
Lalu ia membuka pintu dan masuk ke kamar nya, meninggalkan Alfi yang kini berdecak kesal. lalu Alfi juga memilih masuk ke kamar nya yang ada di samping kamar khaira.
M◾A ◾ L◾A ◾M ◾
Alfi dan khaira baru saja selesai melaksanakan shalat 'isya, Saat melaksanakan shalat khaira selalu datang ke kamar Alfi untuk mengajak Alfi shalat berjamaah, begitu selesai shalat ia akan kembali lagi ke dalam kamar nya.
Sesuai yang telah mereka rencanakan usai shalat 'isya mereka akan pergi jalan-jalan. Khaira saat ini masih berada di kamar Alfi, ia sedang membereskan perlengkapan shalat yang mereka gunakan tadi.
Setelah selesai membereskan nya khaira langsung melangkah kan kaki nya keluar dari kamar Alfi. Namun langkah nya di hentikan Alfi saat ia berada di depan pintu kamar nya.
" Khaira.. tunggu.... " ucap Alfi seraya berlari ke arah khaira yang berdiri di depan pintu kamar nya.
" Ada apa ? " tanya khaira saat Alfi sudah berada di hadapan nya.
" Nihhh... buat kamu " ucap Alfi seraya meberikan dia Paperbag pada khaira.
" ini apa ? " Khaira menaikkan sebelah alis nya saat melihat Alfi memberikan dua Paperbag pada nya.
" udah kamu Terima aja nanti kamu lihat sendiri isi nya " ucap Alfi sambil menyerahkan Paperbag itu di tangan khaira.
Khaira membuka salah satu Paperbag itu dan melihat isi di dalam nya. khaira mengernyitkan dahi nya saat melihat Paperbag itu yang berisi sebuah Gamis berwarna biru muda, warna ke sukaan nya, dengan hijab yang senada dengan warna baju nya.
ia kembali membuka satu paperbag lagi yang berisi sebuah sepatu warna hitam dan sedikit tinggi.
" ini buat apa tanya khaira " tanya khaira sambil menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.
" ya buat di pake lah sayang..., aku mau kamu malam ini pake baju sama sepatu itu saat kita pergi " ucap Alfi sambil mengamati wajah khaira.
" tapi ini sepatu nya terlalu tinggi loh... aku ngak biasa pake sepatu setinggi ini " ucap khaira sambil mengamati sepatu yang ada di tangan nya.
" udalah jangan banyak alasan pake aja, lagian itu standart kok tingginya ". ucap Alfi ia masih menatap ke arah khaira. Khaira yang mendengar ucapan Alfi mendengus kasar.
" ya udah aku pake, tapi abang tau dari mana ukuran sepatu aku ? " tanya khaira sambil melihat nomor yang tertera pada sepatu itu.
Alfi yang mendengar pertanyaan khaira sejenak ia terdiam. mana mungkin ia mengatakan yang sebenar nya, jika tadi ia menelpon dan meminta bi Hanum untuk melihat ukuran sepatu khaira, sebelum ia membeli nya.
" Aku kan suami kamu, masa ngak tau ukuran sepatu kamu, udahlah cepatan ganti baju kamu, jangan lama-lama " ucap Alfi sambil mendorong pelan tubuh khaira ke dalam kamar.
" iya.. iya.. iya... aku bisa masuk sendiri ngak usah pake di dorong-dorong juga kali " ucap khaira sambil menjauh kwn tangan Alfi dari nya.
" Dasar bawel.... " ucap khaira lagi sebelum ia masuk ke dalam kamar nya.
Alfi juga masuk kembali ke dalam kamu nya untuk mengganti pakaian nya. setelah selesai ia langsung ke luar kamar, sesampai nya di depan kamar ia belum melihat khaira keluar dari kamar nya. ia memutuskan untuk menunggu khaira keluar.
__ADS_1
Tak lama kemudian khaira keluar dari kamar nya dengan pakaian yang tadi di berikan Alfi pada nya lengkap dengan kerudung dan juga sepatu nya.
Sejenak Alfi terpana dengan kecantikan alami istri nya itu, Khaira hanya memakai sedikit lipstik sebagai pelembab bibir nya. namun itu tak mengurangi kecantikan khaira.
" Loh kok malah bengong ayo kita pergi nanti keburu malam lagi " ucap khaira saat ia melihat Alfi yang hanya diam memandang ke arah nya.
