Adakah Aku Dalam Hatimu

Adakah Aku Dalam Hatimu
Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

*** Selalu Ada Hikmah Di Balik Cobaan Yang Allah Berikan Kepada Setiap Hamba nya.


Dan setiap penderitaan itu akan berakhir pada kebahagiaan ***


❤ ❤ ❤ ❤


" Karna Alfi Belum Pernah Menyentuh nya Sekali Pun Sejak Pertama Kali Kami Menikah "


DUARRrrr.....


DUARRrrr.....


DUARRrrr.....


Kata-kata yang dilontarkan alfi membuat kedua orang tua alfi membeku, seolah tak percaya dengan apa yang di ucapkan alfi, Sudah 3 bulan mereka menikah bagaimana mungkin alfi tak pernah menyentuh khaira sekali pun.


Alfi menarik tangan khaira kasar membawa nya ke lantai atas menuju ke kamar nya.


" IKUT GUE.... " ucap alfi sambil menarik kasar tangan khaira. khaira yang ditarik alfi meringis kesakitan.


" Sa.. sakit.... "


alfi tak perduli dengan rintisan khaira yang merasa sakit di pergelangan tangan nya. sedang kedua orang tua alfi hanya diam melihat perdebatan anak dan menantu nya karna mereka tak mau ikut campur urusan rumah tangga mereka. dan mereka yakin jika alfi dan khaira pasti bisa menyelesaikan masalah nya sendiri.


Sesampai nya di kamar alfi melempar kasar tubuh khaira di lantai.


" kemasi barang-barang loe gue bakal bawa loe keluar dari rumah ini, gue ngak akan menceraikan loe, karna gue ngak mau reputasi gue hancur karna dikira menceraikan istri dalam keadaan hamil, sekali pun itu bukan anak gue tapi orang-orang pasti mikir nya anak yang loe kandung itu anak gue, jadi gue akan mempertahan kan loe sebagai istri gue tapi gue mau kita hidup terpisah " ucap alfi dengan penuh emosi.


khaira yang mendengar ucapan alfi ia segera bangkit dan menghampiri alfi, ia berusaha meraih tangan alfi namun segera di tepis oleh nya.


" JANGAN SENTUH GUE DENGAN TANGAN KOTOR LOE ITU.... " ucap alfi sambil menunjuk kan jari telunjuk nya kearah khaira dan menjauhkan diri nya dari khaira


" Bang... aku berani bersumpah jika aku tidak hamil, aku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki mana pun, dan... " belum sempat khaira melanjutkan kata-kata nya alfi sudah lebih dulu menyela nya.


" Dan LOE mau bilang jika hasil dari tespack itu salah IYAAaa... " bentak alfi khaira hanya mengangguk kan kepala nya. air mata masih terus membanjiri di pipinya


" ngak mungkin itu salah kalau memang hasil yang di tunjukan oleh tespack itu salah ngak mungkin ada orang yang mau melakukan tes kehamilan dengan alat tersebut " ucap alfi lagi masih dengan nada tinggi.


" Aku bisa menjamin nya seratus persen jika hasil dari tes tadi salah, kita bisa memeriksa ulang di rumah sakit, dan aku siap jika aku harus melakukan pemeriksaan di rumah sakit " ucap khaira ia masih terus menatap alfi yang kini membuang pandangan nya ke arah lain.


" ngak perlu kerumah sakit sudah cukup dengan hasil yang kuterima pagi ini, untuk apa kita kerumah sakit loe mau membuat gue tambah kecewa lagi " alfi enggan menerima usulan yang di berikan khaira.


" tolong kasih aku kesempatan untuk membuktikan kebenaran nya, Aku mohon " ucap khaira seraya berlutut di depan alfi. alfi melihat kearah khaira, seketika hati nya mulai luluh.


