
*** Hangat Nya Dekapan Mu Membuat Aku Enggan Untuk Melepaskan Nya, Tetaplah Seperti Ini Menjadi Pelindung Dan Selalu Memberikan Kehangatan Dalam Hidupku ***
Khaira Najwa Safira
☀ ☀ ☀ ☀ ☀
Khaira mengerjapkan matanya berulang kali menyesuaikan dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar.
Ia masih merasakan dekapan hangat dari alfi itu arti nya tadi bukan lah mimpi, alfi benar-benar mendekap dirinya dalam pelukan hangat laki-laki itu. muka nya bersemu merah saat mengingat alfi yang mencium kening nya.
" Muka loe kenapa merah gitu ?" suara alfi membuat khaira mendongakkan kepalanya, menatap wajah alfi yang kini juga sudah bangun.
Sebenar nya alfi sudah lebih dulu terbangun di bandingkan khaira, Namun ia sengaja memejamkan mata nya kembali karna khaira belum bangun, ia berfikir akan menunggu khaira bangun, karna takut menganggu tidur nya jika alfi melepaskan pelukan nya dari khaira.
" hehehe.... ngak kenapa-napa " ucap khaira sambil tersenyum ke arah alfi. khaira berusaha melepaskan pelukan alfi pada nya. dan alfi yang merasakan khaira ingin melepas dirinya dari dekapan nya, akhirnya melepaskan khaira.
" Mau kemana? " tanya alfi saat melihat khaira yang beranjak dari tempat tidur. ia merubah posisi nya menjadi duduk.
" heumm... memang nya ngak dengar ada suara apa? " khaira balik bertanya pada alfi seraya mengamati wajah alfi. Alfi berusaha mempertajam pendengaran berusaha mencari tahu suara apa yang di maksud khaira.
Alfi mengernyitkan dahi nya saat ia mendengar suara adzan yang berkumandang.
" suara adzan " jawabnya polos.
" ya udah " ucap khaira seraya melangkahkan kaki nya ke kamar mandi.
" ya udah apa? " tanya Alfi karna tak mengerti dengan apa yang di ucapkan khaira.
" ya udah kita shalat zuhur dulu " ucap khaira geram.
" oe kalau gitu loe duluan aja ke kamar mandi nanti gue nyusul " ucap Alfi yang di balas anggukan oleh khaira.
" atau kalau loe mau barengan boleh juga ngak masalah, sekalian aja kita mandi bareng " ucapan Alfi membuat khaira menoleh ke arah nya, ia melihat Alfi yang tersenyum sambil menaik turun kan alis nya.
" ngak, aku duluan yang mandi kalau kamu mau mandi duluan ya udah ngak masalah mandi aja " ucap khaira ia berusaha bersikap biasa saja, agar Alfi tidak melihat jika dirinya saat ini merasa malu karna mendengar ucapan Alfi barusan.
" ngak deh loe aja yang mandi nanti gue mandi kalau loe udah selesai mandi nya " ucap Alfi ia merasa kecewa karna khaira tak menanggapi ucapan nya itu, bahkan ia melihat khaira bersikap biasa saja saat alfi menggoda nya.
Khaira melangkah masuk ke kamar mandi setelah 20 menit khaira keluar, dan giliran Alfi yang membersihkan diri nya, setelah Alfi selesai mandi mereka melaksanakan shalat zuhur berjamaah.
" kita turun kebawah yuk buat makan siang " ajak Alfi,setelah mereka selesai melaksanakan shalat, khaira yang sedang membereskan peralatan shalat, menatap kearah Alfi sejenak.
" ngak mau " jawab khaira singkat seraya melanjutkan pekerjaan nya itu.
" loh kenapa? memang nya loe ngak dengar tadi apa kata dokter loe mesti minum obat 3x sehari setelah makan nah kalau loe ngak makan gimana loe mau minum obat nya " ucap Alfi panjang lebar, khaira yang sudah selesai dengan pekerjaan nya itu melangkah mendekati Alfi, dan duduk di samping nya yang sedang duduk di sofa.
