
*** Hal Yang Cukup Membahagiakan Bagi Ku Saat Aku Mendengar Kata-kata Mu •••
Kata-Kata Yang Sejak dulu Kunantikan Dari Mu •••
Kata-Kata Yang Mengungkapkan Perasaan Mu Padaku, Kini Cinta Ku Telah Terbalaskan, •••
Namun, Maaf Karna Ku Tak Bisa Untuk Mewujudkan Semua Mimpi Dan Harapan Ku Bersama Mu, Maaf....
AKU MEMILIH SETIA ***
~ ~ Khaira Najwa Safira ~ ~
k💘 h💘a 💘 i💘 r💘a
rizwan menatap bingung ke arah Alfi dan khaira, apa mungkin khaira sudah menikah? , tapi ia tak mendengar kabar apapun tentang pernikahan khaira saat ia kembali ke kampung halaman nya.
" ia khaira istri gue, kenapa loe ngak percaya ? " ucap Alfi ia masih tetap menapakkan senyum menyeringai nya pada rizwan.
Rizwan mengalihkan pandangan nya ke arah khaira. menatap wanita itu dengan tatapan menyelidik.
" Khaira apa benar semua yang di katakan sama dia ? " ucap rizwan sambil menunjukan Alfi dengan jari telunjuk nya.
" JAWAB KHAIRA " ucap rizwan dengan sedikit meninggikan suara nya, Alfi tidak Terima saat melihat rizwan meninggikan suara nya pada khaira.
" berani nya loe meninggikan suara loe saat berbicara dengan khaira " ucap Alfi ia menatap tajam ke arah rizwan, ia berusaha menahan emosi yang kini sudah berada di puncak nya.
namun rizwan tidak memperdulikan tatapan tajam dari Alfi. ia masih tetap menatap dan menunggu jawaban dari khaira.
" Khaira tolong jawab pertanyaan aku apa benar kamu sudah menikah dengan nya? " rizwan kembali mengulangi pertanyaan nya namun kali ini suara nya terdengar lebih lembut.
" SAYANG, lebih baik kamu katakan yang sebenar nya tentang hubungan kita sama laki-laki tengil ini " ucap Alfi ia tak sungkan - sungkan melingkar kan tangan nya di pinggang ramping khaira.
Rizwan merasa tak suka dan tak rela saat melihat Alfi merangkul pinggang khaira dan membuat jarak di antara mereka semakin dekat.
Rasa sakit kini menjalar ke seluruh hati nya, namun apa yang bisa ia lakukan saat melihat Alfi merangkul khaira, tak mungkin kan ia menghalangi Alfi melakukan semua itu pada khaira?. terlebih jika Alfi memang benar suami khaira itu akan jadi hal memalukan bagi nya karna melarang seorang suami dekat dengan istri nya.
" Aku mau bicara empat mata dengan rizwan bolehkan " ucap khaira sambil menatap ke arah Alfi dengan tatapan memohon.
" NGAK " jawab Alfi singkat ia memalingkan wajah nya ke arah lain.
mana mungkin ia membiarkan istri nya berbicara dengan laki-laki yang pernah di cintai istri nya itu.
bagaimana jika nanti khaira memilih untuk pergi bersama rizwan dan meninggalkan nya. Tidak... tidak ia tak akan membiarkan hal itu terjadi.
" tolong 5 menit juga ngak pa pa " ucap khaira ia mengatup ke dua tangan nya di depan dada seraya menatap Alfi dengan tatapan memohon.
Alfi mendengus kesal saat melihat tatapan memohon dari khaira, tak tega rasa nya jika ia harus menolak permintaan khaira.
" ok baik lah aku beri waktu 3 menit karna 5 menit terlalu lama bagi ku " ucap Alfi tanpa menolehkan pandangan nya ke arah khaira, Alfi melepaskan rangkulan nya pada pinggang khaira.
Khaira menganggukan kepala nya, ia tak ingin membantah apa yang di katakan Alfi, takut nya nanti Alfi malah tak lagi mengizinkan nya untuk berbicara dengan rizwan.