" eh... ya.. a.. ayo kita pergi...." ucap Alfi sambil melangkah menuruni anak tangga, Saat ia melihat khaira yang dengan susah payah menuruni anak tangga ia malah berinisiatif menggendong khaira.
tanpa aba-aba Alfi menggendong khaira yang membuat ia kaget karna perlakuan Alfi pada nya.
" eh.. abang mau ngapain..
turunin aku jangan macam-macam deh kita kan mau pergi " ucap khaira sambil meronta, agar Alfi menuruni nya.
" jangan gerak nanti kalau kita jatuh gimana ?, lagian aku cuma mau bantuin kamu turun ke bawah, karna kamu pasti susah kan menuruni tangga setinggi ini "
ucap Alfi sambil menatap tajam ke arah khaira. khaira hanya diam mendengar penuturan Alfi apa yang dikatakan Alfi memang benar, ia memang kesusahan saat menuruni tangga karna sepatu yang ia pakai lumayan tinggi.
Bayangkan saja tinggi badan nya yang tidak sampai sebahu Alfi, tapi bisa melebihi bahu Alfi Saat ia memakai sepatu yang di berikan oleh Alfi.
Akhir nya Alfi menggendong khaira sampai ke dalam mobil. khaira mencoba meminta Alfi menurunkan nya saat sudah sampai di lantai bawah tapi ia malah mendapat tatapan tajam dari Alfi.
" Kamu kelamaan kalau jalan sendiri, mending aku gendong sampai mobil biar lebih cepat " ucap Alfi khaira hanya bisa pasrah saat mendengar apa yang di ucapkan Alfi.
Sesampai nya di mobil ia baru menurunkan khaira dari gendongan nya. Setelah itu ia kembali ke dalam rumah untuk mengunci pintu.
Alfi membawa khaira kesebuah restoran mewah yang belum pernah di datangi khaira sebelum nya.
" Kok kita kesini ? " tanya khaira saat mobil sudah berhenti di tempat parkiran.
" Aku mau ngajak kamu kesini, karna di sini tempat nya bagus dan pemandangan nya juga indah jika kita melihat nya dari atap restoran ini " ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.
" Aku baru tau kalau di daerah kita juga menyediakan restoran seperti ini, aku fikir ini cuma ada di kota-kota besar seperti jakarta " ucap khaira pandangan nya ia arahkan ke arah restoran yang memiliki banyak pengunjung.
" Aku punya suprise loh buat kamu, aku yakin kamu pasti suka" ucap Alfi ia masih memperlihatkan senyuman nya pada khaira.
" surprise apa ? " tanya khaira sambil menaikkan sebelah alis nya.
" Kalau aku bilang ngak surprise dong, kalau kamu penasaran mending sekarang kita langsung masuk aja, bentar ya kamu jangan keluar dulu tunggu aku disini "
Alfi turun dari mobil nya dan lalu melangkah menuju ke arah pintu penumpang yang di tempati khaira. ia membuka kan pintu untuk khaira dan mempersilahkan khaira keluar dari dalam mobil.
" Silahkan.....bidadari tak bersayap ku " ucap Alfi setelah ia membukakan pintu untuk khaira sambil mengedipkan sebelah mata nya.
__ADS_1
Perlakuan Alfi membuat khaira tak bisa berkata-kata, sungguh manis bagi diri nya yang baru pertama kali nya mendapatkan perlakuan seperti itu dari seorang laki-laki, apalagi laki-laki itu adalah Alfi suami nya, menambah rasa haru dalam relung hati khaira.
Khaira segera keluar dari dalam mobil sambil menoreh kan senyuman manis nya pada Alfi.
" Terima kasih... malaikat pelindung ku " Ucap khaira saat ia sudah keluar dan Alfi menutup pintu mobil nya.
Alfi meraih tangan khaira mengenggam nya dan membawa nya masuk ke dalam restoran tersebut.
Baru saja mereka sampai di pintu restoran langkah mereka kembali terhenti saat mereka melihat orang yang sama-sama mereka kenal, baru saja keluar dari restoran .
DEg
DEg
" Elisa / Rizwan...."
🍂 🍂 🍂 🍂 🍂
-
Happy Reading
-
Apa yang akan terjadi selanjut nya, antara khaira, Alfi , Elisa, dan rizwan...???
-
Nantikan episode selanjut nya ya!!! 😊
-
Terima kasih buat readers yang sudah memberikan berbagai saran, like dan juga komentar nya.. 🙏😘
Berikan like dan komentar yang lebih banyak setiap episode, agar author makin semangat meng Up episode selanjut nya.
-
Terima Kasih 🙏
-
Salam Author
__ADS_1
-
Ety Salmila