
*** Aku Bersyukur Karna Setelah Penantian Panjang Ku Dan Perjuangan Yang Begitu Berat Pada Akhir Nya Aku Bisa Meraih Kehangatan Sikap Mu •••
Tetaplah Seperti Ini Sayang....
Jangan Pernah Berubah Jadilah Kamu
Malaikat Pelindung Ku **
••• Khaira Najwa Safira* •••
💧 💧 💧 💧 💧
Alfi menyalakan mesin mobil nya dan secara perlahan-lahan ia mulai menjalankan mobil nya meninggalkan area parkir dan restoran menuju ke jalan raya.
Alfi menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang memecah jalanan kota yang mulai renggang karna malam yang sudah semakin larut.
Setelah menempuh waktu selama setengah jam akhir nya mereka sampai di rumah.
" Kamu duluan aja nanti aku nyusul " ucap Alfi pada khaira setelah mobil berhenti di halaman rumah mereka.
" ya udah kalau gitu aku duluan ya " ucap khaira masih dengan menampilkan senyuman hangat nya. Alfi Hanya menganggukkan kepala dan juga tersenyum ke arah khaira.
Khaira membuka pintu mobil lalu melangkah ke luar, kemudian ia melangkah kan kaki nya masuk kedalam rumah meninggalkan Alfi yang masih berada di dalam mobil.
Alfi kembali menjalankan mobil nya menuju ke dalam bagasi mobil, ia menyimpan mobil nya di sana. setelah selesai ia segera melangkah kan kaki nya menuju ke dalam rumah.
Baru saja ia sampai di lantai dua rumah nya ia melihat khaira yang ingin masuk ke dalam kamar yang biasa di tempati oleh khaira.
Kali ini Alfi tak ingin mencegah nya lagi karna ia takut jika khaira tetap akan memberikan jawaban yang sama seperti yang sudah terjadi.
Alfi hanya memandang pintu kamar yang kini sudah tertutup rapat, ia menghembus nafas nya kasar lalu dengan langkah lunglai ia melangkah kan kaki nya menuju ke dalam kamar nya.
Sesampai nya dikamar Alfi langsung berjalan ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya. ia merendam kan tubuh lelah nya dengan air dingin berusaha melepas kan semua penak yang ada pada tubuh nya.
Setelah hampir 15 menit berendam dan puas menyegarkan tubuh nya dengan air Alfi berjalan keluar kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggang nya.
Alfi melangkah kan kaki nya menuju ke arah lemari untuk mengambil pakaian tidur nya tanpa ia menyadari, jika seseorang yang berada di atas tempat tidur, sejak tadi memandang ke arah nya dan kini malah menutupi diri dengan selimut karna merasa malu saat melihat Alfi yang bertelanjang dada.
Alfi kembali ke dalam kamar mandi dan menggantikan pakaian nya disana. Setelah selesai menggantikan pakaian nya ia kembali keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan ke arah tempat tidur.
Alfi menyibakkan selimut nya untuk membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, namun ia begitu kaget saat melihat seseorang yang kini berbaring di atas tempat tidur dan orang itu menutupi diri nya dengan selimut.
" Astagfirullah..... "
Alfi yang baru saja ingin mendudukkan diri nya di atas tempat tidur, sontak ia berdiri menjauhi tempat tidur sambil mengelus dada nya karna kaget saat melihat seorang wanita yang berbaring di bawah selimut.
" Khairaaa..... "
Ucap Alfi, saat ia menyadari ternyata khaira yang sedang berbaring di atas tempat tidur nya.
ia tak tahu mengapa khaira ada di dalam kamar nya padahal tadi ia jelas-jelas melihat khaira yang melangkah masuk ke dalam kamar yang biasa di tempati khaira. lalu kenapa tiba-tiba bisa ada dikamar nya.
