
*** saat ku melihat tatapan matamu
Aku merasa ada getaran dalam hatiku,
andaikan tatapan itu selalu kau tujukan padaku mungkin saja suatu saat nanti aku bisa menghilangkan namanya dihatiku...
Namun sayang, aku hanya sesaat bisa menikmati indah nya tatapanmu itu,
karna setelah itu kau pergi tinggalkan aku ***
โพKhaira Najwa Safira โพ
Suara adzan yang berkumandang membuat perlahan-lahan mata khaira terbuka. saat mata nya telah sepenuh nya terbuka, mata khaira terbelalak saat melihat ada seorang laki-laki yang berbaring disamping nya. ia hampir saja berteriak saat melihat laki-laki yang tidur dengan pulas disamping nya.
Namun sesaat kemudian ia sadar siapa laki-laki yang tertidur pulas di samping nya itu. dia adalah Alfi laki-laki yang baru tiga hari lalu menjadi suami nya. khaira kembali menatap kearah Alfi, di tatap nya wajah putih suami nya itu, ia tampak begitu menggemaskan saat ia sedang tertidur.
khaira menggerakkan tangan nya ingin menyentuh wajah Alfi. saat tangan nya sudah berada tepat di pipi kanan Alfi ia kembali menarik tangannya, membatalkan niat nya untuk menyentuh wajah alfi. karna ia ingat jika laki-laki di samping nya itu adalah kelinci yang akan berubah menjadi seekor singa bila dia menyentuh apapun milik alfi walau hanya seujung jari sekali pun, ia pasti akan mengamuk.
khaira kembali mengamati wajah Alfi, ditatap nya wajah itu tanpa ia berpaling sedikit pun, khaira merasakan detak jantung yang kini berdetak kencang, perasaan yang sudah lama tak dirasakannya, rasa yang hanya bisa dirasakannya saat ia mengingat cinta pertamanya, saat ia merindukan dia dan saat ia berjumpa dengan nya walau hanya dari jarak yang jauh sekali pun.
" sebenar nya wajah nya memang cukup tampan bahkan ia sangat menggemaskan bila sedang tertidur pulas seperti ini, pantas saja ia digemari oleh banyak wanita dan bahkan mungkin aku juga sudah menjadi salah satu fans terberat nya, tapi sayang aku hanya bisa menikmati ketampanan nya ini ketika ia sedang tertidur karna kalau ia sudah terbangun ia berubah menjadi singa yang akan menyerang musuh nya" gumam khaira dalam hati.
Khaira bergidik ngeri saat membayang kan wajah Alfi yang sedang marah benar-benar seperti seekor singa yang bisa menyerang kapan saja.
saat khaira ingin bangun dari posisi tidurnya ia merasakan sesuatu yang berat di atas perut nya, perlahan-lahan ia mengarahkan pandangannya kearah perut nya itu. dan betapa kaget nya ia saat pelihat tangan Alfi yang kini melingkar di atas perut nya. seperti ia sedang memeluk guling.
Lagi-lagi ia merasakan sebuah getaran saat ia menyadari jika posisi nya kini begitu dekat dengan Alfi bahkan hanya tersisa beberapa senti saja. bantal guling yang menjadi pembatas di antara mereka kini malah berada di bawah dekat kaki mereka.
khaira tersenyum saat memikirkan Alfi, semalam ia berkata pada khaira agar tidak melewati batas yang ia berikan tapi sekarang malah Alfi yang melewati batas yang ia buat sendiri. malahan kini khaira hanya sedikit lagi sampai di pinggir tempat tidur. khaira berfikir jika saja Alfi mendorong nya pasti ia akan terjatuh kebawah.
baru saja ia memikirkan itu mata nya terbelalak saat menyadari kini alfi sudah membuka matanya dan tanpa aba-aba Alfi mendorong tubuh khaira ke arah pinggir tempat tidur, khaira begitu kaget saat alfi mendorong tubuhnya hampir membuat ia terjatuh kebawah. namun sebelum khaira terjatuh Alfi sudah menarik khaira duluan dan jantung nya kembali berpacu cepat saat kepalanya nya terbentul dengan dada bidang alfi.
khaira langsung mendorong tubuh Alfi agar menjauh darinya dan bergegas menuju kekamar mandi. muka nya sudah bersemu merah walau hanya berada dalam posisi seperti itu namun itu cukup ekstrim bagi nya karna baru pertama kali nya ia bisa sedekat itu dengan seorang laki-laki.
