Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Rujak Buatan Suami


__ADS_3

*** Hal Sederhana Namun Akan Terasa Indah Jika Kita Melakukan Nya Bersama Dengan Orang Yang Kita Cintai Dan Juga Mencintai...


Aku Hanya Ingin Cinta Ini Tak Hanya Di Dunia Tapi Juga Sampai Di Akhirat Kelak


Aku Mohon Bimbinglah Aku Mencapai Ridho-Nya.... **


πŸ‚ Khaira Najwa SafiravπŸ‚*


πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’ πŸ’


Alfi pun melangkah masuk kedalam mobil lalu melajukan mobil nya untuk kembali ke rumah meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut .


Selama di perjalanan khaira sama sekali tak berbicara pada Alfi ia terus memanyunkan bibir nya, Alfi bukan nya mencoba membujuk khaira tapi ia malah tertawa melihat tingkah khaira yang cukup menggemaskan bagi nya.


Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah. Alfi menurunkan semua belanjaan yang mereka beli sedang kan khaira ia langsung melengos kedalam rumah tanpa berniat membantu suami nya membawa belanjaan.


Alfi hanya bisa menggelengkan kepala nya sambil tersenyum melihat tingkah khaira yang berubah-ubah, kadang baik kadang juga merajuk hanya karna urusan sepele.


Memang nya semua tingkah wanita begitu ya kalau sedang mengandung...?, gumam Alfi dalam hati pandangan nya terarahkan ke arah khaira yang menghilang di balik pintu masuk utama.


" Pak tolong bantu saya membawa semua belanjaan ini ke dalam rumah... " ucap Alfi pada pak sabbri yang sedang berjaga di pos nya.


" baik Pak .... " ucap nya sopan. pak sabbri pun bergegas membantu Alfi membawa semua belanjaan itu ke dalam rumah tepat nya di dapur sih tempat mereka biasa nya masak.


Sesampai nya di dapur Alfi menaruh semua belanjaan itu di atas meja makan. ia mengambil berbagai buah yang tadi mereka beli untuk membuat rujak.


Matanya menelusuri setiap ruangan yang ada disana mencari keberadaan istri nya yang tak terlihat di sana.


" tap.. tap.. tap.... "


Alfi menolehkan pandangan nya ke arah tangga tampak lah khaira yang sedang menuruni tangga dengan anggun nya. jilbab yang gunakan berkibar dengan indah nya menambah kesan seksi padanya.


Khaira yang sudah sampai di lantai bawah menghampiri Alfi yang sedang berdiri di meja makan dan tersenyum ke arah nya.


" aku fikir tadi kamu kemana karna ngak ada disini... "


Khaira hanya diam mendengar ucapan Alfi.


" jadikan bikin rujak nya...? " tanya Alfi pada khaira yang di jawab anggukan oleh khaira.


" ya udah ayo kita mulai membuat bahan-bahan nya...?! " ajak Alfi seraya mengeluarkan beberapa buah yang ada di dalam plastik.


" Kita......? " tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi.


Alfi pun menolehkan pandangan nya ke arah khaira ia mengernyit bingung mendengar pertanyaan khaira.


" iya kamu bantuin aku membuat rujak nya... " ucap Alfi masih dengan menatap ke arah khaira.


" Aku ngak mau... Aku mau nya abang yang membuat nya sendiri... " ucap khaira seraya memalingkan wajah nya dari Alfi.


" tapi yank.. ...aku kan ngak tau gimana cara membuat nya nanti kalau rasa nya ngak enak gimana.....? " ucap Alfi masih dengan menatap ke arah khaira.


" Astafirullah..... ini kan jaman moderenihat lah cara membuat nya di aplikasi " ucap khaira dengan memutar mata nya malas.


" hufff....... " Alfi mendengus pasrah mengikuti permintaan istri nya yang sangat aneh menurut dirinya.


" kenapa...? abang ngak ikhlas memenuhi permintaan ku...? ya udah kalau gitu ngak usah aja, tapi jangan salahin aku kalau nanti anak kita ileran gara-gara permintaan nya ngak di turuti... " ucap khaira menatap datar ke arah Alfi.


" memang nya kalau permintaan ibu hamil ngak diturutin bakal membuat anak yang ada dalam kandungan ileran setelah ia lahir...? " tanya Alfi dengan begitu polos, ia juga menatap ke arah khaira dengan menaikkan sebelah alis nya.


"kata orang tua sih gitu... " jawab khaira acuh.


" heum.... palingan itu cuma mitos doang...." ucap Alfi ia kembali menyibukkan dirinya mengeluarkan sisa bahan belanjaan yang masih ada dalam plastik.

