Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Resepsi Pernikahan 2 ( Kediaman Keluarga Alfi)


__ADS_3

*** Harus kah aku yang selalu mengalah demi ego mu yang selalu ingin menang sendiri, walau pun engkau salah dan tak pernah perduli jika ku terluka karna ego mu itu. ***


💔 Khaira Najwa Safira 💔


💘 💘 💘💘


suara adzan yang berkumandang membuat Alfi bangun dari tidurnya. saat matanya telah terbuka ia melihat kearah kiri di bawah tempat tidur ternyata khaira masih tertidur pulas di lantai yang hanya beralaskan tikar itu.


" Tumben dia belum bangun biasanya dia duluan yang bangun" ucap Alfi dalam hati ia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Khaira berusaha mengerjabkan matanya berulang-ulang, untuk menetralkan penglihatannya, saat kesadaran nya sudah pulih sepenuhnya khaira mengubah posisi nya memjadi duduk . ia menoleh ke arah ranjang dimana Alfi tidur semalam dan dilihat nya tempat tidur yang sudah kosong. khaira mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi yang berarti Alfi ada disana.


Khaira segera bangun membereskan tempat tidurnya setelah selesai ia juga merapikan tempat tidur yang ditempati Alfi, setelah itu ia keluar menuju ke kamar mandi yang ada di dekat dapur untuk membersihkan dirinya.


Alfi keluar dari kamar mandi dan dilihat nya tempat tidur yang tadi ditempati khaira sudah kosong tidak ada khaira disana, bahkan sudah terlihat bersih tidak ada tikar, bantal, dan juga selimut semua nya bersih seperti semula. ia juga melihat ke arah ranjang yang semalam ditempatinya sudah kembali rapi, ia yakin pasti khaira yang merapikan nya.


" kemana dia? " tanya Alfi pada dirinya ia melihat ke sekeliling kamar namun tak menemukan khaira.


" mungkin ia sudah keluar" gumamnya


Alfi melangkah ke arah ranjang di ambilnya, sarung yang ada diatas ranjang, tadi sebelum khaira keluar ia menyiapkan segala keperluan shalat untuk Alfi.


Alfi menuju keruang musala yang ada dirumah khaira dilihat nya khaira sudah menunggunya disana, Alfi berjalan ke arah khaira mengambil posisinya sebagai imam.


Setelah selesai shalat seperti biasa mereka membaca doa terlebih dahulu lalu di akhiri dengan bacaan surah Al-Fatihah dan salawat kepada nabi. setelah itu Alfi langsung kembali kekamar, sedangkan khaira ia pergi kedapur membuat kan secangkir kopi dan sarapan pagi untuk Alfi.


setelah selesai makan mereka bersiap-siap untuk pergi ke kediaman keluarga Alfi untuk melakukan resepsi pernikahan Alfi dan khaira yang ke-2. mereka akan pergi jam 09 : 00 pagi karna perjalanan nya lumayan jauh bisa menghabiskan waktu lebih dari 3 jam. oleh karna itu mereka meski berangkat pagi sekalipun resepsinya akan di adakan jam 14:00 siang.


Semua hantaran sudah di siapkan, dan mereka tinggal menunggu semua keluarga khaira berkumpul baru setelah itu mereka akan berangkat secara beriringan.


( adat yang berlaku di daerah mereka hantaran tidak hanya dibawa oleh pihak pengantin laki-laki namun juga akan dibawa oleh pengantin wanita jika di adakan resepsi di kediaman pihak laki-laki, yang membedakannya adalah jika pihak laki-laki hantaran nya berupa pakaian dan alat make-up, termasuk sepatu dan tas, buah-buahan dan lain sebagainya. sedangkan dari pengantin wanita hantaran nya berupa kue khas daerah juga berbagai jenis kue lainnya ).


Jam sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi sesuai yang telah di janjikan mereka segera berangkat menuju kediaman keluarga Alfi.


khaira dan Alfi hanya menggunakan pakaian biasa karna perjalanan yang cukup jauh tidak memungkinkan kan mereka memakai pakaian khas daerah mulai dari rumah khaira. apalagi khaira make-up nya pasti akan luntur karna jauhnya jarak yang mereka tempuh.


Akhirnya mereka memutuskan akan di make-up di sana setelah mereka sampai.


3 jam lebih berada didalam mobil membuat tubuh khaira terasa remuk karna ia sangat jarang bila berpergian dalam jarak yang sejauh ini. berbeda dengan Alfi yang sudah sering melakukan perjalanan jauh karna jadwal volly nya yang padat, bahkan tak jarang ia bermain hingga ke pelosok desa, oleh karna itu perjalanan sejauh ini sudah biasa baginya hingga tak jadi sebuah masalah lagi. setelah sampai di kediaman Alfi mereka segera turun dan menuju keruang Make-up.


