Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Liburan 2


__ADS_3

*** kebahagian ku cukuplah sederhana, dengan aku mencintai mu dan dirimu belajar untuk mencintaiku.


Cinta yang berlandaskan ketakwaan kepada Allah membawa kita pada kebahagian yang hakiki tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak. ***


••• *Khaira Najwa Safira* •••


🏝 🏝 🏝 🏝 🏝


Krriingg....


Krriingg....


Krriingg....


Suara alarm yang berbunyi membuat dua orang yang sedang tertidur pulas dalam pelukan hangat, terpaksa harus membuka Mata.


Khaira membuka mata nya secara perlahan saat mata nya sudah terbuka ia masih merasakan kehangatan dari dekapan suami nya itu, senyum nya kembali mengembang ketika ia melihat Alfi yang masih setia memeluk nya hingga di pagi hari.


Khaira mendongakkan kepala nya keatas melihat wajah tampan Alfi yang kini masih terlelap. ia mengulurkan tangan nya untuk menyentuh wajah tampan suami nya itu, kali ini khaira tidak ragu-ragu lagi untuk melakukan nya karna ia yakin jika Alfi pasti takkan marah jika ia menyentuh wajah nya.


khaira menyentuh pipi lembut Alfi, ia tersenyum karna baru pertama kali ini ia bisa menyentuh Alfi dengan tangan nya, karna sebelum nya Alfi selalu menjaga jarak di antara mereka.


" udah puas belum melihat wajah tampan gue? " khaira langsung menundukkan kepala nya dan membenamkan wajah nya di dada bidang Alfi, saat laki-laki itu menyadari jika diri nya tengah mengamati wajah tampan nya itu.


Alfi tersenyum saat melihat khaira yang kini malah menenggelamkan wajah di dada nya. Alfi mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh khaira hingga kini wajah mereka saling berdekatan.


" C U P "


Seketika tubuh khaira membeku saat Alfi untuk pertama kali mengecup bibir nya. walau pun hanya kecupan sekilas namun itu cukup membuat jantung nya berpacu lebih cepat, begitu pun dengan Alfi ia tak tahu mengapa ia senekat itu mengecup khaira.


" Morning Kiss " ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira mengamati wajah cantik itu yang kini malah membeku karna perbuatan nya, Alfi berusaha bersikap biasa saja walau kini jantung nya seolah ingin melompat dari tempat nya.


" ihhhh.... dasar mesum " ucap khaira seraya mendorong tubuh Alfi agar menjauh dari nya.


khaira merubah posisi nya menjadi duduk, ia menyentuh bibir nya dengan tangan nya, degupan jantung nya masih berpacu cepat saat bayangan Alfi yang mengecup bibir nya berputar seperti sebuah rekaman vidio.


Alfi juga merubah posisi nya menjadi duduk, hingga kini mereka duduk berdampingan diranjang.


" Kenapa kaget ya ? bukan nya sudah biasa melakukan hal-hal seperti ini? " ucap Alfi yang membuat khaira melotot ke arah nya.


" Plakkk... "


Khaira menampar pelan pipi Alfi.


" Auw... sakit tau kasar banget sih jadi cewek " ucap Alfi sambil memegang pipinya yang sebenar nya tak seberapa sakit, ia sengaja berpura-pura sakit agar khaira merasa bersalah.


Namun bukan nya merasa bersalah khaira malah bersikap acuh pada keluhan Alfi


" Biarin siapa suruh main katain orang se enak jidat, aku bukan wanita serendah itu yang menyerahkan diriku pada laki-laki yang tidak punyak hak apa pun atas ku. " ucap khaira sambil membuang pandangan nya ke arah lain.


" Masa sih?? " ucap Alfi dengan menaikkan sebelah alis nya berpura-pura seolah tak percaya apa yang telah di ucap kan khaira.


Khaira memalingkan wajah nya ke arah Alfi, dilihat nya Alfi yang kini sedang menatap nya.


" Terserah kalau ngak percaya tapi yang jelas THIS IS MY FIRST KISS dan kamu sudah mencuri nya, aku ngak akan pernah memaafkan mu " ucap khaira berapi-api, ia kembali memalingkan wajah nya dari Alfi.


