
*•*•* Serpihan Hatiku Memang Masih Ada Untuk Nya •••
Namun Kini Bagiku Dia Hanya Lah Teman Biasa •••
Karna Aku Akan Setia Padamu
Yang Telah Mengikat Kan Aku Dengan Dirimu Di Hadapan Allah •••
Melalui Kekuatan Janji Suci Yang Telah Engkau Ucapkan. *•*•*
••• Khaira Najwa Safira •••
💞 💞 💞 💞 💞
Terdengar suara petikan gitar dari atas panggung. Semua orang yang ada di sana melihat ke arah panggung, tak terkecuali Rizwan dan Khaira.
" DEG...... "
Jantung khaira seolah berhenti berdetak saat ia melihat sosok yang ia kenali kini berada di atas panggung. Seorang laki-laki yang kini berstatus sebagai suami nya. dia adalah Alfi yang duduk di kursi sambil memain kan senar gitar dan sebuah microphone di depan nya.
Suara gitar yang di main kan oleh Alfi menggema di seluruh ruangan kafe itu, semua orang menatap kagum ke arah Alfi yang terlihat begitu tampan saat memainkan gitar nya.
Alfi terus memetik senar gitar dan mulai menyanyikan sebuah lagu, yang sebenar nya di tujukan kepada khaira.
🎶 🎶 🎶
Ada apa kau bertemu dia
Mungkin kah kau ingin bagi cinta mu?
Jika memang kau bagi cinta mu
Masih pantas kah ku jaga hatiku ?
Ingat kah semua kata
Yang kau ucap dulu
Kau berjanji untuk setia..?
Kini ku tanya kemana
janji itu kau buang..?
Pernah sakit tapi
tak pernah sesakit ini
Karna pernah cinta tapi
tak pernah sedalam ini
Aku ingin semua cinta mu
hanya untuk ku
Memang ku tak rela
Kau bagi untuk hati yang lain.....
Jika memang kau bagi cinta mu...uu..
Kemana janji itu kau buang... a.. a. ang?
Ho....hoho.... o.. o..
Kau buat ku menangis
tanpa air mata
Sampai ku teriak pun
Sudah tak ada suara.. a.. a
Hu... huhu... u.. u...
Pernah sakit tapi
Tak pernah sesakit ini
Karna pernah cinta
Tapi tak pernah sedalam ini
Aku ingin semua cinta mu
Hanya untuk ku
Memang ku tak rela
Kau bagi untuk hati yang lain
Hu.. huhu... u.. .
Aku tak rela kau bagi untuk
__ADS_1
Hati Yang Lain......
🎵 Azmi - Pernah Sakit
💧💧💧💧💧
Suara tepuk tangan dari pengunjung kafe membuat khaira tersadar dari lamunan nya. ia menatap ke arah Alfi tanpa menoleh ke arah lain semenjak laki-laki itu mulai bernyanyi.
suara yang merdu dan lagu yang di nyanyikan dari hati menyampaikan pesan lagu itu ke hati para pengunjung kafe.
Termasuk khaira ia tahu jika lagu itu di tujukan Alfi pada nya, karna sejak mulai bernyanyi laki-laki itu selalu menatap ke arah nya dan rizwan. Khaira menundukkan kepala nya tak berani untuk menatap Alfi lagi, ia merasa bersalah pada Alfi karna ia tak mengatakan pada Alfi jika teman yang di maksud khaira adalah rizwan.
Alfi masih menatap ke arah khaira sampai lagu itu selesai. Khaira yang di tatap Alfi seperti itu semakin merasa bersalah, ia merasa seperti sedang ketahuan selingkuh sama suami nya, meski pun pada kenyataan nya khaira bertemu rizwan hanya untuk urusan pekerjaan.
Rizwan yang melihat Alfi yang terus menatap ke arah khaira sejak ia mulai benyanyi.
dan khaira yang terus menunduk saat di tatap Alfi merasa ada yang aneh di antara mereka. Namun ia tidak bertanya pada khaira, ia hanya menyaksikan dua orang yang kini sedang bergelut pada pemikiran nya masing-masing.
