Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Romansa Di Pagi Hari


__ADS_3

*** Cantik nya paras mu membuat hati ku selalu terasa Damai...


Jantung ku yang berdetak tak karuan saat aku melihat mu menjadi saksi betapa aku mencintai mu ***


<^ Alfanda Rahman^>


-


🍁 🍁 🍁 🍁 🍁


-


Khaira hanya menganggukkan kepala nya, lalu ia memejamkan mata nya mencoba untuk tertidur, begitu pun Alfi ia juga ikut memejamkan mata nya hingga mereka tertidur menuju ke alam mimpi.


◾◾◾◾◾


Suara adzan yang berkumandang membuat dua orang yang sedang bergelut dalam tidur nya, terpaksa harus terbangun saat mendengarkan suara adzan yang berkumandang.


Alfi berusaha mengumpulkan kesadaran nya yang masih terasa sangat mengantuk. Setelah kesadaran nya terkumpul dilihat nya khaira yang masih tertidur dalam dekapan nya.


Alfi tersenyum melihat khaira yang masih tertidur pulas, ia mengelus lembut kepala khaira yang juga belum membuka mata nya.


" Sayaang..... Ayo bangun kita shalat subuh dulu "


Alfi mencoba membangunkan khaira sedang kan tangan nya masih tetap mengelus kepala khaira yang masih tertupi dengan ciput.


" Sayaang..... "


Khaira hanya mengeliat malas saat mendengar Alfi membangunkan nya.


" Heumm.... Bentar lagi masih ngantuk " Racau khaira, ia malah mengeratkan pelukan nya pada Alfi, yang membuat Alfi tersenyum miring saat khaira kembali memeluk erat tubuh nya.


" Sayang...... Ayo bangun kita shalat subuh, kalau kamu ngak mau bangun aku akan.... " Alfi tersenyum miring, melihat khaira yang tak kunjung membuka mata nya, perlahan-lahan Alfi mendekatkan wajah ke wajah khaira DAN.......


" CUP "


Khaira langsung membuka mata nya saat merasakan sesuatu yang menyentuh bibir nya. Ia membelalak kan mata nya saat khaira melihat ternyata Alfi mengecup bibir nya.


Nafas mereka saling beradu, alfi langsung menjauhkan wajah nya dari khaira saat ia melihat khaira yang kini sudah membuka mata dan terdiam menatap ke arah nya.


" Hemm.... Kamu susah banget sih di bangunin nya, tapi giliran aku bangunin dengan cara seperti ini kamu malah langsung membuka mata, apa-apa jangan-jangan kamu mau aku bangunin kamu dengan cara seperti ini ya....??? "


Goda Alfi yang membuat Wajah khaira memerah saat ia mendengar ucapan Alfi, ia jadi salah tingkah dan menggigit bibir bawah nya saking gugup nya.


" Masih belum mau bangun ? atau.... Kamu mau aku melakukan lebih dari yang aku lakukan tadi, baru kamu mau bangun ya....??? ".


Alfi kembali menggoda khaira yang membuat khaira langsung merubah posisi nya menjadi duduk. Alfi malah terkekeh saat ia melihat khaira yang memperlihatkan wajah cemberut nya.


Alfi juga merubah posisi nya menjadi duduk, hingga kini duduk berdampingan, Khaira bangkit dari atas tempat tidur berjalan menuju ke arah kamar mandi tanpa memperdulikan Alfi yang masih terkekeh.


" Lucu banget sih diaa... Apalagi melihat wajah nya yang memerah seperti itu malah terlihat semakin menggemaskan ".


Ucap Alfi setelah ia melihat khaira yang sudah masuk dan menutup pintu kamar mandi.


Setelah 20 menit berada dalam kamar mandi, khaira keluar dengan wajah yang terlihat lebih fresh setelah ia membersihkan diri nya.