" Aku ngak tau gimana cara nya aku menghadari mama setelah kejadian tadi pagi " khaira menundukkan kepalanya, ia tidak tahu mungkin kah hubungan nya dengan mertua nya itu tetap membaik setelah kejadian tadi pagi.
" Aku sudah menjelaskan semua nya pada mama dan mama mengerti jika semua itu hanya salah paham " ucapan Alfi membuat khaira kembali menoleh ke arah nya.
" beneran?? " tanya khaira memastikan, Alfi menganggukkan kepala nya.
" iya, Bahkan mama bilang jika sejak awal mama sudah yakin jika hasil tespack itu salah, ketika mengetahui hubungan kita yang sebenarnya, mama sangat percaya sama kamu jika kamu adalah wanita baik-baik yang selalu menjaga diri nya meski tanpa suami di samping nya " ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.
" Apasih ngak usah berlebihan deh " muka khaira sudah bersemu merah karna mendengar ucapan Alfi.
" kok muka nya merah gitu malu ya??? cie.... cie... yang malu-malu karna di puji ama mertua tapi senang " Alfi menggoda khaira hingga khaira makin salah tingkah mendengar ucapan nya.
__ADS_1
" jadi ngak kita makan siang nya udah lapar ni?, nanti malah seperti kemarin lagi aku lupa di kasih makan " canda khaira, namun candaan nya itu membuat Alfi malah merasa tambah bersalah.
" gue minta maaf ya karna gue loe jadi sakit begini " ucap Alfi sambil menundukkan kepalanya. khaira menoleh kearah Alfi yang kini menunduk.
khaira merasa jika ia salah mengeluarkan candaan nya itu, yang membuat Alfi malah makin merasa bersalah.
" loh kok malah sedih?? aku cuma bercanda kali ngak usah di ambil hati, lagian aku udah ngak kenapa-kenapa, ngak usah di fikirkan lagi, mending sekarang kita makan aku udah lapar, dari tadi cacing-cacing dalam perut ku udah demo minta di kasi makan " ucap khaira sambil tertawa dan itu berhasil membuat Alfi sedikit tersenyum.
" beneran ngak kenapa-napa? " tanya Alfi sambil melihat ke arah khaira.
" ia sayang, eh " khaira menutup mulut nya dengan tangan karena tanpa sengaja ia memanggil alfi dengan panggilan sayang.
" hah...kamu ngomong apa tadi aku ngak dengar " Alfi mendekatkan dirinya ke arah khaira, berpura-pura tidak mendengar apa yang diucapkan khaira agar ia mengulangi apa yang di ucapkan nya barusan, apa yang dilakukan Alfi membuat khaira makin salah tingkah.
" ngak ngomong apa-apa " khaira langsung berdiri dan keluar kamar, meninggalkan alfi yang kini sedang tersenyum mendengar apa yang di ucapkan khaira.
" SAYANG " alfi tersenyum ketika mengingat khaira memanggilnya dengan panggilan sayang, jantung nya berdegup kencang, ia merasa seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.
Alfi bangkit dari duduknya melangkah keluar menuju keruang makan senyum nya masih mengembang, hingga ia sampai di ruang makan. mama Alfi yang melihat Alfi tersenyum sejak menuruni tangga merasa heran dengan sikap putra nya itu.
" Alfi kamu kenapa kok dari tadi senyum-senyum terus?? " tanya mama Alfi saat mereka sudah duduk di meja makan, ia mengamati wajah Alfi yang tak pernah pudar dari senyuman.
" lagi bahagia " jawab Alfi, ia melirik ke arah khaira yang duduk di sebelahnya.
" bahagia kenapa? " tanya mama Alfi berusaha menyelidik bagaimana hubungan anak dan menantu nya saat ini setelah kejadian tadi pagi.
" heumm... kenapa ya?? " ucap Alfi sambil melirik ke arah khaira yang kini sedang mengambil makanan untuk nya.
Mama Alfi tersenyum saat melihat hubungan menantu dan anak nya yang sudah semakin membaik, bahkan ini jauh lebih baik di bandingkan sebelum nya. dulu Alfi begitu dingin pada khaira tapi sekarang sikap nya sudah semakin hangat.