" ikut aku ada yang ingin aku bicara kan dengan mu " ucap khaira seraya menatap ke arah rizwan, rizwan hanya menganggukkan kepala nya dan melangkah mengikuti langkah kaki khaira.
sejenak ia menatap ke arah Alfi yang terlihat tidak suka saat khaira mengajak nya bicara hanya berdua saja, Namun ia tak perduli saat melihat tatapan Alfi pada nya yang ia perdulikan adalah ia bisa mendapatkan penjelasan dari khaira.
" Katakan apa yang ingin kamu bicara kan ? "
tanya rizwan saat mereka berdiri agak jauh dari tempat Alfi berdiri. namun Alfi masih bisa melihat apa saja yang di lakukan rizwan dan khaira, hanya saja ia tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.
" Soal hubungan ku dengan dia, aku juga akan menjelaskan mengapa aku menolak perasaan mu itu " ucap khaira ia menatap sekilas ke arah rizwan, lalu memaling kan pandangan nya ke sekitar taman.
__ADS_1
" Jadi benar apa yang dia katakan jika kamu sudah menikah dengan dia "
rizwan menatap lekat ke arah khaira, rasa nya ia tak sanggup menerima kenyataan jika seandai nya khaira benar-benar sudah menjadi milik orang lain.
" Maaf " ucap khaira lirih ia berusaha menahan air mata nya.
Rizwan benar-benar tak menyangka jika gadis yang ia cintai, wanita yang selalu ia rindukan kini sudah menjadi milik orang lain.
" Sudah berapa lama kamu menikah dengan nya ? " Tanya rizwan suara nya terdengar datar, kecewa itulah satu kata yang menggambarkan perasaan nya pada khaira.
" 7 bulan yang lalu " Ucap khaira suara nya masih terdengar lirih, ia tahu jika setiap kata yang ia keluar kan saat ini akan sangat menyakitkan bagi rizwan.
" Kenapa kamu tidak mengatakan nya pada ku jika kamu sudah menikah? " rizwan kembali bertanya, rasa sakit di hati nya belum juga menghilang, di tambah lagi saat ia mengetahui jika khaira sudah menikah hampir satu tahun dengan Alfi.
Berat rasa nya saat ia harus menerima kenyataan yang begitu pahit dalam hidup nya. Rasa sakit itu semakin terasa saat baru saja ia mengungkapkan perasaan nya pada khaira namun, ia harus menelan rasa kekecewaan nya.
" untuk apa aku mengatakan nya pada mu sedangkan Hubungan kita selama ini hanya lah sebatas teman " ucap khaira ia memandang ke arah Alfi dengan mata nya yang berkaca-kaca.
" Apa kamu tidak merasakan semua perhatian yang aku berikan pada mu selama ini karna aku memiliki perasaan pada mu ? "
rizwan kembali bertanya pada khaira, pandangan nya tak pernah teralih kan dari wajah cantik wanita di depan nya itu.
" aku tahu, aku bisa merasakan nya jika kamu mencintai ku, dari setiap perhatian yang kamu berikan padaku selama ini, karna itulah kenapa aku selalu berusaha menghindar dari kamu karna aku tak ingin menyakiti perasaan mu "
Ucap khaira ia menundukkan kepala nya tak ingin jika rizwan melihat nya menangis.
" justru dengan kamu menyimpan nya dariku, ini akan menjadi hal yang paling menyakitkan bagiku saat aku mengetahui nya, apa lagi semua kebenaran ini terungkap saat di hari aku mengutarakan perasaan ku padamu "
rizwan menghentikan ucapan sejenak ia masih menatap ke arah khaira yang kini sedang menundukkan kepala nya.
" aku sudah menunggu saat - saat bersama mu selama bertahun-tahun khaira, aku sudah merencanakan semua masa depan ku bersama mu, melamar kamu di saat aku sudah lulus kuliah, membangun rumah tangga yang bahagia walau hanya dengan hidup sederhana "
khaira mendongakkan kepala nya menatap ke arah rizwan saat mendengar apa yang baru saja di ucapkan rizwan pada nya.