Khaira sudah mengenakan pakaian yang biasa ia gunakan saat di rumah dengan lilitan handuk di kepala nya memperlihatkan leher putih nya.


Alfi yang melihat khaira, sejenak ia terpana dengan kecantikan istri nya itu, jantung nya sudah berdetak tak karuan saat melihat khaira hanya menggunakan lilitan handuk di kepala nya.


Namun secepat mungkin ia berusaha menahan detak jantung nya itu, Alfi langsung melangkah kan kaki nya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah hampir 15 menit ia membersihkan diri nya, Alfi keluar dengan pakain casual nya. Celana panjang selutut dan kaos oblong berwarna hitam.


Alfi yang baru saja keluar dari kamar mandi, melihat khaira yang sudah memakai mukena dan mempersiapkan segala perlengkapan shalat untuk nya.


Ia segera melangkah kan kaki nya menuju ke arah khaira untuk melaksanakan shalat berjamaah dengan khaira.


Setelah selesai mengerjakan shalat subuh, Alfi langsung bersiap-siap untuk pergi ke tempat kerja nya. Begitu pun khaira ia berjalan menuju ke arah dapur untuk memasak sarapan pagi.


Jika pagi khaira yang harus memasak karna Hanum biasa nya baru datang jam 06 : 30 pagi dan pulang jam 06 : 30 sore.


Khaira saat ini sudah berada di dapur dan sedang berkutat dengan alat dapur, ia hanya memasak makanan sederhana karna ia ingin menghemat waktu agar ia tidak terlambat datang ke tempat kerja nya.


Saat khaira sedang menggoreng ikan, khaira terlontar kaget ketika sebuah tangan besar melingkar di perut nya. Ia mendongakkan kepala nya dan di dapati nya Alfi yang kini memeluk nya.


" Kamu masak apa sih bau nya bikin aku ngak sabar buat nikmatin masakan kamu "


Ucap Alfi masih dengan memeluk khaira dari belakang. Khaira melirik sekilas ke arah Alfi lalu kembali fokus pada masakan nya.


" Heumm... Tunggu aja di meja makan bentar lagi juga udah selesai nih " Ucap khaira sambil membalikkan ikan yang sudah setengah matang.


" Aku mau disini aja temani kamu masak "


Ucap Alfi sambil sesekali menciumi pucuk kepala khaira yang di tutupi oleh hijab nya.


" Ngak usah... Tunggu aja di meja makan atau abang mau aku bikini kopi..?? " Tanya khaira ia membalikkan badan nya menghadap ke arah Alfi sambil memperlihatkan senyuman manis nya.


" Boleh... " Jawab Alfi singkat tangan nya masih melingkar di pinggang khaira.

__ADS_1


" Mau kopi yang seperti apa ? Manis atau sedikit gula ? " Tanya khaira, ia melangkahkan kaki nya mengambil sebuah cangkir, hingga tangan Alfi yang melingkar di pinggang nya terlepas.


" Ngak pake gula juga ngak apa-apa ? " Ucap Alfi sambil tersenyum menatap ke arah khaira yang kini Memunggungi nya.


" Hah...?? " Khaira langsung membalikkan badan nya menatap ke arah Alfi saat ia mendengar ucapan Alfi.


" Loh kenapa? Abang suka kopi pait ya?? " Tanya khaira, ia menolehkan pandangan nya menatap ke arah Alfi.


" Ya aku ngak suka sih minum kopi pait, tapi kalau kopi itu buatan kamu apa lagi minum nya sambil menikmati wajah cantik mu itu, rasa nya terlalu manis kalau kamu tambahin gula "


Ucap Alfi sambil menaik turunkan alis nya sedangkan khaira ia hanya menatap bingung mendengar ucapan Alfi.


' Kok bisa hanya dengan melihat wajah ku kopi pahit terasa manis? ngak masuk akal ' , begitu lah kira-kira yang ada di fikiran khaira saat ia mendengar ucapan Alfi.