Setelah selesai makan siang khaira membersihkan piring kotor, walau pun sudah di larang oleh mertua nya, ia tetap melakukan nya. sedangkan Alfi ia sudah keluar setelah selesai makan siang tadi katanya mau bertemu sama teman-teman nya.
Tanpa terasa hari telah berganti malam, hari ini banyak hal yang di lalui khaira, mulai dari hal yang menyakiti diri nya tadi pagi hingga berakhir dengan kebahagiaan karna sikap Alfi yang mulai berubah lebih baik padanya.
Khaira baru saja melaksanakan shalat 'isya, tadi setelah makan malam khaira kembali ke kamar nya dan melaksanakan shalat 'isya. sedangkan Alfi ia tak tahu kemana suaminya itu pergi, sejak tadi siang hingga kini pukul 08 : 15 malam Alfi belum juga kembali.
Saat ia sedang membereskan keperluan shalat nya, tiba-tiba ia mendengar pintu kamar yang terbuka, di lihat nya Alfi yang kini berjalan mendekati tempat tidur.
khaira segera menyelesaikan pekerjaan nya lalu berjalan mendekati Alfi yang lagi duduk di pinggir ranjang.
" Udah makan? " tanya khaira sambil melangkah ke arah Alfi. alfi hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan khaira.
" mau minum kopi atau teh? " tanya khaira lagi ia kini sudah berdiri di samping alfi, sambil melihat ke arah Alfi yang kini sedang sibuk memainkan handphone nya.
" Kopi " jawab Alfi singkat, khaira menganggukkan kepala nya.
" ya udah aku bikinin dulu, kalau belum shalat, shalat lah terlebih dahulu " ucap khaira lalu melangkah kan kaki nya keluar kamar menuju ke arah dapur.
Alfi langsung meletakkan HandPhone nya di atas meja rias khaira, lalu berjalan ke arah kamar mandi membersihkan dirinya, kemudian melaksanakan shalat 'isya.
Khaira kembali ke dalam kamar dilihat nya Alfi yang kini sedang mengerjakan shalat, kemudian ia meletakkan kopi Alfi di meja dekat sofa.
" Assalamualaikum Warahmatullah..... " ucap Alfi mengakhiri shalat nya.
Alfi membereskan perlengkapan shalat nya, lalu kemudian berjalan ke sofa dimana khaira duduk dan meletakkan kopi nya disana.
" Kamu pergi kemana dari tadi kok pulang nya malam banget? " tanya khaira pada Alfi saat laki-laki itu duduk di samping nya.
__ADS_1
" biasa lah kumpul sama teman-teman " jawab Alfi sambil menyeruput kopi yang di bawa khaira.
khaira hanya menganggukkan kepala nya, meski ia merasa ada sedikit kejanggalan saat mendengar jawaban yang diberikan alfi.
" Mau liburan ngak ?" khaira menoleh kearah Alfi saat mendengar pertanyaan Alfi.
" Liburan?? " tanta khaira balik ia menaikkan sebelah alis nya, merasa bingung mengapa Alfi tiba-tiba mengajak nya untuk liburan.
" iya, kita kan belum pernah pergi berlibur bersama jadi gimana kalau besok kita pergi liburan? " tanya Alfi lagi, ia menatap ke arah khaira yang masih menatap ke arah nya.
" kemana? " khaira masih menatap kearah Alfi.
" eum.... gimana kalau ke beberapa tempat wisata yang ada dikota ini " ucap Alfi, ia masih mengamati wajah khaira. khaira mengangguk - anggukkan kepala nya dan tetsenyum.
" boleh, tapi gimana dengan kerjaan kamu? " ucap khaira sambil mengamati wajah Alfi.
" nanti gue bisa minta izin lagian kan cuma sehari, kamu biasa nya suka pergi kemana? " tanya Alfi lagi, ia kembali menyeruput kopi nya.
" kemana ya?, aku ngak tau karna sangat jarang jika berpergian ke tempat wisata, tapi aku suka kalau pergi kepantai apalagi jika tempat nya itu masih alami itu pasti sangat menyenangkan " khaira tersenyum ketika ia membayang kan jika dirinya berada di pantai menikmati angin pantai yang menyejukkan.
