Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Kehidupan Di Rumah Baru


__ADS_3

*"*"*Kemewahan Yang Engkau Berikan Dapat Kah Semewah Hidup Ku Yang Akan Di Penuhi Dengan Canda Tawa? Atau Akan Dihiasi Dengan Air Mata Ke Kecewaan? *"*"* .


🔷 Khaira Najwa Safira 🔷


🍀 🍀 🍀 🍀 🍀


Alfi memalingkan wajah nya dari khaira, kali ini ucapan khaira membuat nya kehabisan kata-kata. Alfi kembali menancap gas mobil nya menuju ke rumah baru mereka.


Tak berapa lama akhir nya mereka sampai di depan gerbang debuah rumah berlantai dua, Rumah yang berlantai dua tersebut di batasi oleh gerbang hitam yang menjulang tinggi, dari luar kita dapat menebak jika pemilik rumah tersebut adalah orang-orang elite.


seorang laki-laki paruh baya membuka gerbang rumah tersebut saat melihat mobil Alfi yang berhenti di depan gerbang. Saat gerbang terbuka Alfi kembali menjalan kan mobil nya memasuki halaman rumah tersebut.


Saat mobil telah berhenti di halaman rumah seorang wanita paruh baya menghampiri mobil Alfi dan khaira. Begitu pun dengan laki-laki yang membuka gerbang tadi, ia menghampiri Alfi dan khaira yang baru saja menghentikan mobil nya di halaman rumah .


" Selamat datang tuan dan nona " Ucap wanita paruh baya itu saat Alfi dan khaira turun dari mobil.


Khaira tersenyum ke arah wanita yang menunduk sopan di depan nya. Alfi berjalan menghampiri khaira yang baru saja ke luar dari mobil.


" Sayang perkenalkan ini bibi Hanum dan ini pak Sabbri suami nya bibi Hanum. " Ucap Alfi seraya


melingkar kan tangan nya di pinggang khaira.


" ' Sayang ' pandai sekali dia bersandiwara di depan orang lain, bersikap mesra seolah-olah ia sangat mencintai ku " khaira mencibir dalam hati, Namun bibir nya menampakkan senyum.


" Perkenalkan Saya Khaira " khaira tersenyum ramah ke arah bibi Hanum dan pak Sabbri dan menatap ke dua orang itu secara bergantian.


" Saya Sabbri yang akan menjaga rumah ini dan ini istri saya yang akan membantu bersih-bersih di rumah ini " Ucap pak Sabbri memperkenalkan diri nya dan juga istri nya.


Khaira hanya mengangguk kan kepala nya dan tersenyum mendengar apa yang di ucapkan pak Sabbri.


" Oe ya pak tolong barang - barang saya yang ada di bagasi di keluarkan dan antarkan ke depan kamar utama " Perintah Alfi pada pak Sabbri yang di angguki Kepala oleh nya.


Pak Sabbri dan bibi Hanum berjalan ke arah bagasi mobil untuk mengeluarkan semua barang-barang Alfi dan khaira.


" Gimana? Loe suka ngak sama rumah baru kita ? " Tanya Alfi sambil tersenyum memandang ke arah rumah baru mereka, tangan nya masih melingkar di pinggang khaira.


" Jika dilihat dari luar sih rumah nya cukup mewah " Alfi tersenyum mendengar apa yang di ucapkan khaira pada nya, ia menolehkan pandangan nya ke arah khaira yang ada di samping nya.


Namun senyuman nya menghilang saat mendengar ucapan khaira selanjut nya.


" Tapi tidak tahu bagaimana kehidupan di dalam nya nanti, mungkin kah akan semewah rumah yang di lihat dari luar atau..... Tak kalah seperti kita berteduh di bawah air hujan, penuh dengan air mata dan penderitaan ".