Waktu sudah menunjukkan jam 14:00 siang saat nya resepsi pernikahan Alfi dan khaira digelar.


Alfi dan khaira berdiri di pelaminan menyambut para tamu undangan yang hadir. kali ini pesta nya lebih besar dari pesta yang di gelar di rumah khaira yang hanya dihadiri 700 Undangan sedangkan hari ini mencapai 2000 Undangan.


Alfi dan khaira harus mengganti dua kali pakaiannya pertama pakaian adat daerah yang kini mereka kenakan dan nanti gaun panjang berwarna biru muda ( warna kesukaan khaira) dan jas yang akan digunakan Alfi senada dengan warna gaun khaira.


setelah satu jam setengah berdiri diatas pelaminan dengan menggunakan pakaian adat saat nya mereka mengganti pakaiannya dengan gaun dan jas yang telah di siapkan.


Khaira dan Alfi segera turun dari pelaminan menuju keruang rias untuk mengganti pakaian mereka. setelah selesai mereka kembali lagi ke pelaminan untuk menyambut para tamu undangan.


Khaira tidak melihat kedatangan teman-teman alfi mungkin ia tidak mengundang nya, ia hanya melihat beberapa teman dekat Alfi yang hadir di pesta mereka. teman-teman Alfi yang sudah datang kemudian maju menghampiri mereka.


" hy broe benaran ngak nyangka gue loe udah nikah secepat ini, dan melepas kan ke jomblo-an loe yang sudah lama itu....hahaha " ucap salah satu teman Alfi bernama zaki yang di akhiri dengan tawa . khaira yang berdiri disamping Alfi hanya tersenyum menanggapi ucapan zaki.


" hahaha... loe bisa aja gue do'a in loe cepat nyusul ya " ucap Alfi sambil menepuk bahu zaki.


" Aminnn... gue juga do'a in semoga kalian jadi keluarga yang samawa" ucap zaki lagi Alfi hanya menganggukkan kepala nya, lalu zaki beralih ke arah khaira.


" selamat ya atas pernikahannya, semoga kalian menjadi pasangan yang berbahagia dan selalu dalam lindungan Allah SWT " ucap zaki sambil mengulurkan tangan nya ke arah khaira.


khaira membalas uluran tangan Alfi dengan mengatup kan kedua tangannya di depan dada. zaki mengerti apa maksud khaira mengatup kan kedua tangannya itu karna ia tak ingin bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahramnya, akhirnya zaki juga melakukan apa yang di lakukan khaira.


kemudian setelah zaki berlalu masih ada beberapa teman dekat Alfi lainnya yang menghampiri mereka.


" hy agus baru datang loe? " tanya Alfi pada temannya yang bernama agus yang datang menghampiri mereka.


" iya maaf telat ya soal nya baru pulang kerja gue kemarin ada penerbangan ke medan. tadi pagi pas turun dari penerbangan gue langsung kesini " ucap agus.


" oe ya ngak papa kalau gitu gue juga ngerti" ucap alfi


" oe ya istri loe si tante rempong itu mana? ngak ikut? " tanya Alfi, istri agus termasuk salah satu teman wanita yang cukup dekat dengan nya.


" ada lagi kekamar mandi... Nah itu dia.. " ucap agus saat melihat kedatangan istrinya sambil menunjukkan dengan dagu kearah istrinya itu.


" aduh tante rempong kirain ngak datang tadi " ucap Alfi saat melihat citra ( istri agus) yang baru saja melangkah ke pelaminan. Alfi selalu memanggil citra dengan panggilan tante rempong karna orang nya yang ceplas-ceplos.


" aduhh Jomku mana mungkin aku ngak datang ke nikahan Jomku yang sudah lama ini " ucap citra sambil terkekeh kearah Alfi.


" Jomku ? apa itu Jomku? " tanya khaira dengan polos nya, karna ia bingung kenapa Alfi menyebut citra dengan sebutan tante rempong. dan yang lebih parah lagi citra memanggil Alfi dengan panggilan JOMKU panggilan yang tak dapat dimengerti.


Citra dan agus tertawa mendengar pertanyaan polos khaira sedangkan Alfi ia hanya nyengir sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.setelah puas tertawa citra baru menjelaskan pada khaira kenapa ia memanggil Alfi dengan panggilan JOMKU.


