
Sedang menikmati secangkir teh hangat, Vania menonton sebuah acara di televisi. Begitu menyesapi dan menikmati aroma dan hangatnya minuman tersebut, menyusul suara yang berasal dari ponselnya.
" Hallo."
" Hallo nona, semuanya telah kami kerjakan sesuai dengan perintah anda." Suara sang penelfon, memberitahukan misi mereka telah terlaksanakan.
" Bagus, aku suka kinerja kalian. Akan aku berikan bonus atas kerja itu semua."
" Terima kasih nona, senang bekerjasama dengan anda." Kemudian pembicaraan mereka terputus.
Akhirnya, kau bisa menikmati permainanku. Tak lama lagi, istri yang semula tak kau anggap itu. Akan segera menyusul juga, Sabian! Vania.
Flashback on
Setelah Vania meninggalkan perusahaannya, suasana pun kembali seperti biasanya. Namun, disaat Sabian sedang mengerjakan pekerjaannya. Sebuah notifikasi pesan, masuk kedalam ponsel Sabian.
'Jl. **** No.***. Aku menunggu kedatanganmu. Vania.'
Tanpa menaruh curiga sedikit pun, Sabian bergegas menuju alamat yang sudah Vania kirimkan padanya. Berpamitan kepada Zea, hanya saja ia tidak memberitahukan akan pergi kemana.
Dengan laju mobil yang cukup kencang, Sabian ingin segera sampai dan menyelesaikan semua urusannya pada Vania. Tidak ingin berlama-lama terjebak dengan hubungan yang begitu rumit, dan ia mau memperbaiki pernikahannya dan bahagia bersama Zea.
__ADS_1
Saat tiba pada alamat tersebut, yang ternyata adalah alamat sebuah rumah yang cukup mewah, Sabian pun segera memasukinya dan mencari keberadaan Vania.
" Selamat datang, Love. Aku sudah lama begitu lama menunggumu." Berjalan dengan manjanya, vania menghampiri Sabian.
" Sudah cukup, Vania! Aku sudah lelah mengahadapi sikapmu yang tamak dan bermuka dua!"
Sabian menghempaskan tangan Vania, yang bergelayut manja pada lengannya. Memposisikan tubuhnya untuk menjauh, dengan menjaga jarak.
" Kau wanita yang tak tau malu! Aku kira selama ini, kau tulus mencintaiku. Ternyata, kau hanya mengincar hartaku! Sungguh bodohnya bisa mempercayai dan menyukai wanita materialistis seperti kau!"
Dengan penuh amarah, Sabian sudah tidak bisa menahan dirinya untuk bersabar. Dimana, rasa cinta itu sudah mulai tumbuh diantara dirinya dan Zea. Membuat Sabian tersadar dari kebodohannya selama ini.
" Wow, kerennya love ku ini." Sembari bertepuk tangan, Vania berjalan dengan anggunnya mendekati Sabian.
" Mulai detik ini, aku talak kamu Vania. Dan kita sudah bukan suami istri lagi, kita berpisah." Kalimat yang sudah begitu Sabian tahan-tahan, akhirnya dengan begitu tegas terucapkan.
" Talak?!! Kamu yakin bisa mentalakku, Sabian? Dasar bodoh, hahaha." Perkataan Vania begitu tegas dan seakan-akan meremehkannya.
" Kau!!!"
" Kenapa?" Vania menunjukkan beberapa surat-surat yang sangat berharga kepada Sabian.
__ADS_1
Respon Sabian pun tak kalah mengejutkan, ia tidak menyangka jika Vania selicik itu. Selama ia berhubungan dengannya, semua keinginannya selalu ia penuhi. Kepalan tangan Sabian begitu kuat, menahan amarah yang begitu besar.
" Bagaimana, love? Oh ya, aku begitu sangat berterima kasih padamu. Akhirnya tujuanku ini tercapai, sekarang! Aku tidak memerlukan dirimu lagi. Kamu sudah menjadi manusia yang sangat dan begitu bodoh, hanya dengan cinta. Bisa-bisanya kau menjadi seperti itu, tidak akan ada yang menyukai manusia bodoh dan miskin sepertimi saat ini. Hahaha."
Tertawa dengan penuh kemenangan, tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan manusia yang sangat membuat amarah Sabian semakin membesar. Walaupun kini semua surat-surat berharga dan aset-aset miliknya, telah dirampas oleh orang yang dulu sangat ia cintai.
Bergegas menuju mobil, Sabian melajukannya dengan kecepatan sedang. Namun, baru saja beberapa meter dari rumah tersebut dan anehnya pada saat itu jalanan tersebut menjadi sangat sepi dan tidak ada satupun kendaraan yang lewat. Tak lama kemudian, terdapat beberapa mobil yang mengikutinya dari arah belakang, terjadilah aksi saling kejar. Dengan laju mobil yang semakin cepat, Sabian terus menerus mendapatkan serangan dari lawannya. Mobil mereka menyerempet dan menyenggol satu sama lain, Sabian tidak bisa lagi mengontrol keseimbangan.
Brak!
Dor!
Dor!
Brugh!
Brugh!
Mobil yang dikendarai oleh Sabian tertabrak oleh kendaraan yang lain, ban mobil pun sengaja ditembak oleh mereka. Dan akhirnya, mobil itu hilang kendali dan menabrak pembatas jalan dengan begitu kerasnya. Pada akhirnya, mobil terguling dijalanan.
Setelah puas dengan hasil kerjanya, semua orang yang melakukan penyerangan tersebut segera menyinggir dari lokasi kejadian. Salah satu dari mereka menghubungi seseorang, melaporkan hasil dari kerja mereka.
__ADS_1
" Hallo nona, tugas telah selesai. Kami tunggu bonus yang anda janjikan." Pembicaraan terputus, mereka pun berlalu.
Flashback off