Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Malam Pertama


__ADS_3

***Aku hanya ingin kau menghargaiku meskipun tak ada cinta dihatimu untukku,


Sulitkah bagimu untuk hanya sekedar tersenyum padaku dan memberikan kesempatan untukku menjadi seseorang yang berarti di hidupmu?.... ***


🌹 Khaira Najwa Safira 🌹


🎀 🎀 🎀


Sesampainya Alfi dan khaira dikamar Alfi langsung berbaring di tempat tidur yang ada di kamar khaira setelah itu, iamenggantikan pakaian nya dengan pakaian biasa.


khaira duduk di depan meja rias sambil menunggu penata rias datang untuk membantunya melepaskan segara pernak-pernik yang ada di kepala nya, sedangkan Alfi langaung menggantikan pakaian nya dengan pakaian yang sudah disiap kan, sebuah kaos dan juga sebuah celana panjang langsung mengenakan nya. setelah Alfi mengganti pakaian nya tak lama terdengar pintu diketuk...


" Tok.. tok.. tokk... " suara ketukan pintu dari luar membuat Alfi dan khaira sama-sama menoleh ke arah pintu mereka saling memandang satu sama lain. Akhir nya Alfi melangkah kedepan pintu untuk membukanya.


"Cekleek " suara pintu yang di buka oleh Alfi, ia hanya membuka sedikit pintu untuk melihat siapa yang ada di depannya. Alfi menaikkan sebelah alis nya saat melihat seorang wanita yang tidak dikenal nya.


" eumm... saya penata rias yang akan membantu pengantin wanita untuk melepaskan pakaian nya " ucap penata rias tersebut dengan tersenyum ke arah Alfi.


" oe silahkan masuk " ucap Alfi sambil membalas senyum wanita itu.alfi membuka pintu nya lebih lebar agar penata rias tersebut bisa masuk ke dalam kamar. setelah pintu terbuka penata rias tersebut langsung masuk kedalam kamar. dan Alfi langsung keluar dan menutup pintu ia pergi ke halaman depan rumah khaira yang masih terhiasi dengan berbagai dekorasi resepsi pernikahan nya dengan alfi


Seluruh keluarga alfi semua nya sudah kembali ke kota besar tempat tinggal alfi disana hanya tersisa adik dan sepupu Alfi yang akan menemani nya disini.


Alfi yang melihat adik dan sepupu nya yang sedang berbincang-bincang melangkah kan kakinya menghampiri mereka. Adik dan sepupu Alfi merasa bingung saat melihat Alfi menghampiri mereka.


" loh pengantin baru kok bisa disini bukan nya dikamar temani sangat istri " ucap Ferdi sepupu Alfi ia terkekeh saat melihat Alfi menatap tajam kearah nya. alfi tidak menjawab pertanyaan Ferdi.


" ia bang kak khaira mana? " tanya zuhdi adik Alfi


" ada dikamar sama penata rias " jawab Alfi ia mengambil secangkir kopi yang sedia di atas meja.


" loh kok sama penata rias bang bukan nya harus nya sama abang menikmati mal... "belum selesai Ferdi berbicara ia sudah mendapatkan sebuah jitakan di kepala nya


Pleetakk...


" aduhhh.. " ucap Ferdi saat Alfi menjitakan kepalanya, Ferdi mengelus kepalanya yang terasa sakit akibat jitakan dari Alfi.


" Sakit tau bang kok kepala ku di jitak sih ngak tau sakit apa? " keluh Ferdi, ia menatap ke arah Alfi namun tangan nya masih sibuk mengelus kepalanya yang sakit.


" Makanya kalau bicara omongan nya tuh dijaga jangan asal ngejiplak aja " ucap Alfi ia mengambil cangkir yang berisi kopi di depan nya, lalu meminumnya.


" siapa yang asal ngejiplak sih perasaan ucapan aku tadi benar ngak ada yang salah, memang pada umum nya pengantin baru itu kan selalu menn... " Lagi-lagi ucapan Ferdi terhenti saat ia melihat tatapan tajam dari Alfi. ia langsung membungkam mulut nya dan berhenti melanjut kan kata-kata berikut nya, kalau ia melanjutkan nya dapat dipastikan harimau yang sedang kelaparan didepannya itu akan menerkam nya.