" Ok kita kerumah sakit sekarang, cepat keluar aku ngak punya banyak waktu " ucap alfi seraya melangkah kan kaki nya keluar kamar.


khaira bangkit seraya menghapus air matanya dan melangkah keluar mengikuti alfi.


Sesampai nya dirumah sakit, khaira dan alfi segera mendaftarkan khaira untuk mendapatkan nomor antrian, lalu menunggu nama khaira terpanggil di ruang tunggu.


Tak berapa lama seorang suster memanggil nama khaira.


" N.Y Khaira silahkan masuk.. " ucap salah seorang suster.


khaira dan alfi langsung melangkah masuk keruangan tersebut.


" Selamat Pagi bu pak, apa ada yang bisa saya bantu " tanya dokter yang bernama Nadia kepada khaira dan alfi, ia menatap khaira dan alfi secara bergantian.


" Saya hanya ingin memastikan apakah saya beneran hamil atau tidak " ucap khaira seraya menatap ke arah dokter wanita itu.


" baik kalau gitu silahkan berbaring di sini " ucap dokter nadia mempersilahkan khaira berbaring di atas brangkal yang ada di sana.


khaira pun membaringkan tubuh nya disana. dokter membuka sedikit baju khaira dan mulai memeriksa bagian perut khaira.


setelah selesai memeriksa khaira, ia duduk di kursi kebesaran nya, dikuti alfi yang juga duduk di kursi yang bersebelahan dengan dokter nadia dengan khaira di samping nya.


" gimana dok apa istri saya beneran hamil? " tanya alfi pada dokter nadia. perasaan nya campur aduk ia tidak tahu apa yang harus di lakukan nya jika ternyata khaira benar-benar hamil.

__ADS_1


" hufff... " dokter itu menghembus nafas nya kasar.


" maaf Pak tapi hasil nya menyatakan... an.... " dokter nadia menggantungkan ucapan nya membuat dua orang yang ada di hadapan nya, harap-harap cemas menantikan apa yang akan di ucapkan selanjut nya.


ia mengamati sepasang suami istri yang sedang menantikan ucapan nya selanjut nya secara bergantian.


secara perlahan-lahan ia menyampaikan hasil pemeriksaan nya kepada alfi dan khaira.


" Maaf Pak tapi hasil nya menyatakan jika istri bapak tidak hamil " apa yang di ucapkan dokter nadia membuat dua orang yang ada di hadapan nya bernafas lega.


" Alhamdulillah... " ucap khaira dan alfi secara bersamaan.


Dokter Nadia melongo dan memundurkan kepala nya ke belakang ketika melihat reaksi yang di tunjukan oleh alfi dan khaira. ia bingung bukan kah seharus nya mereka menampakkan ekspresi kecewa ketika mengetahui apa yang di sampai kan nya.


bahkan ia tadi dengan ragu-ragu menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut, karna ia berfikir jika mereka pasti akan kecewa mendengar ucapan nya. namun ternyata semua di luar expectasi nya. baru kali ini ia melihat sepasang suami istri yang bersyukur ketika mengetahui jika pasangan nya tidak hamil.


" Maaf Pak bukan kah bapak dan ibu ini sepasang suami istri lalu mengapa kalian malah bersyukur ketika mengetahui hasil yang terburuk menurut setiap pasangan ? "


dokter nadia mengeluarkan apa yang ada dalam fikiran nya merasa aneh dengan tanggapan yang di berikan oleh pasangan di depan nya itu.


" kami memang pasangan suami istri, namun terjadi kesalah pahaman di antara kami, maka nya kami bersyukur akhirnya kesalah pahaman itu bisa terselesaikan " ucap alfi sambil tersenyum ke arah dokter spesialis kandungan tersebut.


dokter nadia mengangguk kan kepala nya tanda mengerti dengan apa yang di ucapkan alfi meski pun ada beberapa hal yang tidak di mengerti oleh nya. namun dia enggan untuk bertanya karna ia berfikir jika itu di luar tugas nya sebagai seorang dokter.