Khaira menolehkan pandangan nya ke arah Alfi, ia tersenyum miring melihat Alfi yang terdiam karna ucapan nya. Lalu khaira melangkah kan kaki nya, masuki rumah mewah tersebut, hingga tangan Alfi yang melingkar di pinggang nya terlepas.


Alfi hanya menatap punggung khaira yang berjalan masuk kedalam rumah, meninggalkan nya yang mematung dan masih berusaha mencerna setiap kata yang baru saja di ucapkan khaira.

__ADS_1


" Tuan ini barang-barang nya sudah semua " Ucapan pak Sabbri membuat Alfi tersadar dari lamunan nya.


" Oe iya pak silahkan di bawa masuk nanti bapak taruh aja di depan kamar saya " Ucap Alfi sambil menatap ke arah pak Sabbri yang berdiri di depan nya.


" Baik tuan " Ucap pak Sabbri lalu ia pergi membawa barang-barang tersebut masuk ke dalam rumah, di ikuti bibi Hanum di belakang nya.


◾◾◾◾◾


Khaira yang sudah berada di dalam rumah menolehkan pandangan nya keseluruh isi rumah, ' Mewah ' adalah gambaran untuk rumah yang akan di tempati diri nya dengan Alfi.


' Namun rumah yang terlihat mewah bisa kah semewah kehidupan nya nanti ? ' itu lah yang ada di fikiran khaira saat ini, mungkin kah ia dapat bertahan untuk selama nya di rumah ini?, mengingat hubungan nya dengan Alfi yang sudah semakin renggang.


Apalagi jika Alfi benar-benar akan menikahi Elisa, khaira tak kan mau hidup serumah dengan madu nya itu, karna hanya ada goresan luka dihatinya saat melihat Alfi dan Elisa bermesraan di depan mata nya.


IKHLAS, adalah satu hal yang tak dapat di capai khaira dalam hal ini, bagaimana bisa ia mengatakan jika ia ikhlas apabila Alfi menikahi wanita lain sedang kan hati nya terus mencibir hubungan Alfi dan Elisa.


" Maaf Non, kamar non sama tuan ada dilantai atas" Suara bi Hanum membuat khaira tersadar dari lamunan nya dan mengalihkan pandangan nya ke arah bi Hanum. Khaira tersenyum ke arah bi Hanum.


" Mari ikut saya Non, saya akan mengantarkan Non ke kamar " Ucap bibi hamum sambil tersenyum ke arah.


" Baiklah bi tapi barang-barang saya di mana? " Tanya khaira sambil mengamati wajah bi Hanum.


Bi Hanum mengernyitkan dahi nya mendapat pertanyaan dari khaira, pasal nya ia bingung bukan kah khaira akan melihat suami nya yang berjalan menaiki tangga dan membawa barang-barang nya.


" Sudah di antarkan suami saya ke lantai atas non " Ucap bi Hanum sambil menundukkan kepala nya.


" Kalau gitu bisakah bibi mengantarkan saya ke kamar? " Ucap khaira pandangan nya masih terarahkan ke arah bi Hanum.


" Tentu saja mari non saya akan mengantarkan non khaira ke kamar " Ucap bibi Hanum sambil tersenyum, khaira hanya menganggukkan kepala nya.


Khaira melangkahkan kaki nya mengikuti bibi Hanum menuju ke lantai atas, saat kaki nya ingin menaiki anak tangga ia melihat Alfi yang melangkah masuk ke dalam rumah.


Khaira hanya sekilas menatap ke arah Alfi, kemudian ia melanjutkan langkah nya menaiki setiap anak tangga menuju ke kamar nya.


Sesampai nya di lantai atas di sana sudah ada pak sabbri di depan pintu sebuah kamar, dan terdapat beberapa koper yang berisi barang-barang bawaan mereka.


" Ini kamar nya non " Ucap bibi Hanum setelah mereka sampai di depan pintu kamar.


" Terima kasih bi, pak sabbri Terima kasih juga karna telah mengantarkan barang-barang saya ke sini " Khaira tersenyum sambil mengamati sepasang suami-istri yang ada di depan nya.


