
*** Terkadang Cinta Tak Harus Selalu Memiliki Cukup Melepas Kan Nya Dan Melihat Ia Bahagia, Itu Akan Menjadi Hal Terindah Bagi Kita, Sekali Pun Ia Bersama Yang Lain . ***
*•*•* Elisa & Rizwan *•*•*
🍂 🍂 🍂 🍂 🍂
-
" Aku sudah menemukan sosok laki-laki pengganti alfi " ucap Elisa sambil tersenyum malu-malu.
" Hahhhh...??? "
Alfi dan khaira menatap tak percaya ke arah nya bagaiman bisa secepat itu ia bisa mencari pengganti Alfi, padahal mereka baru beberapa menit lalu mengakhiri hubungan mereka.
" Kamu pasti sedang bercanda kan? masa secepat itu kamu menemukan pengganti alfi bahkan kalian baru beberapa menit lalu mengakhiri hubungan kalian ".
Ucap khaira sambil menatap ke arah Elisa. sedang kan Alfi hanya terdiam di belakang khaira.
" benar khaira aku ngak bohong, orang nya pun ada di dini " ucap Elisa masih dengan menampilkan senyuman manis nya.
" Hahhh..?? Memang nya siapa orang nya..??? " tanya khaira sambil mengernyitkan dahi nya, begitu pun dengan Alfi yang berdiri di belakang khaira.
" Dia..... " Elisa sengaja menghentikan ucapan nya, agar Alfi dan khaira semakin penasaran terhadap nya.
" Dia.....dia sekarang berdiri di samping ku " ucap Elisa membuat pandangan khaira dan Alfi mengarahkan ke arah samping Elisa.
Alfi dan khaira sama-sama menampakkan kebingungan mereka saat mereka melihat ternyata Rizwan yang berdiri di samping elisa .
" Rizwan ....??? " ucap Khaira tanpa sadar ia menolehkan pandangan nya ke arah Elisa seolah ia bertanya ' serius..??? ' , dan Elisa menganggukkan kepala nya sebagai jawaban membuat khaira dan Alfi menganga lebar.
" beneran....??? " tanya khaira memastikan, kali ini ia menanyakan nya pada rizwan .
" iya benar apa yang di katakan Elisa sebentar lagi kami akan bertunangan " ucap rizwan pada Elisa sambil menampakkan senyuman terpaksa nya.
" kok bisa..??? " kali ini bukan khaira yang bertanya melainkan Alfi yang masih setia berdiri di belakang khaira. khaira langsung membalikkan badan nya ke arah Alfi saat mendengar suara suami nya itu.
Begitu pun dengan Elisa ia juga menatap ke arah Alfi., kemudian Elisa menjelaskan kepada Alfi dan khaira mengapa ia bisa menjalin hubungan sedekat itu dengan rizwan.
Khaira kembali menolehkan pandangan nya saat mendengar Elisa yang kembali berbicara.
" kami di jodohkan oleh kedua orang kami satu bulan yang lalu " ucap Elisa ia mengarahkan pandangan nya ke arah khaira, yang kini juga menatap ke arah nya.
" Awal nya aku menolak perjodohan itu karna aku masih berhubungan dengan Alfi tapi setelah aku mendengar semua perbincangan Alfi dengan zaki waktu itu, akhir nya aku memilih untuk menerima perjodohan ini. "
Elisa menghentikan ucapan nya sejenak pandangan nya masih terarahkan pada khaira.
" Aku memang belum bisa mencintai rizwan dan begitu pula dengan rizwan yang belum bisa mencintai ku, Aku fikir kami bisa sama-sama belajar untuk saling mencintai.
Aku tau sampai saat ini ia masih mencintai seorang wanita yang menjadi cinta pertama nya, namun aku yakin cepat atau lambat rasa itu pasti akan tumbuh ".
Elisa kembali menghentikan ucapan nya, berusaha membuat diri nya lebih tenang, agar ia bisa mengucapkan ucapan selanjut nya.
Sedangkan khaira ia sudah menundukkan kepala nya, saat Elisa mengatakan jika rizwan masih mencintai seorang wanita, dan ia tau jika wanita itu pasti diri nya. meski pun mungkin Elisa tidak mengetahui siapa wanita yang ia maksud, karena mereka baru pertama kali bertemu.
" Tapi sungguh aku tak pernah menyangka jika wanita yang di cintai rizwan adalah kamu khaira ".
DEg
Khaira langsung menolehkan pandangan nya ke arah Elisa saat mendengar ucapan nya itu. ia bingung bagaimana Elisa bisa tau jika wanita yang dimaksud rizwan adalah diri nya.
" Rizwan menceritakan semua nya tentang kamu pada ku, dia mengatakan jika kamu sudah menikah dengan laki-laki lain. Aku mencoba membuka akun sosmed kamu, dari situlah aku tau seperti apa wajah wanita yang di cintai oleh rizwan.
Dan aku terkejut saat melihat kamu berjalan dengan Alfi, aku sempat tak percaya jika orang yang di cintai rizwan adalah istri dari mantan kekasih ku".