" Kenapa kok diam aja ?? " Tanya Alfi setelah ia melihat khaira yang hanya diam mendengar ucapan nya.


" Habis nya kamu aneh banget bilang kopi pahit terasa manis hanya dengan melihat wajah ku, itu MUSTAHIL.... " Ucap khaira ia menekan kata terakhir nya.


Alfi yang mendengar ucapan khaira menepuk jidat nya, bingung mengapa istri nya tidak mengerti maksud ucapan nya itu.


Alfi melangkah kan kaki nya menuju ke tempat khaira berdiri dengan gaya nya yang sok cool.


" Sayaang..... Maksud aku kamu itu terlalu manis jadi dengan tanpa gula pun kopi akan terasa manis jika melihat wajah mu " Ucap Alfi sambil mengedibkan sebelah mata nya.


Khaira memutar mata nya malas mendengar gombalan Alfi. Ia memang tak terlalu paham dengan gombalan- gombalan seperti itu karna ia tak pernah dekat dengan lelaki mana pun sebelum ia menikah dengan Alfi.


" Dasar gombal " Ucap khaira ia kembali memunggungi Alfi, lalu mengangkat ikan yang sudah matang.


" Udah sana tunggu di meja makan ini ikan nya juga udah matang, nanti aku akan antarkan kopi nya " Ucap khaira lagi masih dengan memunggungi Alfi.


Alfi mendengus kasar lalu ia melangkah kan kaki nya menuju ke meja makan.


Setelah mengangkat ikan ke dalam piring khaira membuatkan kopi untuk Alfi, sesudah mengisi cangkir dengan kopi bubuk khaira ingin menambahkan gula kedalam nya. Namun ia tersenyum miring sambil mengamati toples yang berisi gula tersebut.


Khaira menaruh kembali toples itu pada tempat nya semula tanpa menaruh terlebih dahulu gula kedalam kopi Alfi.


Setelah mengisi air panas di dalam cangkir dan mengaduk nya, khaira membawa kopi tersebut pada Alfi yang kini duduk di meja makan.


" Nih kopi nya, silahkan di minum sayang " Ucap khaira sambil menaruh cangkir berisi kopi tersebut di atas meja, ia berusaha menahan tawa nya saat memikirkan reaksi Alfi saat meminum kopi buatan nya itu.


Khaira kembali kearah dapur untuk mengambil beberapa hidangan makanan yang sudah di siapkan nya. Alfi hanya melihat khaira yang sibuk menghidangkan makanan di atas meja makan.


Setelah selesai menghidangkan makanan di atas meja, khaira mengisi piring Alfi dengan nasi dan beberapa lauk pauk. Setelah itu ia duduk di kursi yang ada di depan meja Alfi. Ia juga mengisi piring nya dengan nasi beserta lauk-pauk nya.


Tak butuh waktu lama mereka menghabiskan sarapan mereka, Alfi mengambil gelas yang berisi air putih lalu meneguknya hingga tandas.


Lalu Alfi meminum kopi yang tadi di bawakan khaira baru saja Alfi memasukkan kopi nya kedalam mulut tapi ia sudah menghamburkan kembali kopi yang diminum nya.


Khaira malah tertawa keras saat Alfi menghamburkan kopi nya. Alfi menatap tajam ke arah khaira, saat mendengar khaira tertawa dengan begitu keras.


" Kamu mau racuni aku ya....? " Tanya alfi dengan tatapan mata yang tajam.


" Siapa yang mau racuni kamu aku belum mau jadi janda muda kali... " Ucap khaira sambil memalingkan wajah nya ke arah lain.


" Habis nya ini kopi pahit banget, kamu ngak kasih gula ya? Atau gula nya sudah habis? " Tanya Alfi masih dengan mengamati khaira yang kini memalingkan wajah dari nya.