" Heumm.... tak ada larangan seorang suami mencuri ciuman pertama istri nya, lagian loe juga yang pertama buat gue " ucap Alfi masih menatap khaira dengan senyuman nya.


" oe ya? tapi sayang nya aku ngak percaya dengan omong kosong mu itu, mana mungkin aku yang pertama bagi mu " khaira memalingkan wajah nya ke arah Alfi sambil tersenyum sinis.


" terserah kalau ngak percaya " Alfi menggidikkan bahunya karna ia tak perduli khaira percaya atau tidak dengan ucapan nya.


" Tapi bukan nya tadi loe bilang kalau loe tidak akan menyerahkan diri loe kepada laki-laki yang tidak memiliki hak apa pun atas loe? " Alfi mengamati wajah khaira yang menatap nya dan dengan polos nya khaira menganggukkan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan Alfi padanya.


" Kalau gitu loe bakal menyerahkan diri loe pada gue dong, secara kan gue suami loe dan gue punya hak atas diri loe " Alfi tersenyum nakal ke arah khaira.


Khaira yang mendengar ucapan Alfi langsung memalingkan wajah nya yang sudah memerah karna ucapan Alfi.


" Ngak " ucap khaira singkat lalu ia beranjak turun dari tempat tidur. berjalan kekamar mandi Alfi tertawa lepas saat melihat wajah khaira yang merona karna godaan nya itu.


setelah khaira keluar dari kamar mandi, alfi juga membersihkan dirinya dan mengambil wudhu untuk shalat subuh.


Alfi keluar dari kamar mandi dilihat nya khaira yang kini malah duduk bersender di kepala ranjang, ia binggung mengapa khaira belum bersiap-siap untuk shalat, padahal biasanya saat Alfi keluar dari kamar mandi khaira sudah menunggu nya untuk melaksanakan shalat berjamaah.


di tempat biasa nya mereka shalat pun Alfi hanya melihat satu sajadah, sarung dan peci. seperti nya khaira menyiapkan itu untuk dirinya.


" kok belum siap-siap ngak shalat ?? " tanya Alfi pada khaira yang kini bersender di kepala ranjang sambil memainkan handphone nya.


" Ngak " jawab khaira singkat. Alfi menaikkan sebelah alis nya saat mendengar jawaban khaira.


" loh! kenapa ngak shalat ? " tanya nya lagi sambil masih mengamati khaira.


" hufff... ngak perlu tau udah sana shalat " ucap khaira sambil melirik ke arah Alfi, ia menjawab pertanyaan Alfi dengan nada ketus.


" sensi banget sih jadi orang, lagi PMS ya? " tanya Alfi asal.


" emang iya " khaira menjawab tanpa melihat ke arah Alfi. Alfi menggidikkan bahu nya tanda tak mengerti dengan sifat khaira yang jadi begitu sensi.


ia melangkahkan kaki nya ke arah sajadah memulai salat nya dengan mengucapkan basmallah dan takbir.


Setelah selesai shalat ia membereskan perlengkapan shalat nya. lalu berjalan ke arah ranjang dimana khaira yang masih bersender di sana.


" Jadi ngak liburan nya ?" tanya khaira pada Alfi saat laki-laki itu sudah duduk di samping nya.


Alfi menoleh ke arah khaira, saat mendapat kan pertanyaan dari khaira.

__ADS_1


" jadi lah, nanti jam 09 kita berangkat nya" ucap Alfi sambil mengambil HP nya yang ada di atas nakas di samping sebelah tempat tidur.


" ya udah kalau gitu aku ke dapur dulu mau bantu mama masak, mau minum kopi? " ucap khaira yang di akhiri dengan pertanyaan.


" nanti aja kalau sudah selesai makan pagi, kalau minum nya sekarang nanti perut ku jadi kembung lagi " ucap Alfi ia melirik ke arah khairan sekilas lalu kembali melihat ke layar pilih nya.


" oe oke " ucap khairan menganggukkan kepala nya lalu melangkah ke luar kamar.


Setelah selesai makan mereka segera bersiap-siap untuk pergi ke tempat wisata.