" oke tempat wisata pertama yang akan kita kunjungi adalah pantai gue tau dimana pantai yang masih alami dan masih terlihat asri " ucap Alfi sambil tersenyum lalu meletakkan cangkir yang sudah kosong di atas meja.
" beneran tau dimana tempat nya? " tanya khaira sambil tersenyum girang.
" iya tau lah kan ini kota kelahiran gue masa gue ngak tau tempat wisata yang ada dikota ini, tapi sekarang lebih baik kita tidur agar besok kita bisa bermain sepuas nya " ucap Alfi sambil tersenyum menatap ke arah khaira.
" loe udah minum obat nya belum? " lanjut nya lagi ia masih menatap ke arah khaira. khaira hanya menganggukkan kepala nya layak nya anak kecil, yang membuat Alfi gemas melihat sikap khaira.
" kalau sudah sekarang saat nya tidur, kesehatan kamu belum sepenuh nya sembuh jadi kamu butuh banyak istirahat apalagi besok kita akan pergi liburan, kalau kesehatan kamu tidak baik kita ngak jadi pergi liburan nya besok " ucap Alfi sambil mematap khaira dengan tatapan mengancam.
" loh kok gitu, aku mau nya besok kita pergi liburan, ya udah sekarang minggir aku mau tidur ". khaira merasa kesal karna mendapat ancaman dari Alfi.
" ngapain tidur di sini " ucap Alfi sambil melirik ke arah khaira, khaira yang mendengar ucapan Alfi memundurkan kepalanya kebelakang dan menaikkan sebelah alis nya.
" kalau aku ngak tidur di sini terus tidur nya di mana dilantai, tega banget sih sama istri sendiri katanya mau aku cepat sembuh tapi malah nyuruh aku tidur dilantai gimana mau sembuh coba " cerocos khaira, sambil memasangkan wajah cemberut di depan Alfi.
" Siapa yang nyuruh loe tidur dilantai?, loe ngak lihat tempat tidur segede itu? gue nyuruh loe buat tidur di sana bukan dilantai, dan mulai malam ini dan seterus nya loe harus tidur di sana di samping gue " ucap Alfi dengan nada ketus, lalu ia bangkit dari duduk nya dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
khaira menggidikkan bahunya tak mengerti dengan sikap Alfi, ia melangkahkan kaki nya menuju ke sisi sebelah kiri tempat tidur. dan membaringkan tubuh nya membelakangi tempat tidur di sebelah nya.
Khaira memejamkan matanya, tak lama kemudian ia merasakan ada yang naik ke atas tempat tidur, siapa lagi kalau bukan Alfi.
Khaira merasakan sebuah tangan besar yang melingkar di pinggang nya, tentu saja itu Alfi yang melakukan nya. ia merasa kaget saat Alfi membalikkan tubuh khaira ke arah nya secara tiba-tiba, hingga kepala khaira terbentur dengan dada bidang Alfi.
sedikit terasa sakit di jidat nya karna benturan keras itu. Alfi kembali memeluk khaira membawa khaira kedalam dekapan hangat nya, seperti yang di lakukan nya tadi siang. khaira tersenyum ketika Alfi kembali memeluk nya saat ia tidur, ia berharap jika Alfi akan selalu mendekap kan nya dalam pelukan sehangat ini.
Khaira memejamkan matanya dan membalas pelukan Alfi dengan melingkarkan tangan nya di tubuh tegap Alfi. hingga ia tertidur dalam dekapan hangat suami nya itu, laki-laki yang mungkin saat ini mulai di cintai nya, meski pun belum bisa sepenuh nya, karna masih ada rizwan yang mengisi relung hatinya.
💕 💕 💕 💕 💕
Hy readers Terima kasih buat semua yang sudah setia menanti kelanjutan setiap episode nya.
Maaf jika saya Up nya agak sedikit lama tapi akan saya usaha kan kedepan nya untuk Up lebih cepat lagi.
Nantikan terus kelanjutan episode nya, kedepan nya akan ada yang lebih seru lagi Saat khaira berjumpa dengan sang pujaan hati.. 😇😇
Salam Author
__ADS_1
Ety Salmila