Alfi turun dari panggung membayar makanan nya, lalu melangkah keluar kafe tanpa melihat ke arah khaira dan rizwan. khaira yang melihat Alfi melangkah keluar kafe ia segera berpamitan pada rizwan untuk keluar dari kafe tersebut..
" Rizwan aku pergi dulu ya, tolong bilang sama teman mu aku besok akan ke butik nya, sekalian tolong kamu kirim alamat nya ya " ucap khaira tergesa - gesa, sambil menyampirkan tas nya di bahu.
" i...iya " ucap Rizwan menatap bingung ke arah khaira yang terlihat begitu terburu-buru.
Khaira segera meninggalkan Rizwan dan berjalan cepat ke arah luar kafe untuk menyusul Alfi yang telah keluar.
Sesampai nya di luar ia melihat ke kanan kiri untuk mencari keberadaan Alfi. Dan ia melihat Alfi di parkiran motor, sedang memakai helm nya. khaira segera berlari ke arah Alfi yang sudah menaiki motor nya. Rizwan melihat khaira yang berlari ke arah Alfi dari dalam kafe.
" Ada hubungan apa antara khaira dan laki-laki, itu apa itu pacar nya? dari tadi aku melihat ada yang aneh dari gelagat khaira saat melihat laki-laki itu bernyanyi di atas panggung, seolah ia tak tenang saat laki-laki itu bernyanyi dan melihat ke arah nya. Ada hubungan apa sebenar nya di antara mereka aku harus mencari tau " gumam Rizwan dalam hati.
Rizwan bangkit dari duduk nya membayar seluruh pesanan nya dan khaira, lalu melangkah ke luar meninggalkan kafe tanpa memperdulikan dua orang yang kini sedang berdebat.
" Bang Alfi tunggu " ucap khaira seraya berlari ke arah Alfi. Alfi mendengus malas saat melihat khaira berlari ke arah nya.
" Bang aku bisa jelasin semua nya aku ngak ada hubungan apa pun sama dia aku sama di... " belum selesai khaira berbicara Alfi sudah lebih dulu menyela nya.
" Cuma teman? " khaira menggangu kan kepala nya mendengar ucapan Alfi.
Alfi mendengus malas melihat khaira yang menganggukan kepala nya, ia menatap ke arah lain, enggan untuk menatap khaira.
" Bilang nya cuma teman tapi loe selalu bertemu dengan dia, dan berduaan lagi " ucap Alfi ia masih membuang pandangan nya dari khaira.
" Aku berani bersumpah aku ngak ada hubungan apa pun sama dia, kami hanya sebatas teman biasa ngak lebih. a..ak.." Alfi langsung menyela saat mendengar ucapan khaira.
" Tapi loe mencintai nya kan? " ucap Alfi dengan suara sedikit meninggi dan menatap tajam ke arah khaira. ia berusaha menahan emosi yang Kini mulai menguasai dirinya.
Setetes air bening membasahi pipi khaira saat ia mendengar ucapan alfi. khaira menyentuh lengan Alfi yang memegang starter motor nya.
" Aku mohon tolong percaya, aku ngak ada hubungan apa pun dengan dia kami hanya berteman, dan soal perasaan ku pada nya aku mohon tolong kamu mengerti. aku juga tidak ingin seperti ini, aku juga ingin melupakan nya, tapi ini masalah hati dan kamu pasti tahu jika hati tak mudah untuk di arahkan.
kita tak bisa memilih pada siapa kita akan jatuh cinta karna dia lah yang memilih kemana dia akan berlabuh " khaira berusaha menjelaskan nya pada Alfi namun Alfi tak mau percaya dengan penjelasan nya itu.
Alfi menggelengkan kepala nya sambil menatap ke arah khaira, khaira hanya diam mendengar ucapan Alfi, air mata nya masih terus mengalir di pipi mulus nya.
" loe egois khaira, LOE EGOIS.... " ucap Alfi dengan suara yang sedikit meninggi dan menekan kata tersebut.
" gimana jika gue yang meminta loe untuk mengerti kalau seandai nya gue mencintai wanita lain "
Deg. . . .