" syukurlah kalau begitu, tapi saya berharap semoga ibu dan bapak bisa segera mendapat kan momongan " ucap dokter nadia sambil tersenyum kepada pasangan yang ada di depan nya itu.


alfi dan khaira saling memandang satu sama lain mendengar apa yang di ucapkan dokter nadia.


" eum.. a.. am.. aminnn " alfi agak gelagapan menanggapi ucapan dokter nadia, namun ia berusaha tersenyum kepada dokter kandungan tersebut.


" oh ya dok, jika istri saya tidak hamil lalu kenapa dari kemarin wajah nya terlihat pucat bahkan tadi pagi ia sampai muntah-muntah, Dan tadi ketika ia melakukan tes kehamilan hasil nya menunjukan 2 garis merah bukankah itu arti nya istri saya positif hamil ?" tanya alfi seraya mengamati dokter nadia.


dokter nadia tersenyum mendengar pertanyaan alfi, lalu menjawab nya.


" itu karna perut bu khaira terlalu kosong tidak ada makanan yang masuk sehingga membuat asam lambung nya naik ". ucap dokter nadia seraya tersenyum.


alfi menatap ke arah khaira, ia ingat jika kemarin ia dan khaira tidak makan siang, alfi sebelum sampai di rumah khaira sempat mampir di warung untuk makan saat di perjalanan, sehingga ia masih merasa kekenyangan. setelah melaksanakan shalat zuhur ia langsung melanjutkan perjalanan nya tanpa menawarkan makan siang pada khaira.


" Dan soal hasil dari tespack itu sebenarnya salah pak, karna tidak semua hasil yang di tunjukan oleh tespack benar, contoh nya seperti bu khaira tadi hasil dari tespack nya menunjukan dua garis merah sedangkan jika kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut hasil nya negatif. jadi jika nanti terjadi lagi hal-hal seperti ini lebih baik bapak bawa ibu khaira ke rumah sakit biar hasil nya lebih terjamin " " ucap dokter Nadia sambil tersenyum.


" ini saya berikan resep obat dan juga vitamin tolong diminum 3x sehari sesudah makan " dokter Nadia memberikan sebuah kertas yang berisi resep obat untuk khaira yang harus di tebus di apotik, alfi menerima resep obat tersebut dan menyimpan nya di saku celana.


" kalau gitu kami permisi dulu dok, Terima kasih atas bantuan nya " ucap alfi seraya bangkit berdiri di ikuti oleh khaira yang duduk di samping nya.


" iya sama-sama Pak semoga nanti bapak dan ibu bisa kembali lagi ke sini dan saya berharap nanti nya akan mendapatkan kabar yang bahagia " ucap dokter nadia seraya tersenyum menatap alfi dan khaira secara bergantian.


" iya insya Allah Terima kasih atas doa nya kami permisi " ucap alfi yang di balas anggukan oleh dokter nadia, lalu alfi dan khaira berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


💧💧💧💧💧


di dalam perjalanan pulang hanya keheningan yang tercipta di antara dua manusia yang kini sedang bergelut dengan pemikiran nya masing-masing. di dalam mobil itu tak satu pun yang bersuara bahkan suara musik sekali pun tidak ada, sampai akhirnya alfi yang lebih dulu membunyikan suara nya.


" Maaf " ucapan alfi membuat khaira yang sedang menoleh ke arah jalanan melalui kaca jendela mobil, mengalihkan pandangan nya ke arah alfi yang sedang mengemudi.


" untuk apa? " tanya khaira seraya menatap ke arah alfi. alfi yang sedang fokus mengemudi mengalihkan pandangan nya sejenak ke arah khaira yang duduk di samping nya.