" jadi gini aku memanggil nya Jomku karna..aa..a.." citra menghentikan ucapan nya sambil melihat ke arah Alfi dan khaira secara bergantian.

__ADS_1


" karna gue jomblo " jawab alfi santai. lagi-lagi Citra dan agus tertawa puas mendengar ucapan dari Alfi khaira mengernyitkan dahi nya karna bingung dengan ucapan alfi barusan kenapa dia bilang kalau dia jomblo sangat tidak masuk akal mengingat wajahnya yang tampan itu.


" Nah benar tuh apa yang dibilang Alfi " ucap citra sambil terkekeh


"Jomku itu singkatan dari Jomblo Tak Laku - Laku, " citra terkekeh saat menyebut kepanjangan dari Jomku.


" walau pun kamu lihat wajah nya ini cukup tampan tapi ia jomblo akut, awal nya aku ngak percaya menerima undangan pernikahan kalian, mengingat Alfi yang jomblo akut tidak ada hujan tidak ada badai, tiba-tiba datang undangan atas nama Alfianda Rahman dengan Khaira Najwa Safira tapi ternyata Jomku benaran udah nikah " lanjut citra lagi sambil tersenyum ke arah Alfi dan khaira.


khaira hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan citra


" udah sana makan ngak usah ngomong yang Ngak-ngak " ucap Alfi sambil menatap citra dan agus secara bergantian.


" siapa yang ngomong yang Ngak-ngak orang memang benar kok, ya kan yang " ucap citra pada suaminya.


" udah lah jangan diganggu pengantin baru kamu ngak lihat ia se sensi itu " ucap agus pada citra sambil melirik ke arah Alfi.


" hehehe iya... iya maaf kalau gitu kami pergi dulu ya semoga kalian jadi keluarga yang samawa dan selalu mendapat rahmat serta perlindungan dari Allah SWT " ucap citra.


" aminnnn.... " jawab Alfi dan citra secara bersamaan.


" Satu lagi... moga cepat dapat momongan " ucap citra seperti berbisik. citra terkekeh saat mendapati tatapan tajam dari alfi.


Lalu agus dan citra pergi meninggalkan pelaminan. selanjutnya sesi berfoto keluarga Alfi dan khaira berfoto secara bergantian setelah selesai sesi berfoto, keluarga khaira kemudian berpamitan pada Alfi dan khaira untuk pulang ke kota mereka.


setelah keluarga nya pulang tinggal lah kini khaira sendiri dikeluarga nya yang baru. Alfi dan khaira berjalan memasuki kamar mereka untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sekalian mereka melaksanakan shalat magrib karna sebentar lagi memang waktu nya shalat magrib.


Setelah selesai shalat magrib mereka keluar kamar untuk makan malam, khaira memakai gaun panjang yang menutupi mata kakinya. dengan balutan hijab yang sederhana wajah nya dipoles dengan sedikit bedak dan lipstik pada bibir nya.


Sesampai nya di meja makan mereka disambut ramah oleh keluarga Alfi yang ada disana.


" aduuhhh... pengantin baru, gimana pesta nya tadi pasti melelahkan kan? " tanya tante Sheila ( mama Ferdi)


" ya lumayan lah tante " jawab Alfi tersenyum


" kalau gitu kalian makan dulu dari tadi pasti belum makan, karna kalian sibuk menyambut para tamu undangan " ucap tante Sheila lagi.


Akhirnya Alfi dan khaira duduk menikmati makan malam mereka.


Usai makan malam Alfi dan khaira berpamitan pada keluarga nya untuk segera beristirahat.


" mama, tante, Alfi sama khaira mau ke kamar dulu ya kami mau istirahat " ucap Alfi pada mama dan tantenya.


" eheum... eheumm.. dasar pengantin baru ngak bisa jauh-jauh, ya udah deh sana cepetan kekamar buatkan tante cucu yang banyak " ucap tante Syeila sambil terkekeh begitu pun dengan mama Alfi ia juga ikut tertawa mendengar ucapan tante Syeila.


Sesampai nya dikamar alfi langsung menghempaskan tubuh nya diatas kasur dengan posisi terlentang.


" kita shalat dulu yuk habis itu baru tidur " ucap khaira ia hanya berdiri di pinggir kasur melihat ke arah Alfi yang tidur disana.


Alfi hanya melihat sekilas kearah khaira. sesaat kemudian dia baru bicara.


" ya udah ambil wudhu sana nanti gue nyusul " ucap Alfi pada khaira tanpa menoleh ke arah nya. khaira lalu melangkahkan kaki nya menuju ke kamar mandi. tak lama kemudian khaira pun keluar dari kamar mandi.


