Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Pilihan Terberat Dalam Hidup Ku


__ADS_3

••• Pilihan terberat dalam hidupku adalah ketika dirimu memaksa kan diriku untuk memilih antara dirimu dan dirinya ***


Ego kah aku jika aku tetap memaksa kan dirimu untuk menerima diri nya dalam hidup ku ?


Sedangkan hati mu tak bisa menerima kehadiran nya di antara kau dan aku •••


◾◾◾Alfianda Rahman ◾◾◾


🍃 🍃 🍃 🍃 🍃


" lalu apa yang harus aku lakukan ? " tanya Alfi pada khaira, khaira menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.


" TINGGALKAN DIA "


DEG


DEG


DEG


Alfi terdiam mendengar apa yang di ucap kan khaira, Alfi menghembus nafas nya kasar lalu kembali menolehkan pandangan nya ke depan.


" Gue ngak bisa jika harus meninggalkan Elisa "


DEG


" Kenapa ? " tanya khaira sambil menolehkan pandangan nya ke arah Alfi.


Sejenak Alfi terdiam, mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari khaira.


" Karna Gue Masih Mencintai Elisa "


" DEG "


Seperti sebuah hantaman keras di dada nya. Khaira berusaha menahan sakit di dada nya. Harus nya ia sudah tau apa jawaban dari Alfi tanpa Alfi menjawab nya. namun tetap saja ia menanyakan dan pada akhir nya jawaban yang di lontarkan Alfi hanya menambah luka di hati nya.


Khaira berusaha menetralkan rasa sesak di dada nya, kemudian ia kembali membuka suara nya meski rasa sesak itu tak kunjung hilang.


" Kamu yakin yang kamu rasakan itu cinta? " Tanya khaira pandangan nya masih terarahkan ke depan, menatap banyak nya kendaraan yang berlalu - lalang.


"Apa maksud dari pertanyaan loe itu? " Alfi malah balik bertanya pada khaira sambil menaikkan sebelah alis nya.


" Ngak ada maksud apa-apa ? " Khaira menjawab dengan suara datar, tanpa menoleh ke arah Alfi. Kemudian ia kembali berbicara, mengeluarkan apa yang ada dalam hati dan fikiran nya.


" Tapi, bukan kah cinta itu adalah sesuatu yang suci ?, hanya saja manusia lah yang membuat cinta itu terlihat hina.


Allah memberikan rasa cinta dalam hati manusia, termasuk cinta terhadap lawan jenis nya, Namun, cinta yang pada dasar nya suci menjadi hina jika kita menggunakan nafsu dalam mencintai seseorang. "


Ucap khaira. Tanpa memalingkan pandangan nya ke arah Alfi yang masih menatap nya.


" Sebenar nya kemana arah pembicaraan loe? gue sama sekali tak mengerti apa yang loe ucapkan? "


Pertanyaan Alfi membuat Khaira menolehkan pandangan nya ke arah Alfi yang juga menatap ke arah nya.


" Ini tentang perasaan kamu terhadap dia " Ucap khaira sambil mengamati wajah Alfi yang menampakkan ekspresi bingung.


Khaira yang mengerti akan kebingungan Alfi kembali melanjutkan ucapan nya.


" Maksud ku, bagaimana bisa kamu yakin jika kamu mencintai nya sedangkan kamu menjalin hubungan dengan dia dalam ikatan yang sangat di larang oleh Allah ".


khaira menghentikan ucapan nya sejenak melihat ke arah Alfi yang masih menantikan apa yang akan dia ucapkan selanjut nya.


" Kamu menjalinkan hubungan dengan dia dengan ikatan pacaran, sedangkan pacaran itu, Allah begitu melarang kita untuk mendekati nya.


Lalu bagaimana bisa kamu mengatakan jika kamu men cintai nya sedangkan kamu tidak mengikat dia dalam ikatan yang suci, itu bukan cinta nama nya, melainkan nafsu mu sebagai seorang lelaki yang ingin memiliki nya meski tanpa ikatan yang suci .

__ADS_1


Dalam islam tiada hubungan yang menghalalkan seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang bukan mahram baginya, selain dengan ikatan pernikahan" Ucap khaira ia kembali menolehkan pandangan nya ke arah jalanan.