"kenapa sih tuh orang masih mending tadi gue tolongin dia biar ngak jatuh, kalau tadi ngak gue tarik pasti dia udah jatuh" ucap Alfi saat melihat khaira berlari ke arah kamar mandi.
" tapi kenapa tadi gue bisa berada diposisi seperti itu, sampai sedekat itu lagi dengan dia? padahal semalam kan gue udah naruh guling di tengah tapi tuh guling bisa berada di bawah " gumam Alfi dalam hati ia melihat ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.
" khaira ngapain sih dari tadi dikamar mandi ngak keluar- keluar mana gue mau kemar mandi lagi " ucap Alfi dalam hati ia melangkah kan kaki nya menuju ke arah kamar mandi.
" tok... to.. tokkk... " Alfi mengetuk pintu kamar mandi dengan sedikit keras sehingga khaira terlonjat kaget saat Alfi mengetuk pintunya.
" khaira loe ngapain sih di dalam lama amat gue mau kekamar mandi buruan keluar" ucap alfi
Khaira yang sedang berada di dalam kamar mandi bergegas mengambil wudhu untuk shalat subuh. setelah selesai mengambil wudhu khaira masih ragu keluar dari sana karna ia tidak tahu harus bersikap seperti apa saat bertemu alfi.Namun Alfi semakin keras menggedor pintu kamar mandi.
" woy udah selesai belum cepetan keluar... " seru Alfi dari luar khaira yang mendengar Alfi langsung membuka pintu kamar mandi.
" Ceklekkk.... " khaira keluar dari kamar mandi dengan muka nya yang masih basah karna air wudhu.
" lama amat sih ngak tau lagi darurat apa ?" ucap Alfi sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
khaira tertawa mendengar ucapan Alfi, sesaat tawanya terhenti saat ia mengingat sesuatu.
" bang Alfi nanti kalau sudah selesai kita shalat subuh berjamaah ya " ucap khaira dari luar ia masih berdiri di depan pintu kamar mandi. karna tak ada jawaban dari Alfi, khaira mengambil kesimpulan kalau Alfi menyetujui ajakan nya itu.
ia melangkah kan kaki nya mengambil sebuah tikar berukuran sedang lalu digelarnya sebagai alas untuk menggelar sajadah. setelah selesai ia mengambil dua sajadah dan satu sarung dari dalam lemari bajunya. kemudian ia menggelar sajadah itu satu untuk Alfi sebagai imam shalat dan satu lagi untuk nya yang digelar di belakang Alfi.
setelah selesai menggelar sajadah ia mengambil mukena lalu mengenakan nya. khaira juga menaruh sarung yang diambilnya tadi dalam lemari di atas sajadah tempat Alfi berdiri sebagai imam shalat.
Tak lama kemudian Alfi keluar dari kamar mandi.
" Cekleekk... " khaira menoleh kearah pintu kamar mandi yang terbuka dan tampak lah Alfi yang keluar dari sana sepertinya Alfi baru saja selesai mandi dapat dilihat dari rambut nya yang basah dan wangi sabun mandi dari tubuh nya.
Alfi yang melihat khaira menunggu nya bahkan sudah memakai mukena langsung melangkah ke arah khaira dan mengambil posisi nya sebagai imam shalat.
setelah ia memakai sarung yang telah disediakan oleh khaira, Alfi langsung berdiri untuk memulai shalat nya.
" Allaahu Akbar " Alfi mengucapkan takbirratul ikhram dengan suara yang lantang, lalu khaira sebagai makmum juga memulai shalatnya mengikuti Alfi sebagai imam.
Alfi membaca bacaan-bacaan shalat nya dengan sangat fasih ( orang yang bacaan shalat nya benar dan jelas).
" Assalamualaikumwarahmatullaaahhh... "
Ucap Alfi mengakhiri shalat nya dengan mengucapkan salam dan kemudian di ikuti oleh khaira sebagai makmum.
Setelah mengucapkan salam Alfi dan khaira membacakan surah Al-Fatihah dan salawat kepada nabi sebagai penutup shalatnya.
__ADS_1
kemudian alfi membalikkan badan nya menghadap ke arah khaira. khaira lalu mencium punggung tangan Alfi. jangan berfikir Alfi akan membalas perlakuan baik khaira dengan mencium keningnya seperti yang ada di drama-drama Indonesia, itu mustahil terjadi kecuali jika Alfi sudah mencintai khaira mungkin ia akan bersikap semanis itu terhadap khaira.