Alfi kembali meminum sisa kopi nya tersebut tak lama terdengar suara azan yang berkumandang. Alfi, Ferdi dan zuhdi bangkit dari tempat duduk nya lalu melangkah menuju ke masjid yang tidak terlalu jauh dari rumah khaira,mereka pergi menggunakan mobil alfi yang dibawa oleh zuhdi.


>> DI KAMAR <<


Khaira baru saja selesai membersihkan make up nya, penata rias juga baru saja keluar dari kamar khaira setelah membantu khaira membersihkan sisa-sisa make up di wajahnya.


Khaira yang mendengar suara adzan yang berkumandang, bergegas menuju kekamar mandi mengambil wudhu lalu ia melaksanakan shalat magrib sendirian. khaira tidak tahu kemana Alfi pergi setelah tadi keluar dari kamar nya.


Setelah selesai shalat dan menyimpan berbagai perlengkapan shalat. khaira kembali mengenakan jilbab nya lalu keluar dari kamar. ia melihat diruang tamu tidak ada seorang pun disana, khaira hanya melihat banyak kado pernikahannya yang telah terbuka dari bungkusan yang terletak di salah satu ruang tamu rumah nya.


Rumah khaira adalah rumah sederhana yang hanya memiliki dua kamar dan dua ruang tamu,sedangkan di arah dapur masih tersisa satu kamar lagi yang biasa nya ditempati oleh ayah khaira. karna tidak melihat seorang pun di ruang tamu akhirnya ia memutuskan pergi kedapur.


" Ma... " khaira memanggil mamanya yang sedang membersihkan sisa pesta tadi di dapur, disana terdapat beberapa keluarga besar dari ayah nya, sedangkan keluarga mamanya hanya ada tantenya ( kakak mama khaira ) mama khaira anak bungsu dari tiga bersaudara, kakak laki-laki pertamanya telah lama meninggal sehingga mama nya kini hanya memiliki kakak perempuan satu-satunya.


" Khaira suami mu mana... " tanya mama khaira saat ia melihat kedatangan khaira.


" eummm.... " khaira tidak tahu harus menjawab apa karna ia tidak tahu sama sekali di mana keberadaan suami nya kini.


" khairaaa..."mama nya kembali memanggil khaira karna khaira tak kunjung menjawab pertanyaan nya.


" eh.. i.. iya ma Alfi lagi di halaman depan kaya nya lagi ngobrol sama adik-adiknya " jawab khaira asal, ia terpaksa berbohong pada mamanya dari pada mama nya nanti curiga soal hubungannya dengan Alfi.


" oe.. ya udah kamu siapin makanan deh buat mereka " ucap mama khaira lagi.


" iya ma khaira siapin " ucap khaira lalu ia mengambil tiga piring dan beberapa perlengkapan makan lain nya, kemudian ditaruh nya di atas meja yang ada di ruang makan.


Tak lama kemudian Alfi dan kedua adik nya memasuki ruang tamu rumah khaira, khaira yang sedang menyiapkan makanan di atas meja menoleh ke arah pintu saat ia merasakan ada seseorang yang melangkah ke arah nya. khaira tersenyum kepada ketiga laki-laki itu dan dibalas oleh adik dan sepupu Alfi dibelakang nya sedangkan Alfi ia langsung memalingkan wajah nya kearah lain saat melihat khaira tersenyum kepada mereka.


Lagi-lagi khaira terdiam mendapati tingkah acuh nya Alfi. ia mencoba untuk tak perduli dengan semua sikap Alfi padanya, kemudian ia mengajak Alfi dan adik dan juga dlsepupu nya untuk menyantap hidangan yang telah disediakan oleh nya.


" bang Alfi, bang Ferdi, zuhdi ayo makan khaira sudah menyiapkan sarapan untuk kalian " ucap khaira sambil tersenyum ramah lagi-lagi Alfi bersikap acuh pada khaira.