" Gue akui jika pacaran itu memang dilarang dalam agama, tapi perasaan itu gue tak bisa untuk menolak nya, dia hadir dengan sendiri nya, dan seperti yang pernah loe katakan hati tak mudah untuk di arahkan, sama seperti loe yang masih mencintai dia "


Ucap Alfi, ia membuang pandangan nya ke arah lain, alfi tak tahu bagaimana cara nya membuat khaira agar mengerti tentang perasaan nya.


" Ya, memang benar apa yang kamu katakan jika hati tak mudah untuk di arahkan, tapi bukan kah Allah telah memberikan kita akal untuk kita berfikir, akal itu lah yang membuat kita lebih mulia dari pada binatang.


Lalu sekarang apa beda nya kita dengan binatang jika kita tidak menggunakan akal yang telah Allah berikan ? " khaira mengucapkan ucapan nya tanpa menolehkan pandangan nya ke arah alfi.


" Loe bicara seperti itu karna loe tidak pernah pacaran kan ? Kenapa ngak loe pacarin aja tuh laki-laki yang loe gilai itu ". Alfi menatap sinis ke arah khaira. Lalu kembali menolehkan pandangan nya ke arah lain.


" Itu lah kenapa aku menghindari yang nama nya pacaran, aku takut tak dapat menggunakan akal sehat ku ketika nafsu menguasai diriku, aku juga pernah berfikir untuk memiliki seorang kekasih, namun sebisa mungkin aku menahan diri ku agar ku tak jatuh kedalam lembah hitam tersebut ".


Ucap khaira ia menoleh kan pandangan nya sejenak ke arah Alfi, lalu kembali menatap ke arah jalanan dan melanjutkan ucapan nya.


" Bagiku pacaran itu bagaikan kita berdiri di atas tebing yang tinggi, dibawah nya terdapat jurang yang tidak bisa kita hindari "


Alfi menolehkan pandangan nya ke arah khaira saat mendengar apa yang di lontarkan khaira, memperhatikan dengan seksama setiap kata yang di ucapkan nya.


" kita tak memiliki jalan lain selain mundur menjauhi tebing tersebut, dan betapa bodoh nya kita ketika kita memilih untuk tetap melangkah maju padahal kita tau kita akan terjatuh ke dasar jurang yang curam " khaira menolehkan pandangan nya ke arah Alfi, yang kini terdiam menatap ke arah nya.


Alfi terdiam, apa yang di ucapkan khaira memang benar, pacaran adalah lembah kemaksiatan. Namun banyak manusia yang terjerumus ke dalam lembah tersebut, termasuk dirinya yang bahkan kini karna ikatan tersebut membuat wanita sebaik khaira harus terluka karna nya.


Namun ego yang ada dalam dirinya membuat ia menutupi semua kebenaran yang di ucapkan khaira.


" Kamu bisa menggunakan akal mu untuk menahan nafsu mu, karna itulah fungsi akal bagi manusia untuk berfikir jika nafsu ingin menguasai diri kita.


Dan Jika kamu memang mencintai nya kamu bisa menikahi dia sebelum kamu memilih aku sebagai pendamping hidup mu " Ucap khaira sambil menatap Alfi yang kini juga menatap ke arah nya.


" Loe gila ya? Bagaimana bisa gue memilih dia sedangkan saat itu keadaan memaksa gue untuk menikahi loe " Alfi membuang pandangan nya ke arah lain, merasa jengah dengan apa yang di ucapkan khaira.


" Udahlah gue malas berdebat dengan loe , Jadi sekarang katakan apa mau loe ? " Ucap Alfi tanpa menoleh pada khaira.


" Lepas kan aku jika kamu memang mencintai nya " Alfi langsung menatap ke arah khaira saat mendengar ucapan nya.


" Terus apa yang ingin kamu lakukan? Kamu tidak ingin melepaskan aku dan kamu juga tak mau meninggalkan dia untuk ku, Apa kamu akan menikahi nya tanpa menceraikan aku ? "


Tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi, mata nya berkaca-kaca saat mengingat jika Alfi akan menikahi wanita lain.


" Islam tidak melarang seorang Suami untuk berpoligami " Ucapan Alfi membuat khaira terdiam, Alfi kembali memalingkan wajah nya dari khaira setelah mengucapkan kata-kata nya itu.