Lalu Alfi bangkit dari tidur nya berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. setelah Alfi keluar mereka langsung melaksanakan shalat 'isya.


Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan shalat. Alfi langsung naik ke atas ranjang sebelah kanan ia langsung membaringkan tubuh nya karna ia benar-benar merasa lelah dengan kegiatan hari ini bahkan hari ini lebih melelahkan dari pada saat resepsi di rumah khaira karna tamu undangannya sekarang lebih banyak dibandingkan saat di rumah khaira.


Khaira berjalan ke sisi kiri ranjang berniat untuk membaringkan tubuh nya di samping Alfi. Namun saat ia baru saja mendudukkan bokong nya di atas tempat tidur Alfi sudah menegur nya.


" Mau ngapain? "tanya Alfi sambil menatap khaira, lalu merubah posisi nya menjadi duduk.


" Ya mau tidur lah " jawab khaira singkat ia juga membalas menatap Alfi.


" disini? " tanya Alfi lagi pandangan nya masih terarahkan ke arah khaira. Khaira hanya mengangguk kan kepalanya.


" ngak " jawab Alfi lantang. khaira mengernyitkan dahi nya mendengar apa yang dikatakan Alfi barusan.


" Kenapa? " tanya nya santai.


" ya karna ini kamar gue jadi gue yang lebih berhak menentukan siapa yang boleh tidur disini ".


" kemarin juga ngomong nya gitu pas lagi dirumah ku " ucap khaira sambil menatap tajam ke arah alfi.


" ya itu kan kemarin sekarang beda lagi ini rumah ku dan ini kamar ku jadi terserah aku mau mengijinkan kamu tidur disini atau tidak"


ucap Alfi datar namun pandangannya menatap tajam ke arah khaira.


" Maaf ya, tuan ALFIANDA yang terhormat bukan kah kemarin anda yang mengatakan kepada saya ' Kalau tamu itu harus dilayani seperti seorang raja dan sekarang saya di sini seorang tamu jadi anda harus melayani saya dengan baik ' " ucap khaira sambil menekankan setiap kata yang di ucapkan nya.


" oe jadi maksud nya, loe mau gue layani loe dengan baik? " tanya Alfi sambil menampakkan senyum miring nya, seperti menyembunyikan sesuatu dibalik senyum nya itu.


" ya iyalah kan aku juga memperlakukan kamu dengan baik saat dirumah ku. " jawab khaira.


" eum... Ok ngak masalah kalau gitu ayo kemari " ucap Alfi sambil menepuk-nepuk tempat tidur di sebelah nya, ia meminta khaira yang kini duduk di sisi ranjang agar lebih dekat dengannya.

__ADS_1


Khaira mengernyitkan dahinya saat melihat Alfi menepuk ranjang di samping nya meminta nya agar ia lebih dekat dengan alfi .


" mau ngapain? " tanya khaira sambil menatap alfi yang kini menatap kearah nya dengan tersenyum miring.


" kata nya mau dilayani dengan baik layak nya seorang raja ya udah sini gue akan melayani loe dengan baik " ucap Alfi lagi-lagi ia menampakkan senyum yang penuh dengan kelicikan.


khaira merasa curiga ketika melihat senyum yang di pancarkan Alfi seperti nya ia punya suatu rencana.


" ngak mau " jawab khaira ketus. tanpa disadari nya Alfi menarik tangan khaira hingga tubuh nya jatuh di samping Alfi.


Alfi mendekatkan wajahnya ke wajah khaira secara perlahan-lahan, khaira yang melihat Alfi mendekat kan wajah nya membuat jantung nya berdetak kencang dan muka nya sudah semerah tomat. Alfi yang melihat wajah khaira yang memerah berusaha menahan tawanya.


Alfi masih terus memajukan wajah nya ke wajah khaira ingin melihat apa yang akan dilakukan wanita itu selanjut nya, dan ternyata .


" Bbruukkk......... "


Alfi terjatuh dari tempat tidur karna di dorong oleh khaira.


" aduuhhh.... kenapa loe dorong gue sakit tauu " ucap alfi sambil bangkit, ia memegang pinggang nya yang sakit akibat terjatuh .


" Ma.. maaf aku ngak sengaja, beneran tadi nya cuma mau kamu menjauhkan wajah mu dari ku, tapi aku malah dorong kamu sampai jatuh " ucap khaira sambil menatap iba ke arah suami nya yang sakit akibat ulah nya itu.


" maaf... maaf... enak aja cuma minta maaf ini sakit tau " ucap Alfi pada khaira.