Khaira menatap ke arah Alfi dengan mata nya yang basah dan di penuhi air mata.
Ucapan yang di lontarkan Alfi membuat hati khaira terasa nyeri, entah mengapa ia merasa ada sesuatu di balik perkataan Alfi barusan, namun ia tak tahu apa yang ada di balik perkataan nya itu.
Alfi menyalakan Mesin motor nya dan menjalankan nya meninggalkan khaira yang menangis sesegukan.
Khaira memegang dada nya yang terasa sesak, sambil menatap punggung Alfi yang mulai hilang dari pandangan nya, setetes air mata kembali jatuh dari pelupuk mata nya.
khaira tak tahu apa yang akan terjadi pada hubungan nya dengan Alfi selanjut nya.
Ia merasa akan ada masalah yang lebih besar dari pada hari ini.
Khaira menghapus air mata nya mngambil HP nya dalam tas lalu memesan sebuah taksi, setelah menunggu sekitar 10 menit taksi yang di pesan khaira pun datang, ia segera naik ke dalam taksi untuk kembali pulang ke rumah.
💔 💔 💔 💔 💔
Di sisi lain Alfi terus menjalan kan motor nya menuju ke arah Bandara di mana ia bekerja, setelah pergi meninggalkan khaira di kafe ia pulang ke rumah nya mengambil beberapa pakai an dan memasuk kan nya ke dalam koper lalu kembali meninggalkan rumah nya.
Sesampai nya di bandara ia segera memarkirkan motor nya dan berjalan masuk ke dalam Bandara dengan mendorong koper yang ada di tangan nya.
Saat dia sudah berada di dalam Bandara seorang wanita muda yang melihat kedatangan Alfi ia langsung berjalan menghampiri alfi.
" gimana udah siap? " tanya wanita itu. Dia seorang pramugari dan satu penerbangan dengan Alfi.
" udah ni loe gimana ? " Alfi bertanya balik pada wanita yang kini berjalan beriringan dengan nya.
" Udah, semua keperluan aku udah aku siap kan, oe ya 15 menit lagi kita berangkat " ucap perempuan itu lagi pada Alfi sambil tersenyum.
" ya sudah kalau gitu aku mau keruangan dulu ya ada beberapa hal yang harus aku selesaikan dulu sebelum kita berangkat " ucap Alfi lagi, wanita itu hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum ke arah Alfi.
Alfi kembali melanjutkan langkah nya melangkah ke arah ruangan di mana meja kerja nya terletak di sana. saat ia sudah berada di meja kerja nya ia kembali mengingat kejadian saat ia melihat khaira dan rizwan berduaan di kafe.
>> F L A S H B A C K O F F
Hari ini jadwal Alfi melakukan penerbangan, tadi sebenar nya Alfi berniat pulang ke rumah untuk mengambil keperluan nya yang akan ia bawa.
__ADS_1
Namun saat di perjalanan pulang ia melihat khaira bersama dengan seorang laki-laki di sebuah kafe, akhir nya ia memutuskan untuk mampir ke kafe tersebut untuk memastikan siapa laki-laki yang bersama khaira.
rahang nya mengeras saat ia mengetahui khaira bersama dengan rizwan laki-laki yang di cintai oleh khaira, Alfi memutuskan untuk duduk di salah satu meja yang agak berjauhan dari mereka sambil mengamati dua orang yang sedang berbicara dengan serius.
Karna jarak yang terlalu jauh ia tak dapat mendengar apa yang di bicarakan rizwan dengan khaira, ia hanya melihat jika khaira sesekali mengeluarkan senyum dan tawa nya saat sedang berbicara dengan rizwan.
Alfi berusaha menahan emosi nya, saat ia melihat ada sebuah panggung untuk bernyanyi ia memutuskan untuk meluap kan perasaan nya melalui lagu yang di nyanyikan nya.