Khaira merasa Seperti terdapat sebuah hantaman keras di dada nya, semudah itu kah Alfi mengucapkan kata ' Poligami ' tanpa memikirkan perasaan nya.


" Islam memang tidak Melarang untuk berpoligami tapi dengan satu syarat harus bersikap ADIL , Apa kamu bisa bersikap adil terhadap aku dan dia ? " khaira berusaha menahan rasa sakit di hati nya karna ucapan yang di lontarkan alfi.


" Gue akan berusaha adil terhadap loe dan Elisa " Alfi mengucapkan kata-kata tersebut dengan santai nya tanpa melihat ke arah khaira yang kembali terdiam karna ucapan


nya itu.


Khaira tertawa getir mendengar apa yang di Ucap kan Alfi, ia memalingkan wajah nya ke arah lain berusaha menahan butiran bening yang siap mengalir di pipi nya.


" Apa kamu yakin bisa bersikap adil kepada ku dan dia? Saat ini aku yang berstatus sebagai istri mu tapi kamu lebih memerhatikan dia yang hanya berstatus sebagai pacar mu, bagaimana nanti ketika dia sudah menjadi istrimu? Bisa saja kamu melupakan dan mengabaikan aku " Ucap khaira tanpa melihat ke arah alfi.


" Gue janji kalau gue akan bersikap adil sama loe dan juga Elisa " Ucap Alfi berusaha meyakinkan khaira.


" Adil bukan hanya sekedar materi tapi juga kasih sayang sebagai nafkah batin dan kamu tidak bisa memberikan nya secara adil, karna kamu lebih mencintai dia di bandingkan aku " khaira mengarahkan pandangan nya ke arah jalanan.


" Khaira gu.... " Belum selesai Alfi berbicara khaira sudah lebih dulu menyela nya.


" Aku tidak ingin di poligami, jika kamu ingin tetap mempertahankan rumah tangga kita maka aku mohon tinggalkan dia, Namun jika kamu lebih mencintai nya dan memilih dia tolong kamu lepas kan aku, biarkan aku mencari kebahagiaan ku sendiri. "


Alfi langsung menolehkan pandangan nya ke arah khaira saat mendengar ucapan terakhir khaira.


" Apa loe merasa tidak bahagia, selama kita menikah ? " Alfi bertanya sambil mengamati wajah khaira yang menatap ke arah jalanan.

__ADS_1


" Mana ada seorang wanita yang hidup bahagia ketika suami nya selalu menyakiti nya dan bahkan mendua kan diri nya " Suara khaira terdengar parau karna berusaha menahan tangis nya.


" Gue minta maaf jika selama ini gue selalu menyakiti loe, tapi gue mohon tolong loe mengerti perasaan gue, yang tak bisa gue ingkari " Ucap Alfi ia masih mengarahkan pandangan nya pada khaira yang tak kunjung menatap ke arah nya.


" Kamu meminta ku untuk mengerti perasaan kamu, lalu bagaimana dengan perasaan ku? Apa kamu pernah memikirkan nya?


Kenapa kamu selalu mementingkan ego mu tanpa memperdulikan kan aku yang tersakiti karna sikap mu, jika memang kamu tidak mencintai ku TOLONG KAMU LEPASKAN AKU " Ucap khaira dengan menekan kan kata terakhir nya.


" Lagi pula bukan kah dulu kamu sendiri yang mengatakan jika kamu akan membuat aku pergi dari hidup mu tanpa harus kamu yang meminta nya?


dan sekarang di saat semua nya sudah terjadi kenapa kamu malah melarang ku untuk pergi dari hidup mu? bukan kah ini yang dulu kamu ingin kan? "


Ucap khaira mata nya berkaca-kaca dan suara nya juga terdengar parau karna ia berusaha menahan air mata nya.


" Khaira gue minta maaf atas apa yang dulu gue ucapkan, waktu itu gue mengatakan nya karna gue tidak mencintai loe, tapi sekarang gue sayang sama loe dan gue ngak mau kehilangan loe?, tolong jangan pergi dari hidup gue !!!" Alfi menatap lekat wajah khaira lalu meraih tangan khaira dan mengenggam nya.


Khaira berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Alfi, namun Alfi terlalu erat mengenggam nya hingga ia tak bisa melepaskan tangan nya dari genggaman alfi.