" Udah siap? " tanya Alfi pada khaira.


" udah " jawab khaira singkat.


" Obat nya ada loe bawa ? loe masih harus minum obat agar keadaan loe semakin membaik" Alfi melihat ke arah khaira yang kini baru selesai berdandan..


" iya, ada di dalam tas, udah yuk kita pergi " ucap khaira sambil melangkah melewati Alfi, Alfi menggelengkan kepala nya dan tersenyum melihat khaira yang begitu bersemangat. ia melangkah keluar kamar mengikuti khaira dari di belakang.


💠 💠 💠 💠 💠


Tak berapa lama mereka pun sampai di salah satu pantai tempat wisata, yang masih terlihat alami. benar apa yang di katakan Alfi tempat ini benar-benar asri dan sangat menyejukkan kan.


Khaira dan Alfi turun dari mobil mereka berjalan menuju ke pinggir pantai. sesampai nya di pinggir pantai, khaira merentangkan tangan nya menghirup udara yang ada di pantai sedalam-dalamnya.


Alfi yang berdiri di belakang khaira tersenyum melihat khaira segitu bahagia nya, Alfi melangkah kan kaki nya ke arah khaira yang sedang merentang kan nya, ia melingkarkan tangan nya di pinggang khaira, sambil menenggelamkan wajah nya di ceruk khaira yang tertutupi hijab nya.


Khaira yang mendapat perlakuan dari Alfi seperti itu merasa tidak nyaman, bukan ia tak mau jika Alfi memeluk nya hanya saja saat ini mereka sedang berada di tempat umum. khaira melepas tangan Alfi yang memeluk pinggang nya, hingga Alfi menolehkan pandangan nya kearah khaira.


" kenapa? " tanya Alfi sambil menoleh ke arah khaira, tangan nya masih melingkar di pinggang khaira.


" jangan seperti ini sekarang kita lagi di tempat umum tidak enak dilihat orang " ucap khaira ia masih berusaha melepaskan tangan Alfi yang masih melingkar di tangan nya.


" hufff.... " Alfi melepaskan pelukan nya namun wajah nya terlihat cemberut.


" Kita makan yuk " khaira berusaha membuat Alfi tak marah lagi pada nya.


" tadikan udah makan dirumah " ucap Alfi sambil menaikkan sebelah alis nya.


" tadikan makan nasi dirumah sekarang kita ke kafe di sana pasti ada banyak menu makanan " ucap khaira sambil menatap Alfi dengan tatapan memohon.


" ya udah kita ke kafe yang ada di situ " Alfi menunjukan salah satu kafe yang ada di sana. khaira hanya mengangguk kan kepala nya tanda setuju dengan yang di ucapkan Alfi.


Alfi berjalan ke arah kafe yang di tunjukkan nya tadi sambil mengenggam tangan khaira.


Sesampai nya di sana mereka langsung duduk di salah satu meja yang ada di sana dan memesan makanan nya.


" Loe suka ngak sama tempat nya ? " tanya Alfi pada khaira yang duduk di depan nya.


" suka banget " jawab khaira sambil tersenyum. tanpa sengaja Alfi melihat ke arah panggung tempat para pemain musik, sejenak ia berfikir ingin melakukan sesuatu untuk khaira.


" tunggu sebentar ya " ucap Alfi seraya bangkit dari duduk nya.


Sesampai nya di sana ia mengambil sebuah gitar dan duduk di kursi yang terdapat mikrofon di depan nya.


" Perhatian " ucap Alfi di mikrofon, hingga membuat semua orang yang ada di sana menatap ke arah panggung.


" Saya ingin menyanyikan sebuah lagu untuk istri saya, lagu ini mewakili isi hati saya " lanjut nya lagi saat melihat semua orang yang ada di dalam kafe menatap ke arah nya.


Alfi mulai memetikkan gitar nya untuk bernyanyi....