Elisa kembali menghentikan ucapan nya ia menatap khaira dan Alfi secara bergantian.
__ADS_1
" Tapi aku sudah mengikhlaskan nya khaira, aku bahagia karna wanita yang mendampingi Alfi adalah wanita sehebat kamu ".
Elisa tersenyum ke arah khaira yang kini air mata sudah tertampung di pelupuk mata nya.
Khaira tak mampu mengucapkan sepatah kata pun ia langsung berhambur memeluk Elisa, khaira tak pernah menyangka jika Elisa juga memiliki hati yang lembut, pantas saja Alfi merasa begitu berat untuk melepaskan nya.
Elisa tersenyum saat khaira memeluk nya ia juga membalas pelukan khaira.
" Maaf karna aku kalian harus terpisah, maaf karna aku sudah mengatakan kata-kata kasar pada mu, menuduh kamu melakukan hal yang tak pernah kamu lakukan ".
Ucap khaira dengan sesegukan, ia masih memeluk Elisa. Khaira akui jika Elisa juga termasuk calon istri idaman bagi setiap laki-laki, mengingat Elisa yang juga memiliki hati selembut salju.
ia rela mengalah demi kebahagiaan orang lain, meski pun hati nya terluka ia berharap suatu saat nanti Elisa dan rizwan bisa menjadi pasangan yang harmonis dan hidup bahagia.
" sudahlah tak perlu mengulang kata maaf berulang kali, lagi pula aku sudah mengangap semua yang telah terjadi adalah masa lalu, dan sekarang yang terpenting aku mau kalian hidup bahagia layak nya pasangan lain nya ".
ucap Elisa sambil tersenyum menatap Alfi dan khaira secara bergantian. khaira melepaskan pelukan nya dari Elisa.
Khaira menatap ke arah Alfi yang kini juga menatap ke arah nya sambil tersenyum. Khaira kembali menolehkan pandangan nya ke arah Elisa.
" Terima kasih Elisa kamu wanita yang baik aku berharap kamu juga akan hidup bahagia dengan rizwan, aku pasti akan selalu mendoakan kebahagiaan kamu dan rizwan ".
Ucap khaira sambil tersenyum ke arah Elisa, yang juga di balas dengan senyuman oleh nya. kemudian ia menatap ke arah rizwan yang berada di samping Elisa.
" Rizwan maaf jika aku sudah membuat kamu terluka, tapi aku ucapkan Terima kasih atas kesetiaan kamu pada ku, atas semua cinta yang kamu berikan, dan aku minta maaf karna tak bisa membalas nya, takdir tak mengizinkan kita untuk bersama.
Sekarang aku minta pada kamu untuk mencoba melupakan aku dan mencoba untuk mencintai Elisa, kamu akan jadi laki-laki yang beruntung Rizwan, karna memiliki wanita yang secantik dan sebaik Elisa ".
ucap khaira, sejenak ia melirik ke arah Elisa dan kemudian kembali menatap ke arah rizwan yang kini juga menatap ke arah nya.
" aku selalu mencoba melupakan kamu khaira, kamu tak perlu khawatir dengan luka ku, cukup dengan melihat kamu tersenyum dan bahagia itu sudah menjadi hal terindah bagi ku, meski pun aku tak bisa memiliki mu "
Ucap rizwan dengan senyum yang dipaksa kan, jujur saja tak mudah bagi nya mengikhlaskan wanita yang ia cintai kepada laki-laki lain. Rizwan beralih menatap ke arah Alfi yang kini berdiri di samping khaira.
" dan kamu...... " ucap rizwan ia menatap lekat ke arah Alfi, yang kini juga menatap ke arah nya.
" Aku janji akan membuat khaira bahagia dan menjaga nya dengan baik " ucap Alfi ia tersenyum dan mengalihkan pandangan nya ke arah khaira. kemudain kembali menatap ke arah rizwan.
" Terima kasih atas cinta yang selama ini kamu berikan untuk khaira dan aku berharap suatu saat nanti kamu dan Elisa bisa saling mencintai "
Ucap Alfi ia menoleh ke arah Elisa dan menampakkan senyum nya, Elisa membalas nya dengan senyum yang di paksakan.
" kalau begitu masalah kita sudah selesaikan, dan aku berharap kita bisa menjalin hubungan persahabatan tanpa ada dendam dan permusuhan " ucap Elisa sambil menampakkan senyum nya, kepada ketiga orang yang ada di hadapan nya.
" Tentu...aku sangat senang jika kita bisa bersahabat dengan baik " ucap khaira yang juga tersenyum pada Elisa. mereka kembali berpelukan sebagai tanda perdamaian.
" ya udah kalau gitu kami pergi dulu ya, nikmati waktu berdua kalian, anggap saja apa yang terjadi malam ini sebagai angin yang berlalu"
Alfi dan khaira hanya tersenyum mendengar ucapan Elisa.