" Jika aku masih bertahan kamu akan terus menyakiti ku dan aku yakin aku tak mampu untuk tetap bertahan jika hanya luka yang kamu berikan untukku " Ucap khaira ia menarik tangan nya hingga terlepas dari genggaman tangan alfi.


" Jika kamu tetap ingin aku bertahan dengan mu maka kamu harus memilih antara aku dengan dia, dan jika kamu tetap memilih mempertahan kan dia, aku akan mengalah dan membiarkan kamu bahagia dengan nya" Ucap khaira, ia menolehkan pandangan nya ke arah Alfi yang kini terdiam mendengar ucapan nya itu.


" Bagaimana jika gue tetap tidak ingin memilih antara loe dengan Elisa?" Tanya Alfi dengan suara tegas, seolah ia ingin menantang khaira untuk menjawab pertanyaan nya itu.


" Maka aku yang akan memilih nya " Ucap khaira tak kalah tegas nya.


" Memang nya apa pilihan yang bisa loe ambil? Loe ngak akan bisa pergi dari hidup gue jika gue tidak menjatuhkan talak terhadap loe " Alfi tersenyum penuh kemenangan.


Khaira menolehkan pandangan nya ke arah Alfi, lalu mengucapkan satu kata yang membuat Alfi tak berkutik karna ucapan nya.


" P A S A K H "


" DEG... "


Hanya satu kata yang di ucapkan khaira, Namun mampu membuat senyuman Alfi menghilang dan seketika terdiam berusaha mencerna kata yang baru saja di ucapkan khaira.


Air mata yang di tahan khaira seketika mengalir dari pelupuk mata nya yang indah, tak bisa ia pungkiri ada rasa sakit ketika ia harus mengucapkan kata tersebut.


Namun jika Alfi tak ingin melepaskan nya dan tetap mempertahankan kan Elisa. Itu lah jalan satu-satunya yang mesti ia ambil.


" Seorang istri tidak bisa mem pasakh seorang suami tanpa ada alasan yang jelas, jika loe menggunakan alasan gue yang ingin berpoligami, gugatan loe itu ngak akan di Terima oleh pengadilan, karna agama tidak melarang seorang suami yang ingin berpoligami "


Ucap Alfi, namun kali ini ia kurang yakin dengan ucapan nya itu, bisa saja kan pengadilan menerima gugatan khaira jika ia memang menggugat diri nya.


" KEADILAN, itulah yang akan menjadi alasan ku, ketidak adilan mu terhadapku itu akan menjadi alasan yang kuat untukku, karna bagaimana pun juga syarat seorang suami yang ingin berpoligami adalah harus bersikap adil, dan aku yakin pengadilan akan menerima gugatan ku dengan alasan tersebut ".


" DEG.... "


Lagi-lagi Alfi terdiam mendengar ucapan khaira. Alfi tak menyangka jika khaira sekarang benar-benar telah berubah, sikap nya jauh dari khaira yang dulu, khaira yang selalu mengalah untuk nya, khaira yang selalu diam jika ia memaki nya dan menyakiti diri nya.


Khaira yang sekarang sudah bersikap lebih terbuka, selalu mengeluarkan apa yang ada dalam hati dan fikiran nya, sekalipun itu sulit untuk ia ucapkan.


Mungkin saat ini khaira sudah berada di ambang batas ke sabaran. Khaira yang Dulu selalu bersikap sabar meskipun ia menyakiti dan mengabaikan nya, bahkan tak jarang ia tak menghargai ketika khaira memperlakukan nya dengan baik. Kini berubah menjadi khaira yang memiliki sikap tegas bahkan hanya dengan satu kata yang di ucapkan nya mampu membuat Alfi terdiam.


Alfi memalingkan wajah nya dari khaira, kali ini ucapan khaira membuat nya kehabisan kata-kata. Alfi kembali menancap gas mobil nya menuju ke rumah baru mereka.


🌴 🌴 🌴 🌴 🌴


hy readers maaf ya author kemarin tidak sempat untuk up episode selanjutnya😊


Hari ini akan author usaha kan untuk Up sampai 3 episode.


Terima kasih 🙏


Salam Author

__ADS_1


Ety Salmila


__ADS_2