin ngak tuh tangan dari tubuh ku? ngak malu apa di lihat sama bibi ? " khaira mengucapkan kata-kata nya dengan ketus.


" ngapain malu? bibi juga pernah muda kali, ya kan bi? " ucap Alfi sambil menaik turun kan alis nya ke arah bi siti.


bibi yang mendengar ucapan Alfi wajah nya malah memerah karna malu.


" apaan sih udah sana pergi kalau ngak aku siram pakai gulai ni mau? " ucap khaira, tangan nya masih sibuk mengaduk gulai yang sedang mendidih itu.


Alfi langsung menjauhkan diri nya dari khaira saat mendengar ucapan khaira.


" galak banget sih jadi istri, harus nya tuh yang lembut sama suami jangan galak-galak " ucap Alfi sambil menatap ke arah khaira yang masih fokus pada masakan nya.


Khaira hanya diam tak menanggapi ucapan Alfi.


setelah selesai masak khaira beserta bibi menata makanan di atas meja. saat khaira menata makanan di atas meja, mama papa, dan zuhdi menghampiri mereka tak lama kemudian Alfi pun ikut bergabung di meja makan.


" ini kamu yang masak? " tanya mama Alfi pada khaira, sambil mengamati hidangan makanan di atas meja .


Saat sedang makan mama Alfi kembali menanyakan pada Alfi soal perpindahan mereka.


" Alfi kalian jadi pindah hari ini ? " tanya mama Alfi pada Alfi dan khaira. Alfi melirik ke arah khaira yang hanya terdiam


" jadi ma, habis ini kami mau membereskan barang - barang kami " jawab Alfi lalu kembali menyantap makanan nya.


Mama Alfi hanya diam mendengar ucapan Alfi, ia tahu jika kini dirinya tak berhak lagi melarang Alfi pergi karna kini ia sudah memiliki tanggung jawab yang mesti di tanggung nya.


Setelah selesai makan Alfi dan khaira segera membereskan pakaian nya. Alfi yang melihat khaira terdiam sejak tadi pagi dan tak berbicara padanya, mencoba mengajak khaira agar bicara pada nya.


" khaira kemarin loe kan cari kerjaan, gimana udah dapat belum kerjaan nya kalau belum nanti gue akan bantu loe buat cari kerjaan " ucap Alfi ia menatap ke arah khaira yang kini sedang memasukkan pakaian nya ke dalam koper.


" Khaira kalau ada yang nanya tuh di jawab, nanti dosa loh ngak jawab pertanyaan gue, ingat dosa besar bagi seorang istri yang ngak menjawab bila suami nya bertanya " ucap Alfi sambil tersenyum miring ke arah khaira.


" ngak perlu aku udah dapat kerjaan nya, dan tolong jangan banya tanya aku malas bicara sama kamu " ucap khaira dengan suara datar dan tatapan tajam. khaira menaruh koper nya yang berisi pakaian di lantai.


" aku tunggu di bawah jangan lama-lama " ucap khaira masih dengan suara datar, lalu ia melangkah kan kaki nya meninggalkan Alfi di dalam kamar.


" kok sikap khaira sekarang gitu ya? kalau ngomong ketus sikap nya juga jadi dingin, terus sekarang dia lebih banyak diam " ucap Alfi pada diri nya.


" Arrrggghhh..... "


Alfi mengusap wajah nya kasar merasa pusing memikirkan khaira yang tiba-tiba berubah dingin pada nya.


Alfi meraih dua koper yang berisi pakaian dan berbagai perlengkapan nya. lalu melangkah keluar kamar.

__ADS_1


Saat berada di lantai bawah ia melihat mama dan khaira sedang mengobrol di sana.


" ma. " Alfi memanggil mama nya saat kaki nya melangkah ke arah dua wanita yang kini sedang berbicara serius.


" Alfi " ucap mama Alfi sambil tersenyum, saat melihat Alfi melangkah ke arah nya dan khaira.


Alfi berdiri tepat di samping khaira yang kini berdiri di depan mama nya.


" ma Alfi dan khaira pergi dulu ya doa kan kami semoga kami bisa hidup mandiri, bisa lebih dewasa lagi " ucap Alfi pada mama nya.


" iya mama pasti selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian, dan mama minta sama kalian kalau ada masalah tolong selesai kan secara baik-baik " ucap mama Alfi sambil menatap Alfi dan khaira secara bergantian.


" ya ma, makasih karna mama selama ini sudah memberikan banyak nasihat buat kami, kalau gitu kami pamit dulu " ucap Alfi sambil menyalami mama nya.


" ya hati-hati di jalan dan kamu khaira ingat apa yang tadi mama katakan sama kamu " ucap mama Alfi sambil melirik ke arah khaira.


" iya ma khaira Akan selalu mengingat nya " ucap Alfi sambil tersenyum, lalu ia menyalami mama Alfi.


" Assalamualaikum " ucap khaira dan Alfi bersamaan.


" Waalaikumsalam " jawab mama Alfi. lalu Alfi dan khaira berjalan ke arah mobil memasukkan barang-barang nya ke dalam bagasi mobil.


Secara perlahan mobil yang di kendarai Alfi meninggalkan rumah mama nya, berjalan menyusuri ibu kota yang di penuhi oleh berbagai kendaraan.


Saat di dalam mobil hanya keheningan di antara Alfi dan khaira. Alfi yang sedang mengemudi melirik ke arah khaira yang menatap ke arah jalanan dan Hanya terdiam.


" loe kenapa sih dari tadi diam aja ? " tanya Alfi saat melihat khaira yang hanya duduk terdiam. khaira menatap ke arah Alfi sejenak lalu kembali menolehkan pandangan nya ke arah jalanan.


" Khaira ngomong dong jangan diam aja, kalau loe hanya diam gue jadi serba salah, ngak tahu harus lakuin apa biar loe mau memaafkan gue " ucap Alfi ia kembali melirik ke arah khaira yang masih tak bergeming dari pandangan nya yang menatap ke arah jalanan.


" Khaira.... tolong loe jangan buat gue tersiksa dengan sikap loe yang dingin dan hanya diam, gue ngak bisa di perlakukan seperti ini "


Khaira yang mendengar ucapan Alfi menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.


" Dan aku juga ngak bisa jika kamu perlakukan aku seperti ini, melarang aku dekat dengan semua laki-laki sedang kan kamu ?, Kamu malah menjalin hubungan dengan wanita lain " ucap khaira berusaha menahan amarah nya yang kini hampir bisa menguasai diri nya.


" kalau masalah kamu melarang ku dekat dengan laki-laki lain aku Terima, karna dalam islam pun sangat melarang seorang wanita terlalu dekat dengan laki-laki yang bukan mahram nya apalagi wanita itu sudah menikah.


namun jika masalah hubungan mu dengan wanita itu aku tidak bisa menerima nya " ucap khaira ia kembali mengarahkan pandangan nya menatap ke arah jalanan melalui kaca jendela mobil.


" lalu apa yang harus aku lakukan ? " tanya Alfi pada khaira, khaira menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.


" TINGGALKAN DIA "


DEG


DEG


DEG


💘 💘 💘 💘 💘


Gimana ni tanggapan Alfi atas permintaan khaira ?


Akan kah Alfi meninggalkan Elisa?


Atau ia akan tetap mempertahankan hubungan nya dengan Elisa ?


Nantikan episode selanjut nya !!!

__ADS_1


Salam Author


Ety Salmila


__ADS_2