" Kata nya kopi akan terasa manis hanya dengan melihat wajah ku, ya aku hanya ingin membuktikan ucapan kamu benar atau tidak " Jawab khaira sambil berusaha menahan tawa nya.


" Oe ya aku mau nanya gimana rasa nya manis ngak ?? " Tanya khaira sambil tersenyum miring ke arah Alfi.


" Kamu tuh ya jahil banget sih jadi orang, itu kan hanya perumpamaan aku saja, kalau kamu itu cantik " Ucap Alfi sambil menatap kesal ke arah khaira.


" hehehe..., biasa nya kamu juga suka jahilin aku, ya ngak papa dong kalau sekali-kali aku balas " Ucap khaira cengengesan.


" Sini deh kopi nya biar aku taruh gula " Ucap khaira seraya bangkit dari tempat duduk nya lalu berjalan ke arah dapur untuk mensahkan gula pada kopi Alfi.


" Nih... Silahkan di minum itu udah aku taruh gula, maka nya lain kali jangan suka ngegombal kenakan aku jahilin " Ucap khaira seraya meletakkan kopi yang sudah di tambahkan gula oleh nya di depan Alfi.


Alfi tak menanggapi ucapan khaira ia kembali menyeruput kopi nya, setelah selesai meminum kopi Alfi langsung pamit pada khaira untuk berangkat kerja.


" Aku mau langsung pergi ya, nanti kamu pergi kerja nya di anterin sama pak sabbri "


Ucap Alfi pada khaira, ia kemudian bangkit dari duduk nya di ikuti khaira yang berjalan menghampiri nya.


" Pake mobil " Tanya khaira setelah ia berdiri di depan Alfi, ia merapi kan dasi yang ada pada leher Alfi.


" Ya iyalah masa pake motor " Ucap Alfi sambil menatap khaira yang masih merapi kan dasi nya.


" Terus abang pergi pake apa ?? " Tanya Khaira ia sudah selesai merapi kan dasi Alfi.


" Pake motor lah " Ucap Alfi masih dengan menatap ke arah Khaira. Khaira mengernyitkan dahi nya mendengar ucapan Alfi pasal nya setahu ia motor Alfi masih di rumah mama nya.


" Loh... Bukan nya motor abang masih di rumah mama kan? " Tanya Khaira ia menaikkan sebelah alis nya.


" Udah aku suruh ambil sama pak sabbri kemarin, udahlah aku mau pergi nanti malah telat lagi " Ucap Alfi pandangan nya tak pernah teralihkan dari wajah cantik khaira.


" Hemm.... Ya udah deh " Ucap khaira sambil menundukkan kepala nya.


" CUP "

__ADS_1


Khaira mendongakkan kepala nya menatap ke arah Alfi saat alfi mengecup kening nya.


" Jangan cemberut gitu dong, masa Suami pergi kerja wajah di tekuk gitu " Alfi tersenyum menatap ke arah khaira yang kini terdiam menatap ke arah nya.


Khaira lalu menampakkan senyum nya pada Alfi.


" Nah gitu dong kan lebih kelihatan cantik nya " Ucap Alfi khaira menundukkan kepala nya saat mendapatkan pujian dari Alfi.


Khaira menyalami Alfi, lalu mendongakkan kepala nya menatap ke arah Alfi.


" CUP "


Alfi kembali mengecup khaira di kening nya, namun kali ini agak sedikit lama, hingga khaira memejamkan mata nya mendapati perlakuan manis Alfi pagi ini.


Khaira kembali membuka mata nya saat ia merasa kalau Alfi sudah menjauhkan wajah dari dirinya.


" Kamu ngak mau membalas kecupan aku " Ucap Alfi sambil tersenyum menggoda ke arah khaira.


Yang membuat khaira menundukkan kepala nya karna malu.


" Sayaang.... "


Khaira mendongakkan kepala nya menatap Alfi saat Alfi memanggil nya. Ia menggigit bibir bawah nya saat mendapatkan tatapan memohon dari alfi.