Alfi bangkit dari posisi nya melepas sarung yang dipakainya saat shalat, lalu duduk di tempat tidur sambil mengamati khaira yang sedang membereskan perlengkapan shalat, kemudian ia mengambil Handphone nya di atas meja rias khaira dan sibuk mengutak-atik benda pipih tersebut.
Tidak ada satu pun yang berbicara masing-masing sibuk dengan kegiatan nya sendiri, Alfi sibuk dengan HP nya sedangkan khaira masih sibuk membereskan perlengkapan shalat.
Alfi membuka suara saat melihat khaira sudah selesai dengan kegiatan nya dan melangkahkan kaki nya menuju ke pintu kamar..
" Hari ini gue harus kembali ke kota karna gue harus kembali bekerja". ucapan Alfi membuat langkah khaira yang sudah berada di depan pintu kamar terhenti, khaira membalikkan badannya kearah alfi, dan menatap kearah suaminya itu kemudian ia memutuskan melangkah mendekati laki-laki itu.
khaira duduk di kursi meja rias nya sambil menatap ke arah Alfi hingga kini mereka duduk berhadapan dan menunggu laki-laki itu melanjutkan ucapannya.
" gue hanya minta izin selama tiga hari jadi hari ini harus kembali lagi kesana, " ucap Alfi melanjutkan ucapan nya.
" kenapa ngak ambil cuti minimal satu minggu" tanya khaira kemudian, pasal nya ia bingung kenapa Alfi tidak mengambil cuti padahal ia bisa mengambil cuti paling tidak selama satu minggu.
" gue ngak mau ambil cuti apalagi sampai selama itu hanya karna pernikahan yang bukan keinginan gue " ucap Alfi dan ucapan nya itu kembali membuat hati khaira bagaikan tertusuk duri.
khaira berusaha menahan rasa sakit dihatinya demi tidak terlihat lemah di hadapan Alfi.
" berapa lama? kapan abang akan kembali lagi kesini? " tanya khaira lagi setelah ia bisa menetralkan hatinya.
" mungkin gue akan kembali kesini satu hari sebelum resepsi pernikahan kita disana digelar " ucap Alfi.
" selama itu? " tanya khaira lagi sambil mengamati wajah Alfi.
" ya kenapa? apa loe takut jika loe nantinya akan merindukan suami loe yang tampan ini".
ucap Alfi ia mendekatkan wajah nya kearah khaira sambil menaik-turunkan alis nya yang hitam itu. khaira yang melihat Alfi mendekatkan wajahnya langsung memundurkan kepalanya kebelakang.
Alfi yang melihat reaksi dari khaira ia langsung tertawa pasalnya menurut nya wajah khaira terlihat begitu lucu.
" loh kenapa tertawa " tanya khaira ia mengernyitkan dahinya karna bingung melihat Alfi tertawa tanpa sebab.
" habisnya loe ngapain mundurin kepala loe kebelakang dengan tampang gitu lagi, emang nya loe fikir gue mau mencium loe? " tanya Alfi ia kembali terkekeh.
Khaira benar-benar tak mengerti apa yang dimaksud Alfi.
" siapa yang berfikir seperti itu? kamu aja yang kepedean dan satu lagi jangan berfikir aku bertanya kenapa kamu pergi selama itu karna ku takut merindukan kamu, itu sama sekali tidak terlintas di fikiran ku" ucap khaira sambil menatap tajam Alfi, Alfi yang mendengar ucapan khaira menjadi mati-kutu karna ia merasa jika dia terlalu percaya diri jika khaira akan merindukannya.
" dan tolong jaga sikap mu itu aku tidak suka jika kamu selalu melakukan kontak fisik denganku" ucap khaira lagi Alfi mengernyitkan dahi nya mendengar ucapan khaira.
" Maaf ya TUAN ALFIANDA yang terhormat " ucap khaira sambil menekankan Kata-kata tersebut, kemudian ia kembali melanjutkan ucapannya
" aku tidak serendah itu jadi tolong jangan menuduh sembarangan, itu semua ulah anda sendiri yang tidur nya tidak bisa tenang dan anda lihat tadikan tangan siapa yang berada di atas tubuhku sedangkan tangan ku tak sedikit pun bersentuhan dengan anda ". lagi-lagi Alfi terdiam mendengar ucapan khaira, apa yang di katakan khaira memang benar diri nya lah yang tadi memeluk khaira.