" iya maaf..." ucap khaira penuh penyesalan.


" udah lah mending loe minggir deh gue mau tidur " ucap Alfi sambil duduk di pinggir ranjang.


" terus aku tidur dimana? " tanya khaira sambil menatap ke arah Alfi.


" terserah loe mau tidur dimana gue ngak perduli " ucap Alfi sambil membaringkan tubuh nya.


" ya udah kalau gitu aku akan tidur disini " jawab khaira sambil tersenyum


" ngak " jawab Alfi lantang


" tadi katanya terserah kenapa sekarang ngak boleh" ucap khaira sambil menatap malas ke arah Alfi.


" loe boleh tidur dimana pun loe mau, loe tidur di sofa atau di lantai sekali pun gue ngak perduli yang penting jangan disini " ucap Alfi sambil menatap tajam ke arah khaira.


" tapi aku ngak mau tidur dilantai atau di sofa mau nya disini " ucap khaira, ia menatap ke arah Alfi dengan wajah yang memelas.


" Kalau loe tetap memaksa buat tidur disini, gue juga akan maksa loe untuk melakukan kewajiban loe sebagai seorang istri ". ucap Alfi sambil tersenyum penuh kemenangan ia yakin khaira ngak akan memaksa lagi untuk tidur di samping nya.


Mata khaira terbelalak saat mendengar ucapan Alfi, namun saat ia melihat senyum Alfi ia yakin jika Alfi hanya mengancam nya.


" Ok aku siap... " jawab khaira sambil tersenyum licik ia melihat muka Alfi yang kini malah memerah saat mendengar ucapan nya. benar dugaan nya Alfi pasti hanya sedang mengancamnya.


" Yakinn " tanya Alfi sambil penuh dengan tatapan menyelidik.


" i.. i.. iya ya.. yakin lah " jawab khaira ia jadi gugup saat melihat tatapan Alfi padanya.


Alfi tersenyum miring mendengar ucapan khaira. di dekat kan nya tubuh nya perlahan-lahan ke arah khaira. namun sebelum Alfi benar-benar dekat dengan khaira, khaira sudah lebih dulu bangkit dari tempat tidur meraih bantal sambil memeluk nya, lalu berjalan kearah sofa.


Alfi yang melihat reaksi khaira berusaha menahan tawanya.


" Mana selimut nya? " tanya khaira dengan nada datar kepada Alfi


" cari aja di lemari " Alfi juga menjawab pertanyaan khaira dengan datar. walau sebenar nya ia sudah ingin tertawa lepas ketika mengingat reaksi khaira saat ia mendekatinya.


Padahal Alfi hanya ingin mengerjai khaira dengan berpura-pura mendekat kan dirinya ke tubuh khaira. dan ternyata reaksi yang di tunjukkan khaira membuat nya ingin tertawa sepuas-puasnya.


Khaira berjalan kearah lemari mencari selimut setelah ia menemukan nya khaira melangkah menuju ke arah sofa. ia membaringkan tubuh nya disana. jantung nya masih saja berdetak tak karuan atas apa yang di lakukan Alfi tadi padanya. ia tidak menyangka jika alfi akan menanggapi tantangan nya itu.


khaira menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut ia merutuki kebodohan nya di balik selimut, ia merasa dirinya sangat bodoh berani berkata seperti itu di depan Alfi.


Secara logika mana ada kucing yang kalau melihat ikan di depan nya langsung melengos begitu saja tanpa memperdulikan ikan yang sudah siap untuk disantap.


Alfi yang sejak tadi melihat tikah laku khaira malah terkekeh. tadi saat ia menanyakan nya pada khaira, ia menjawab dengan yakin seolah ia menantang Alfi untuk melakukan nya, tapi saat Alfi baru saja ingin mendekati nya ia malah menjauhi nya.


Alfi akhir nya memutuskan untuk tidur memejamkan matanya senyuman masih saja menghiasi bibir nya. hingga Alfi benar-benar tertidur.


sedang kan khaira, ia belum bisa tidur bahkan memejam kan matanya sekali pun sangat sulit baginya, batin nya masih sibuk ber dialog dengan diri nya merutuki ke bodohan yang ia lakukan . hingga tanpa sadar khaira tertidur karna kelelahan.


💕 💕 💕 💕


makasih buat readers yang sudah membaca dan memberikan komentar nya...


serta dukungan yang membuat author makin semangat untuk melanjutkan cerita nya..


Author mohon dukungan yang sebesar-besarnya dari readers dan jangan lupa like nya.... 😊😘


Salam Author

__ADS_1


Ety Salmila


__ADS_2