
Terus memaki dan berteriak, Sabian sudah kehilangan akak sehatnya. Hingga tidak menyadari, jika saat ini ia sedang berada dirumah sakit. Dimana tempat tersebut membutuhkan suasana yang sangat tenang, tidak dengan teriakan dan kegaduhan.
Suara pintu terbuka, memperlihatkan sang leader keluar dari ruangan rawat pasien. Dengan tatapan yang cukup tajam, nyali Sabian sedikit menciut.
" Tuan." Hanafi menyapa tuannya.
" Ada apa?" Tanya Osmond dengan menaikkan salah satu alis matanya.
" Lepaskan Aku! Aku ingin menemui Zea, jangan melarangku aku!" Teriakan Sabian semakin keras.
Pada akhirnya, Osmond mengetahui penyebab dari kegaduhan yang ada duar kamar tersebut. Berjalan perlahan mendekati Sabian, dengan memberikan kode kepada para pengawalnya untuk melepaskan penahan.
" Ada apa?" Dengan perlahan, Osmond bertanya akan maksud kedatangan Sabian. Dengan kedua telapak tangan yang berada didalam saku celananya, semakin memperlihatkan aura kepemimpinannya.
Sabian merapikan pakaian yang ia gunakan, setelah terlepas dari pencekalan terhadap dirinya. Dengan kehadiran Osmond disana, membuat dirinya menjadi melunak.
" Aku ingin menemui Zea."
" Atas dasar apa, aku harus memberikan izin kau untuk menemuinya?"
__ADS_1
" Aku suaminya, dan Zea adalah istriku. Aku berhak untuk menemani dan merawatnya, kalian tidak bisa melarangku menemui istriku sendiri!" Penuh penegasan dalam setiap kalimat yang Sabian sampaikan.
" Istri? Apa kau yakin, Zea adalah istrimu? " Senyuman sinis Osmond berikan.
" Maksudmu?"
Dengan penuh tanda tanya, Sabian belum bisa menerjemahkan maksud dari ucapan yang Osmond layangkan kepadanya.
" Merengut paksa kesuciannya, menikah atas paksaan, tidak memperdulikan hidupnya, menikahi wanita lain dan membawanya untuk berada dalam satu atap dengan adikku! Apa itu yang kau sebut, Istri?! Bahkan atas kecerobohanmu itu, membawa adikku dalam bahaya!"
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Pukulan demi pukulan Osmond berikan kepada Sabian, sebagai ungkapan kekesalannya selama ini atas sikap Sabian yang sudah menghancurkan kehidupan sang adik. Tanpa perlawanan, Sabian hanya bisa terpaku atas setiap ucapan yang ditujukan kepada dirinya. Semua itu memang benar adanya, bahkan untuk menyesal pun saat ini sudah tidak berlaku.
" Kenapa? Menyesal? Matipun aku tidak akan mempertemukan adikku denganmu, kalian akan segera berpisah!" Sembari mengatur nafasnya yang terengah-engah, Osmond berjalan meninggalkan keramaian.
__ADS_1
" Tunggu! Aku mohon, izinkan aku untuk menemui Zea. Aku sungguh menyesal, kumohon. Jangan pisahkan aku dengan istriku." Sabian mengejar Osmond dan menyampaikan apa yang ia rasakan.
" Kumohon, tolong jangan pisahkan aku dengan Zea. Aku akan menebus semua perbuatanku kepadanya, tolong." Dengan penuh penyesalan, Sabian tidak ingin membiarkan Zea menjalani kehidupan selanjutnya sendirian tanpa dirinya.
Tanpa memutar tubuh dan menarik nafas sedalam-dalamnya, dengan mata yang terpejam. Masih kokoh dengan pendiriannya yang menentang Sabian untuk kembali mendekati Zea, dirinya merasa sanggup untuk menjaga adiknya seutuhnya.
" Zea tidak membutuhkanmu sebagai suami ataupun pembantu, dia akan hidup tenang dan berkecukupan tanpa kau!"
" Tidak, Zea tidak bisa hidup tanpa aku! Dia begitu mencintaiku dan juga Zea sangat menjungjung tinggi kehormatan suaminya! Jangan coba-coba untuk memisahkan kami, aku mohon padamu, tuan Osmond yang terhormat. Biarkan kami bersama." Sabian berusaha untuk membujuk Osmond, memberikan ia kesempatan untuk berada disisi Zea.
" Aku rasa, hal itu tidak perlu untuk aku jawab."
Langkah kaki itu menghilang dari balik pintu dan pandangan mata Sabian, hancur. Itulah yang Sabian rasakan saat ini.
Zea, maaf. Aku akan terus berusaha untuk memperbaiki ini semua, berjuanglah untuk tetap bertahan dan kembalilah. Sabian.
Dari dalam ruanh perawatan, mata Osmond kembali melihat sosok wanita yang sedang berjuang untuk hidup.
" Pastikan pria itu tidak mendekati Zea."
" Baik tuan."
__ADS_1
Perintah tersebut ia berikan kepada seluruh pengawal yang ditugas untuk menjaga sang adik, ia tidak ingin kehidupan adik yang begitu ia cintai kembali menjadi sangat tragis untuk dijalani. Mengerahkan seluruh penjagaan untuk keselamatannya, dimana saat ini status Zea sebagai adik dari Osmond Owen. Sang leader dari dunia bawah, yang menjadi banyak incaran dari kelompok musuh.