Khaira melirik ke kanan dan kekiri sedangkan tangan nya sibuk memilih ujung hijab nya. Alfi yang mengerti dengan sikap khaira kembali bersuara.


" Ya udah kalau kamu ngak mau aku ngak bakalan maksa, kalau gitu aku pergi dulu ya "


Saat Alfi melangkah kan kaki nya beranjak dari tempat ia berdiri. Alfi malah terdiam membatu saat merasakan sesuatu yang lembut di pipi kiri nya.


" CUP "


Alfi menyentuh pipi kiri nya yang baru saja di kecup oleh khaira. Hanya sekilas khaira mengecup pipi Alfi, namun itu cukup membuat jantung Alfi berpacu dengan cepat hingga diri nya terdiam beberapa saat.


" Hati-hati di jalan "


Khaira kembali menundukkan kepala nya merasa malu atas perlakuan nya itu yang mengecup Alfi.


Alfi kembali menolehkan pandangan nya menatap ke arah khaira yang kini sudah menundukkan kepala nya.


" I... Iya kamu juga hati... Hati di jalan, nanti kalau udah sampai di tempat kerja langsung hubungi aku ".


Ucap Alfi sambil berusaha menetralkan detak jantung nya. Padahal tadi ia hanya ingin menggoda khaira, dengan meminta khaira agar melakukan hal seperti itu pada nya, namun ia tak menyangka jika khaira benar-benar melakukan nya dan kini membuat ia seperti tersengat listrik karna perlakuan nya itu.


Khaira hanya menganggukkan kepala nya mendengar ucapan Alfi, lalu ia mengantarkan Alfi hingga di depan pintu.


Alfi melajukan motor nya meninggalkan halaman rumah nya, tangan nya masih sibuk mengelus dada nya yang terasa belum normal juga, namun seulas senyum keluar dari bibir nya saat memikirkan khaira mengecup nya, sesekali Alfi menyentuh pipi kiri yang tadi di kecup oleh khaira.


Khaira melangkah masuk kedalam rumah untuk membersihkan piring kotor yang tadi di pakai oleh khaira dengan Alfi saat mereka makan.


Namun ia melihat bisa Hanum yang sudah berasa di dapur dan sedang membereskan meja makan.


" Biara bibi saja Non yang membereskan meja makan nya " Ucap bisa hanum saat ia melihat khaira yang berjalan ke arah nya.


" Ya udah bi kalau gitu saya ke kamar dulu ya mau bersiap-siap untuk pergi kerja ".


Ucap khaira pada sambil menatap ke arah bibi Hanum.


" Iya Non " Jawab bisa Hanum sambil menundukkan sedikit kepala nya.


Khaira lalu melangkah kan kaki nya menuju ke arah kamar nya untuk bersiap-siap pergi ke tempat kerja.


Setelah selesai bersiap-siap khaira keluar dari dalam kamar menuju ke lantai bawah, sesuai yang di katakan Alfi pada nya khaira pergi ke tempat kerja dengan di antarkan oleh pak sabbri.


Sesampai nya di tempat kerja khaira mengirimkan pesan pada Alfi jika ia sudah sampai di tempat kerja, lalu melangkah kan kaki nya masuk kedalam butik yang selama beberapa bulan ini ia bekerja di sana.


Setelah menyapa beberapa karyawan yang bekerja di sana khaira masuk kedalam ruangan nya dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum sempat di selesai kan nya.


💞💞💞💞💞


-


Happy Reading


-


Author up satu episode dulu ya...


Nantikan kelanjutan episode nya yang akan author up nanti malam.


Maaf author jarang up nya karna lagi ada kesibukan


Terima kasih bagi yang sudah memberikan like dan komentar nya 🙏😊


-


Salam Author


-

__ADS_1


Ety Salmila


__ADS_2