>> F L A S H B A C K O N
••• ALFI POV •••
Aku benar-benar merasa kesal sama khaira, bisa-bisa nya dia bertemu dengan laki-laki itu tanpa seizin ku. tadi pagi saat ia mengirim pesan pada ku dia hanya mengatakan kalau dia akan bertemu dengan teman nya dan tidak mengatakan kalau teman yang di maksud nya itu adalah cowok tengil yang beberapa bulan lalu bertemu dengan nya di pantai.
Kalau aku tau mana mungkin aku mengizinkan nya untuk bertemu dengan dia.
" Arrrggghhh... " aku mengacak rambut ku kesal hingga kini tak beraturan lagi.
" Kamu kenapa sih yang, kok kesal begitu? " tanya seorang wanita yang datang menghampiri ku.
" Elisa, kamu kenapa bisa ada di sini? " ucap ku pada Elisa, Elisa adalah wanita yang menemui ku tadi saat aku baru masuk kebandara, dia satu penerbangan dengan ku.
Elisa itu pacar ku, kami menjalin hubungan satu bulan sebelum aku menikahi khaira, saat itu sebenarnya tanggal pernikahan kami telah di tentukan.
Namun saat Elisa mengungkapkan perasaan nya pada ku aku tak dapat menolak nya karna jujur saja aku juga mencintai Elisa bahkan saat ini meski pun aku sudah menikah dengan khaira tapi aku belum memutuskan nya.
Ada rasa bersalah dalam hati ku setiap kali aku melihat khaira, saat setiap kali ia melayani ku dengan baik sebagai suami nya. selalu berusaha bersikap baik pada ku sejak pertama kali kami menikah meski pun aku selalu menyakiti nya dan tak pernah menghargai kebaikan nya padaku waktu itu.
Selama 6 bulan pernikahan kami aku mulai merasa nyaman dengan nya, aku merasa takut kehilangan dia apalagi aku tahu jika dia belum bisa sepenuh nya mencintai ku dan masih mencintai laki-laki dari masa lalu nya itu.
Aku tak tahu ada hubungan apa antara khaira dengan laki-laki yang bernama rizwan itu. dari mata khaira aku melihat dia sangat mencintai rizwan. mungkin kah itu mantan pacar nya?.
Ah....Tapi tidak mungkin, khaira bilang dia tak pernah pacaran dan waktu itu ayah nya juga mengatakan hal yang sama jadi tidak mungkin jika itu mantan pacar nya.
Elisa dan khaira mereka sama-sama wanita yang taat akan agama, namun wajah Elisa lebih cantik dari khaira bahkan tinggi badan nya juga lumayan tinggi mencapai 170 cm.
sedangkan khaira yang tinggi nya hanya sekitar 150 cm sangat jauh di bandingkan tinggi badan Elisa apalagi dengan ku, bahkan saat ia berdiri di sampingku ia terlihat begitu kecil.
Namun meski khaira tidak secantik Elisa, aku selalu menemukan kedamaian saat melihat wajah nya, apalagi saat ku menatap mata nya yang teduh itu membuat hati ku tetasa sejuk, hal yang tak pernah ku temukan dalam diri Elisa.
Aku yakin jika saat ini aku sudah mulai mencintai khaira, namun aku tak dapat meninggalkan Elisa karna aku juga mencintai nya. sangat sulit bagi ku jika aku harus memilih salah satu di antara mereka. meski pun aku tahu apa yang aku lakukan akan menyakiti dua hati wanita yang begitu lembut dan penuh ketulusan.
Elisa tak pernah tahu soal pernikahan ku dengan khaira, aku tak tahu apa yang di lakukan nya jika ia tahu, kalau aku sudah menikahi wanita lain.
" Alfi kamu kenapa melamun ? " suara Elisa dan lambaian tangan nya membuat ku tersadar dari lamunan ku.
"eh.., ngak aku ngak kenapa-kenapa hanya lagi banya fikiran " ucap Alfi pada wanita itu yang kini duduk di kursi depan meja ku.
" memang nya kamu lagi mikirin apa ? sampai tadi aku bicara panjang lebar kamu sama sekali tidak mendengar nya " ucap Elisa sambil menatap ke arah ku.
