
Saat ini Alfi sedang berada di bandara tempat ia bekerja tangan nya sibuk mengetik huruf-huruf yang jumlah nya tidak sedikit pada monitor komputer di depan nya.
Semua orang yang ada dalam ruangan itu begitu pun Alfi tak ada satu pun yang bersuara sehingga ruangan itu terasa begitu sunyi.
Derrrrtt.....
Alfi menolehkan pandangan nya pada ponsel nya yang bergetar karna ada panggilan masuk.
Dilihat nya layar ponsel nya dan tertera nama istrinya di sana, ia pun menggeser tombol hijau yang ada di sana.
" Assalamu'alaikum.... " Ucap Alfi saat telpon tersebut terhubung.
" Waalaikumsalam..... " Terdengar suara khaira di sebrang sana.
" Abang dimana...? " Pertanyaan khaira membuat Alfi mengernyitkan dahi nya.
"Kok kamu tanya aku dimana...? Ya di tempat kerjalah, memang nya dimana lagi ? ".
" Pulang sekarang !!!" Ucapan khaira membuat Alfi menaikkan sebelah alis nya. Ia menatap seluruh karyawan yang ada di sana sibuk mengerjakan pekerjaan nya masing-masing.
Alfi memutuskan untuk keluar dari dalam ruangan agar ia bisa berbicara leluasa dengan khaira.
"Kenapa diam ? " Tanya khaira saat ia lama tak mendengar jawaban atau pun suara dari Alfi.
" Memang nya kamu mau apa nyuruh aku pulang " Jawab Alfi sambil mendudukkan diri nya di kursi yang ada di depan ruangan nya.
" Aku mau nasi goreng " Ucap khaira manja, Alfi yang mendengar permintaan khaira memijat kening nya karna ia tahu khaira pasti minta yang aneh-aneh pada nya.
" Ya udah kalau kamu mau nasi goreng minta sama bi hanum atau pak sabbri beli in kamu nasi goreng " Ucap Alfi pada khaira hingga terdengar hembusan nafas kasar dari khaira.
" Aku ngak mau nasi goreng yang dibeli aku mau nya abang yang buatkan aku nasi goreng " Ucapan khaira membuat Alfi memijit pangkal hidung nya.
" Tapi yank.... Aku kan lagi kerja mana bisa aku pulang kerjaan aku masih banyak banget, kamu beli aja nasi goreng nya ya !!!
Nanti aku bilang sama pak sabbri buat belikan kamu nasi goreng.... " Ucap Alfi berusaha membujuk khaira.
" Aku kan udah bilang aku ngak mau nasi goreng yang dibeli aku mau nya abang yang buatkan buat aku, memang nya abang ngak sayang ya sama aku dan calon anak kita, nanti kalau dia ngiler setelah dia lahir gimana? Kamu jangan salahin aku karna semua ini salah kamu yang ngak mau memenuhi permintaan nya untuk dibuatkan nasi goreng "
Ucap khaira panjang lebar membuat HP yang menempel di telinga Alfi terasa panas.
" Yank.... Aku mohon kamu tolong ngertiin aku, saat ini aku kan lagi kerja semua ini juga aku lakukan buat kamu dan anak kita " Alfi masih mencoba membujuk khaira agar mau mengerti keadaan nya.
" Kamu minta aku buat ngertiin kamu lalu bagaimana dengan aku? Aku juga butuh pengertian kamu, aku butuh perhatian kamu sebagai seorang suami, jarak rumah dan tempat kerja kan ngak terlalu jauh kamu bisa pulang sebentar kerumah setelah membuatkan aku nasi goreng kamu bisa kembali lagi ketempat kerja apa itu susah? "
__ADS_1
Sejenak Alfi terdiam setelah mendengar ucapan khaira, ia sangat bingung banyak hal yang harus ia selesaikan saat ini mengenai pekerjaan nya, tapi istri nya juga tak kalah penting bagi dirinya.
Alfi tak pernah marah saat khaira meminta hal-hal yang aneh pada nya karna ia dapat mengerti dengan keadaan khaira yang sedang mengandung anak nya saat ini. Ia tahu jika hormon kehamilan membuat mood khaira berubah-ubah kadang baik kadang juga marah-marah tanpa alasan yang jelas pada nya.
" Hallo !!! Abang dengar kan omongan aku kenapa diam aja..? "
" Iya aku dengar, ya udah aku akan pulang tapi hanya sebentar ya karna aku harus kembali bekerja nanti, banyak hal yang meski aku selesaikan disini ".
" Yesss... Makasih sayang ngak apa-apa aku ngerti kok , ya udah aku tutup ya , oe ya aku juga mau minta tolong belikan aku mangga muda " Ucap khaira dengan penuh kegirangan.
" Heum... Iya nanti aku beli in udah dulu ya, Assalammualaikum... " Ucap Alfi mengakhiri panggilan telpon nya dengan khaira.
" Waalaikum salam.... " Terdengar jawaban salam dari khaira dan setelah itu sambungan telpon pun terputus.
Alfi menurunkan HP yang menempel di telinga nya dan menatap layar ponsel tersebut tertera foto khaira disana, Alfi tersenyum betapa cantik nya istrinya itu.
Ia pun memasukkan ponsel kedalam saku celana nya setelah itu ia kembali masuk kedalam ruangan nya.