" sudahlah aku malas berdebat dengan mu, aku akan siap kan sarapan pagi, sekalian tolong bilang sama zuhdi dan Ferdi untuk makan pagi disini " ucap khaira lalu keluar dari kamar nya.
hari sudah menunjukkan jam 06:00 pagi, khaira pergi menuju kedapur, sesampai nya disana ia melihat mama nya lagi memasak.
" mama lagi masak apa? " tanya khaira
" ini lagi goreng daging ayam untuk sarapan pagi. oe ya dimana suami mu apa sudah bangun? " tanya mama khaira.
" udah ma lagi di kamar " jawab khaira sambil melihat mama nya yang masih sibuk memasak. khaira membantu mamanya membuatkan sambalado untuk digunakan pada ayam yang sudah digoreng.
30 menit kemudian khaira dan mamanya selesai memasak, lalu khaira menyiapkan semua sarapan itu di atas meja yang ada diruang makan. saat khaira sedang menyiapkan makanan dua adik alfi zuhdi dan ferdi menghampiri nya.
" kak... " panggil zuhdi
" eh... zuhdi Ferdi ayo sarapan" ucap khaira.
kemudian zuhdi dan Ferdi duduk di kursi meja makan.
" bang Alfi mana khaira... " tanya Ferdi setelah duduk
" oe... ada dikamar bentar ya aku panggil " ucap khaira, lalu melangkah ke arah kamarnya.
Khaira membuka pintu dan masuk ke kamar nya dilihat nya Alfi yang kini sudah rapi dan sedang menyiapkan perlengkapan nya. khaira melangkahkan kaki nya menuju ke arah Alfi.
" eheummm..." khaira berdehem agar Alfi melihat ke arah nya namun Alfi hanya melirik kearah khaira sekilas ia kemudian melanjutkan kegiatan nya itu.
" aku minta maaf atas ucapan ku tadi " ucap khaira kemudian karna tidak mendapat respon dari Alfi.
" bannngg.. " panggil khaira namun Alfi masih tak menanggapi khaira.
" bang alfiiiii.. " panggil nya lagi
__ADS_1
" apasih brisik banget ganggu orang aja " ucap Alfi karna merasa terganggu dengan khaira.
Khaira kemudian duduk di tempat tidur dekat Alfi yang masih sibuk memasukkan barang-barang nya ke dalam koper.
" kamu marah ya atas ucapan ku tadiii... " ucap khaira lagi, namun lagi-lagi Alfi hanya diam.
" bang alfiiii... " panggil khaira lagi
" heummm... " ia hanya bergumam, Alfi melirik khaira yang dari tadi menatap nya. lalu menutup kopernya yang sudah di penuhi dengan barang-barang nya.
" udah ayo keluar " ucap Alfi kemudian menurunkan kopernya kebawah dan menentengnya.
"kamu ngak marah?" tanya khaira sambil menatap Alfi yang kini menenteng kopernya.
" ngak " Jawab Alfi singkat lalu melangkah keluar kamar.
khaira tersenyum mendengar jawaban Alfi lalu menyusul nya keluar kamar.
setelah keluar kamar Alfi dan khaira menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi.
" aduuhh pengantin baru pengennya berduaan terus sampai lupa kami yang sudah
kelaparan karna menunggu kedatangan kalian berdua " ucap Ferdi yang langsung mendapat tatapan mematikan dari alfi.
Alfi duduk di salah satu kursi yang ada di sana dan menaruh koper di bawah meja dekat kakinya. khaira mengambil piring lalu mengisi makanan untuk alfi, ia melirik kearah Alfi yang menatap nya tajam pertanda ia melarang khaira untuk melakukan nya. namun khaira tak perduli dengan tatapan Alfi ia terus melanjutkan apa yang ingin dilakukan nya. setelah selesai ia meletakkan piring yang berisi penuh makanan di hadapan Alfi. lalu mengambil makanan untuk nya sendiri.
setelah selesai makan Alfi dan kedua adik nya langsung berpamitan untuk pulang ke kota besar.khaira mengantar mereka sampai kedepan pintu.
" kamu hati-hati ya buat zuhdi sama Ferdi juga hati-hati di jalan dan jangan ngebut-ngebut bawa mobil nya".ucap khaira sambil tersenyum ke arah mereka.
zuhdi dan Ferdi menganggukkan kepalanya sedang kan Alfi ia hanya diam menatap ke arah khaira.