" selamat malam dan semoga kalian selalu bahagia, oh... ya nanti kami akan mengundang kalian di hari pernikahan kami, dan aku berharap kalian akan menghadiri nya " ucap Elisa lagi dengan senyum yang mengembang.
" kami tunggu kabar bahagia nya " ucap Alfi ia juga tersenyum bahagia mendengar ucapan Elisa.
" kami pergi dulu ya.... Assalamualaikum... " ucap Elisa pada Alfi dan khaira.
" waalaikum salam.... " jawab Alfi dan khaira secara bersamaan. setelah itu Elisa dan rizwan meninggalkan khaira dan Alfi di taman tersebut.
Setelah kepergian Elisa dan rizwan hanya keheningan yang terjadi di antara Alfi dan khaira. merasa bosan berada dalam situasi seperti itu mereka mencoba membuka suara nya.
" Aku / Aku "
Tanpa sengaja mereka mengucapkan kata yang sama membuat mereka merasa kikuk. entah mengapa tiba-tiba susana nya terasa begitu canggung.
" kamu mau ngomong apa, ngomong aja " ucap Alfi sambil melirik ke arah khaira, entah mengapa ia tak mampu menatap khaira saking gugup nya.
__ADS_1
" duluan aja " ucap khaira ia juga merasa sangat gugup saat berada di dekat alfi.
" baiklah aku yang akan bicara lebih dulu " ucap Alfi kini ia berdiri menghadap ke arah khaira.
Alfi mengenggam tangan khaira, hingga khaira memutar tubuh nya agar ia bisa berhadap-hadapan dengan Alfi. mereka saling menatap satu sama lain. ada rasa hangat di hati khaira saat ia merasakan kembali genggaman tangan Alfi di tangan nya.
" Aku minta maaf karna hari ini aku kembali membuat kamu menangis dan kecewa. aku janji ini yang terakhir kali nya, aku akan pastikan jika hal ini tak akan terulang lagi "
Ucap Alfi ia menghentikan ucapan nya sejenak, ia menatap lekat ke arah khaira, sedang kan tangan nya tak pernah lepas mengenggam tangan khaira.
" Aku minta maaf... tolong berikan aku kesempatan sekali lagi aku sangat mencintai kamu khaira, maaf jika aku selalu memberikan luka di sela kebahagiaan mu ". Ucap Alfi dengan bersungguh-sungguh dan dengan tatapan memohon.
" Hufff.... "
Khaira menghembus nafas nya kasar, ia menundukkan kepala nya mencoba mencari pilihan yang tepat antara memaafkan atau melepaskan alfi.
Kemudian khaira kembali menatap Alfi setelah ia mendapatkan jawaban nya.
" baik lah, aku maaf kan tapi ini yang terakhir kali selanjut nya takkan ada lagi kata maaf untuk mu ".
Alfi yang mendengar ucapan khaira kembali menampakkan senyuman nya. begitu pun dengan khaira yang juga tersenyum ke arah Alfi.
Meski pun berat bagi khaira untuk memaafkan Alfi karna mengingat Alfi yang sudah berulang kali menyakiti nya, Namun ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Alfi, jika nanti ia mengulangi kesalahan yang sama maka khaira benar-benar akan memilih pergi.
" Terima kasih..... " hanya itu yang mampu di ucap kan nya di antara seribu pilihan kata, sungguh ia bahagia saat ia mendapatkan kata maaf dari khaira.
Alfi lalu membawa khaira dalam dekapan nya, ia tak perduli jika saat ini ia berada di tempat umum yang di lalui banyak orang meski pun mungkin orang akan mencibir mereka karna berpelukan di tempat umum.
Khaira yang mendapat pelukan dari Alfi ia juga membalas nya, menempelkan wajah nya di dada suami nya.
Khaira merasakan detak jantung Alfi yang berpacu lebih cepat sama seperti detak jantung nya, yang seolah berdetak seirama dengan detak jantung Alfi.
" acara dinner kita masih bisa berlanjut kan.....??? " tanya Alfi pada khaira tanpa melepaskan pelukan nya itu.
" heummm..... " Seperti biasa khaira selalu menjawab pertanyaan Alfi dengan gumaman nya.
" ya udah kalau gitu ayo kita pergi " Alfi melepaskan pelukan nya lalu mengenggam tangan khaira.
" Sekarang....???? " tanya khaira sambil menatap lekat ke arah Alfi.
" ya iya lah sekarang nanti restoran nya malah tutup lagi kalau kita kelamaan disini " ucap Alfi sambil mengamati wajah khaira.
" heumm.... baik lah..... " ucap khaira dengan nada malas. dan mengalihkan pandangan nya ke arah jalanan.
Akhir nya mereka berjalan ke arah restoran yang ada di depan taman tersebut.
-
💕 💕 💕 💕 💕
-
Happy Reading....
Terima kasih atas komentar dan like nya.
Berikan komentar dan like yang lebih banyak lagi...
karna like dan komentar adalah sebagai salah satu bentuk dukungan readers pada author.
Terima Kasih 🙏😘
-
Salam Author
__ADS_1
-
Ety Salmila