" aku juga melakukan hal yang sama, selalu menanti saat-saat kamu kembali, merangkai berbagai rencana hidupku bersama mu, Apa kamu tahu ? hal yang paling menyakitkan bagi ku adalah saat aku harus menahan rinduku pada mu.
aku tak bisa mengungkap kan nya dan hanya doa lah di setiap shalat ku yang menjadi penawar untuk mengobati rinduku padamu.
terkadang aku juga membuka laman is****am mu, hanya untuk melihat kegiatan sehari-hari mu selama kamu jauh dari ku, aku juga melihat ada kata-kata rindu yang kau tuliskan di sana.
Terkadang aku juga bertanya mungkin kah kata-kata itu kau tuliskan untuk ku? atau untuk kekasih mu ? Aku selalu bertanya pada diri ku ada kah aku dalam hati mu rizwan?
Namun semua itu tak pernah ada jawaban nya, yang ada hanya lah rasa sakit saat aku membayang kan jika nanti saat kamu kembali kamu malah memilih wanita lain di hidup mu."
khaira menyeka air mata yang tanpa ia sadari kini telah mengalir deras di pipi nya.
" apa Kamu tahu? jika banyak teman-teman ku yang memintaku untuk mencari pengganti mu, namun aku tak bisa melakukan nya karna aku tetap setia pada prinsip ku.
Aku selalu berusaha menjaga diriku menjauh dari setiap laki-laki yang ingin dekat dengan ku, berharap kamu lah cinta pertama dan terakhir bagiku, Namun kini semua nya hancur, hati ku lebih hancur lagi, saat aku harus memilih dia yang tidak aku cinta di bandingkan diri mu yang sudah lama ku nantikan.
Aku tidak punya pilihan dan tak bisa menolak nya yang telah hadir di hidup ku, mungkin ini lah takdir yang harus aku jalani. menyakit kan dan sangat berat untuk ku bisa menjalani nya. Namun aku berusaha untuk tetap kuat dan bertahan serta mengikhlas kan semua yang sudah terjadi ".
Air mata masih terus membanjiri dan membasahi pipi nya, tak bisa ia pungkiri jika ia merasa begitu berat saat pertama kali ia harus memilih menikah dengan Alfi dan berusaha melupakan rizwan.
Namun semua nya bisa ia jalani dengan seiring berjalan nya waktu, saat ia mulai menjalani nya dengan ikhlasan.
Alfi terdiam mendengar penjelasan dari khaira mata nya berkaca-kaca berusaha menahan air mata yang kini mengenang di pelupuk mata nya.
" Khaira..... " Rizwan berusaha menahan sesak di dada nya ia tak tahu haruskah ia bahagia saat ia mengetahui jika wanita yang ia rindukan selama ini, ternyata juga merindukan nya dan bahkan ia selalu menantikan diri nya kembali.
" Aku selalu berdoa pada Allah agar Allah kembali mempertemukan kita, hingga kita di satukan dalam ikatan yang suci, Namun mengapa saat kita sudah kembali berjumpa semua nya telah terlambat, kamu sudah menjadi milik orang lain.
__ADS_1
Khaira apa yang harus aku lakukan ? perasaan ini terlalu dalam, aku tak bisa jika aku harus melepas kan mu untuk dia "
Ucap rizwan ia terlihat begitu rapuh ia tak sanggup jika ia harus melepas kan khaira untuk laki-laki lain.
apa lagi jika laki-laki itu tidak mencintai khaira, ia tak rela jika khaira harus terluka dan hidup menderita dengan Alfi.
Khaira tersenyum saat mendengar ucapan khaira, ia menghembus pelan nafas nya serta menghapus air mata yang masih membekas di wajah nya.
" ' Keikhlasan ' itu lah yang mesti kamu lakukan, belajar mengikhlaskan apa yang sudah ditakdirkan, meski pun tak semudah ketika kita mengucapkan nya.
Namun jika kita yakin dan berusaha semua nya pasti akan berjalan sesuai yang kita ingin kan. "
Ucap khaira ia menghentikan ucapan nya sejenak dan tersenyum ke arah rizwan.