" Ngapain disini bikin orang kaget aja..??" ucap Alfi sambil menatap tajam ke arah khaira. ia mendudukkan diri nya di atas ranjang sambil menyenderkan kepala nya di kepala ranjang.
tangan nya masih sibuk mengelus dada nya, jantung nya masih berpacu cepat karna keterkejutan nya tadi.
Khaira merubah posisi nya yang sedang berbaring menjadi duduk, hingga kini ia dan Alfi duduk berdampingan di atas ranjang.
" kenapa kaget ya....??? " tanya khaira saat ia melihat Alfi yang masih sibuk mengelus dada dan mengatur nafas nya. Alfi hanya melirik sekilas ke arah khaira tanpa menjawab pertanyaan nya.
" Maaf deh aku masuk ke dalam kamar kamu tanpa sepengetahuan kamu , tapi tadi aku udah coba mengetuk pintu karna tak ada jawaban dari kamu akhir aku memutuskan untuk masuk,
Terus aku dengar ada suara air dari dalam kamar mandi, karna tak tahu harus ngapain aku memutuskan untuk menunggu kamu sambil bermain handphone di atas tempat tidur "
Ucap khaira tanpa mengalihkan pandangan nya dari alfi.
" Terus ngapain kamu ke kamar aku ? " Tanya Alfi ia menatap ke arah khaira yang kini duduk di samping kiri nya.
" Ya aku mau tidur di sini lah " Alfi menaikkan sebelas alis nya karna merasa bingung dengan ucapan khaira.
Khaira yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Alfi jadi gelagapan karna ia berfikir telah salah berbicara seperti itu pada Alfi.
__ADS_1
" Eum... eum... Maksud aku bicara seperti itu, karna aku mau menempati janji aku waktu itu " Ucap khaira agak sedikit gelagapan.
" Janji ??? " Tanya Alfi seperti memastikan ucapan khaira, namun bibir nya sudah memperlihatkan senyum.
" Iya... Aku kan waktu itu pernah janji kalau kita bakalan tidur satu kamar, kalau hubungan kamu sama Elisa sudah berakhir " Ucap khaira pandangan nya masih mengarahkan ke arah Alfi.
" Jadi maksud kamu mulai sekarang kita bakalan tidur satu kamar ? " Tanya Alfi, senyuman nya semakin mengembang saat ia mendapatkan anggukan kepala dari khaira.
" Kalau gitu ayoo !!! " Ajak Alfi sambil mengenggam tangan khaira. Khaira mengernyitkan dahi nya saat mendengar ajakan Alfi.
" Kemana ?? " Tanya khaira, sambil menatap bingung ke arah Alfi.
" Ya... Kita pindahin semua barang-barang kamu kesini, yang ada di kamar sebelah "
Ucap alfi sambil berusaha menarik tangan khaira agar bangkit dari tempat tidur.
Khaira berusaha menahan tarikan Alfi pada nya, ia mendengus kesal saat mendengar ucapan alfi.
" Abang ngak liat ini udah jam berapa ? "
Tanya khaira masih dengan posisi duduk di atas tempat tidur, ia melirik sekilas jam dinding yang ada di sana, lalu kembali menolehkan pandangan nya ke arah Alfi dengan menampakkan wajah kesal nya.
Alfi menolehkan pandangan nya menatap jam dinding yang ada di dalam kamar nya. Jarum jam tersebut sudah menunjukkan angka 12 : 50. Alfi kembali menolehkan pandangan nya menatap ke arah khaira.
" Besok aja ya...ngapain coba pindahin barang tengah malam begini, lagian besok kan kita harus kerja nanti malah bangun kesiangan lagi "
Ucap khaira sambil memegang lengan Alfi, dan dengan suara yang di buat semanja mungkin, membuat Alfi merasa gemas di buat nya.
" Heum.... Ya udah deh kalau kamu nya ngak mau, tapi muka nya jangan gitu dong, bikin gemas tauu..." Ucap Alfi sambil tersenyum ia menjepit hidung khaira dengan dua jari tangan nya.