" untuk semua yang gue lakukan pada loe tadi pagi, semua ucapan dan juga perbuatan gue yang menyakiti loe " ucap alfi pandangan nya lurus kedepan namun khaira bisa melihat jika ucapan alfi itu benar-benar tulus meski pun tidak menatap ke arah nya.


khaira menunduk kan kepalanya tidak bisa ia pungkiri jika ucapan dan perbuatan alfi tadi pagi masih membekas di hati nya. Namun ia berusaha untuk tetap memaafkan alfi.


" sudahlah aku sudah memaafkan nya lagi pula itu hanya kesalah pahaman " ucap khaira ia kembali mengalihkan pandangan nya ke arah alfi dan tersenyum pada nya.


" beneran loe sudah memaafkan kesalahan gue? " ucap alfi ia menoleh sejenak ke arah khaira berusaha memastikan apa yang di ucapkan khaira barusan memang benar.


khaira mengangguk kan kepala nya seraya tersenyum kearah alfi. alfi ikut tersenyum saat melihat khaira mengangguk kan kepala nya, itu arti nya khaira sudah memaafkan nya.


" makasih karna loe sudah memaafkan gue" ucap alfi sambil tersenyum khaira juga ikut tersenyum padanya. walau pun sebenarnya alfi tahu jika khaira tak mungkin bisa memaafkan nya begitu saja, namun ia sudah berjanji dalam hati nya jika mulai hari ini ia akan bersikap baik pada khaira

__ADS_1


Khaira menyenderkan kepalanya kebelakang pada senderan kursi, hingga ia terlelap . alfi tersenyum ketika melihat khaira yang kini sedang tertidur di samping nya.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah alfi. alfi yang melihat khaira yang tertidur dengan lelap, merasa tak tega jika harus membangunkan nya, akhirnya alfi memutuskan untuk menggendong khaira.


Alfi keluar dari mobil lalu berjalan ke arah kursi penumpang di samping nya, ia membuka pintu mobil lalu di angkat nya khaira menuju ke dalam rumah. satpam yang berada di pos nya berlari untuk membantu alfi membuka pintu rumah agar ia bisa masuk ke dalam nya.


Alfi masuk kedalam rumah sambil menggendong khaira kedalam, saat diruang tamu mama alfi yang melihat kenangan alfi berusaha menegur nya, namun alfi sudah lebih dulu memberi isyarat pada mama nya agar tidak bersuara karna takut membangun kan khaira.


Mama alfi mengerti apa yang di maksud oleh alfi, akhirnya ia berjalan menuju ke sofa yang ada di ruang tamu untuk menunggu alfi menjelaskan semua nya kepada dirinya.


Alfi kembali melanjutkan langkah nya menaiki tangga menuju ke kamar nya. setelah sampai di dalam kamar ia membaringkan khaira di tempat tidur.


diamati nya wajah khaira yang kini sedang terlelap, ia menarik kan senyum nya saat melihat wajah cantik khaira, hati nya kembali berdebar ketika mengamati wajah cantik itu.


Namun senyum nya kembali menghilang saat melihat warna biru di rahang dan pergelangan tangan khaira. itu adalah bekas tangan nya tadi pagi yang mencengkram rahang dan pergelangan tangan khaira.


alfi sangat merasa bersalah ia yakin khaira pasti tertekan dan kesakitan karna perbuatan nya itu, bahkan mata khaira masih terlihat sembab karna taangisan nya itu.


" Maaf... " ucap alfi lirih sambil mengamati wajah khaira, di kecup nya kening khaira cukup lama.


hingga ia teringat jika mama nya masih menunggu nya di bawah untuk mendengar semua penjelasan darinya, alfi keluar kamar menuju ke lantai bawah untuk menemui mama nya di ruang tamu.


Sesampai nya di sana ia segera duduk di sofa yang bersebrangan dengan mama nya, lalu menceritakan apa yang sebenar nya terjadi.