" Sama seperti kamu dengan ikhlas mendoa kan ku, menyebut nama ku di dalam doa mu, memohon dengan ikhlas agar Allah mentakdirkan kita untuk bersama.
begitu pula kamu harus meng ikhlas kan di saat Allah memberikan jalan takdir yang tak seperti kita harapkan.
" Semua nya tak semudah itu khaira butuh waktu yang cukup lama untuk melakukan itu semua ". Ucap rizwan ia juga menatap ke arah khaira.
Lagi-lagi khaira tersenyum mendengar apa yang di ucapkan rizwan , ia berusaha bersikap sabar untuk menghadapi sikap rizwan.
" Aku tahu semua nya tak mudah tapi semua nya bisa kamu lakukan secara perlahan, sama seperti aku dulu saat aku merasa berat untuk melupakan kamu dan menerima pernikahan ku dengan alfi, tapi dengan berjalan nya waktu aku bisa melakukan nya.
Terima lah takdir yang telah Allah tentukan terkadang itu lah yang terbaik untuk kita, jika Allah tak mentakdirkan kita bersama, itu arti nya Allah sudah menyiapkan seseorang yang lebih baik dari ku untuk mu " Ucap khaira pada rizwan sambil tersenyum.
" Khaira ayo kita pulang " Khaira menolehkan pandangan nya ke arah Alfi saat mendengar laki-laki itu memanggil nya.
" Aku harus pulang, semoga kamu bisa mendapatkan seseorang yang bisa mencintai mu dan menanti mu hingga di batas usia nya "
Ucap khaira pada rizwan ia membalikkan badan nya melangkah menuju ke arah Alfi. Namun langkah nya terhenti saat ia mendengar ucapan khaira.
" Khaira bisa kah kamu tinggal kan dia dan kembali padaku " Pinta rizwan dengan lirih, khaira kembali membalikkan badan nya menghadap ke arah rizwan, menatap rizwan dengan menaikkan sebelah alis nya karna ia tak mengerti mengapa rizwan berbicara pada nya.
" lagi pula kamu tidak mencintai nya dan begitu pula dengan dia yang tidak mencintai mu jadi untuk apa kamu mempertahan kan pernikahan mu dengan dia "
Lanjut rizwan, khaira menatap bingung ke arah rizwan akhir nya ia memutuskan untuk mengutarakan apa yang ada dalam fikiran nya.
" Rizwan kenapa kamu berbicara seperti itu? Aku tak suka jika kamu mengatakan hal yang selancang itu.
Apa kamu lupa aku ini seorang istri?, kamu seharus nya tidak berbicara seperti itu pada ku, karna HARAM bagi seorang laki-laki melamar wanita yang masih sah menjadi istri orang lain.
apa lagi kamu meminta ku meninggalkan suami ku hanya untuk kembali pada mu. Rizwan aku tak akan mempertaruhkan pernikahan ku dengannya, hanya untuk ke egoisan ku."
Ucap khaira pada rizwan, ia tak habis pikir mengapa rizwan bisa berkata seperti itu pada nya.
" Khaira tapi kamu kan tidak mencintai nya " Ucap rizwan sambil menatap lekat wajah khaira.
" Aku mulai mencintai nya dan mungkin aku akan benar-benar mencintai nya, jadi tolong jangan katakan hal itu lagi, belajar lah untuk mengikhlaskan sesuatu yang telah Allah tentukan, Maaf rizwan karna ' AKu Memilih Setia ' ".
Ucap khaira, lalu ia pergi meninggalkan rizwan yang kini di landa dengan berbagai kebingungan, ada rasa sakit di hati nya saat mendengar ucapan yang di lontarkan khaira.
Khaira melangkah menuju ke arah Alfi dan pulang bersama nya saat ia sudah meminta izin pada Riska untuk pulang lebih awal.
💔 💔 💔 💔 💔
Happy Reading buat readers😊
Jangan lupa like n komen nya ya,😇
Salam Author
__ADS_1
Ety Salmila