" Auw... Sakit tauu.... " Ucap khaira, ia menyentuh hidung nya yang memerah karna jepitan Alfi.
Alfi malah terkekeh saat ia melihat khaira yang memayunkan bibir nya.
" Malah ketawa lagi " Ucap khaira saat ia melihat Alfi yang masih saja menertawai nya.
" Habis nya muka kamu lucu banget tau ngak bikin aku gemas " Ucap Alfi sambil tersenyum ke arah khaira.
Alfi yang melihat khaira mengalihkan pandangan nya menghentikan tawa nya, ia menghembus pelan nafas nya.
Lalu ia menyentuh dagu khaira dengan jari tangan nya membawa khaira kembali menatap ke arah nya.
Mereka saling memandang satu sama lain, saat khaira kembali menolehkan pandangan nya ke arah Alfi. Alfi menelan ludah nya kasar saat ia melihat tatapan mata khaira.
" Kamu beneran mau tidur sekamar dengan aku ? " Tanya Alfi masih dengan menatap lekat mata khaira.
Khaira tersenyum ke arah Alfi, saat ia mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Alfi, lalu ia menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.
Alfi tersenyum saat mendapatkan anggukan kepala dari khaira. Tanpa mengalihkan pandangan nya dari khaira ia kembali membuka suara nya.
" Itu artinya apa aku bolehhh.... " Alfi menghentikan ucapan nya, sedang kan pandangan nya masih terarah kan pada khaira.
Khaira menelan ludah nya kasar saat Alfi menghentikan ucapan nya sedang kan pandangan nya sudah menyiratkan seribu cinta di sana .
" Aku....ingin..... " Jantung khaira kembali berdetak tak karuan saat Alfi kembali berbicara.
" Kenapa ??? " Khaira mencoba membuka suara nya meski jantung nya masih belum juga normal.
" Bang Alfi mau ngomongin apa ya...apa jangan - jangan...??? " gumam khaira dalam hati. khaira wajah nya sudah terlihat begitu gelisah.
Alfi menarik dan menghembus nafas nya perlahan, ia melakukan nya beberapa kali. lalu kembali melanjutkan ucapan nya.
" Sayanggg...Aku mau... "
Alfi merasa ragu untuk melanjutkan ucapan nya, ia masih menatap lekat mata hitam khaira, secara perlahan-lahan ia mulai mendekati wajah khaira, hingga mereka dapat merasakan hembusan nafas yang saling memburu.
Khaira semakin merasa tak karuan saat Alfi berada dalam posisi seperti itu dengan nya. Alfi kembali mencoba mendekatkan wajah nya dengan khaira dan hampir saja bibir mereka saling bersentuhan namun Alfi menghentikan pergerakan nya.
"Eum....aku mau tidur.... " ucap Alfi lalu ia menjauhi wajah nya dari wajah khaira dan langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Sedangkan khaira hanya terdiam menatap ke arah Alfi yang kini sudah berbaring. Tadi khaira berfikir jika Alfi akan meminta hak nya sebagai seorang suami tapi nyata nya semua dugaan nya itu salah.
__ADS_1
Alfi mengernyitkan dahi nya saat melihat khaira yang hanya terdiam menatap ke arah nya.
" Kok kamu belum tidur ?? " Tanya Alfi sambil mengamati khaira yang belum juga membaringkan tubuh nya.
" Eh.. I.. Iya ini juga udah mau tidur kok... " Ucap khaira gelagapan, lalu ia pun membaringkan tubuh nya di sebelah kiri Alfi.
Alfi menyamping kan tubuh nya menghadap ke arah khaira ia membawa khaira dalam pelukan nya.
Khaira menelan ludah nya kasar saat Alfi memeluk nya dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Alfi.
" Abangg... " Lagi-lagi khaira menelan ludah nya kasar saat ia ingin berbicara dengan Alfi.
" Heumm... " Alfi hanya bergumam mendengar khaira memanggil nya, sedangkan mata nya sudah terpejam.