" kok kak khaira panggil ferdi abang sih? harusnya sekarang panggil nya Ferdi aja karna sekarang kan sudah jadi kakak ipar nya ferdi. " ucap ferdi tersenyum pada khaira ia melirik sekilas kearah Alfi yang masih tak bergeming dengan sikap acuhnya.


Alfi usia nya dua tahun di atas alfi, meskipun Ferdi hanya adik sepupunya tapi kedekatan mereka sudah seperti saudara kandung. bahkan Alfi lebih dekat dengan Ferdi di bandingkan dengan zuhdi yang adik kandung nya

__ADS_1


" hehehe... tapi kan bang ferdi usia nya di atas khaira" ucap khaira pada ferdi senyuman masih terlihat dibibirnya.


" ya walau pun usia Ferdi dua tahun di atas kakak tapi kan tetap saja sekarang kakak sudah jadi istri bang Alfi itu artinya kak khaira kakak nya Ferdi sama zuhdi. ya kan zuhdi? " tanya Ferdi pada zuhdi yang hanya di angguki kepala oleh nya.


"eum.. ya udah, tapi panggil nya ngak usah pake embel-embel ' kakak ' kesan nya aku jadi terlalu tua" ucap khaira sambil terkekeh.


" nanti kalau tante ( mama Alfi) dengar atau siapa pun yang mendengar nya malah dibilang tidak sopan lagi karna memanggil istri abang hanya dengan sebutan nama " ucap fedi lagi.


" udah lah ngak papa lagian lebih nyaman seperti itu, terus hubungan kita juga bisa lebih dekat, jadi nanti kalau kita berbicara tidak terlalu canggung. " ucap khaira sambil melihat zuhdi dan Ferdi secara bergantian.


" ya udah terserah kakak aja deh.. eh maksud ku khaira " ucap Ferdi.


" ya udah kalau gitu ayo sekarang lebih baik makan dulu nanti kita lanjut ngobrol lagi " ucap khaira pada ketiga laki-laki dihadapan nya.


khaira mengajak ketiga laki-laki itu untuk menyantap hidangan yang telah di sedia kan oleh nya, yang hanya di angguki kepala oleh kedua adik Alfi sedangkan Alfi yang merasa malas menanggapi ucapan khaira langsung melangkah menuju ke arah kamar mereka.


Kedua adik Alfi yang melihat Alfi yang malah menuju ke arah kamar langsung menegur nya.


" loh abang mau kemana ngak makan dulu " tanya zuhdi adik Alfi yang sejak tadi hanya terdiam.


Alfi yang sekarang sudah berdiri tepat didepan pintu kamar menghentikan langkah nya saat zuhdi berbicara padanya.


" mau kekamar gue belum lapar kalau kalian mau makan makan aja duluan " ucap Alfi tanpa membalikkan badan nya ke arah belakang, setelah mengucapkan kata tersebut Alfi membuka pintu kamar lalu masuk kedalam nya.


ketiga orang yang masih berdiri pada tempat nya memandang satu sama lain karna mendapati sikap acuh nya Alfi.


" eheummm..."


Ferdi dan khaira langsung menoleh kearah zuhdi Saat mendengar deheman nya.


"eum... maaf ya kak bang Alfi memang gitu orang nya tapi sebenarnya dia orang yang baik dan penyayang, dia juga orang yang ramah dan humoris hanya saja mungkin saat ini ia belum terbiasa beradaptasi dengan kakak dan keluarga. " ucap zuhdi pada khaira.


zuhdi tentu nya tau bagaimana kakak nya itu bisa menikahi khaira, sedangkan Ferdi ia sama sekali tidak tau penyebab Alfi menikah dengan khaira ia berfikir jika Alfi menikahi khaira karna ia mencintainya.


khaira yang mendengar ucapan zuhdi hanya terdiam tanpa menjawab sepatah kata pun.


" eum... kalau gitu kalian makan duluan aja ya biar aku yang akan membujuk bang Alfi untuk makan. " ucap khaira pada kedua laki-laki dihadapan nya itu yang hanya di angguki kepala oleh mereka.


khaira melangkah kan kaki nya menuju kearah pintu kamar sesampai nya didepan pintu ia sempat ragu untuk melangkah masuk. akhirnya dengan segala keberaniannya ia meraih gagang pintu tersebut lalu membuka nya.