__ADS_1


" kita ngak boleh menganggap remeh apa yang di katakan orang tua siapa tau itu memang benar, jadi akan lebih baik kita ikuti aja apa yang orang tua katakan..... " ucap khaira ia menatap Alfi yang masih sibuk mengeluarkan bahan belanjaan.


Alfi membawa semua bahan membuat rujak kedapur, kemudian ia membuka aplikasi yang menampilkan resep memasak.


setelah menemukan cara membuat rujak Alfi segera memulai aksi nya.


" kamu beneran ngak ada niat buat bantuin aku.....? " tanya Alfi sambil menatap ke arah khaira. yang sejak tadi menatap nya tanpa berniat untuk membantu.


" heum.... ya udah deh aku bantuin.... " ucap khaira. akhir nya ia pun membantu Alfi membuat rujak sesekali mereka tertawa disela acara memasak nya.


setelah hampir satu jam berkutat di dapur rujak hasil kreasi mereka pun selesai. Alfi menaruh nya di dalam mangkuk berukuran sedang lalu menghidangkan nya di atas meja.


" ayo yank.... kamu cicipi rujak nya..... " ucap Alfi seraya menarik kursi untuk mempersilakan khaira duduk.


khaira pun duduk di kursi yang di tarik Alfi dengan tidak sabaran nya khaira memyendok rujak tersebut ke dalam piring.


" Bismillahirrahmanirrahim...... " ucap khaira yang di awali dengan bismillah.


Khaira pun memakan sesuap rujak tersebut. Alfi hanya melihat dan menanti penilaian dari khaira.


" gimana yank...... enak ngak.....?? " tanya Alfi sambil mengamati khaira yang sedang menimbang-nimbang rasa rujak yang ada dalam mulut nya.


" Heum.... lumayan lah...... " ucap khaira ia kemabali menyendok rujak kedalam mulut nya.


" beneran enak ngak kaya nasi goreng kemarin kan, rasa nya asin tapi kamu bilang enak....? " tanya Alfi memastikan ia tak begitu percaya dengan apa yang di katakan khaira.


Khaira yang mendengar ucapan Alfi malah tertawa.


" ini beneran enak loh aku ngak bohong kalau kamu ngak percaya cobain aja sendiri..... " ucap khaira ia menyendokkan satu sendok rujak tersebut lalu menyodorkan nya kepada Alfi.


" Aaaaaaak..... buka mulut nya " ucap khaira seraya mengarahkan sendok yang berisi rujak ke arah mulut Alfi yang masih tertutup rapat.


" Dengan sedikit ragu Alfi membuka mulut nya lalu melahap rujak yang ada di tangan khaira.


" gimana enak kan.....? " tanya khaira sambil tersenyum saat mendapati Alfi yang tak bergeming setelah memakan rujak nya.


" heum.... enak banget yank.... huh... hebat kamu Alfi kamu memang suami idaman.... " ucap Alfi memuji dirinya sendiri dengan senyum yang mengembang.


Khaira memutar mata nya malas mendengar apa yang di ucapkan Alfi.


" kumat lagi deh kegemarannya yang memuji diri sendiri...?" ucap khaira dalam hati.


Mereka kemabli memakan rujak tersebut tanpa perbincangan hingga rujak yang berisi satu mangkuk itu tandas dalam sekejab.


begitu rujak nya habis khaira beralih pada mangga muda yang tadi di kupas nya dan di potong kecil-kecil. khaira mencolek mangga muda itu dengan sisa bumbu kacang yang tadi di gunakan untuk membuat rujak.


" Bismillahirrahmanirrahim..... " ucap khaira lalu ia pun melahap mangga muda tersebut tanpa merasa ngilu karna rasa nya yang begitu asam.


Alfi yang melihat khaira memakan mangga muda dengan begitu lahap hanya bisa meringis karna mengingat rasa yang di timbulkan oleh mangga itu bisa membuat nya merem-melek.


" abang mau.....?? ." tawar khaira seraya menunjukan irisan mangga muda yang ada si tangan nya.


" eum..... buat kamu aja.... " ucap Alfi seraya memalingkan wajah nya dari khaira seolah ia benar-benar engan mencicipi mangga muda itu.


" makan aja ini rasa nya enak banget..... " ucap khaira ia menyodorkan irisan mangga kearah mulut Alfi, sedangkan Alfi terus menggelengkan kepala nya seraya menjauhkan tangan khaira dari mulut nya.


" ayo makan dikit aja.... soal nya baby mau lihat papa nya makan mangga muda..." ucap khaira dengan menampilkan senyum nya.


Alfi memutar matanya jengah saat khaira lagi-lagi mengaitkan keinginan nya dengan anak yang masih berada dalam kandungan itu


Dengan sedikit berat Alfi mencoba menggigit ujung irisan mangga tersebut. baru saja mangga itu masuk kedalam mulut nya ia sudah merem - melek menahan rasa asam mangga yang di membuat kerongkongan nya terasa berat untuk menelan buah yang menjadi kegemaran hampir setiap wanita yang sedang mengandung.