" Banggg..... " Khaira kembali memanggil Alfi, karna Alfi seperti tak mau menanggapi panggilan nya.
" Apa sihh... Yang ?? Ini udah malam loh lebih baik kita tidur " Ucap Alfi, mata nya masih tetap terpejam, ia memeluk khaira lebih erat lagi.
" Bang aku tau kalau bukan ini kan yang ingin abang ucapkan tadi ?? "
Ucap Khaira ia mendongakkan kepala nya menatap ke arah Alfi, meski jantung nya kini sudah tak menentu.
Alfi menundukkan kepala nya menatap ke arah khaira yang kini juga menatap ke arah nya.
Alfi mensejajarkan tubuh nya dengan khaira, di tatap nya bola mata hitam khaira yang kini juga menatap nya. Ia mengelus lembut kepala khaira yang masih di tutupi ciput.
" Sayaangg..... " Ucap Alfi tangan nya masih mengelus lembut kepala khaira. Khaira hanya diam menatap ke arah Alfi.
" Aku tau kamu hari ini pasti capek kan ??, " Tanya Alfi masih dengan menatap lekat khaira, sedangkan khaira, ia hanya tersenyum mendapati pertanyaan Alfi.
" setelah seharian bekerja terus tadi kita juga terjadi beberapa masalah, sampai kita harus menyelesaikan masalah nya terlebih dahulu, apalagi kita sampai rumah sudah jam 12 : 40 malam ".
Lanjut Alfi, ia kembali menghentikan ucapan nya sejenak sambil tersenyum ke arah khaira.
" Aku tidak ingin kamu sakit, kamu butuh banyak istirahat setelah melakukan berbagai kegiatan hari ini,
jadi lebih baik sekarang kita tidur apalagi besok kita harus kembali bekerja, tentu saja kita butuh istirahat yang cukup dan juga konsentrasi yang tinggi kan ?? "
Ucap Alfi melanjutkan ucapan nya khaira hanya diam menatap ke arah Alfi. sebenar nya tadi ia ingin meminta hak nya pada khaira, Namun ia urungkan saat Alfi melihat wajah lelah khaira.
ia berfikir jika khaira pasti membutuhkan waktu istirahat yang banyak dan ia tak ingin jika karna nya kesehatan khaira malah terganggu karna kekurangan waktu istirahat.
" Aku ngak papa sayang.... Aku tak ingin memaksa kan kamu melakukan nya " Ucap Alfi masih dengan memperlihatkan senyum nya.
Alfi kembali membawa khaira dalam dekapan hangat nya. Khaira meneteskan air mata di dalam pelukan Alfi karna mendengar ucapan Alfi, ia tak menyangka jika Alfi begitu pengertian terhadap nya.
Jujur saja saat ini tubuh nya terasa remuk karna banyak nya kegiatan dan juga masalah yang ia hadapi hari ini. Namun ia tak ingin membuat Alfi kecewa, ia akan melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri jika Alfi meminta nya.
" Maaf.... " Ucap khaira lirih, ia membalas pelukan Alfi dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Alfi menikmati kehangatan yang di berikan suami nya itu.
" Ya ngak apa-apa... Lebih baik sekarang kita tidur karna masih banyak kegiatan yang mesti lakukan esok hari " Ucap Alfi ia mengelus lembut kepala khaira sambil memperlihatkan senyuman nya.
Khaira hanya menganggukkan kepala nya, lalu ia memejamkan mata nya mencoba untuk tertidur, begitu pun Alfi ia juga ikut memejamkan mata nya hingga mereka tertidur menuju ke alam mimpi.
-
💗 💗 💗 💗 💗
-
Happy Reading...
Terima kasih buat readers yang sudah memberikan like dan komentar nya.
Author mohon dukungan nya agar author makin semangat untuk melanjutkan episode selanjutnya 🙏😘
-
Salam Author
-
__ADS_1
Ety Salmila