" tuh kan mama Dari tadi udah yakin jika hasil tespack nya salah, tidak mungkin khaira melakukan hal serendah itu, dia wanita yang baik-baik " ucap mama alfi setelah mendengar semua penjelasan dari alfi.


" ya ma, alfi juga merasa sangat bersalah pada khaira, gara-gara alfi khaira jadi sakit dan menimbulkan kesalah pahaman ini, terlebih lagi alfi sudah melakukan kekerasan padaa khaira " ucap alfi lirih sambil menundukkan kepala nya.


Mama alfi yang duduk bersebrangan dari alfi kini berpindah duduk di samping alfi.


" sudahlah tak perlu di sesali semua nya sudah terjadi, sekarang yang terpenting adalah kamu harus perbaiki semua kesalahan mu itu, perlakukan dia layak nya seorang istri, beri sedikit kasih sayang pada khaira walau pun kamu belum mencintai nya, mama yakin cinta itu akan datang dengan seiring berjalan nya waktu "


ucap mama alfi sambil mengenggam tangan putra nya itu dan tersenyum pada nya.


" ya ma makasih, kalau gitu alfi kekamar dulu mau lihat keadaan khaira " ucap alfi sambil bangkit dari duduk nya.


" ya, mama harap ini jadi pelajaran buat kamu, jika ada masalah selesai kan secara baik-baik jangan dengan amarah dan kekerasan " ucap mama alfi yang di jawab dengan anggukan kepala oleh nya.


lalu alfi melangkah pergi meninggalkan ruang tamu dan melangkah kan kaki nya di setiap anak tangga menuju ke kamar nya.


Sesampai nya di sana ia melihat khaira uang masih berbaring di atas tempat tidur, ia mendekati khaira dan mengamati setiap inci wajah khaira rasa bersalah nya kembali hadir saat melihat wajah khaira yang lembam karna perbuatan nya.


" Maaf " ucap nya lirih lalu mencium kening khaira cukup lama,


" gue janji hal ini ngak akan terulang lagi, gue janji ngak akan menyakiti loe Lagi dan mulai saat ini gue akan memperlakukan loe dengan baik, tolong berikan gue kesempatan untuk menjadi suami yang lebih baik buat loe " ucap alfi suara nya terdengar parau karna berusaha menahan tangis nya.


Alfi membaringkan tubuh nya di samping khaira dan membawa khaira ke dalam pelukan nya. saat alfi memejamkan mata ia merasakan sebuah tangan yang melingkar di tubuh nya.


Alfi membuka mata nya kembali dan ia melihat tangan khaira yang melingkar padanya, alfi tersenyum karna khaira membalas pelukan nya, hingga ia kembali mempererat pelukan nya itu.


Khaira yang sudah terbangun sejak alfi mencium kening nya dan mendengar semua yang dikatakan alfi kini membalas pelukan alfi. Hari ini ia sangat bahagia, ia merasa apa yang pernah di dengar nya tentang ada hikmah di balik setiap cobaan itu memang benar.


Bahkan kini ia merasakan nya setelah tadi rasa sakit yang di deritanya kini berganti dengan sebuah kebahagiaan, hal yang tak pernah di duga nya suami yang selalu bersikap acuh dan dingin kini mendekap nya dalam sebuah pelukan hangat. khaira tersenyum dan menenggelamkan wajah nya pada dada Alfi merasakan dan mendengarkan detak jantung Alfi yang berpacu lebih cepat.


Hingga mereka tertidur dalam pelukan yang saling menghangatkan.


💞 💞 💞 💞


Saya minta maaf karna baru bisa Up lagi.


kemarin saya tidak sempat untuk meng Up episode ini.


Dan hari ini saya berharap semoga readers suka dengan episode ini dan akan saya usahakan untuk UP lebih banyak lagi.


Terima kasih.....


jangan lupa untuk memberi komentar dan juga like nya...😊😘

__ADS_1


Salam Author


Ety Salmila


__ADS_2