" ya udah kalau gitu kami pergi dulu " ucap Alfi pada khaira. khaira hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum, lalu ia menyalami Alfi.
" Hati-hati di jalan" ucap khaira pada Alfi yang hanya di angguki kepala oleh nya.
" ni ambil.. " ucap Alfi sambil memberikan sebuah kotak kepada Alfi.
" apa ini? " tanya khaira
" udah ambil aja " jawab Alfi, khaira menerima kotak yang diberikan Alfi, ia mengernyitkan dahinya saat melihat gambar yang tertera di kotak tersebut.
" kenapa abang kasih HP ini buat aku? " tanya khaira lagi.
" itu buat ganti HP yang kemarin rusak " jawab Alfi.
" ini terlalu bagus bahkan harga nya dua kali lipat lebih mahal dari HP ku yang rusak itu, tapi kenapa abang kasih HP yang baru HP aku mana? " tanya khaira sambil menatap Alfi tangannya masih memegang kotak yang berisikan smartphone dengan harga yang mahal.
" kemarin memang niat nya mau di perbaiki, tapi pas dibawa ketempat servis HP kata nya udah ngak bisa di perbaiki lagi, ya akhir nya aku memutuskan untuk membeli yang baru, ngak papakan kalau HP yang kemarin ngak dapat di perbaiki lagi? lagi pula aku kan udah ganti yang baru". jawab Alfi sambil menatap ke arah khaira
" ia ngak papa, kan memang kemarin aku yang minta buat dibelikan yang baru tapi abang tetap ngeyel mau perbaiki akhir nya ngak bisa di perbaiki lan?, tapi makasih buat HP baru nya, harus nya di beli dengan merek yang sama ngak usah seperti ini terlalu berlebihan "ucap khaira pada Alfi sambil tersenyum
" udah Terima aja masih mending aku mau kasih ganti nya" ucap Alfi lagi.
" iya deh makasih buat handphone barunya. " ucap khaira sambil tersenyum.
" Heeumm... " Alfi hanya menjawab dengan gumaman nya, lalu ia berbalik dan melangkah ingin meninggalkan khaira namun langkah nya dihentikan oleh Ferdi karna ia memegang pundak Alfi. Alfi kemudian menatap kearah Ferdi dan tangan Ferdi yang ada di pundak nya.
" etss...tunggu dulu kok pamit nya cuma gitu doang ngak ada romantis-romantisnya" ucap Ferdi, Alfi mengernyitkan dahinya.
" dengar ya bang sebagai pengantin baru harus nya bersikap mesra dikit dong sama istri, di cium dulu kek keningnya sebelum pergi " ucap Ferdi sambil terkekeh, zuhdi juga ikut terkekeh mendengar ucapan ferdi.
Alfi kembali menoleh ke arah khaira sejenak lalu menatap ke arah Ferdi dan zuhdi yang masih tertawa.
" ngak boleh mesra-mesraan di depan jomblo seperti kalian nanti malah iri lagi " ucap Alfi sambil tersenyum lalu melangkah meninggalkan khaira dan kedua adik nya.
zuhdi dan Ferdi malah tertawa mendengar ucapan Alfi.
kemudian zuhdi dan Ferdi berpamitan pada khaira lalu melangkah menuju ke arah mobil yang terparkir di depan rumah khaira. secara perlahan mobil yang dikendarai oleh Alfi itu pergi meninggalkan halaman rumah khaira dan mulai menghilang dari pandangan khaira.
Ada rasa sedih dihatinya saat melihat suaminya pergi meninggalkan nya, sekali pun ia belum mencintai Alfi tapi ia tetap tak ingin bila Alfi jauh darinya. baru saja ia dan Alfi mengadakan resepsi pernikahan dan sekarang Alfi malah pergi meninggalkan nya dengan alasan pekerjaan, bahkan dekorasi resepsi pernikahan yang di dekor dengan indah masih menghiasi halaman rumah khaira. khaira menatap kearah pelaminan yang masih sama seperti kemarin saat ia dan Alfi menempatinya. ia menghembus nafas nya kasar lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
๐ ๐ ๐ ๐ ๐
Terima kasih buat para readers yang sudah membaca dan memberi komentarnya.
Nantikan terus kelanjutan ceritanya ya.๐
__ADS_1
Salam Author
Ety Salmila