" bukan apa-apa kok ngak usah di fikirkan, memang nya tadi ngomong soal apa? " aku bertanya kembali pada nya. ia mendeliki kesal karna aku tak mendengar apa yang tadi di bicara kan nya.
" Soal hubungan kita ? " ucap nya kesal, aku mengernyit kan dahi ku karna tak mengerti dengan ucapan nya.
" Maksud nya ?" tanya ku tak menngerti. aku melihat ia menampakkan wajah kesal nya atas pertanyaan ku itu.
" ya soal hubungan kita gimana kelanjutan nya? kapan kamu mau ngelamar aku? aku mau kita nikah, bulan depan usia ku genap 24 tahun dan mama juga memintaku untuk segera menikah " ucap nya dengan tatapan yang penuh ke seriusan..
" Gleeb... "
Aku menelan ludah ku kasar, saat aku mendengar ucapan Elisa, seolah ia begitu berat untuk ku telan.
" Alfi kamu kok diam saja jawab dong, aku mau kita memiliki ikatan yang lebih serius jika kamu belum mau menikah setidak nya kita tunangan dulu supaya hubungan kita ada kejelasan nya. " ucap Elisa saat ia melihat ku hanya terdiam.
Aku memikirkan ucapan Elisa yang memintaku untuk menikahi nya, bagaimana cara nya untuk ku mengatakan yang sebenar nya pada elisa, aku tidak mungkin menyembunyikan status ku yang sebenar nya, karna cepat atau lambat Elisa pasti akan tahu jika aku sudah menikah.
Aku bisa saja menikahi Elisa tanpa menceraikan khaira, namun aku tahu jika aku melakukan nya itu akan sangat menyakitkan bagi khaira, aku tak ingin menyakiti nya lebih dalam lagi, sudah cukup semua penderitaan yang ku berikan pada nya.
Aku tahu jika ku mengatakan nya pada khaira untuk mengizinkan aku menikahi Elisa, ia tak kan mau menerima nya sekali pun aku memaksa ia untuk menerima Elisa dalam hidup ku ia takkan bisa menerima nya.
jika bibir nya berkata ia tapi tidak dengan hatinya. Karna pada hakikat nya tak ada wanita yang mau di poligami kecuali istri-istri para nabi.
Namun, mungkin ada juga sebagian wanita yang menerima poligami karna suami nya mampu bersikap adil. sedangkan diriku aku menyadari jika aku takkan mampu bersikap adil pada khaira dan Elisa jika nanti nya aku menikahi Elisa.
" ALFI...." aku kembali tersadar dari lamunan ku saat Elisa kembali memanggil nama ku dengan sedikit berteriak.
" iya, maaf tadi aku lagi memikirkan nya mencoba mencari jawaban yang tepat, tapi seperti nya aku belum menemukan jawaban nya, aku akan memikir kan hal ini kembali dan kita bisa bicarakan nya saat kita sudah kembali kesini " ucap ku pada Elisa ia terlihat sedikit lebih tenang saat mendengar jawaban ku.
" ya udah yuk kita siap-siap sebentar lagi kita akan melakukan penerbangan, jadi kita harus menyamping kan urusan pribadi untuk urusan pekerjaan " ucap ku yang di angguki kepala oleh Elisa.
Saat aku ingin bangun dari kursi yang aku duduki aku melihat HP ku berbunyi dan itu khaira yang menelpon ku. Aku me reject telpon nya, karna saat ini aku masih kesal pada nya dan tak ingin berbicara dengan nya.
" siapa yang nelpon kok ngak di jawab siapa tahu ada hal yang penting? " ucap Elisa yang melihat ku menolak panggilan telpon dari khaira.
" ini bukan dari siapa-siapa ngak penting juga, udah yuk kita pergi " aku me non aktifkan telpon ku dan melangkah ke luar ruangan di ikuti oleh Elisa di belakang ku.
••• ALFI POV END •••
🌀 🌀 🌀 🌀 🌀
Terima kasih buat para readers!!
Nantikan episode selanjut nya😊
silahkan memberi saran dan komentar nya mengenai episode ini.
__ADS_1
Salam Author
Ety Salmila