🎵🎵🎵🎵🎵


Tersadar didalam sepiku


Setelah jauh melangkah


Cahaya kasihmu menuntunku


Kembali dalam dekap tanganmu


Terima kasih cinta untuk segalanya


Kau berikan lagi kesempatan itu


Tak akan terulang lagi


Semua... kesalahanku


Yang pernah menyakitimu


Tanpamu tiada berarti


Tak mampu lagi berdiri


Cahaya kasihmu menuntunku


Kembali dalam dekap tanganmu


Terima kasih cinta untuk segalanya


Kau berikan lagi kesempatan itu


Tak akan terulang lagi


Semua... kesalahanku

__ADS_1


Yang pernah menyakitimu


Terima kasih cinta untuk segalanya


Kau berikan lagi kesempatan itu


Tak akan terulang lagi


Semua... kesalahanku


Kesalahanku


Yang pernah menyakitimu.....


🎵 Afgan - Terima Kasih Cinta


Suara tepukan tangan terdengar di dalam kafe yang tak terlalu besar itu. Khaira yang lagi duduk di meja nya tersenyum mendengar kan Alfi bernyanyi. Alfi bernyanyi dari hati apa lagi dengan suara nya yang semerdu itu hingga orang yang mendengar nya ikut terhanyut dalam nyanyian nya itu , termasuk khaira ia sangat terharu ketika mendengar Alfi yang bernyanyi untuk nya.


Perhatian para pengunjung kafe kembali terabaikan ke arah panggung saat khaira melangkah mendekati Alfi yang ada di atas panggung.


" Terima kasih untuk lagu nya, saya juga akan menyanyikan sebuah lagu, yang tentu nya ini juga mewakili isi hati saya " ucap khaira sambil tersenyum ke arah alfi


Khaira mengambil alih gitar yang ada di tangan Alfi lalu memetik nya.


🎵 🎵 🎵 🎵 🎵


Berdiri ku disini hanya untuk mu


Dan yakin kan ku untuk memilih mu


Dalam hati kecil ku ingin kan kamu


Berharap untuk dapat bersama mu


Aku kan ada untuk diri mu


Dan bersama mu, Tuk mu


Terlukis indah raut wajah mu


Dalam benak ku


Berikan ku cinta terindah


Yang hanya untuk mu


Tertulis indah puisi cinta


Dalam hatiku


Dan aku yakin kau memanglah


Pilihan Hatiku.....


Dalam hati kecil ku ingin kan kamu


Berharap untuk dapat bersama mu....


Terlukis indah raut wajah mu


Dalam benak ku


Berikan ku cinta terindah


Yang hanya untuk mu


Tertulis indah puisi cinta


Dalam hatiku


Dan aku yakin kau memanglah


Pilihan Hatiku.....


🎵 Geisha - Pilihan Hatiku


Semua orang memberikan tepuk tangan untuk khaira setelah ia selesai bernyanyi, termasuk Alfi yang duduk di samping nya juga memberikan tepuk tangan.


Alfi tersenyum melihat ke arah khaira, Ia tak menyangka jika istri nya itu juga memilki suara yang bagus, bahkan ia sangat cocok jika menjadi seorang penyanyi.


Mareka segera turun dari panggung menyantap makanan yang belum sempat di makan tadi. setelah selesai makan Alfi dan khaira membayar makanan yang tadi mereka pesan, lalu keluar kafe menyusuri pinggir pantai.


Hari sudah semakin siang bahkan mata hari sudah berada di atas kepala, Alfi yang melihat khaira yang kepanasan mengajak nya duduk di bawah pohon kelapa yang ada di dekat pantai.


" kita duduk di sana yuk " ajak Alfi pada khaira yang di angguki kepala oleh nya.


mereka akhir nya duduk di bawah pohon kelapa muda.


" gue beli minum dulu ya " ucap Alfi khaira hanya menganggukkan kepala nya.


Alfi berjalan meninggalkan khaira disana sendirian, khaira tersenyum ketika memandang ke arah laut, ombak yang bergelombang menambah ke indahan laut yang terhampar begitu luas.


Khaira bangkit dari duduk nya, ingin melangkah kan kaki nya menuju ke pinggir laut, Namun ketika ia berjalan ke arah pantai tiba - tiba....


" BRukkk...... "

__ADS_1


" BRukkk......."


❓❓❓❓❓


__ADS_2