" enak kan....? " tanya khaira sambil mengamati wajah Alfi yang masih menampilkan ekspresi yang sama.

__ADS_1


" I.... iya.... enak " ucap Alfi dengan sedikit ragu, mana mungkin makanan yang membuat kerongkongan nya tercekat dapat di bilang enak.


Sengaja ia mengatakan mangga tersebut enak karna tak ingin mengecewakan istri nya yang menampilkan wajah penuh keceriaan.


" kalau gitu ayo makan lagi " ucap khaira kembali menyodorkan sisa potongan mangga yang tadi di makan Alfi.


" buat kamu aja yang.... aku udah kenyang soal aku tadi terlalu banyak makan rujak " tungkas Alfi berusaha menolak btawaran khaira.


" dikit lagi inikan sisa mangga yang tadi abang makan lagian ukuran nya yang kecil mana mungkin bisa bikin abang kekenyangan.... "


ucap khaira masih dengan posisi tangan nya yang memegang potongan mangga ke arah mulut Alfi.


" makan ya..... " ucap khaira dengan senyuman manis nya yang seketika mampu membuat Alfi luluh.


Alfi kembali memakan mangga itu meski hati nya dan fikiran nya terus menolak. semua ini ia lakukan demi istri nya yang lagi ' ngidam '.


' Ngidam..? kalau ngidam nya begini sih ngak masalah kalau aku cuma punya satu anak... ngak sanggup rasa nya kalau Khaira ngidam nya begini. bikin aku kualahan.... " gumam Alfi dalam hati.


mulut nya masih sibuk mengunyah mangga muda yang di berikan khaira. sedangkan pandangan nya terarahkan ke arah khaira yang masih sibuk menikmati buah kesukaan nya itu.


" yank...... " panggil Alfi setelah ia menelan habis mangga yang ada dalam mulut nya.


" heummm..... khaira hanya bergumam tanpa menoleh ke arah Alfi.


" nanti habis makan kita mandi terus shalat ashar habis itu aku akan ngajak kamu jalan-jalan.... " ucapan Alfi membuat khaira mendongakkan kepala nya dan menatap ke arah Alfi.


" jalan-jalan ...? " ucap khaira dengan menaikkan sebelah alis nya.


" iya aku mau kita refresing dan menikmati waktu berdua, lagi pula besok aku mesti melakukan penerbangan selama tiga hari..... "


Ucap Alfi dengan menundukkan kepala nya karna merasa berat untuk meninggalkan istri yang sedang mengandung buah hati nya itu.


Sejenak khaira terdiam mendengar ucapan Alfi yang mengatakan jika dirinya akan melakukan penerbangan selama tiga hari. jujur saja ia juga tak ingin jauh dari suami nya. ia ingin selalu berada di dekat Alfi dan memanjakan nya. Namun ia tahu jika diri nya tak boleh bersikap egois karna bagaimana pun juga Alfi melakukan itu untuk kelangsungan hidup mereka.


" ya udah aku mau... Tapi kita mau pergi kemana? " ucap khaira yang di akhiri dengan pertanyaan ia berusaha menutupi kesedihan nya dari suami nya itu.


Alfi bisa melihat dari sorot mata khaira yang mencoba menutupi kesedihan karna ia harus meninggalkan khaira demi pekerjaan nya.


" Nanti aku akan kasih tau sekarang kamu lanjutkan makan nya, dan kamu ngak perlu sedih aku ngak akan lama kok pergi nya begitu urusan pekerjaan aku selesai aku pasti akan segera kembali.... " ucap Alfi ia megenggam tangan khaira untuk meyakinkan nya.


Khaira hanya menganggukkan kepala nya kemudian ia kembali melanjutkan kegiatan nya memakan mangga muda.


Setelah selesai memakan mangga muda Alfi dan khaira bergegas mandi kemudian melaksanakan shalat ashar, sesuai yang telah di rencanakan Alfi membawa khaira ke suatu tempat yang dapat menyejukkan mata.


-


πŸ₯€ πŸ₯€ πŸ₯€ πŸ₯€ πŸ₯€ πŸ₯€


Happy Reading.....


Terima kasih buat semua yang sudah mendoa kan saya...


Terima kasih juga sudah memberikan like komentar dan juga suport nya....


Semoga saya bisa memberikan kisah novel ini sesuai yang readers harapkan. dan saya juga berharap readers akan terus memberikan suport untuk saya melalui like dan komentar nya.


Terima Kasih.... πŸ™πŸ˜Š


-


Salam Author


-

__ADS_1


Ety Salmila


__ADS_2