Alfi yang sedang berbaring diatas tempat tidur sambil memainkan handphone nya, langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu yang terbuka, saat mata nya menatap ke arah pintu didapati nya khaira yang sedang berdiri disana. khaira melangkah masuk dan kembali menutup pintu kamar itu.


" Abang kenapa bersikap seperti itu di depan mereka? " tanya khaira pada Alfi tanpa basa-basi ia malas harus bersikap baik pada Alfi jika Alfi sendiri pun tak pernah menghargai sikap baik nya itu.


" bukan urusan mu" jawab Alfi singkat ia masih berbaring ditempat tidur dan tangan nya sibuk memainkan smartphone nya.


" ya tentu saja itu menjadi urusan ku karna ini rumah ku kalau ada keluarga ku yang melihat sikap abang seperti itu aku harus menjawab apa kalau mereka bertanya?. " ucap khaira sambil menahan rasa kesalnya terhadap alfi.


Alfi yang mendengar ucapan khaira lalu bangun dari tempat tidur kemudian ia mendekati khaira dan mencengram rahang khaira dengan kuat sambil berkata.


" loe dengar ini baik-baik, gue ngak perduli dimana pun kita berada dan gue ngak akan pernah bersikap baik sama loe, dan satu lagi loe jangan sok akrab dengan keluarga gue apalagi sama zuhdi dan Ferdi gue ngak suka, INGAT ITU " ucap Alfi sambil menekan kan kata terakhir nya lalu melepaskan cemgraman nya itu dengan kasar. kemudian ia kembali duduk di atas tempat tidur.


Khaira menyentuh rahangnya yang terasa sakit karna cengkraman Alfi yang terlalu kuat sampai membuat rahang nya memerah.


" tapi setidak nya kamu bisa bersikap baik didepan keluarga ku, aku mohon bersikaplah seperti pasangan pada umum nya bila kita didepan keluarga ku" ucap khaira secara memelas kepada Alfi agar ia mau menuruti permintaannya itu. Alfi melihat ke arah khaira sekilas lalu kembali menatap ke arah benda pipih yang ada ditangan nya.


" Ok gue akan bersikap baik pada loe hanya didepan keluarga kita" ucap Alfi pada khaira.khaira yang mendengar ucapan Alfi langsung tersenyum girang setidak nya ia bisa mendapatkan perlakuan baik dari Alfi walau hanya di depan keluarganya.


" kalau gitu ayo keluar kita makan bersama " ucap khaira pada Alfi


" ngak loe aja yang makan sana gue ngak lapar " ucap Alfi dengan datar


" ayolah masa aku makan sendirian tadi kan sudah janji akan bersikap baik jika di depan keluarga. " ucap khaira ia mencoba membujuk Alfi agar mau keluar bersama nya.


"cuihhh.. " Alfi berdecak kesal mendengar ucapan khaira ia segera bangkit dari duduknya dan melangkah keluar mendahului khaira. khaira yang melihat Alfi keluar kamar langsung melangkah kan kaki nya menyusul suami nya itu.


sesampai nya di ruang makan, mereka melihat zuhdi dan ferdi lagi sibuk menyantap makanan nya mereka hanya menatap Alfi sekilas lalu kembali melanjutkan makannya. khaira yang ingin mengambil makanan untuk Alfi dilarang oleh nya dengan menatap tajam ke arah khaira. khaira yang mengerti akan tatapan Alfi tersebut langsung menghentikan aktifitas nya itu.


Khaira kemudian pergi meninggalkan Alfi beserta kedua adik nya melangkah ke arah dapur, ia memasuki toilet yang ada didapur untuk mengambil wudhu setelah selesai ia berjalan memasuki musala yang ada di rumah nya untuk melaksanakan shalat 'isya.