Alfi mematikan komputer nya yang masih menyala. Zaki yang melihat hal itu pun bertanya pada Alfi karna tak seperti biasa nya Alfi mematikan komputer sebelum pekerjaan nya selesai.
" Loh Al kenapa komputer nya dimatiin memang nya loe mau kemana ? " Alfi yang mendengar pertanyaan zaki pun menoleh pada nya.
" Gue mau pulang sebentar.. " Ucapan Alfi membuat zaki melebarkan mata nya karna saat ini masih jam kerja dan waktu istirahat pun masih sekitar 2 jam lagi.
" Pulang? Untuk apa ini kan masih jam kerja? " Tanya zaki masih dengan menatap Alfi.
" Memang nya dia minta apa lagi...? " Tanya zaki ia mengamati Alfi yang sibuk mengemasi barang-barang nya. Zaki tau jika khaira sering meminta hal-hal yang aneh sama Alfi hingga membuat ia kewalahan.
Alfi sering menceritakan hal itu pada nya, kadang kala cerita Alfi membuat gelak tawa tersendiri bagi zaki saat melihat sahabat nya itu menunduk dengan begitu patuh pada khaira hingga ia bisa di katakan BUCIN alias Budak Cinta.
" Dia minta dibuat kan nasi goreng... " Jawaban Alfi membuat zaki menatap bingung pada nya.
" Hanya nasi goreng ? Kenapa ngak beli aja di sini kan banyak yang jual nasi goreng bahkan rasa nya pun begitu lezat " Alfi yang sudah selesai mengemasi barang nya menolehkan pandangan nya pada zaki.
" Gue udah coba bilang sama dia agar minta pak sabbri atau bibi Hanum buat beli nasi goreng di tempat langganan kita, tapi dia nya ngak mau dan kata nya ia mau memakan nasi goreng buatan gue yang bahkan rasa nya tak seenak nasi goreng pak rasyid penjual nasi goreng itu "
Ucap Alfi dengan memperlihatkan raut wajah lelah nya bercampur kesal.
Zaki malah tertawa melihat raut wajah Alfi.
" Hahaha... Yang sabar Al, mungkin anak loe juga ingin kamu merasakan apa yang dirasakan mama nya " Ucap zaki yang diiringi gelak tawanya.
Alfi memutar matanya malas melihat zaki yang terlihat puas menertawai nya.
__ADS_1
" Ketawa aja terus, gue doa in semoga saja loe nanti juga merasakan apa yang gue rasakan saat Azkia hamil " Ucap Alfi dengan menatap datar ke arah zaki.
Zaki menatap tajam ke arah Alfi saat Mendengar ucapan Alfi.
" Ngak baik loh mendoakan hal yang tidak baik untuk orang lain " Ucap zaki datar.
" Siapa yang doain hal yang ngak baik? Kan tadi gue doakan semoga Azkia cepat hamil dan loe bisa merasakan apa yang gue rasakan, itu kan doa yang baik? " Ucap Alfi seraya membuang pandangan nya dari zaki.
" Doa loe yang ingin Azkia cepat hamil itu sih baik tapi ucapan loe selanjut nya tuh yang kurang baik " Ucap zaki masih dengan suara datar.
" Terserah loe deh mau bilang apa lebih baik gue pulang dari pada bumil yang seper duper cerewet itu nanti malah ngamuk kalau gue pulang nya sampai terlambat ".
Zaki malah tertawa mendengar ucapan Alfi.
" Alfi Alfi benar-benar deh loe kenapa jadi takut banget sama bini loe, Lama-lama loe jadi suami takut istri " Ucap zaki yang kembali di iringi gelak tawa nya sampai semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatap bingung ke arah nya.
" Gue bukan nya takut sama dia, tapi keadaan nya saat ini yang membuat gue mencoba lebih memahami perasaan nya ".
" Yaelah.... Alasan doang loe asli nya loe memang takut kan sama dia takut ngak di bukain pintu saat pulang kerja " Ucap zaki sambil terkekeh
" Terserah loe mau ngomong apa percuma juga gue bicara sama loe, loe ngak bakalan mengerti sebelum loe merasakan apa yang gue rasakan " Ucap zaki lalu ia menolehkan pandangan nya ke arah rekan kerja nya yang masih terlihat begitu sibuk.
"Broe gue pulang dulu bentar ya lagi ada urusan nanti gue balik lagi kalau urusan gue udah selesai " Ucap Alfi pada rekan kerja nya dan semua nya pun menoleh ke arah Alfi .
" Oh oke broe ngak masalah " Jawab salah satu rekan kerja nya.
" Kalau gitu gue pergi dulu Assalamu'alaikum... " Ucap alfi lalu ia pun berlalu pergi dari ruangan itu.
" Waalaikumsalam.... " Jawab semua orang yang ada disana.
Zaki yang melihat kepergian Alfi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya lalu ia kembali memfokuskan diri nya pada pekerjaan nya yang belum selesai.
🌿 🌿 🌿 🌿 🌿
Happy Reading......
Author mohon pada readers agar memberikan like dan komentar juga vote nya.
berikan kritik dan saran nya juga untuk memperbaiki segala kekurangan nya. 🙏😊
-
Salam Author
__ADS_1
-
Ety Salmila