" Non tidak perlu berterima kasih karna ini memang sudah menjadi tugas kami " Ucap pak sabbri ia tersenyum ke arah khaira.


" Kalau begitu kami permisi, non " Ucap bi Hanum, khaira hanya menganggukkan kepala nya, lalu bi Hanum dan pak sabbri meninggalkan khaira menuju ke lantai bawah.


Setelah bi Hanum dan pak sabbri pergi, tak lama kemudian Alfi yang baru saja sampai di lantai dua melangkah mendekati khaira.

__ADS_1


" Kenapa belum masuk ? " Tanya Alfi seraya melangkah ke arah khaira. Ia berdiri tepat di depan khaira. Lalu tangan nya meraih gagang pintu dan membuka pintu kamar utama itu lebar-lebar.


" Loe masuk aja duluan nanti barang-barang loe biar gue yang bawain " Ucap Alfi sambil mengamati wajah khaira.


Khaira hanya menatap sekilas ke dalam kamar yang terlihat dengan jelas, kamar tersebut bercat warna abu-abu muda dan isi dalam kamar yang mewah, tentu saja membuat kita merasa nyaman berada di sana.


Namun bukan hanya ke mewahan materi yang ia ingin kan tetapi juga kasih sayang dari Alfi sebagai suami nya, ia hanya ingin hidup bahagia meski pun hanya dengan kehidupan sederhana.


" Aku mau tidur di kamar sebelah " Alfi mengernyitkan dahi nya mendengar ucapan khaira.


" Loh kok tidur di kamar sebelah, ini kan kamar kita berdua, gue udah mendesain ulang kamar ini biar loe lebih suka dengan kamar ini tapi kenapa loe malah memilih tidur di kamar lain ? "


Alfi menatap Lekat wajah khaira yang kini juga menatap diam ke arah nya.


" Aku tidak mau sekamar dengan mu sebelum kamu memberikan pilihan mu antara aku dan Elisa " Ucap khaira ia juga menatap lekat wajah alfi.


" Gue kan udah bilang kalau gue ngak akan memilih antara loe dan Elisa, jadi STOP meminta gue untuk memilih loe atau pun elisa " Alfi mengatakan ucapan nya dengan tegas sambil menatap ke arah khaira.


" Kalau gitu kita ngak akan pernah sekamar sampai loe memilih salah satu di antara kami berdua " Ucap khaira tak kalah tegas nya.


Alfi mencoba untuk kembali berbicara namun khaira sudah lebih dulu menyela nya.


" Aku berikan kamu waktu satu bulan untuk memikirkan pilihan mu, jika kamu tetap tidak mau memilih maka aku yang akan memilih "


Ucap khaira mata nya berkaca-kaca, mengingat Alfi yang selalu mementingkan ego nya di banding kan perasaan dirinya.


" Aku tidak mau di poligami jika kamu masih tetap ingin mempertahankan Elisa, maaf jika aku yang akan lebih memilih untuk mundur " Ucap khaira ia menghapus air mata nya yang tanpa ia sadari telah mengalir di pipi nya.


Khaira mengambil sebuah koper yang berisi pakaian dan barang-barang nya yang lain, lalu menarik nya melangkah masuk ke kamar yang ada di sebelah kamar utama.


Alfi terdiam menatap khaira yang masuk ke dalam kamar yang ada di sebelah kamar nya , ia memijat pelipis nya yang terasa pusing karna memikirkan masalah nya saat ini.


Hufff....


Alfi menghembus nafas nya kasar, ia menatap pintu kamar yang di masuki khaira lalu melangkah menuju ke kamar nya.


🍀 🍀 🍀 🍀 🍀


Author up 2 episode dulu ya😊


Nanti malam akan author up satu episode lagi.


Terima kasih


Salam Author

__ADS_1


Ety Salmila


__ADS_2