Setelah selesai shalat ia kembali melangkahkan kaki nya menuju ke arah ruang makan sesampai nya disana ia tidak melihat Alfi dan kedua adik nya di ruang makan. akhirnya ia memutuskan pergi kekamar nya untuk beristirahat. saat membuka pintu kamar ia melihat Alfi yang sedang berbaring di tempat tidur sambil memejamkan matanya. khaira kemudian memajukan langkah nya mendekati Alfi.


" abang udah shalat 'isya? " tanya khaira pada Alfi


" belum " jawab Alfi singkat mata nya masih terpejam.


" kalau gitu abang shalat dulu habis itu baru tidur" ucap khaira lagi ia masih berdiri di samping tempat tidur dimana Alfi berbaring.

__ADS_1


" ngak usah ngatur-ngatur " ucap Alfi datar


" siapa yang ngatur - ngatur aku hanya menyarankan, nanti kalau abang sudah shalat hati juga akan terasa tenang dan tidurnya juga semakin nyaman" ucap khaira panjang lebar.


" ngak usah ceramah kalau mau ceramah sono di mesjid lebih banyak orang yang dengar, jangan cuma disini bikin kuping gue sakit" ucap Alfi kemudian ia turun dari tempat tidur pergi ke keluar kamar menuju ke ruang musala untuk melaksanakan shalat.


Selesai shalat ia segera kembali kekamar, saat ia membuka pintu ia melihat khaira yang berbaring di tempat tidur. ia bergegas masuk dan menutup pintu kamar lalu melangkah ke arah khaira yang sedang berbaring.


" ngapain kamu tidur disini " tanya Alfi sambil menatap tajam ke arah khaira. khaira yang mendengar suara Alfi langsung membuka matanya.


" ngapain kamu tidur disini? " tanya Alfi lagi. khaira yang mendengar pertanyaan Alfi mengernyitkan dahi nya.


" tidurlah " jawab khaira singkat sambil menatap ke arah Alfi.


" gue mau tidur di sini " ucap Alfi lagi.


" ya udah tidur aja ngapain coba ganggu orang tidur " ucap khaira sambil kembali membaringkan badan nya membelakangi alfi.


" gue ngak mau tidur sama loe " ucap Alfi dengan nada datar. khaira yang mendengar ucapan Alfi membalikkan badan nya dan melihat ke arah Alfi.


" ya udah kalau ngak mau tidur disini, tidur aja di bawah atau kalau mau tidur diluar juga ngak masalah " ucap khaira kemudian ia kembali membelakangi alfi.


" loe yang harus tidur dibawah gue ngak biasa tidur dilantai seperti itu. " ucap Alfi tangannya menarik khaira agar bangun dari tempat tidur.


khaira yang tadi nya berbaring, kini posisi nya malah terduduk di atas tempat tidur karna ditarik sama Alfi.


" aduuhh... apa sih main tarik-tarik sakit tau ucap khaira sambil memanyunkan bibir nya.


"ayo bangun loe harus tidur dibawah" ucap Alfi. khaira yang tenaga nya tidak cukup besar dari Alfi tak bisa menahan tubuh nya untuk tetap berada di tempat tidur akhirnya terpaksa ia harus bangun.


setelah khaira bangun dari tidur nya alfi melangkahkan kaki nya menuju ke sisi ranjang sebelah kanan sebelum berbaring ia menatap ke arah khaira yang masih berdiri di tempat nya.


" ngapain masih di situ udah sono ambil bantal terus tidur dibawah awas kalau sampai loe berani naik ke tempat tidur" ucap Alfi dengan menatap tajam ke arah khaira. khaira hanya menatap Alfi yang kini tidur membelakanginya.


khaira masih tidak bergeming dari posisi nya, ia tidak mau tidur dilantai sedangkan Alfi enak-enak nya tidur di tempat tidur. khaira sedang mencari cara bagaimana cara nya agar ia bisa tidur di tempat tidur. sesaat kemudian mendapatkan sebuah ide bibirnya tertarik ke atas hingga menampakkan senyuman manis nya.


perlahan-lahan khaira melangkah kan kaki nya ke sisi sebelah kiri tempat tidur dimana tadi ia berbaring. sesampai nya disana secara perlahan ia menaiki tempat tidur itu berusaha membuat tempat tidur itu agar Alfi tidak menyadari keberadaan nya.


