
" Siapa itu? Jika kau ingin menganggu, lebih baik pergi saja dari sini!" Ujar salah satu dari pria tersebut.
" Bre***ek!"
Bugh!
Bugh!
Dengan mudahnya Osmond menarik para pria yang akan berbuat tidak senonoh pada Clara, pukulan dan berbagai jurus Osmond berikan kepada mereka. Sampai pada akhirya, para pria itu lari terbirit-birit. Melihat Clara yang masih menunduk dengan memeluk kakinya, Osmond menariknya kedalam pelukannya. Tanggisan pun tak terhindarkan, tubuh itu bergetar dan semakin kuat.
" Kau sudah aman, jangan menanggis lagi." Osmond membelas rambut kepala Clara dengan begitu lembut.
Mudah bagi Osmond membawa tubuh Clara menjauh dari sana, ada perasaan tidak sudi jika tubuh Clara dijamah oleh orang lain. Bahkan ia sangat murka dengan hal tersebut, disaat mereka berada didalam mobil. Tidak terjadi percakapan apapun selama perjalanan, bahkan Osmond sedikit mencuri pandangan.
Cciiitt!!!
Mobil yang mereka kendarai berhenti mendadak, membuat Clara kaget dan keningnya membentur dashboard didepannya.
__ADS_1
" Aduh!!" Tangannya memengang keningnya yang memerah.
Laju mobil berbelok kembali, menuju jalanan yang sebelumnya mereka lalui. Hal itu membuat Clara membuka matanya dengan sangat lebar, kecepatan mobil pun semakin kencang. Clara ingin mengatakan sesuatu, namun karena laju mobil yang terlalu kencang. Ia memilih untuk berpegangan dan menenangkan diri, menutup mata rapat-rapat serta berdoa didalam hati.
Tak berselang lama, terasa jika laju mobil telah berhenti. Dengan perlahan, Clara membuka matanya dan melihat pemandangan yang sungguh membuatnya semakin kaget.
" Tuan, ini dimana? Kenapa anda membawa saya kemari, saya mau pulang!" Begitu tegas, Clara tidak ingin terjadi apa-apa lagi pada dirinya.
Pletak!
" Berhenti berpikiran mesum, rumah ini akan aman dari orang yang menganggumu. Mulai detik ini, kau bekerja sebagai asisten pribadiku. Paham!" Osmond berjalan memasuki rumahnya dan meninggalkan Clara yang masih terbengong.
" Asisten pribadi? Apa maksudnya? Tuan bisa anda je..." Clara kaget dengan tidak adanya Osmond lagi disana.
Berlarian memasuki rumah besar tersebut, membuat Clara begitu kagum dengan berbagai ornamen yang ada didalamnya.
" Tuan tunggu! Tunggu sebentar." Teriak Clara kepada Osmond yang hendak menaiki tangga.
__ADS_1
" Apa lagi, kau sungguh menjengkelkan!" Rutuk Osmond kepada Clara.
" A aa apa maksud anda, mengatakan asisten pribadi untuk anda?" Dengan nafas yang masih memburu, Clara mengeluarkan rasa penasarannya.
" Makanya, kalau punya telinga itu dipakai. Kau kan butuh pekerjaan dariku, nah. Itu sudah aki berikan, dan bekerjalah mulai dari sekarang. Siapkan air panas, aku mau mandi." Osmond kembali menaiki tangga.
" Hah? Nggak salah apa, asisten pribadi. Berarti, dari mulai di bangun tidur sampai tidur lagi. Pakaian, makanan, kegiatan dan lain-lainnya. Aku yang urus? Asisten apa upik abu ya?" Menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ingin ia menolak pekerjaan itu. Namun tak dapat di pungkiri, jika ia juga membutuhkan pekerjaan.
Melihat pintu kamar yang terbuka, Clara pikir itu adalah kamar dari bos barunya. Saat ia memasukinya, langsung saja ia menutup kedua bola matanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.
" Haduh, mataku lagi-lagi ternodai oleh manusia aneh ini. Hei tuan! Kalau mau ganti baju itu kira-kira dong. " Hardiknya saat melihat Osmond sedang membuka pakaiannya.
" Tidak usah cerewet, lakukan tugasmu. Kalau tidak, akan aku pecat detik ini juga."
" Jadi majikan kok bawaannya baper, aneh." Dengan cepat Clara mencari letak kamar mandi disana, setelah dapat. Segera ia melakukan tugasnya dan keluar dari ruangan yang terasa panas baginya.
Sedangkan Osmond ia tersenyum puas bisa memberikan sedikit pelajaran untuk Clara.
__ADS_1