
*** Ada Kala Nya Kita Di Uji Dengan Berbagai Masalah Sebagai Latihan Dan Juga Pelajaran Untuk Masa Depan •••
Jadi Bersabarlah Dalam Menghadapi Segala Cobaan, Karna Semua Nya Pasti Akan Berakhir Dengan Indah Pada Waktu Nya ***
°°°° Khaira Najwa Safira °°°°
🍀 🍀 🍀 🍀 🍀
Ke esokan hari nya seperti biasa khaira berangkat ke tempat kerja nya setelah Alfi pergi kerja.
Setelah menempuh waktu selama 30 menit akhir nya khaira sampai di tempat kerja nya. ia menyapa beberapa rekan kerja nya setelah itu ia masuk kedalam ruangan nya.
Khaira mengambil beberapa jahitan yang belum sempat di kerjakan nya kemarin. setelah itu ia mulai untuk menjahit nya.
" Tok..tok..toktok..... "
khaira mendongakkan kepala nya
menatap ke arah pintu saat mendengar pintu yang di ketuk.
" Tok.. toktok.... "
" Masuk " ucap khaira dari dalam.
Seorang wanita muda seumuran dengan khaira masuk kedalam ruangan khaira, saat mendengar suara khaira dari dalam.
" bu ada pelanggan yang ingin mengambil pesanan nya " ucap wanita bernama Zakia , Azkia adalah asisten khaira yang di pekerjakan oleh nya secara pribadi.
" oe baik lah, suruh masuk saja " ucap khaira ia menatap ke arah Azkia.
" Baik bu " ucap Azkia sambil mengangguk kan kepala nya. ia lalu pamit keluar ruangan khaira.
" tok...toktok..... "
Tak lama setelah Azkia keluar kembali terdengar suara ketukan pintu ruangan khaira.
" Masuk " ucap khaira tanpa menolehkan pandangan nya ke arah pintu, ia masih fokus pada jahitan nya.
Khaira mendengar langkah kaki seseorang berjalan mendekati nya.
" Permisi dek saya mau ambil jahitan saya " ucap seorang wanita yang kini berdiri tidak jauh dari khaira. Khaira mendongakkan kepala nya menatap ke arah wanita itu.
" maaf, atas nama siapa ? " tanya khaira sopan saat ia melihat seorang wanita paruh baya yang berdiri tak jauh dari nya.
" Annisa " jawab wanita itu sambil tersenyum ke arah khaira.
" baik lah, silahkan duduk dulu bu, saya akan mencari nya " ucap khaira sambil mempersilakan untuk duduk di kursi meja nya.
__ADS_1
Ibu Annisa duduk di kursi yang ada di meja khaira, khaira bangkit dari kursi tempat nya menjahit melangkah ke arah lemari yang ada di belakang nya.
Setelah beberapa saat mencari baju atas nama ibu Annisa akhir nya khaira menemukan nya, ia segera membawa baju tersebut pada ibu Annisa.
" ini bu baju nya, silahkan di coba dulu ruang ganti nya ada di sebelah sana " ucap khaira seraya menunjukan letak ruang ganti.
Bu Annisa segera melangkah menuju ke ruang ganti pakaian. setelah 5 menit mengganti pakaian akhir nya ibu Annisa ke luar dari ruang ganti.
" wah jahitan kamu bagus banget ini sangat nyaman di pakai nya " ucap bu Annisa seraya melangkah kan kaki nya ke arah khaira, mata nya tak henti memperhatikan pakaian yang kini melekat di tubuh nya.
" Alhamdulillah....kalau ibu suka dengan hasil jahitan saya " khaira tersenyum ke arah bu Annisa, ia sangat bersyukur karna pelanggan nya menyukai hasil jahitan nya itu.
" oe ya, Ngomong-ngomong kenapa kamu ngak buka usaha sendiri?, dan kenapa kamu malah bekerja di sini ? padahal hasil jahitan kamu ini bagus banget loh, sangat cocok jika kamu mau buka usaha sendiri "
ucap bu Annisa sambil tersenyum, ia yakin jika khaira membuka usaha nya pasti usaha nya itu akan maju, melihat hasil kerja nya yang sebagus ini.
" awal nya niat saya juga seperti itu bu, saya ingin membuka butik yang semua barang nya hasil produk sendiri. " ucap khaira, ia menatap ke arah bu Annisa yang juga menatap ke arah nya.
" Nah, kalau gitu kenapa kamu ngak buka aja butik nya, saya yakin usaha kamu itu pasti akan maju jika kamu mau membuka nya " ucap bu Annisa ia masih menatap ke arah khaira.
" itu dia bu permasalahan nya, saya belum punya modal untuk membuka usaha sendiri, itu lah sebab nya saya bekerja di sini.. ya...hitung-hitung mengumpul modal sedikit demi sedikit " ucap khaira ia kembali duduk di kursi yang ada di meja nya di ikuti oleh ibu Annisa.
" eum... gimana kalau saya kasih kamu modal " ucapan bu Annisa membuat mata khaira terbelalak.
" ibu serius " tanya khaira memastikan.
" iya, saya serius ucap bu Annisa sambil menganggukkan kepala nya.