Alfi yang belum tertidur sepenuh nya membukakan mata nya saat merasakan adanya pergerakan ia merasa seseorang sedang mendekatinya,kemudian ia membalikkan badan nya secara perlahan untuk melihat siapa yang mendekati nya itu.


sesaat matanya terbelalak saat melihat khaira yang kini telah berada di samping nya.


" LOE..." ucap Alfi dengan suara yang sedikit keras. khaira langsung menutup mulut Alfi dengan tangan sebelah kanannya.sedangkan ia meletakkan telunjuk kiri nya di depan bibir nya pertanda ia menyuruh alfi agar diam.


" diam jangan berisik kamu mau semua orang yang di sini datang kemari karna teriakan kamu?... " ucap khaira setelah Alfi diam karna ia menutup mulut nya. Alfi yang mendengar pertanyaan khaira spontan menggelengkan kepala nya.


Alfi menyentuh tangan khaira menjauhkan tangan itu dari mulut nya, lalu ia mengganti posisi nya dengan posisi duduk.


" loe ngapain sih di sini bukan nya gue udah bilang loe harus tidur dibawah ngak boleh tidur disini. " ucap Alfi sambil menatap tajam ke arah khaira.


Khaira menelan ludahnya kasar saat mendapatkan tatapan tajam dari Alfi namun ia mencoba memberanikan diri nya untuk mengatakan apa yang ada dalam fikirannya pada alfi.


" tunggu.. ini sebenarnya kamar siapa? " tanya khaira ia membalas tatapan alfi yang sejak tadi menatap kearah nya.


" ya ini kamar loe sih, tapi selama gue disini kamar ini jadi kamar gue jadi gue yang lebih berhak mengatur siapa saja yang boleh tidur disini ".ucap Alfi tatapan nya masih tidak berpindah menatap kearah khaira.


khaira yang mendengar ucapan Alfi mengernyitkan dahinya.


" sejak kapan kamar ini jadi kamar kamu padahal aku ngak pernah bilang kalau selama kamu disini kamar ini akan menjadi kamar kamu" ucap khaira ia memalingkan wajah nya menghadap ke arah lain.


" ya loe memang ngak pernah bilang sih kamar ini jadi kamar gue tapi gue kan tamu disini jadi tamu itu harus di layani seperti seorang raja " ucap acap Alfi sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum miring.


khaira yang melihat Alfi menaik turunkan alis nya memutar mata nya malas apalagi saat mendengar ucapan Alfi membuat nya jengah.


" udah sana loe tidur dibawah " ucap Alfi lagi karna tak ada tanggapan dari khaira ia sedikit mendorong tubuh khaira dengan tangannya agar khaira turun dari tempat tidur.


khaira yang di dorong Alfi berusaha melawannya, Alfi yang mendapat perlawanan dari khaira makin mendorong dengan keras tubuh khaira, tanpa sengaja ia mendorong khaira kebelakang hingga tubuh nya ikut terbaring bersama khaira ditempat tidur, kini setengah tubuh Alfi **** tubuh khaira. sejenak mereka saling memandang. Alfi yang menyadari posisi nya saat itu langsung bangkit menjauhkan tubuh nya dari khaira.


khaira berusaha mengatur nafasnya karna jantung nya yang berpacu cepat karna kejadian yang baru saja terjadi itu.


" arrrggghhh.. " Alfi mengacak rambut nya frustasi ia tidak mengerti mengapa jantung nya berdetak kencang saat ia berada diposisi seperti itu bersama khaira.


" ya udah malam ini loe boleh tidur di sini " ucap Alfi, ia lalu mengambil dua guling dan meletakkan nya ditengah sebagai pembatas antara ia dan khaira.


" ingat ngak boleh lewat, awas saja kalau sampai lewat".ucap Alfi pada khaira yang masih berbaring. lalu ia berbaring membelakangi khaira.


Akhirnya mereka tidur dengan dibataskan guling ditengahnya.

__ADS_1


__ADS_2