" Awal nya saya mau buka usaha kue di sana, tapi anak saya melarang nya dia tidak mengizinkan saya untuk bekerja, meski pun tugas saya hanya mengawasi pegawai saya yang akan menjaga toko , tapi tetap saja ia tidak mengizinkan nya. Dan saya fikir dari pada ruko nya kosong mending kamu yang pakai . "
Ucap bu Annisa dia mengatakan nya dengan penuh keyakinan.
" ibu yakin ingin memberikan saya modal ?, memang nya ibu percaya sama saya ?" tanya khaira memastikan ia menatap lekat wajah wanita paruh baya di depan nya itu.
" tentu saja saya yakin, dan saya sangat percaya sama kamu, saya yakin kamu wanita yang baik dan tak akan membantu saya kecewa " ucap bu Annisa ia juga menatap ke arah khaira sambil menampakkan senyum nya.
" kamu Terima ngak tawaran saya ? " tanya bu Annisa memastikan jika khaira menerima tawaran nya itu.
Khaira tampak berfikir sejenak, harus kah ia Terima tawaran itu?, ini adalah kesempatan yang langka untuk nya, mungkin saja ini salah satu jalan yang Allah berikan untuk nya agar ia bisa mencapai mimpi nya itu.
" Khaira " bu Annisa memanggil khaira saat melihat khaira yang Hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan nya.
" eum.... baiklah bu saya Terima, Terima kasih karna ibu sudah percaya sama saya dan saya janji saya pasti tidak akan mengecewakan ibu "
ucap khaira sambil tersenyum, ia tak pernah menyangka jika bu Annisa begitu mempercayai nya padahal mereka baru saja bertemu tapi bu Annisa sudah mau memberikan nya modal untuk membuka usaha nya.
" Alhamdulillah.....gimana kalau besok kita bertemu di kafe biar kita bisa membahas rencana kita untuk membuka butik ".
__ADS_1
tanya bu Annisa, ia begitu senang karna khaira mau menerima tawaran nya dan ia berharap jika usaha yang akan mereka jalankan akan berjalan dengan lancar.
" boleh, kebetulan besok saya tak ada banyak kerjaan jadi nanti saya akan coba meminta izin sama bu Riska ".
ucap khaira pandangan nya tak pernah teralihkan dari bu Annisa yang masih duduk di hadapan nya.
" kalau gitu saya ganti baju dulu karna saya harus segera pulang " ucap bu Annisa, ia berjalan kembali ke ruang ganti, untuk mengganti baju nya dengan baju yang tadi ia pakai saat datang ke butik Riska.
Khaira hanya menganggukkan kepala nya ia juga ikut bangkit saat bu Annisa bangkit dari duduk nya.
Setelah mengganti baju nya bu Annisa segera meminta izin pada khaira untuk pulang.
" khaira berapa yang harus saya bayar untuk ongkos jahit nya " tanya bu Annisa pada khaira.
" tidak usah biar saya yang membayar biaya baju ibu " ucap khaira, ia melangkahkan kaki nya mendekati bu Annisa yang baru saja keluar dari ruang ganti.
" jangan khaira, kamu kan udah susah-susah medesain dan menjahit baju ini, masa kamu yang harus membayar nya " ucap bu Annisa ia menatap ke arah khaira yang kini berdiri di depan nya.
" tidak apa bu, itu sebagai tanda Terima kasih saya, karna ibu sudah baik pada saya dan mau memberikan modal usaha untuk saya ". ucap khaira ia kembali menyunggingkan senyum nya pada bu Annisa.
Bu Annisa mendesah pelan ia menatap khaira dan tersenyum pada nya.
" khaira jangan libat kan masalah pribadi dengan pekerjaan, saya memberikan modal usaha untuk kamu itu urusan pribadi kita, sedangkan saya membayar ongkos jahit baju ini itu adalah Urusan pekerjaan dan kamu harus belajar bersikap profesional, kamu harus bisa membedakan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi ".
Ucap bu Annisa panjang lebar, ia hanya ingin memperingati khaira, bahwa ia harus bisa membedakan urusan pribadi dengan pekerjaan.
" baik lah bu kalau begitu, sebentar saya akan lihat dulu harga nya " ucap khaira ia lalu melihat biaya yang harus di keluarkan oleh bu Annisa.
Setelah membayar ongkos jahit baju nya bu Annisa segera keluar dari ruangan khaira.
khaira kembali duduk di kursi mesin jahit nya. ia tersenyum dan tak henti bibir dan hati nya mengucapkan hamdalah,.
hari ini ia sangat bersyukur karna Allah menghadirkan bu Annisa di hidup nya, sehingga melalui ibu Annisa khaira bisa mendapatkan modal untuk membuka usaha butik nya, bagi khaira hari ini adalah hari keberuntungan untuk nya .
Khaira kembali melanjutkan pekerjaan nya, hingga tanpa terasa waktu pulang telah tiba. khaira segera menyelesaikan pekerjaan nya. setelah menyelesaikan pekerjaan nya khaira langsung keluar dari butik Riska.
🍂 🍂 🍂 🍂 🍂
-
-
-
Terima kasih buat readers yang sudah memberikan banyak komentar, masukan, dan juga dukungan nya, hingga sampai di episode ini.☺😘
berikan like dan komentar yang lebih banyak lagi agar Author makin semangat untuk meng up episode selanjut nya.😊
__ADS_1
Salam Author
Ety Salmila